Saturday, February 11, 2017

Penggalian Kembali Sumur Zamzam

Penggalian Kembali Sumur Zamzam

Cerita tentang keberadaan sumur Zamzam di Mekah, dikenal oleh hampir semua masyarakat Arab zaman itu. Namun, keberadaannya tidak diketahui selama puluhan (atau ratusan) tahun. Orang Arab meyakini sumurnya ada, lewat cerita turun temurun. Tapi, dimana gerangan sumur peninggalan zaman Nabi Ismail as itu berada, tidak ada tanda-tanda.

Jelang kelahiran manusia Agung
Makhluk terbaik jagat raya,
Allah memberikan sekian peristiwa besar
Salah satunya ialah ditemukannya kembali sumur Zamzam

Suatu malam, kakek Nabi, Abdul Muthollib tertidur di hijir Ismail
Beliau mimpi bertemu seorang laki-laki.

"Galilah thoybah!" perintah lelaki dalam mimpi.
"Apa itu thoybah?" Kakek Nabi bertanya.
Orang itu pergi tanpa jawaban.

Besok malam, Sang Kakek tidur di tempat yang sama.
Ia kembali bermimpi bertemu lelaki yang sama.

"Galilah barrah?" perintah lelaki.
"Apa itu barrah?" mbah Abdul Muthollib masih belum paham.
Namun, lelaki dalam mimpi itu kembali pergi tanpa jawaban.

Malam ketiga, Mbah Muthollib kembali tidur di tempat yang sama.
Lelaki itu pun datang kembali.

"Galilah madhnunah!" pintanya.
"Apa itu madhnunah?" si Mbah tetap belum mengerti.
Dan, lagi-lagi sang lelaki pergi tanpa jawaban.

Malam berikutnya,
Abdul Muthollib kembali tidur di tempat yang sama.
Ia pun kembali bermimpi berjumpa si lelaki.

"Galilah Zamzam!"
"Apa itu Zamzam?"

"Sumur yang tak akan kering airnya, tiada banding dalamnya.
Dengan air itu, nanti gunakan untuk memberi air minum jamaah haji.
Carilah letaknya di tempat antara ... dan darah.
Di tempat diamnya gagak yang di sayapnya ada bulu putih.
Di sana biasanya unta-unta berkumpul." petunjuk dari lelaki di dalam mimpi.

Setelah jelas petunjuk yang diberikan, Abdul Muthollib mengajak anaknya, al-Harits, dengan membawa perlengkapan seperlunya. Menuju tempat yang ditunjukkan. Ia mulai menggali.

Ketika nampak sumurnya, Abdul Muthollib gembira bukan main. Dia berteriak kencang. Membaca takbir.
"Allahu Akbar!!!"

Penduduk Mekah mendengar teriakan kerasnya.
Berbondong-bondong mereka mendatangi TKP.
Mereka menyadari, itulah sumur Zamzam yang selama ini ceritanya berseliweran di benak mereka. Telah ditemukan.

"Wahai Abdul Muthollib, itu adalah sumur moyang kita, Ismail. Engkau harus berbagi dengan kami." Orang-orang Quraisy menuntut hak yang sama atas sumur legendaris itu.

"Enak saja. Sumur ini telah diamanahkan padaku.
Dan akulah yang mendapatkan kekhususan terhadapnya," jawab Abdul Muthollib tidak mau menyerah.

"Kau harus bersikap adil pada kami. Tak akan kami biarkan kau menguasainya sendirian," mereka tetap ngotot untuk memperoleh hak terhadap sumur Zamzam.

Zaman itu, air termasuk barang yang amat berharga.
Apalagi sumur Zamzam yang sudah terkenal segar-tawar airnya.
Pun tak habis sumbernya.

"Baiklah, kalau begitu, terserah keadilan macam apa yang kalian mau. Aku akan terima," jawab si Mbah.

"Kita minta dukun dari Bani Sa'd bin Hudzaim memutuskan." Mereka memutuskan.

Ketika itu, sang dukun tinggal cukup jauh dari Mekah.
Ada di perbatasan kota Syam.
Mereka lalu bersepakat untuk bersama-sama pergi. Meminta petunjuk dari sang dukun.

Mbah Abdul Muthollib ditemani keluarga Bani Abdi Manaf, beserta perwakilan tiap-tiap Bani dari suku Quraisy segera berangkat. Menuju kediaman dukun dari Syam.
Mereka membawa perbekalan secukupnya.
Melintasi padang pasir.

Di tengah perjalanan, Abdul Muthollib kehilangan bekalnya.
Begitu pula beberapa orang dari rombongan mereka.
Hingga akhirnya bekal air minum rombongan habis.
Sementara, mereka terdampar di tengah-tengah padang pasir.
Seakan tiada harapan untuk hidup.

Abdul Muthollib mengajak rombongan yang dalam keputusasaan itu berhenti.
Beliau memberi usulan,

"Apa tidak sebaiknya setiap orang menggali lubang untuk persiapan kuburnya masing-masing. Sehingga, begitu ada yang mati kehausan bisa langsung dimasukkan ke liang kubur."

"Cerdas juga usulmu," semua rombongan sepakat dengan usul itu.
Mereka segera menggali kubur masing-masing.
Lalu, duduk di samping lubang, menunggu ajal menjemput.
Sementara unta mereka, juga ikut duduk di samping tuannya.

Setelah sekian lama "menunggu" mati, Abdul Muthollib merasa kegiatan seperti itu tiada berguna.

"Kita harus tetap berjalan, dan berusaha. Barangkali Allah akan memberikan air di suatu tempat nanti. Ayo kita jalan!" teriaknya memberi semangat jamaah.

Mereka lantas bangkit dari duduk. Hendak melanjutkan perjalanan.

Syahdan,
Saat unta milik Abdul Muthollib bangkit, muncratlah air yang jernih, segar, dan tawar dari bekas duduknya sang unta.
Semua bergembira. Terselamatkan dari ancaman kematian.

"Allahu Akbar.
Allahu Akbar," teriak Abdul Muthollib.

Melihat keajaiban tersebut, para pemuka Quraisy itu sepakat untuk kembali ke Mekah dan menyerahkan urusan pengelolaan sumur Zamzam kepada Abdul Muthollib dan keturunannya.

"Demi Allah, Dia yang telah memberikan air ini, dan menyelamatkan kita semua, memang telah memilihmu untuk mengurus pengelolaan sumur Zamzam.
Kami tidak akan merecokinya lagi." kata mereka.

11 Pebruari 2017
@mskholid


@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Seperti Kambing

Seperti Kambing

Orang yang makan kenyang, bahagia.
Tapi lupa yang memberikan kenyang
Orang nelayan dapat ikan, bahagia karena ikannya yang banyak
Namun lupa siapa yang memberikan ikan

Pedagang dapat laba, senang karena labanya
Namun lupa dengan pemberi laba
Pebisnis warung yang laris diserbu pembeli, bahagia dengan larisnya warung
Tapi, lupa dengan pemberi laris untuk warungnya

Petani senang kepalang saat padinya tumbuh subur dan panen besar
Tapi, lupa siapa yang menumbuhkan padi
Petambak bahagia tak terkira, ikannya besar-besar dan sehat
Tapi, lupa dengan yang membesarkan ikan

Semuanya,
Tak ubahnya kambing atau sapi
Yang diberikan tumpukan rumput mengenyangkan
Dia bahagia, dan melupakan siapa yang memberikannya rumput

Karena bahagia pada rumputnya,
Bukan pada pemberi rumput,
Mereka lupa bersyukur
Lupa berzikir
Lupa mengabdikan diri pada sang pemberi rumput

Wallahu a'lam

Pucangro, 11 Pebruari 2017

Ngaji Hikam pagi ini
Bersama : KH Jamaluddin Jombang 

#OTWPondokKranji



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Tuesday, February 7, 2017

Lowongan Guru SMP Ibnu Batutah Madiun

LOWONGAN KERJA
SMP IBNU BATUTAH

1.dibutuhkan muhafiz/guru tahfiz( ikhwan)
Syarat
- hafal 30 juz
- mempunyai pengalaman
- memahami management kurikulum tahfidz
- S1 lebih di utamakan ( semua jurusan)
- siap dalam kerja team

2. Guru SMP (Guru IPA,  IPS. MTK. B.INGRIS)
- Usia 22-35 thn
- Minimal S1 sesuai bidang studi
- Berakhlakul karimah & berkarakter da'i
- Mampu membaca Al Qur'an
- Mampu bekerjasama dalam tim

3. Musyrif Pengasuh Asrama Putra
- Lulusan S1 semua jurusan
- Menguasai bahasa arab pasif & memiliki hafalan Qur'an
- belum menikah/menikah & bersedia tinggal di asrama

4. Staf tata usaha
- minimal lulusan smk akuntansi / administrasi
- lancar membaca al qur'an

5. Security
- laki-laki usia maksimal 35 thn
- minimal lulusan SMA/sederajat

6. Tenaga kebersihan
- laki-laki usia maksimal 35 thn
- min SMA sederajat

Catatan :
SMP IBNU BATUTAH
Berlokasi di Madiun.


Lamaran dikirim ke :
Yayasan Peradaban Mulia Indonesia
Jl. Salak Barat VII Madiun
Paling lambat diterima tanggal 28 Februari 2017.



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Tuesday, January 31, 2017

Laksana Hati Burung

Hati Burung

"Akan masuk surga, sekelompok kaum yang hatinya seperti hati burung."
HR Muslim

Burung, punya tekat yang kuat
Hati yang luar biasa tawakal

Walau bukan karyawan
Walau bukan PNS
Meski bukan pengusaha
Burung selalu yakin dengan rejeki yang disiapkan Allah

Tak ada janji gaji bulanan bagi burung (dan anak-anaknya), laksana pegawai
Tak ada potensi laba besar laksana pebisnis
Tak ada tempat yang pasti setiap hari dia bisa menemukan rejekinya
Namun, burung selalu terbang setiap hari
Menjemput setiap kemungkinan rejeki

Ia serahkan semuanya pada Allah
Ia titipkan rejeki untuk anak bayinya kepada Dzat yang menciptakan mereka
Mereka lah burung
Hati dengan tekat kuat dan tawakal kelas berat

Maka, Allah janjikan surga atas manusia-manusia yang punya hati laksana hati burung.

Babat, 31 Januari 2017
IG & Twitter @mskholid



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Friday, January 27, 2017

Biar Semua Dapat Pahala

Biar Semua Dapat Pahala

Salah satu ibadah mudah itu I'tikaf di masjid
Cukup berdiam diri saja dalam masjid, sudah dihitung dapat pahala
Tak harus baca Qur'an atau shalat sunnah
Sudah dapat pahalanya itikaf

Namun, tak semua orang yang masuk masjid ingat meniatkan itikaf
Kerap kali kita masuk masjid, asal masuk saja
Habis shalat jamaah dan baca wirid lantas keluar begitu saja
Tanpa meniatkan itikaf

Nah,
Melihat kondisi umatnya yang suka lupa begitu,
Ternyata para pendahulu kita bikin inovasi hebat
Tujuannya supaya jamaah tidak lupa meniatkan itikaf

Lewat cara apa?
Dengan cara menuliskan kalimat niat itikaf berbahasa Arab
Di atas pintu masuk masjid
نويت الاعتكاف في هذا المسجد سنة لله تعالى
Di beberapa masjid, dituliskan terjemahan dalam bahasa setempat.

Dengan cara ini, setiap orang yang masuk ke masjid diharapkan membaca doa niat ini. Otomatis dia telah berniat itikaf.
Akibatnya, semua orang--baik awam maupun yang hafal ratusan hadits, semuanya berniat ibadah itikaf.

Hebat sekali.

Inovasi seperti ini, bisa jadi belum pernah dianjurkan lewat hadits Nabi saw
Bisa jadi belum pernah dilakukan oleh para sahabat dan tabiin
Namun, ternyata dilakukan oleh para ulama pendahulu kita
Supaya, tanpa terasa, kita "dipaksa" mendapat pahala

Begitulah, ulama pendahulu kita selalu mikir bagaimana caranya agar umat banyak ibadahnya tanpa harus dipaksa

Kalau saya tidak salah ingat,
Tulisan doa itikaf itu juga saya temukan di salah satu pintu masuk Masjid Nabawi

Dewan Masjid Ind

Babat, 27 Januari 2017
@mskholid

Worker at WJL Konveksi



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Wednesday, January 25, 2017

Syariatnya Tetap, Caranya yang Berbeda

Syariatnya Tetap, Caranya yang Berbeda

Setiap laki-laki muslim, wajib bersunat
Zaman Nabi Ibrahim, sunatnya pakai kapak  (atau sejenis pedang)
Begitu pun zaman Kanjeng Nabi dan sahabat

Abad milenium, umat Islam tetap bersunat
Tapi, tidak pakai kapak atau pedang
Tapi pakai pisau atau silet yang amat tajam
Dan diberi obat seperlunya

Zaman berganti,
Sudah banyak yang meninggalkan calak
Dan beralih pada dokter yang memotong pakai gunting
Pakai dijahit pula pinggirannya

Zaman sekarang,
Anak-anak pada takut dengan pisau dan gunting
Muncullah inovasi pakai laser

Cling...!!!
Putus, dan (katanya) tanpa keluar darah.
Pun sembuh seketika

Syariatnya tetap, caranya yang berbeda

Syariatnya belajar Al-Quran
Dulu, orang belajar Al-Quran tak ada yang bawa mushaf
Tinggal mendengarkan guru, lalu mengulang bacaan
Setelah sekian ratus tahun, belajar Al-Quran mesti bawa mushaf satu persatu
Bahkan ada pula yang tidak bawa Al-Quran. Tapi, bawa buku yang berisi "perotolan" isi Al-Quran. Ayat-ayat yang dipisah hurufnya

Bahkan, kini, belajar Al-Quran, hanya bawa bolpoin
Tinggal tunjuk halaman dan ayatnya, anda sudah bisa belajar
Besok tinggal murajaah dengan guru

Syariatnya tetap dilakukan
Caranya Berbeda

Dulu, cara membela Islam dengan perang, pedang-pedangan, tombak-tombakan, atau panah-panahan
Sekarang, aksi bela Islam bisa dengan cara mendirikan TPQ, Madrasah, ngajar, atau bahkan (bisa jadi dengan cara) shalat jumat bersama di lapangan besar dan subuh berjamaah.
Pun berdemo juga bisa jadi termasuk cara bela Islam

Lho, pak, apa gak menyalahi aturan Kanjeng Nabi?
Kan itu urusan ibadah...

Maka dari itu,
Ulama membuat klasifikasi ibadah mahdhah dan ghairu mahdhah
Ada ibadah tertentu yang caranya harus sama persis contoh
Ada pula ibadah yang caranya tidak harus sama persis

Babat, 25 Januari 2017
@mskholid
• hujan rintik-rintik



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Tuesday, January 24, 2017

Mabadi' Ushul Fiqih

《 Mabadi' Ilmu Ushul Fiqih 》

Buku yang kami gunakan dalam pelajaran Ushul Fiqih  (MAU) ialah
مبادئ أولية
Karya Ustadz Abdul Hakim Hamid
Kitab legendaris di pondok kami, karena ia juga digunakan untuk rujukan mata pelajaran Qowaid Fiqhiyyah sejak bertahun-tahun.

Penjelasan di dalamnya cukup ringkas dan sistematis
Memudahkan siswa memahami

Namun, bagi guru, kitab ini jelas amat jauh dari kata cukup
Apalagi bagi saya yang tidak punya background akademis jurusan Ushul Fiqih
Untungnya, di MA Mts Infarul Ghoy Tritunggal,
Kami menggunakan kitab (yang isinya hampir sama) berjudul
مفتاح الوصول في علم الأصول
Kitab berbahasa Indonesia dengan tulisan pego ini, sistematikanya mirip dengan kitab pertama. Tapi, ia punya penjelasan lebih lengkap.
Sehingga menjadi modal berharga bagi saya saat bereksplorasi dalam menjelaskan kajian Ushul Fiqih dengan kitab Mabadi'.

Di sisi lain,
Saya merasa amat perlu mengkaji  (dan mengkhatamkan) kitab ayat ahkam ini
(Malu, belum khatam)
Sebagai tambahan informasi yang bisa saya sampaikan kepada murid2

Kitab karya Syaikh Ali as-Shabuni ini hebat
Tapi, anehnya, kitab Tafsir beliau pernah diboikot* lewat sebuah fatwa yang saya baca dari sebuah software fatawa.

*difatwakan haram dan berdosa bagi yang membeli atau membagikan kitab beliau;
صفوة التفاسير



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Monday, January 23, 2017

Kenapa Sunan Kalijaga Pilih Wayang?

Sunan Kalijogo itu pendekar.
Mantan jagoan yang amat disegani dan ditakuti
Bahkan, andai dulu Sunan Bonang memberi tugas memberantas semua perampok dan penjahat se tanah Jawa, tugas itu akan amat senang dilakukannya
Mudah, malahan, melihat track record nya sebagai jagoan

Sunan Kalijogo, andai menyuruh (dan memaksa) masyarakat untuk ikut beliau dan masuk Islam semua, saya kira gak ada rakyat yang bakal berani menantangnya.

Tapi,
Kenapa justru Beliau memilih wayang sebagai media Dakwahnya
Menggunakan wayang sebagai alat mengajarkan agama ini?



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Wayang

Wayang

Masyarakat sejak dulu, suka dengan cerita
Sarana bercerita yang dimiliki masyarakat kala itu, di Tanah Jawa, ya hanya wayang
Lewat cerita (dalam lakon wayang) itulah ideologi dan doktrin ditanamkan oleh si dalang
Masyarakat terhanyut dengan ceritanya, bahkan menjadikan lakon dan kisah wayang sebagai bahan obrolan sehari-hari.

Lalu,
Ketika muncul teknologi layar tancap,
Orang-orang mulai keranjingan dengan film-filmnya
Saat ada hajatan, sunatan atau pernikahan, hiburannya diganti dengan layar tancap ini.

Pun,
Ketika muncul teknologi VCD player
Warga yang punya hajat, nanggap video
Sebab wayang dirasa lumayan mahal
Apalagi, cerita dan gambar dari VCD lebih real

Saat layar kotak televisi menjamur,
Hampir tak ada lagi yang menanggap layar tancap, apalagi VCD
Sebagian warga masih berusaha menjaga tradisi nanggap wayang, meskipun itu butuh dana tak sedikit

Sebagai sebuah alat,
Wayang bisa berfungsi sebagaimana layaknya VCD, televisi, bioskop, sinetron, dll.

Lalu...

Begitulah kura-kura.

Terjebak hujan,
Karanggeneng, 23 Januari 2017
@mskholid



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Jagoan yang Tugasnya "Remeh"

Jagoan yang Tugasnya "Remeh"

Bagi Sunan Kalijogo yang jagoan dan pendekar itu, pastinya amat membanggakan dan menjadi cerita keren andai Sang guru, Sunan Bonang, memberi tugas memberantas perampok dan penjahat di tanah Jawa.

Kisah kepahlawanan menghajar para perampok itu akan amat membanggakan andai diceritakan pada anak cucu.
Namun, kenapa justru tugas yang diberikan Sang Guru malah amat remeh.
Hanya menjaga tongkat  (menurut sebuah riwayat), sambil merapalkan wirid

Kisah menjaga tongkat, barang remeh temeh, yang andai ditinggal pun gak akan ada yang mencuri, pasti justru bikin malu untuk diceritakan.
Lha, mosok jagoan-pendekar kok tugasnya cuma jaga tongkat.

Itu mirip seorang tentara yang ditugaskan kiai, hanya untuk membalikkan posisi sandal kiai saat dilepas di masjid atau tempat lain.
Bikin malu aja. Bikin sang tentara ogah-ogahan cerita sama anak cucu.

Berbeda andai tugas dari sang kiai itu memberantas para koruptor yang bersembunyi dibalik gelar negarawan dan politisi, pasti cerita kepahlawanan beliau akan amat membanggakan di kalangan anak cucu.

Namun, apa rahasianya?
Apa hasil yang diperoleh Sunan Kalijaga dalam dakwahnya selanjutnya?
Seperti apa prestasi dakwah yang beliau torehkan?

Jawabannya?
Jangan tanyakan pada orang yang bilang Walisongo itu fiktif.

Begitulah, kura-kura...

Masih ngaop kudanan...

*nulis ulang dari ceramah Gus Muwafiq



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Lakon Wayang Antimainstream, dan Bikin Film Tak Biasa

Lakon Wayang Antimainstream,
dan Bikin Film Tak Biasa

Kalau tinggal bilang ini gak ada dalilnya, ini gak ada dalam budaya Islam, gampang...
Kalau tinggal bilang, ini salah.
Ini buruk
Gampang

Yang berat itu,
Mengubah apa yang disukai masyarakat menjadi sesuatu yang Islami, menjadi sesuatu yang bernilai positif.

Dulu, wayang adalah acara favorit masyarakat
Namun, isi cerita dan lakonnya banyak yang tidak sesuai dengan prinsip islam
Maka, tantangannya ialah memasukkan lakon dan cerita yang selaras dengan nilai Islam yang positif

Dan, tantangan berat itu telah berhasil dijawab oleh Sunan Kalijaga.
Titik...

Zaman sekarang,
Anak-anak senang kartun
Anak muda, senang film bioskop
Ibu-ibu senang sinetron
Bapak-bapak senang drama

Maka, tantangannya ialah bagaimana menghadirkan
Kartun yang bermutu
Film yang positif
Sinetron yang mencerahkan
Atau drama yang menggugah

Dan ini berat sekali
Tidak semua orang sanggup dan mampu

Kalau cuma sekadar bilang,
Film bukan budaya Islam
Kartun tak ada dalam ajaran Islam,
Sinetron itu budaya barat,
Lalu anda menjadi paling Islam?!!

Gampang sekali ente masuk Surga nya...

Begitulah, kura-kura...

Mampir Shalat di POM
@mskholid



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Thursday, January 12, 2017

Sawang Sinawang

Sawang Sinawang

Bagi sebagian lelaki, melihat lelaki lainnya yang berpoligami akan nampak bayangan enak dan indahnya.
Padahal, andai diminta menjawab secara jujur, bisa jadi punya istri empat lebih repot (dan ruwet) daripada yang mencukupkan dengan satu istri.

Bisa dikira-kira.
Andai 1 istri membutuhkan uang belanja harian 50.000
Maka, 4 istri x 50.000,- = 200.000,- / hari
Dalam sebulan, pria beristri empat, setidaknya butuh 200.000 x 30 hari = 6.000.000
Hanya untuk uang belanja harian.

Belum pula hitungan untuk listrik bulanan dan air PDAM.
Atau mungkin pajak bumi dan bangunan yang harus dibayar pertahun x 4 PBB, jika tiap istri dijatah satu rumah.
Dan perhitungan-perhitungan lain yang diketahui pemilik 4 istri

Bagi sebagian orang, melihat orang lain punya 5 mobil terlihat enak dan asyik
Tiap hari bisa ganti ganti mobil. Atau kalau mobil satu mogok, masih ada cadangan mobil lainnya.
Mau ke tujuan dengan jalanan mulus, pakai BMW
Mau ke tujuan jalan berliku dan menantang, ada Pajero jadi pilihan
Mau ke acara reuni teman2 kuliah, ada mobil VW antik sebagai penggaya
Padahal, andai ditanyakan pada yang bersangkutan, bisa jadi yang baru punya 1 mobil akan berpikir seribu kali untuk beli mobil baru.

Bisa dikira-kira
Andai biaya perawatan mobil per bulan 300.000,-
Maka, 5 mobil x 300.000 = 1.500.000,- / bulan
Berarti dalam satu tahun, 1,5 juta x 12 bln = 18.000.000,-
Belum termasuk pajak tahunan tiap mobil yang di atas 3 juta.
Dan perhitungan-perhitungan lain yang hanya diketahui si pemilik

Bagi sebagian orang, melihat orang lain punya banyak perusahaan dengan puluhan ribu karyawan, akan nampak menyenangkan dan ringan hidupnya
Padahal, andai dihitungkan jika karyawan 10.000 dengan gaji 2 jutaan, maka si owner butuh paling tidak 10.000 x 2.000.000 = 20 miliar setiap BULAN.

Bagi sebagian orang,  melihat orang lain punya job ngajar penuh dan di banyak tempat, itu terlihat hebat dan mencukupkan.
Padahal, andai kita mengerti apa yang dirasakan yang bersangkutan, bisa jadi kita akan menggumam, "Enak uripku yo, ternyata."

Seterusnya, dan seterusnya...
Sawang Sinawang

Bisa jadi, Gusti Allah belum memberikan sesuatu yang (nampak) baik menurut kita, sebab andai kita diberi seperti itu, kita tak sanggup menanggung kebaikan itu.
Bahasa kasarnya, belum layak mendapatkan anugerah tersebut.
Wallahu a'lam....

Babat, 12 Januari 2017
@mskholid
@ruanginstalasi

#NulisPenawarGalau



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Saturday, December 31, 2016

Berkendara, Tak Sekadar Hafal Urusan Gas dan Rem

Berkendara, Tak Sekadar Hafal Urusan Gas dan Rem

Pagi ini, di pinggir jalan Pucuk, sebuah mobil parkir agak menjorok ke jalanan aspal. Sekira 1 meter. Padahal, masih ada space sekira 1 meter pula di pinggir trotoar yang beralas tanah. Hanya, tanahnya agak tergenang air, imbas hujan semalam.

Kemarin malam, saya beli tahu tek di Moropelang.
Sengaja saya parkir motor menyamping, supaya kalau datang pembeli lain, bisa parkir di samping kanan atau kiri saya.

Benar saja.
Datang pemuda tanggung, kira2 baru lulus SMA.
nDilalah, dia parkir tepat di belakang motor saya.
Jelas saja, saya kesulitan kalau mah mundur.
Untung masih ada space di depan, sehingga saya pikir, motor tetap bisa keluar tanpa halangan.

Tak disangka, datang pembeli baru
Pemuda tanggung yang lain
Motornya sih, Satria.
Tapi, parkirnya dia tepat di depan motor saya.

Waaaaahhh...
Kalau seperti ini, motor gak bisa keluar nich. Saya membatin.
Akhirnya, pas keluar, saya terpaksa meluruskan dulu parkir posisi motor di belakang saya, supaya ada space untuk keluar.

Beberapa waktu sebelumnya, saya hendak beli bakso
Masih di Moropelang
Seorang anak lelaki mengendarai motor, usianya sekitar kelas SD
Hampir saja tertabrak motor dari belakangnya
Gara-gara saat ia mau menyeberang ke kanan, tidak pasang lampu sein

Penjual bakso marah-marah pada anak kecil yang tetangganya itu
"Jaluk mati tho, kuwi?"
"Aku wes pasang riteng kok," si kecil membantah.

"Iyo, pasang riteng. Tapi pas wes belok lagi dinyalakan!" Sergah penjual bakso keras.

Dan, tak terhitung berapa kali saya menemui bapak-bapak yang muncul dari gang di kampung, langsung belok kiri, nyelonong di jalan raya.
Tanpa berhenti untuk menyimak lalu lintas jalanan.

Pun, entah berapa puluh kali, kita mendapati ibu-ibu yang pasang lampu sein ke kanan, tapi posisinya justru minggir ke kiri.

Berkendara, tak sekadar soal hapal dan paham gas dan rem saja.

Begitu pula menjadi ahli agama.
Tak sekadar hafal Alquran atau hafal ribuan hadis, lantas berhak disebut ahli agama.

Ahli hadits, belum tentu ahli fiqih
Tapi, ahli fiqih kebanyakan ahli hadits

Pucangro, 31 Desember 2016

Salam,

@mskholid
@ruanginstalasi

Perjalanan ke Utara
Mengantar kaos pesanan
Ambil uang pembayaran
Untuk beli kopi tahun depan

Wednesday, November 23, 2016

Wali, Tak Akan Terpengaruh Dunia

Seorang waliyullah itu tidak akan terpengaruh oleh dunia. Seperti apapun megah dan jelitanya dunia, hatinya tidak akan bergeser dari kerinduan dan kecintaan kepada Allah SWT.
Dalam tema ini, Kiai Jamal Jombang bercerita:
Ibnu Rumi adalah seorang waliyullah.
Beliau kelahiran Romawi. Tinggal bersama keluarganya di Iraq.
Kehidupan Ibnu Rumi amat sederhana
Bisa dibilang melarat
Sudah begitu, anaknya buanyak
Suatu ketika, Iraq dilanda kesulitan
Makin sulitlah keluarga Ibnu Rumi memenuhi kebutuhan sehari-hari
Bahkan, hingga 3 hari keluarga ini tidak makan
Suatu pagi, sang istri (sholihah) curhat,
"Wahai suamiku, kita berdua mungkin kuat andai tidak makan seminggu. Tapi bagaimana dengan anak-anak kita?"
"Iya, istriku. Apa pendapatmu?" tanya Ibnu Rumi.
"Sebaiknya engkau pergi ke Suuq al-Bannain  (pasar para pekerja bangunan). Semoga disana engkau dapat pekerjaan.
Andaikan engkau sehari dapat 10 dirham saja, itu sudah cukup untuk kebutuhan keluarga kita."
Ibnu Rumi berangkat menuju pasar pekerja bangunan (anggap saja seperti pangkalan ojek, tp ini pangkalan khusus para pekerja bangunan). Beliau membawa beberapa alat untuk bertukang.
Di tengah perjalanan, beliau melintasi masjid.
Masjid yang sudah rusak dan sepi ditinggal jamaahnya.
Ibnu Rumi pun berbelok menuju masjid.
Ia shalat Sunnah di dalam masjid dan bertekad tidak jadi bekerja pada orang lain.
Ia hanya akan bekerja untuk Allah.
Maka, seharian itu beliau sibuk ibadah di masjid ini
Dzuhur, Ashar dan Maghrib.
Setelah maghrib, ia merasa saatnya untuk pulang.
Namun, beliau bingung dan malu; apa jawabannya andai istri dan keluarganya bertanya tentang hasil pekerjaan hari ini.
Ibnu Rumi lantas memutuskan untuk terus beribadah hingga selesai shalat isya di waktu akhir. Supaya anak dan istrinya sudah tertidur saat ia pulang.
Sehingga ia tidak bingung menjawab pertanyaan mereka.
Maka, usai shalat isyak di akhir  (sekitar jam 11 an malam), beliau pulang.
Tiba di halaman rumah, Ibnu Rumi mendengar suara tawa canda dan kegembiraan dari dalam  rumahnya.
Apa yang terjadi dengan keluargaku?
Dari mana sumber kebahagian mereka?
Bagaimana bisa mereka punya kekuatan untuk bergembira?
Jangan... jangan...
Pikiran Ibnu Rumi berkecamuk, penuh sak sangka.
Tiba di dalam rumah, istrinya menyambut kedatangannya dengan wajah gembira.
"Kang Mas, ayo silakan makan dulu!" suruh istrinya.
"Apa yang terjadi di rumah selama aku pergi?" tanya Ibnu Rumi menyelidik.
"Sore tadi, ada seorang lelaki berpakaian serba hijau. Dia mencari rumah Ibnu Rumi, mengaku sebagai pesuruh juragan Sampeyan.
Dia kesini menitipkan gaji kerja jenengan hari ini sebanyak 1000 dirham dan setumpuk kebutuhan makan sehari-hari. Sekarang makanlah."
"Oh, yaudah...
Aku makan nanti saja, aku masih punya tanggungan shalat sunnah dulu."
Begitulah, seorang wali tidak terpengaruh oleh kenikmatan dunia. Sedikit pun.
Walaupun Walaupun ia sudah kelaparan dan tak makan 3 harian, masih lebih mendahulukan urusan dengan Tuhan nya dibanding perutnya.
Malamnya, Ibnu Rumi  bermimpi bertemu Allah.
"Bagaimana Ibnu Rumi, apakah upah yang kuberikan padamu hari ini cukup?" tanya Allah.
"Cukup, Gusti. Sangat cukup."
"Mintalah yang lain, Ibnu Rumi."
"Tidak Gusti. Itu sudah sangat cukup."
"Mintalah saja, apapun yang kau kehendaki," Allah memaksa.
"Kalau memang harus meminta, aku minta agar bisa segera diambil nyawang saja, Gusti."
"Kenapa?"
"Supaya aku bisa segera berjumpa dengan-Mu."
"Urusan hidup dan mati itu sudah ada ketetapannya, Ibnu Rumi. Tapi, ketahuilah bahwa jatah hidupmu tinggal 9 hari lagi," kata Allah.
Babat, 23 Nopember 2016
Ngaji Hikam dari rekaman Kiai Jamal Jombang, sambil nyetir mobil saat kirim barang ke Gresik.
Khaled
Blogger

Lomba Quite Islam Nusantara

Dalam rangka semarak Cahaya maulid, Admin Instagram Santri Nusantara mengadakan Lomba desain quote ulama Nusantara
Dengan tema "Islam damai, islam rahmatan lil 'aalamin".
.
📜Syarat dan ketentuan lomba desain #QuoteUlamaNusantara:
✏Lomba terbuka untuk umum dan berlaku secara nasional bagi Warga Negara Indonesia. Lomba tidak berlaku bagi orang yang masuk Admin Instagram Santri Nusantara.
✏Desain quote merupakan karya orisinil, dan belum pernah menang dalam lomba sejenis
✏Desain quote harus ada watermark logo ais dan ibs. Logo bisa di download di
-s.id/maulidnabi
✏Peserta boleh mengirimkan desain terbaik maksimal 3 desain
✏"Format Yang Wajib di Kumpulan Dalam Bentuk Png lalu sertakan .Cdr/Psd/ Ai"
✏Karya desain peserta menjadi hak panitia lomba
✏karya desain peserta dikirim ke email AIS aisnusantara@gmail.com
.
💸Biaya pendaftaran FREE
.
👥Dewan Juri:
1. Dodik Aryanto, S.Kom (Indosat)
2. Munawwir Aziz, MA (Penulis Buku Pahlawan Santri)
3. Amidah Sholihat (Sekretaris PW IPPNU Jatim)
.
🏆Juara 1 : Rp 1.000.000,00
Juara 2 : Rp 750.000,00
Juara 3 : Rp 500.000,00
Juara favorit 1 : Rp 300.000,00
Juara favorit 2 : Rp 250.000,00
Juara favorit 3 : Rp 200.000,00
Doorprize Umroh Gratis.
.
📆Durasi lomba:
Deadline Pengumpulan tanggal 5 Desember 2016.
Penjurian dan like session 6-10 Desember 2016.
Pengumuman 12 Desember 2016
Pembagian hadiah dan pengundian kupon door prize umroh gratis 13 Desember 2016 di halaman PWNU Jawa Timur.
.
☎ Informasi lebih lanjut:
🔹 Kang Ahmad : 0895359379686
🔹email: aisnusantara@gmail.com
🔹website : dutaislam.com

#SemarakCahayaMaulid #lomba #lombadesain #lombaquote #QuoteUlamaNusantara #maulidnabi #islamramah #islamdamai #islamnusantara #aswaja #ibs #ahlussunnahwaljamaah #AISNusantara #NahdlatulUlama

Festival Seni Hadroh Se-Nusantara ke VIII📀

🎈Wadah Silaturahim Alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah *WASIAT JAKARTA*🎈
~ Proudly Present ~

📀Festival Seni Hadroh Se-Nusantara ke VIII📀

Alhamdulillah dg bangga kami mempersembahkan acara *Festival Seni Hadroh Se-Nusantara ke VIII*
Yang akan dilaksanakan pada :

📌Mark on your Calendar :
🗓Selasa, 06 Desember 2016
🏫Tempat : Gedung Auditorium Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji Paciran Lamongan
⏰Waktu : 09:00 WIB - Selesai

Memperebutkan 🏆piala Bergilir bapak KH. Hasyim Muzadi (Wantimpres RI)

Dengan kejuaraan:
🏅Juara 1 - Tropi, Sertifikat dan uang Pembinaan.
🏅Juara 2 - Tropi, Sertifikat dan uang Pembinaan.
🏅Juara 3 - Tropi, Sertifikat dan uang Pembinaan.
🎖Juara Harapan 1 - Tropi, Sertifikat.
🎖Juara Harapan 2 - Tropi, Sertifikat.
🎖Juara Jingle Terbaik - Tropi, Sertifikat.

Snack, Sertifikat.
💸FREE FOR ALL !!

🗣 Open Registration❗
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 22 November 2016 s/d 04 Desember 2016. Bisa melalui link Bit.ly/formulirhadrah8
Atau Kontak person kami
- Jamil 0858-5231-1075
- Syifa 0856-0635-0979

📋 Tecnical Meeting *TM*
Pada Tanggal 04 Desember 2016. Bertempat Di Gedung Asrama Al-Maghriby PP Tabah. Pukul 13:00 Wib.

🎊So, tunggu apa lagi. Datang dan ambil manfaatnya.🎊

Mari Meriahkan dan Menangkan Hadiah Jutaan Rupiah .
Atas Perhatiannya Kami Ucapkan Terimakasih.

#WasiatJakarta
#FestivalHadroh8
#PPTarbiyatutTholabah

Thursday, November 17, 2016

Penipuan Model Baru Pakai My Care Indosat

Hati-hati penipuan terbaru.
Yang model lama, saya bisa membaca tipuannya.
Tapi, ini atas nama penghargaan dari nomor indosat saya, yg dia bilang karena nomor saya aktif sangaaat lama.

Hebatnya, ia tahu sejak kapan nomor saya ini aktif.
Tahu nama lengkap dan tanggal lahir saya, serta alamat lengkap saya.
Padahal, di facebook dan akun2 lain saya sengaja memalsukan identitas pribadi asli saya, selain nama dan pekerjaan.

Dia bilang pakai e cash mandiri.
Nah, saya amat tidak paham dengan istilah ini.

Hebatnya, dia mengakali saya dg sms dari indosat.
Dan benar, memang dari indosat my care.
Rupanya dia daftarkan nomor saya ke my care.

Nah, yang bikin saya menyadari, saya belum pernah daftarkan nomor indosat ini ke My care indosat. Pas saya cek utk daftarkan, ternyata ada pemberitahuan gagal. Indosat bilang, nomor saya sudah didaftarkan.

Iniiii dia.
Apalagi saat dia uda tanya saldo rekening.
Sudah bisa saya pastikan, ini penipuan.

Nomornya : 0816393261

Nikmati Nikmat-Nya, Jalani Episode Kehidupan

Ini salah satu kalimat yang "menyakitkan" saya:

"Orang yang Balik Kampung dari Jakarta adalah Orang yang Kalah Perang!"

Kalimat itu amat menohok hati saya.
Apalagi ketika itu, saya termasuk orang yang memutuskan pulang kampung--setelah belasan tahun hidup di Jabodetabek.
Berpindah-pindah tempat belajar dan bekerja.

Ketika itu saya amat tersinggung.
Apalagi, harus diakui, saya memang masih pengangguran saat awal-awal hidup di kampung. Belum berpenghasilan.
Makan dan tidur masih menumpang (bahkan sampai sekarang).

Aktivitas saya ketika itu, hanya berkisar mengantar istri ngajar di TK, bantu-bantu ngajar TPQ, atau terkadang menggantikan jam mengajar mertua di Kranji. Bahkan, yang rutin justru ngopi ke Babat sambili baca koran di sana.

Hampir-hampir saya mengamini apa yang dikatakan beliau.
Kalau tidak ada kalimat remeh dan enteng Bapak mertua saya:

"Urusan pekerjaan, Abah hanya berdoa; semoga penghasilan yang mendatangi kita. Bukan kita yang mendatangi pekerjaan itu. Alhamdulillah, itu terkabul. Butuh apa-apa cukup sekarang."

Ya, nasib saya jauh lebih baik daripada beliau yang pernah jadi sopir truk bertahun-tahun, jadi kuli orang.

----

Saya tidak bermaksud membuktikan sesuatu pada seseorang.
membuktikan bahwa ucapan beliau yang menohok itu salah.
Tidak. Sama sekali tidak.

Saya hanya berusaha menjalankan setiap episode kehidupan ini dengan langkah terbaik. Menyiapkan semuanya dengan amanah.
Memberikan apa yang saya bisa untuk keluarga.

Saya hanya menyiapkan sungainya,
Dan biarkan air akan mengalirinya.
Deras atau kemericik, biarlah Allah yang menentukan.

Dan, seminggu lalu saya ketemu beliau.
Dan, beliau bilang sambil berbisik di telinga:

"Kamu sekarang lebih hebat!" ujarnya dengan senyum lebar.


Babat, 17 Nopember 2016
@mskholid | Blogger | Penikmat Kopi

Siapakah Guru yang Paling Kita Ingat?


Harga transfernya ratusan miliar.
Bahkan, bisa berlipat triliunan jika strategi Juventus--sebagai pemiliknya, dalam transfer tepat seperti saat menjual Paul Pogba.

Paulo Dybala, salah satu penyerang hebat di Liga Italia

Tapi, tahukah kita seperti apa yang dilalami Dybala saat masih muda dan menjadi pemain anyar di Palermo?

Ia mengaku bahwa Pelatih Gattuso lah yang amat berjasa dalam kariernya. Dan, itu tidak lepas dari sikap keras dan tempaan berat dari sang pelatih.
Gattuso memang terkenal sebagai pemain yang keras, tak kenal kompromi, tak takut lawan--siapaun dia. Julukannya, si badak.
Konon, Ronaldo CR7 harus mati kutu jika yang menjaganya adalah si badak ini.

Kata Dybala,
"Gattuso sangat membantu saya karena dia juga adalah salah satu orang yang menendang saya," ujar Dybala kepada El Pais.

"Dia memberikan saya nasihat bagaimana cara menghindari kerasnya permainan lawan. Dalam lebih dari satu sesi latihan dia akan menendang saya agar saya tahu cara mempertahankan diri."

"Hal terkait kekuatan fisik sangat sulit bagi saya. Menghadapi lawan yang menghadang menggunakan kekuatan fisiknya adalah yang tersulit. Saya harus bekerja lebih keras di gym dan terus belajar menghindari tendangan dan tabrakan. Saat itu saya belum terbiasa dengan hal tersebut.

------

Masih ingatkah kita, siapakah sosok guru di sekolah yang paling kita ingat?
Ya, kebanyakan adalah guru yang paling keras cara mengajarnya--killer, istilah anak sekarang.
Uniknya, guru yang keras seperti itulah yang justru memberikan dampak positif terhadap kesuksesan dan keberhasilan kita kelak di masa depan.

Gemblengan.
Pukulan.
Kata-kata menyakitkan.
Bahkan cubitan,
Biasanya akan menjadi pemicu bagi seorang murid untuk terus berkembang.
Walau ia tampak sudah pinter (menurut ukuran dirinya), kerapkali guru yang keras akan tetap mendorongnya seakan-akan ia masih amat bodoh dan harus bekerja dan belajar lebih keras.

Coba ingat-ingat siapa guru yang paling mengesankan bagi kita?
Guru yang menjadi inspirasi bagi kita untuk lebih baik.
Bahkan, sebuah olokan guru bisa menjadi pemicu bagi kita untuk membuktikan kita tidak seburuk yang beliau kira.
Dan, memang, seperti itulah guru.
Ia mengolok-olok kita bukan untuk menjatuhkan. Tapi, agar kita bekerja dan berlatih lebih keras dan lebih baik.

Bisa jadi kita amat kesal dan menyimpan benci saat ini.
Tapi, kelak saat kita sudah besar--sepuluh tahun mendatang, kita justru yang akan berterimakasih kepada sang guru.

----

Saya ingat, dulu hampir tiap hari harus menangis sesenggukan saat diajar mengaji ustadz Abu Mansur al-Hafidz. Tidak lewat kekerasan fisik, tapi lewat nasihat-nasihat keras dan motivasi menyakitkan.

Nah, tangisan itulah yang mendorong kita untuk terus belajar dan nderes pelajaran di rumah.

Babat, 17 Nopember 2016
@mskholid | Blogger

Monday, October 31, 2016

Tidak Semua Hadits Bisa Diamalkan Mentah-mentahan

Kisah ini amat masyhur.
Suatu ketika, seorang Arab pedalaman datang ke kota Madinah.
Tiba di masjid, ia langsung kencing di sudut masjid.
Sahabat Nabi langsung bereaksi
Ada yang hendak menghunus pedang
Bunuh saja, orang arab yang dianggap perusak kesucian masjid itu
Tapi, Baginda yang mulia mencegah para sahabatnya
Beliau meminta para sahabat menunggu si arab pedalaman itu selesai kencing
Bisa jadi, kebiasaan di kampungnya memang seperti itu
(Bisa jadi) kencing di sudut rumah adalah hal biasa dalam masyarakatnya
Setelah si arab badui tuntas menyelesaikan hajatnya,
Barulah Rasulullah saw yang mulia bertindak
Lalu, apa tindakan yang disarankan Rasulullah saw menyikapi perbuatan seorang Arab pedalaman yang dinilai melanggar aturan itu.
Rasulullah saw hanya menyuruh sahabat untuk menyiram bekas kencing tersebut. Tidak marah, pun tidak menghukum pelaku.
Secara ushul fiqih, apa yang bisa kita simpulkan dari peristiwa ini?
Bahwa tidak semua perbuatan Rasulullah saw bisa kita tiru apa adanya
Belum bisa kita tiru mentah-mentahan,
Di sinilah peran ilmu ushul fiqih dalam memahami teks dan riwayat yang kita terima dari Baginda mulia. Supaya tidak salah aplikasi.
Apa jadinya andai terjadi di zaman sekarang; seseorang tiba-tiba kencing di masjid. Apakah kita langsung menyiram tempat bekas kencing itu, sambil ngotot berdalil hadits Rasulullah saw di atas.
Dan, menyatakan dengan tegas sikap Rasul yang seperti itu?
Tidak kan!!!???
Justru bisa kacau kondisinya jika kita tiru mentah-mentahan apa yang termaktub dalam hadits tersebut.
Najisnya bekas kencing itu akan menyebar kemana-mana, memenuhi ruangan masjid.
Sementara zaman Baginda Rasulullah saw., alas masjid terbuat dari tanah atau pasir. Bukan berlantai marmer atau keramik macam sekarang.
Karena itu, jika kita ingin konsisten dengan slogan kembali pada Al-Qur'an dan hadits, maka tidak cukup sekadar paham bahasa arab atau baca terjemah saja.
Perlu perangkat pendamping agar apa yang kita pahami dari kedua sumber utama hukum Islam itu bisa benar dan sesuai dengan semangat yang hendak dicapainya.
Semangat yang hendak dicapai ini, dalam ushul fiqih juga punya istilah tersendiri.
Wallahu a'lam
Babat, 31 Oktober 2016

Thursday, October 20, 2016

Moslem Fashion Show Tritunggal 2016

Moslem Fashion Show Tritunggal 2016

Haul KH Abdul Kholiq Afandi ke 13

Wednesday, October 12, 2016

Holobis Kuntul Baris

Holobis Kuntul Baris
"Kok saya sering dengar iklan Holobis Kuntul Baris pas sampean nek omah Drajat, yo Cak?" ujar adek saya Arini.
"Ya jelas saja, wong saluran televisi favorit saya itu TV9 dan Aswaja TV," jawab saya. (plus Persada TV).

Kebetulan, Iklan dari Pak Jatim Pak Halim itu munculnya hanya di TV9 Surabaya.
Kebetulan pula, kedua channel tersebut gambar dan suaranya amat jelas saat nonton di Drajat. Hal yang tidak saya dapatkan saat nonton TV di rumah Babat.

Beberapa kali nonton TV, saya tidak pernah menemukan acara yang amat menarik bagi saya--selain Ipin & Upin, Laptop Si Unyil, Dolpino, dan beberapa liputan nusantara.
Coba saja, yang nganggur.

Pantengin TV dari pagi sampai malam, hitung saja jumlah acara yang menarik dan bermanfaat bagi Anda? Apalagi selama beberapa minggu terakhir. Beberapa stasiun televisi malah menayangkan (live) persidangan yang sesungguhnya amat tidak berguna bagi khalayak luas.
(Kebetulan saya juga pengangguran di beberapa hari dalam seminggu, sehingga punya waktu untuk ngecek acara TV)

Makanya, TV9 dan Aswaja TV (dan waktu-waktu tertentu--Persada TV) menjadi pilihan favorit saya.
Channel TV tersebut kerap kali menayangkan ceramah-ceramah dari para kiai dan guru-guru. Walau tidak sempat mengikuti ngaji secara langsung, saya bersyukur masih punya kesempatan menambah ilmu lewat ceramah-ceramah yang ditayangkan stasiun tersebut.

"Cak, kok sueneng tho sama iklan Holobis?" tanya adek saya.
"Ya, jelas dong. Siapa tau Pak Halim nyalon gubernur dan kaos untuk kampanyenya pesan ke saya," hahahaha....

Sunday, October 9, 2016

Google Hanyalah Sebuah Mesin

Google Hanyalah Sebuah Mesin

Tiga hari kemarin, banyak teman-teman yang mengucapkan selamat ulang tahun ke saya.
Alhamdulillah, terima kasih semua untuk perhatiannya.
Walaupun saya tahu, bukan tanggal itu hari kelahiran saya.

Bukan untuk membohongi
Tapi, semenjak membaca sebuah ebook tentang bagaimana sebuah mafia kartu kredit bisa mengambil data dan foto kita di media sosial untuk bahan "menipu" pengajuan kredit dengan kartu, saya langsung mengganti biodata asli saya. Termasuk foto-foto yang berpotensi bisa dijadikan untuk data di KTP/SIM dan sejenisnya. Saya hapus semua.
Saya sisakan foto yang berpose miring atau tidak mungkin dijadikan sebagai identitas di KTP dan SIM.

Tapi, apa yang kita pelajari dari Google dan sejenisnya (internet)
Mereka hanyalah sebuah mesin
Ya, ONLY sebuah mesin
Sebagai mesin, ia hanya bekerja berdasarkan data dan informasi yang kita (manusia) berikan untuk mereka.

Buktinya, begitu saya berikan data bahwa saya lahir bulan September, maka FB akan memberikan informasi kepada teman-teman saya di FB tentang kelahiran saya.
FB bahkan menyarankan untuk memberikan ucapan selamat.
Atau bahkan membuatkan sebuah video ucapan selamat ulang tahun. Otomatis kan, kerjanya.

Begitu pula dengan Google.
Ia akan memberikan informasi berdasarkan apapun yang manusia berikan padanya. Google tidak bisa menyaring sendiri kebenaran atau kesalahannya.

Misalnya yang sering jadi bahan gunjingan ialah soal permasalahan agama.
Masalah
- Mengucapkan selamat tahun baru
- Puasa Rajab
- Puasa Senin Kamis
- Tarawih
- Qunut
- Maulid Nabi saw
- Salaman usai Shalat
- Adzan Jumat
- Khutbah tongkat
- Tawassul
- Ziarah
- dan lain sebagainya.

Informasi yang diberikan Google ialah berdasarkan apa saja yang dia terima. Dia tidak bisa menyaring validitas informasi tersebut; apakah benar atau salah.
Apakah informasi tentang hukum suatu permasalahan agama itu berasal dari orang yang punya kapasitas ataukah awam yang cuma dengar-dengar saja--yang kebetulan pintar nulis?
Google tak tahu.

Bahkan, andaikan di FB ini saya tulis nama saya dengan:
KH.Prof. DR. Kholid, Lc., MA, P.hd.
Facebook pasti tidak akan memprotesnya. Atau minimal tidak merasa perlu mengklarifikasinya; apakah benar gelar yang saya sematkan itu sungguhan. Atau bohongan.

Sehingga, andai saya menulis (sok-sok-an) tentang hukum agama, para follower yang tidak kenal saya secara langsung, bisa-bisa langsung mempercayainya. Langung mengikuti apa yang saya tulis. Maklum, lihat gelar saya yang mentereng.

Nah, karena itu dalam urusan akademik, sumber internet tidak bisa dijadikan rujukan. Khususnya dalam penulisan makalah, skripsi, apalagi tesis dan disertasi.
Sebab, validitasnya diragukan.

Apalagi kalau sudah nyangkut pertanyaan di akhirat kelak.
Ketika di pengadilan akhirat ditanya,
"Kenapa kamu kok begini? Ikut siapa?"
"Lha jawaban Google begitu sich..."

Bisa dipastikan Google akan lepas tanggung jawab.
Tidak akan bisa membela anda.

Beda bila misalnya anda ikut seseorang yang jelas keilmuan dan keulamaannya.
"Kok laku begini, ikut siapa?"
"Ikut Syekh Firanda, Gusti."
Nah, Syekh Firanda bisa datang membela Anda dan menjadi pengacara di akhirat kelak.

Nah, makanya,
Cari guru yang benar.
Biar kelak bisa membela Anda dengan benar.

Wallahu a'lam....

Babat, 02 Oktober 2016

Holobis Kuntul Baris

Holobis Kuntul Baris

"Kok saya sering dengar iklan Holobis Kuntul Baris pas sampean nek omah Drajat, yo Cak?" ujar adek saya Arini.
"Ya jelas saja, wong saluran televisi favorit saya itu TV9 dan Aswaja TV," jawab saya. (plus Persada TV).

Kebetulan, Iklan dari Pak Jatim Pak Halim itu munculnya hanya di TV9 Surabaya.

Kebetulan pula, kedua channel tersebut gambar dan suaranya amat jelas saat nonton di Drajat. Hal yang tidak saya dapatkan saat nonton TV di rumah Babat.

Beberapa kali nonton TV, saya tidak pernah menemukan acara yang amat menarik bagi saya--selain Ipin & Upin, Laptop Si Unyil, Dolpino, dan beberapa liputan nusantara.
Coba saja, yang nganggur.
Pantengin TV dari pagi sampai malam, hitung saja jumlah acara yang menarik dan bermanfaat bagi Anda? Apalagi selama beberapa minggu terakhir. Beberapa stasiun televisi malah menayangkan (live) persidangan yang sesungguhnya amat tidak berguna bagi khalayak luas.

(Kebetulan saya juga pengangguran di beberapa hari dalam seminggu, sehingga punya waktu untuk ngecek acara TV)

Makanya, TV9 dan Aswaja TV (dan waktu-waktu tertentu--Persada TV) menjadi pilihan favorit saya.
Channel TV tersebut kerap kali menayangkan ceramah-ceramah dari para kiai dan guru-guru. Walau tidak sempat mengikuti ngaji secara langsung, saya bersyukur masih punya kesempatan menambah ilmu lewat ceramah-ceramah yang ditayangkan stasiun tersebut.

"Cak, kok sueneng tho sama iklan Holobis?" tanya adek saya.
"Ya, jelas dong. Siapa tau Pak Halim nyalon gubernur dan kaos untuk kampanyenya pesan ke saya," hahahaha....

Lowongan Dosen Farmasi

Assalamualaikum,,,
Dibutuhkan 4 dosen muslimah full timer utk Prodi S1 Farmasi Universitas Darussalam Gontor Ponorogo,ditempatkan di Mantingan,Ngawi (Disediakan fasilitas tempat tinggal).
CP. Iqbal 'Imari M.S.I (081335199965)

Mohon informasinya ya teman²,,, mohon bantuannya utk disebarkan juga��
Terima kasih

Friday, September 30, 2016

Allah Kasih Hujan, Bukti Kebaikan-Nya

Pagi setengah siang, Kamis kemarin, saya berangkat ke Babat. Cuaca panas benar. Melintas di jalan raya barat Pasar Agrobis, saya sempat nengok ke selatan. Jalan arah gendong dan MAN Babat.

Ada apa ya, kok rame tenan di jalan rel itu?
Batin saya, sambil melanjutkan motor arah pasar Babat.

Tiba di Pasar, saya dapat info via grup WA. Baru terjadi kecelakaan Avanza dengan KA Argo jurusan Sby - Jkt.
5 orang penumpang meninggal seketika. Sementara satunya kritis berat.

Inna lillah...
Berarti yang saya lihat sekilas tadi ya.

Usai belanja, saya keluar pasar.
Cuaca di Babat mendadak berubah agak gelap. Mendung. Kontras sekali dengan saat saya masuk pasar. Sepertinya akan turun hujan nich, batin saya.

Pindah ke toko lain di luar pasar, tiba-tiba hujan turun amat lebatnya. Air laksana ditumpahkan ke bumi. Hujan berlangsung beberapa menit saja. Namun itu cukup menyiram tanah Babat dan sekitarnya. Di beberapa bagian, air malah berhasil menggenangi tanah.

Kenapa bisa tiba-tiba hujan begitu, ya?
Saya bertanya-tanya pada diri sendiri.

Apakah ada hubungannya dengan kejadian kecelakaan KA pagi tadi.
Bisa jadi, inilah cara Allah menghapus sisa-sisa kecelakaan yang menewaskan 5 penumpang tersebut.

Allah begitu baik, ya...
Saat seperti tak mungkin ada seseorang yang merelakan diri membersihkan sisa-sisa darah dan kecelakaan itu, Allah turunkan air langit. Tumpah dan mengguyur warna merah dan bau anyirnya.

Saya teringat beberapa tahun lalu, saat masih tinggal di Jakarta.
Saya akrab sekali dengan terminal Senen.
Maklum, akses dari Kereta api menuju asrama kampus mesti naik Kopaja yang naiknya dari terminal Senen ini.

Selain itu, kegemaran saya berburu buku murah, berjodoh dengan Kwitang. Yang lokasinya dekat terminal Senen. Dan, lagi-lagi akses ke Kwitang ini harus naik bis Kopaja depan kampus jurusan terminal Senen.

Terminal Senen ini terkenal pesingnya. Maklum, ini terminal bis paling sibuk untuk urusan dalam kota dan kota penyangga Jakarta. Hampir semua wilayah Jakarta dan kota besar sekitar Jakarta, dapat diakses dari terminal ini. Pasti ada bis atau angkot menuju semua wilayah.

Dan, yang bikin pesing itu, hampir rata2 sopir atau kondektur, memilih kencing di roda belakang mobilnya. Tidak di toilet yang tersedia di pinggir terminal.

Namun, lagi-lagi Allah punya cara merawat terminal tersebut. Saat tak ada petugas atau relawan yang bersedia menyiram bau pesing itu, Allah turunkan hujan deras. Mengguyur seluruh bagian aspal terminal dan menghapus bau pesing itu.
Dan, kerap kali hujan itu terjadi bukan di musim hujan.

Subhanallah
Wal Hamdulillah
Wa La ilaha illallah
Allahu Akbar

Babat, 30 September 2016
@mskholid
@ruanginstalasi

#JuraganKaosPartai
#ProduksiKaosPromosi
#KaosJalanSehat

MHMMD, Training Menjadi Pemenang

Mengelola Hidup,
Merencanakan Masa Depan
Beliau sosok cemerlang.
Sering masuk nominasi menteri
Bahkan digadang-gadang sebagai calon wakil presiden kala itu
Beberapa tahun lalu, saat masih aktif di Wasiat Jakarta , organisasi alumni PP Tabah ini sering menggelar pelatihan MHMMD (Bukunya ditulis beliau). Khususnya untuk mahasiswa baru. Sebagai bekal menerobos belantara Jakarta.
Trainernya kala itu, ya beberapa senior Wasiat seperti Cak Mas'ud Abdalla, Teman saya Ummu Shofiyah dan Lathifa Sun'iyah. Mereka sudah pernah mengikuti trainingnya secara langsung.
Training Mengelola Hidup Merencanakan Masa Depan ini, semacam panduan praktis bagaimana kita bisa menjadi pemenang dalam hidup; dengan cara merencanakan niat dan cita-cita di masa depan, sambil mengatur strategi-strategi pencapaiannya.
Bagi saya ketika itu, buku dan training ini luar biasa.
Trainernya juga sich... ;-)
Ini ilmu baru bagi saya, yang selama ini banyak berkutat soal kerja keras dan hasil. Rajin belajar, Hasil baik.
Tanpa strategi yang tepat.
Nah, pelatihan MHMMD ini mengatur strategi bagaimana agar kerja keras kita selaras dengan tujuan dan cita-cita yang hendak dicapai.
Bagaimana kita fokus dan istiqomah pada tiap upaya yang mendukung goal.
Catatan goal dan rencana masa depan saya, insya Allah masih tersimpan rapi.

Saya merasakan manfaat besar dari MHMMD ini. Sempat terbersit niat untuk berbagi training ini pada adik2 di almamater saya.

Thursday, September 29, 2016

(Hanya) Sebuah Cerpen Bisa Mengubah Nasib

(Hanya) Sebuah Cerpen Bisa Mengubah "Nasib"
Ketika mentas dan diakui sebagai salah satu sastrawan terkemuka Indonesia, lewat sebuah cerpen di Kompas, usia Pak Joni Ariadinata bisa dibilang telat. Sudah kepala tiga. Bahkan, sebelumnya tak banyak karya yang dihasilkannya.

Kehidupan beliau tidak senyaman rata2 kita. Hidup dengan kerja serabutan; antara kuli bangunan, tukang becak, hingga pengamen. Semua dijalani bersama bersama keluarga kecil di sebuah rumah kontrakan kecil di kawasan kumuh Jogjakarta.

Saat cerpennya terpilih sebagai yang terbaik Kompas tahun 1994, beliau diundang ke Jakarta. Dan, harus menginap di sebuah hotel yang amat mewah--menurut beliau.
Seumur-umur, baru itulah beliau tidur di sebuah kamar yang bersih, mewah, kasur empuk, dan dingin.

Maklum, ia terbiasa bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan kecil di kawasan kumuh.
Terbiasa tidur di atas lantai keras dengan alas tikar seadanya. Tanpa kasur.
Ia makin merasa berdosa saat melihat tarif menginap semalam. Walau tak ikut membayar, ia merasa sebagai orang paling zalim saat dapat bocoran tarif kamar semalam yang 370.000,-

Ia teringat dengan harga sewa rumahnya yang hanya 80.000 setahun.
Artinya, uang 370.000 itu bisa cukup untuk sewa kontrakannya di Jogja 4 tahun lebih.

Itulah,
Hanya sebuah karya cerpen (yang isinya hanya sekitar 3000 an kata) bisa mengubah nasib dan hidup seseorang di momen berikutnya.

Apa rahasianya?
Pak Joni adalah sosok perfeksionis.
Ia lebih memilih meremas-remas ratusan kertas yang sudah jadi sebuah cerpen lalu membuangnya ke bak sampah. Jika dirasanya kualitas cerpen itu belum ideal.
Daripada dikirim ke meja redaksi dengan kualitas asal-asalan.

Dan, cerpen berjudul LAMPOR inilah biangnya. Ia menjadi titik balik kehidupan Pak Joni.
Saya punya buku terbitan Kompas ini.
Ada di rak perpustakaan Sukabuku di rumah Drajat (itu pun kalau tidak sedang dipinjam orang).


Babat, 29 September 2016

@mskholid
@ruanginstalasi

Tuesday, September 27, 2016

Jual Buku Terjemah Mafahim Yajibu an Tushahhah

Pemahaman yang Harus Diluruskan
Terjemah: مفاهيم يجب ات تصحح
Judul.       : Tarjamah Mafahim Yajib an Tushohhah: Pemahaman Yang Harus Diluruskan
Penulis.     : Prof. Dr. as-Sayyid Muhammad Alawi al-Maliki al-Hasani
Penerbit.    :Hai’ah ash-Shofwah al-Malikiyyah
Ukuran buku: 15 x 21.5 cm
Sampul.     : Soft Cover
Kertas isi   : HVS 70gr
Tebal          : 528 halaman + prelims
Kertas Kover: Art Karton 260gr
Harga.         : Rp.80.000,-
Jauh sebelum dunia medsos hiruk pikuk dengan debat berbagai masalah khilafiyah, Sayyid Alawi Al-Maliki ternyata sudah membahas berbagai masalah tersebut--lewat kitab Mafahim ini.
Tentu saja dengan kajian khas orang berilmu. Khas sosok yang paham dan ngerti dalil agama serta cara istinbath hukum dari dalil-dalil tersebut.
Bukan sebagaimana hiruk pikuk Perdebatan di media sosial--yang bisa diikuti siapa saja. Punya ilmu atau tidak. Paham dalil, atau cuma sekadar pokoknya Quran dan Sunnah.
Semua tumplek blek menyampaikan unek-unek layaknya mujtahid mutlaq.
Terkadang kita juga menemukan oknum yang dengan gagah berani meremehkan seorang Imam Mujtahid mutlaq (tanpa beban).
Buku ini menjadi penting agar kita dapat menempatkan diri pada posisi yang layak. Pada posisi seorang tholibul ilmi--yang tidak akan mudah berujar:
هم رجال ونحن رجال
Saat punya pandangan berbeda dengan seorang ulama.
Buku ini pun menjadi penting pula agar kita menyadari sepenuhnya posisi kita sebagai seorang hamba Allah, sebagai umat pengikut Baginda Rasulullah saw.
Ini edisi terjemahannya.
Amat tebal, sebanyak 462 halaman.
Kalau edisi arabnya 360 an halaman.
Yang meyakinkan, penerjemah kitab ini langsung di bawah bimbingan Gus Najih Maimoen Sarang.
Proses editing hasil terjemahannya pun dilakukan oleh tim As-Shofwah yang merupakan alumni Abuya Sayyid Muhammad Al-Maliki.
Harga : Rp.80.000,-
Kalau nitip saya, kasih diskon @5 ribu rupiah. Jadi, harga only Rp.75.000,-
Mau?
Khaled SukaBuku
Pin BBM : 7ED7A5A4
WA : 0856 4625 2020

Buku Menulis dari Joni Ariadinata

Saya beruntung berjodoh dengan buku ini di pasar Wage, Senin kemarin.
Maklum, melihat penulisnya, buku ini jelas buku hebat--yang tak sembarangan.

Joni Ariadinata.
Melihat reputasinya sekarang dalam dunia kesusastratraan Indonesia, orang tak akan mengira bagaimana cerita hidupnya sebelum cerpennya terpilih jadi cerpen terbaik Kompas tahun 1994. Cerpen berjudul LAMPOR mengalahkan daftar sekian nominator pemenang karya Penulis2 terkenal.

Seketika masyarakat sastra terkejut dengan pencapaian ini. Betapa tidak, Cerpen Kompas adalah parameter sebuah cerpen dinilai terbaik. Untuk bisa dimuat dalam halaman cerpen Kompas tiap minggu, Anda harus menyisihkan ratusan cerpen lain yang masuk meja redaksi.

Apalagi, sebelum terpilih jadi yang terbaik dalam Cerpen Kompas 1994, hampir tak ada karyanya yang dimuat di majalah atau koran, selain satu cerpen di Surabaya Post tahun 1993.

Sebelum jadi yang terbaik di Kompas itu, Pak Joni adalah pekerja serabutan, kuli bangunan, tukang becak, dan pengamen jalanan.

Di sela waktu bekerja itulah beliau menulis cerpennya.
Yang unik, lebih banyak cerpen yang sudah jadi lalu diremas-remas kertasnya dan masuk bak sampah. Daripada yang dikirim seadanya ke meja redaksi majalah atau koran.

Anda bisa tanya sendiri ke beliau bagaimana kira2 reaksi istri beliau ketika itu--melihat kebiasaan tersebut. Ditambah lagi hasil kayuhan becak yang berubah jadi koran minggu.

Bagi penggemar Majalah Annida (seperti masa remaja saya), pasti akrab dengan tulisan2 asyik beliau soal dunia kepenulisan dan sastra.

Pasca itu,
Beliau bergabung dengan Majalah Sastra Horison sebagai redaktur. Sebuah pencapaian hebat melihat reputasi Majalah Horison di bidang sastra.

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)