Saturday, February 3, 2018

Umroh Murah dan Upaya Ngakali Jamaah

• Umroh Murah dan Upaya Ngakali Jamaah •

Paket Umroh Super Murah kembali memakan korban.
Setelah kasus First Travel, muncul kasus baru; PT Solusi Balad Lumampah (SBL).

Nama PT-nya sich keren
SOLUSI
BALAD
LUMAMPAH

Meyakinkan sekali.

Dulu,
Saya juga pernah mendapatkan penawaran gabung untuk buka cabang travel ini.
(Kebetulan, orangtua di rumah Babat juga buka agen travel resmi FATH INDAH)

Waktu itu, SBL ngasih penawaran yang sangat menarik.
Bayar awal cuma sejuta, dijamin bisa berangkat dengan (janji) hotel bintang lima.
Bahkan, bisa berangkat gratisan.
Paket dan skemanya sudah diatur sedemikian rupa--nan meyakinkan
Untuk agen, bahkan iming-imingnya lebih banyak bikin ngilernya.

Saya perhatikan, starter kit yang diberikan waktu itu juga mewah sekali.
Amat meyakinkan. Sama sekali tak terlihat tanda-tanda penipuan

Namun, tiap kali dengar paket umroh yang terlalu murah begitu, saya mesti ragu
Sebab, sebelum balik kampung, saya pernah mendapatkan sedikit ilmu dari teman saya di Jakarta (yang berbisnis travel umroh) tentang biaya minimal akomodasi pemberangkatan jamaah; mulai tiket, visa, hotel, katering, transportasi, dan city tour.

Jika ada paket yang lebih murah dari biaya minimal itu, berarti ada sesuatu yang harus dicermati.

Dan, ternyata SBL benar-benar jatuh
Jamaah yang sudah kadung membayar pun terpaksa (sementara) gagal berangkat

--------

Sebelum SBL dan First Travel, sebenarnya ada satu lagi travel umroh yang fenomenal
Yang (sepertinya) menawarkan paket umroh murah
Bisa dibilang, travel ini ada di semua penjuru nusantara
Jamaahnya juga puluhan ribu (dari laporan yang saya baca di tabloid)
Arminareka, namanya.

Hanya saja, ketiga travel tersebut berbeda
Menurut website bahasbisnis.com yang saya baca;
- First Travel 》pakai skema PONZI
- Arminareka 》pakai skema PIRAMIDA
- SBL 》Kombinasi antara PONZI & PIRAMIDA.

Duluuuuu.... (sebelum bisa berangkat umroh)
Saya pernah tergoda ikut First Travel yang murah amat (11 - 14 juta)
Saya juga pernah ditawari ikut Arminareka
Bahkan, berulangkali saya beli tabloid Peluang Usaha, ternyata 50% isinya adalah berita kesuksesan pengusaha travel Arminareka
(Benar-benar bikin bosan!!!)

Terus,
Kenapa First Travel jatuh?
SBL jatuh?
Dan, Arminareka tidak jatuh?

Jawabnya,
Skema yang berbeda.
Tapi, pada intinya (menurut tulisan dalam BAHASBISNIS.COM) kesemuanya adalah MODUS PENIPUAN JAMAAH.

Untuk lebih jelasnya tentang perbedaan skema Ponzi dan Piramida, barangkali bisa dibaca tulisan di bahasbisnis.com berikut ini.
Benar tidaknya identifikasi itu, silakan tanya sendiri ke penulis bahas bisnis.

------

SBL DAN ABU TOUR, ANTARA FIRST TRAVEL DAN ARMINARIKA

Brahm Anuga | January 27, 2018 | Featured, MLM | No Comments

Mengapa First Travel ambruk dan Arminareka tetap bertahan? Karena keduanya menggunakan skema yang berbeda walaupun sama sama keji. First Travel itu skema ponzi, Arminareka skema piramida. Lalu Apa yang terjadi dengan SBL dan Abu Tour? Kedua travel umroh dan haji ini menggunakan skema kombinasi. Apakah akan ambruk? Amin.

FIRST TRAVEL SKEMA PONZI, ARMINAREKA SKEMA PIRAMIDA. APA BEDANYA?

Beda skema ponzi dan piramida sesungguhnya adalah:

SKEMA PONZI (FIRST TRAVEL)

Pada skema ponzi, setiap ada anggota baru berarti perusahaan menambah hutang. Contoh pada First Travel, setiap ada pendaftar umroh murah sebesar 15 juta, maka perusahaan sesunggungguhnya menambah hutang atau kewajiban untuk menambah kekurangan biaya umroh tersebut. Dari mana perusahaan menambal biaya umroh? dari jamaah baru. Jadi, sesungguhnya perusahaan menambah talangan umroh dengan berhutang kepada jamaah baru. Lalu bagaimana jamaah baru bisa berangkat? Dengan berhutang lagi pada jamaah yang lebih baru. Begitu seterusnya. Dan bahayanya, hutangnya akan terus membengkak karena perusahaan mengambil keuntungan dan membutuhkan biaya operasional juga. Lama-lama hutang ini tak bisa lagi ditutupi dengan hutang karena pendaftar baru tak cukup. Begitulah yang terjadi di First Travel.

SKEMA PIRAMIDA (ARMINAREKA)

Pada skema piramida, setiap ada anggota baru berarti perusahaan memperoleh dana gratis. Contoh pada Arminareka. Setiap ada anggota baru yang membeli voucher umroh, perusahaan mendapat sebagian dari uang anggota baru. Sebagian lagi untuk upline dari anggota baru tersebut. Lalu dari mana anggota baru memperolah keuntungan? Anggota baru tersebut harus mencari anggota lebih baru. Tak dapat anggota baru tak dia tak dapat keuntungan. Voucher pun akan jadi selembar kertas bungkus kacang (kalau tak ada tambahan untuk biaya umroh).Perusahaan seperti Arminareka tak merugi apapun.

BAGAIMANA DENGAN SOLUSI BALAD LUMAMPAH DAN ABU TOUR?

Kedua travel umroh dan haji ini menggunakan kedua skema sekaligus: Skema ponzi dengan umroh murahnya dan skema piramida dengan program DP umrohnya. Apakah keduanya akan ambruk seperti First Travel atau bisa bertahan seperti Arminareka? Tinggal hitung dimana mereka lebih berjaya. Bila mereka lebih banyak menimbun ‘hutang’ dengan skema ponzi seperti first travel, ambruklah. Bila mereka lebih banyak menimbun ‘uang’ dengan skema piramida seperti Arminareka, ya mudah-mudahan tetap ambruk. Karena skema piramida itu tetap penipuan terselubung. Merayu orang membayar DP umroh dengan iming-iming tambahan biaya gratis dan segudang bonus yang sebetulnya jauh dari kenyataan.

Wednesday, January 31, 2018

Kitab Asmaul Husna - Kiai Baqir Adelan (1)

بسم الله الرحمن الرحيم
ولله اﻷسماء الحسنى فادعوه بها
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : " إِنَّ لِلَّهِ تِسْعَةً وَتِسْعِينَ اسْمًا، مَنْ أَحْصَاهَا دَخَلَ الْجَنَّة

 _"Hanya milik Allah asmaul husna. Maka, berdoalah dengan (menyebut) asmaul husna itu."_ *(QS. Al-A'raf : 180)*

Dari Abu Hurairah ra. Dari Nabi saw. bahwa Rasulullah saw bersabda,
*"Allah punya 99 nama. Barangsiapa yang menghafalnya maka akan masuk surga."*

-----
Dua dalil dari Al-Quran dan Hadits di atas menjadi pembuka dari karya Almaghfurlah KH Moh. Baqir Adelan yang berjudul اﻷسماء الحسنى

Karya ini sudah terbit beberapa tahun lalu, lewat ketikan manual oleh KH Sjafi' Ali. Kini, keberadaan kitab tersebut sudah tidak ditemui lagi di kalangan santri--apalagi menjadi buku kajian di pondok.

Gus Sahul sendiri baru-baru ini secara tak sengaja menemukan kopiannya di sela tumpukan buku di ndalem.

*Tambahan Mufrodat:*

Pengertian أحصى - إحصاء :

Makna asalnya adalah menghafal. Tapi, penggunaannya berbeda dengan kata حفظ - يحفظ yang punya arti menghafal pula. إحصاء  mengandung arti : hafal nama-nama-Nya dan juga mengamalkannya. [Fath al-Bāri]

Kenapa?

Karena kalau sekadar kemampuan hafal saja, bisa juga dimiliki oleh seorang munafiq atau Khawarij. Sementara, orang Khawarij sendiri sudah dicirikan sebagai orang-orang yang membaca Al-Quran tetapi tidak sampai pada kerongkongan.
يقرءون القرآن لا يجاوز حناجرهم
_"Mereka membaca Al-Quran namun tidak sampai pada kerongkongannya."_

Menurut Ibnu Batthal, untuk mengamalkan Asmaul Husna, harus dipilah-pilah dulu.

Yang pertama,
Ada nama-nama Allah yang hanya khusus berlaku untuk-Nya. Seperti: al-Ahad, al-Muta'āl, al-Qadīr, dan sebagainya, kita wajib mengimani dan tunduk terhadap nama-nama tersebut.

Yang kedua,
Nama-nama yang menunjukkan arti sesuatu yang hendaknya kita contoh. Misalnya, al-Karīm, al-Afuwwu, dan lain sebagainya.

Babat, 31 Januari 2018
*@mskholid*

Rejeki Tak Pernah Lari

• Rejeki Tak Pernah Lari •

Sebulan terakhir, saya "bertekad" untuk beli kacang goreng yang dijual pedagang di lampu merah.
Ya, kacang goreng adalah camilan favorit saya dan si dia di dashboard
Begitu pun si kecil Oyan, kalau sudah ngemil kacang, pasti jadi pelit
(Sama juga saat mimik es krim. Pelitnya gak ketulungan).

Ternyata, berulangkali saya melintasi lampu merah, tetap pula gak kapat kacang goreng
Kadang stoknya habis
Kadang penjualnya yang gak ada
Kadang pula,ada penjualnya tapi pas kebetulan gak lampu merah
Gagallah misi pembelian

Hari ini saya perjalanan ke Surabaya
Sendirian. Tak ada camilan apapun di dashbord mobil
Air botol pun terselip di bawah kursi. Garing.
Saya pun berniat melanjutkan misi beli kacang goreng

Uang 5 ribuan 3 lembar sudah saya siapkan di kotak samping setir
Sewaktu-waktu kalau ada penjual, bisa langsung dipindahtangankan

Di lampu merah Semlaran, dari kejauhan saya lihat penjual kacang menjajakan di samping mobil-mobil
Wah, dapet nich... saya membatin.
Ternyata, pas mendekati lampu merah, isyarat nyala sudah berganti hijau
Gagal.

Saat pulang dari Surabaya,
Keluar tol Kebomas arah Gresik, saya biasanya langsung bablas ambil kiri
Nanti muter balik di depan kantor Bupati Gresik
Tujuannya, biar terhindar dari antrean panjang lampu merah

Namun, sore ini saya merasa harus lewat lampu merah ini
Harus antre di sini. Sebab, di sinilah biasanya penjual kacang goreng mangkal
Sejak jalan Duduk Sampean diperlebar dan tak macet lagi, para penjual asongan di wilayah ini juga ikut menghilang

Saya berjalan merayap pelan di belakang truk besar
Berharap akan ketemu penjual kacang goreng
Ternyata, pas ketika saya melihat si bapak di pinggir jalan dan saya baru hendak memanggil, lampu sudah menyala hijau
Klakson di belakang sudah mengerang kencang.
Saya pun berlalu, tanpa beli kacang goreng.

----

Keluar tol, saya membatin; enak nich hujan-hujan nanti makan nasi boran khas Lamongan
Saya pun niatkan makan malam di #nasiboran langganan saya
Namun ternyata, hujan amat deras mengguyur
Sesekali diselingi kilatan dan petir

"Wah... terancam gak jadi mampir makan sego boranan, nich...!" Batin saya.
Maklum, penjual nasi boranan hanya menempati lokasi di trotoar atau emperan
Kalau hujan deras begini, pasti gak bisa jualan
Akhirnya, saya putuskan (nanti) untuk nyari makan di tempat lain

Namun...
Ternyata, menjelang masuk kota Lamongan
(Jelang tiba di lokasi para penjual nasi boran)
Hujan perlahan-lahan mengecil
Hingga akhirnya hanya menyisakan sisa-sisa genangan air

Dan,
Tiba di lokasi para penjual nasi boran (sekitar Plasa Lamongan), hujan telah benar-benar berhenti
Saya pun putuskan mengubah jadwal makan malam lagi;
Yakni kembali ke rencana awal

Begitulah rejeki ...

---

Nasi Boran favorit saya, mangkalnya biasanya di depan halaman Plasa Lamongan
Sebelah utara KFC--agak ke barat dikit. Pas di trotoar lokasi pemberhentian bus kota saat menaik-turunkan penumpang.
Jika sedang gerimis, ia pindah ke baratnya Plasa Lamongan.
Di stand emperan paling kidul (penjual nomor dua dari kidul)

Namanya Mbak Sulis
Cirinya berkerudung biru benhur 😀

Babat, 30 Januari 2018
@mskholid
- WJL Konveksi
- #PlanetKaos

*gambar-gambar hanya ilustrasi.
Hasil pencarian di Google.
Bukan jepretan saya sendiri.

Friday, January 5, 2018

Merk Berbeda dan Strategi Pemasaran Palstik Kemasan

● Plastik Murah dan Strategi Pemasaran Perusahaan ●

"Kok beli di sana lebih murah, yo?"
Barangkali ada yang pernah komentar begitu saat beli plastik kiloan kemasan seperti ini.

Bagi yang belum tahu, dan gak terbiasa bergelut dengan plastik-plastik, mungkin tidak mengerti perbedaan antara plastik yang merk A, B, C...
Kok yang satu bisa lebih mahal, yang lain lebih murah
Kok di toko ini lebih murah, di toko lainnya lebih mahal

Eittt...
Tenang dulu
Coba lihat merk di kemasannya

Biasanya, plastik jenis kiloan ini (bening) di pasaran ada 3 jenis merk:
1. Logo Ikan dengan tulisan DK
2. Logo gentong dengan tulisan DK, dan
3. Logo tulisan DK (saja)

Saya curiga, ketiga merk ini memang diterbitkan oleh satu perusahaan yang sama (DK)
Pertimbangan marketing dan penyesuaian kebutuhan konsumen, mungkin jadi alasan perusahaan DK untuk membuat 3 merk berbeda

Hasil pemerhatian sekilas, kayaknya jenis plastiknya sama
Ukurannya (panjang lebarnya) juga sama
Tapi, harganya berbeda

Yang membedakan hanyalah (ini saya juga dikasih ngerti bakul plastiknya):
JUMLAH ISI PLASTIK di dalamnya

Logo ikan DK 》isinya 70 pcs
Logo Gentong DK 》isinya 80 pcs
Logo DK (saja) 》isinya 100 pcs

Orang "baru" pasti tidak mengerti ini
Sebab, di kemasannya tidak tertulis jumlah berapa pcs plastik dalam 1 bungkus itu
Yang ada tulisan jumlahnya, hanya pada kemasan merk DK
Di sana tertulis : 100 lembar

Sementara,
Pada dua merk lainnya, tidak tertulis jumlah pcs plastik
(Kebetulan, saya cuma punya gambar merk ikan dan gentong DK)

Soal harga bagaimana?
Jika dihitung-hitung, harga ketiga merk itu hampir sama kok
Selisihnya gak jauh beda
Paling sekitar 5 - 8 rupiah per lembar

Mau tau yang paling murah?
Berdasarkan pengalaman saya beli langsung di grosiran plastik,
Yang paling murah itu kemasan merk Gentong DK (isi 80 lembar).

Demikian cerita sore
Biar gak bahas Air Kencing Onta dan Sorban Bersanad mulu....
hehheehe....

-----

Tritunggal, 5 Januari 2018
@mskholid
@ruanginstalasi
http://wjlkonveksi.blogspot.com

Friday, December 29, 2017

Kolaborasi Ala Tupperware

 ● KOLABORASI ●

Sulit sekali menemukan (kalau tidak mau mengatakan tidak ada) orang yang menguasai seluruh bidang pekerjaan--termasuk dalam bisnis, dengan sama baiknya.
Kalaupun ada, waktu dan pikirannya yang tak kuat menjalankannya bersamaan.
Ini yang terjadi dalam proses berkembang dan mendunianya merk #Tupperware.

Pendiri Tupperware, Earl Silas Tupper, adalah seorang hebat yang telah menemukan wadah makanan plastik yang revolusioner. Ia sosok perfeksionis, yang tak mau mengeluarkan produk asal-asalan.
Hanya saja, ia lemah dalam hal marketing.
Ia tak tau bagaimana cara menjual produk hebatnya itu.

Bagaimana tidak?
Pak Silas Tupper yang gemar menyendiri ini, mengaku bisa berkeringat dingin dan gemetaran jika mendapati dirinya berada di tengah kerumunan para wanita. Mana mungkin bisa laku, khan?
Lha wong produk macam tupperware ini konsumennya mayoritas perempuan.

Sejak berdiri tahun 1946, produk Tupperware tidak mampu meraih penjualan yang bagus. Bahkan cenderung tak laku. Pak Silas Tupper menjualnya dengan menitipkan di toko-toko ritel tradisional.

Lalu, bertemulah Pak Silas dengan seorang ibu muda yang energik, Brownie Wise. Wanita periang dengan senyum manis asal Georgia. Dia terkesima dengan produk Tupperware. Lalu, membuat terobosan untuk menjualnya lewat pesta rumah Tupperware.
Menurut Bu Wise, kehebatan wadah-wadah manis nan brilian dari Tupperware harus dijelaskan dan ditunjukkan langsung kepada para wanita.
Ia pun lebih sering mendemonstrasikan si "brup" (bunyi khas tupperware saat ditutup) ke rumah-rumah.

Wise menjadi kepala bagian penjualan penjualan rumahan sejak 1951.
Ia mulai membangun armada wanita penjual tupperware.

Hasil adalah jawabannya.
Tahun 1954, penjualan tahunan Tupperware sudah bisa menembus 25 juta dolas AS.
Dan, Brownie Wise menjadi wanita pertama yang wajahnya terpampang di cover Majalah Business Week. Pak Silas Tupper memberinya hadiah sebuah Cadillac merah jambu dan sebuah mansion mewah di Florida.

Kini,
Dengan strategi armada wanitanya, Tupperware sudah menembus penjualan senilai 1,7 miliar dolar AS per tahun.

Jadi,
Temukan bakatmu dan kolaborasikan dengan teman, pacar, dan istri/suamimu...

Babat, 29 Desember 2017
@mskholid

*disadur dari "100 Great Business Ideas"

Friday, December 22, 2017

Beli yang Ada Bonus Piring atau Gelasnya



● Cari yang Ada Bonus Piringnya ●

Add caption
Sejak masih bujangan, tiap kali beli sabun dan kebutuhan harian lain, saya memilih produk yang memberi bonus alat rumah tangga. Misal piring, gelas, mangkuk, atau sendok. Waktu itu, pikir saya, lumayalah untuk nyicil nanti kalau sudah berumahtangga.
Alhamdulillah, di kontrakan saya di Bekasi dulu, banyak piring, mangkuk, dan gelas, rata-rata diperoleh dari bonus beli sabun.

Tapi, saat boyongan ke kampung
Semua barang itu saya tinggal di kontrakan
Dan saya hibahkan ke pemilik kontrakan--seorang kristen taat yang baik dan ramah
(Liburan lalu, saya sempat berkunjung ke rumah beliau di Bekasi)

Kebiasan itu berlanjut saat sudah balik kampung

Seperti saat beli teh
Teh Dandang ini, selain enak rasanya, juga menyediakan hadiah bagi pembelinya

Dulu, ada promo beli 2 boks (kotak) isi 25 pcs teh celup, dapat 1 gelas putih transparan
Saya beberapa kali beli teh yang ada bonusnya ini

Lalu, muncul promo beli boks spesial gift
Satu paket boks berisi 3 kotak teh celup, bonus 1 gelas putih solid
Itu poto yang syaa pakai bikin kopi susu pagi ini

Kemarin, saya menemukan lagi promo baru
Satu paket boks isi 3 kotak teh celup, bonus 1 mangkuk tempat gula
Mangkuknya cantik, mirip wadah teh yang saya lihat di film mandarin
Berbahan keramik, warna putih solid
Langsung deh saya beli 2 boks

Kebutuhan teh di rumah ini tidak sedikit
Bukan untuk konsumsi sendiri--karena saya penikmat kopi
Tapi, untuk tamu-tamu yang datang ke rumah
Hampir selalu dibuatkan teh hangat untuk mereka

Selamat ngeteh atau ngopi

Babat, 22 Desember 2017
@mskholid

#SelamatHariIbu

*Pagi-pagi emak SMS, tak kira lapo. Ternyata ngajak sambang besan-e di Pati.

Thursday, December 21, 2017

Makan Warung, Gak Boleh Lebih 20.000


● Tak Lebih Rp.20.000,- ●

Depot Barokah di Jalan Kapasan ini, warung makan langganan saya kalau pas di seputaran Pasar Kapasan
Selalu ada menu istimewa bagi saya; Ikan tongkol
Kadang digoreng, kadang pula ada pepesan
Keduanya cocok bagi saya
Begitu pula dengan sayur sop-nya; bumbunya terasa

Dan yang terpenting, harganya murah

Murah ukuran saya (saat makan di warung) adalah seporsi makan plus minumnya harganya tidak melebihi 20.000--tidak bikin dompet mendadak migrain sehabis makan
Kalau harganya melebih 20.000 seporsi, hampir pasti tidak saya datangi lagi--walaupun rasanya enak
(Ada beberapa contoh di Lamongan dan Babat--biasanya saya mencoba menunya, sekadar pengen ngerti saja)

Apalagi yang rasanya amat sangat di bawah standar--semacam beberapa jenis makanan impor itu
Sudah mahal, bikin gak sehat pula (baca: junk food)
Hampir gak pernah jadi pilihan saya--kecuali sedang sangat terpaksa

Makan di warung (semacam) Depot Barokah ini, selain kenyang, juga tak bikin was-was harga kalau kita asal comot jajanan yang gemelantungan.

Kapasan, 21 Desember 2017
@mskholid

Saturday, December 16, 2017

Uang Receh 500 an yang Bikin Tenang

Uang Receh 500 an yang Bikin Tenang

Bawa mobil kalau belum ada recehan 500 an itu perasaan gimana ngono
Andaipun di dompet gak ada duit "besar" pun, kalau di dashboard sudah ada recehan 500, hati sudah tenang.

Apalagi kalau situasi perjalanan sedang ada "cegatan"--seperti dalam perjalanan Semlaran - Drajat, yang ada dua kali cegatan di wilayah Banajrmadu dan jembatan Karanggeneng.

Kalau sudah dicegat gitu, gak ngasih duit, itu rasanya gimmmaanaaa gitu
Amat gak enak.
Belum lagi saat membayangkan bagaimana perasan beliau-beliau yang merelakan waktunya kena panas terik matahari jagain lalu lintas perjalanan, lalu tidak kita kasih duit.

Walaupun recehan 500, itu amat berarti bagi mereka
Amat berarti untuk menjaga perasaan mereka
"Suwun, Pak...!"
"Suwun, Bos...!"
Itulah ungkapan mereka saat uang gopek melayang ke dalam kaleng

Sebaliknya,
Kalau gak dikasih, bisa nesu dan jengkel.
Kalau sudah jengkel, (kata Kiai Ghofur) bisa mengalirkan ion-ion negatif warna merah--dan itu bisa mempengaruhi kita yang tidak ngasih.
Tapi, ini masih lumayan.

Di beberapa lampu merah, terkadang ada gerombolan anak yang ngamen dan meminta recehan.
Kalau tidak dikasih ia lantas berulah
Didoretlah body mobil pakai uang recehan yang dia bawa
Clerettt kecil di body mobil itu, bisa menghabiskan ratusan ribu di bengkel supaya bisa mulus kembali.

Gara-gara recehan 500, rugi ratusan ribu...!
Seperti itu pulalah hidup.

Tidak mesti yang kita butuhkan itu selalu duit besar
Tidak selalu yang kita butuhkan dalam sebuah organisasi adalah kumpulan orang-orang hebat dan besar.
Kita kerapkali membutuhkan kombinasi antara uang merah, uang biru, uang hijau, dan uang gemericik recehan tersebut.

Coba perhatikan organisasi Anda.
"Dipikir-pikir, isinya orang hebat-hebat semua.
Tapi, kenapa organisasi tidak jalan dengan baik.
Ya itu...
Sebabnya adalah tidak ada "uang recehan" di organisasi itu."
Tidak ada yang mau mengambil peran recehan itu

____________
Setidaknya,
Ketenangan yang ditimbulkan uang recehan itu,
Seperti ketenangan yang diperoleh seorang pejabat saat disopiri sopirnya sendiri

Sebab,
Kalau tidak disopiri sopirnya sendiri,
Bisa-bisa nabrak #TiangListrik 😉😁😂😃😃😃😃

Bumi Mangrove Tuban, 16 Desember 2017

Sunday, October 1, 2017

Bapak Miskin yang Melahirkan Al-Ghazali

● Bapak Miskin yang Melahirkan Seorang Al-Ghazali ●

Sang Hujjatul Islam, yang karya-karyanya menghiasi keilmuan umat hingga zaman ini, ternyata bukan anak seorang ulama besar. Bukan anak seorang kiai dengan pondok besar--santri membludak.

Beliau "hanya" anak seorang lelaki fakir yang shalih
Pekerjaan bapaknya adalah tukang tenun
Itulah sebabnya, banyak yang mengira bahwa nama الغزالي dibaca dengan tasydid pada huruf "ز" yang dinisbatkan pada bapaknya ghazzal (tukang tenun)
Penisbatan yang dibantah sendiri oleh sang Hujjatul Islam, bahwa namanya yang benar ialah Al-Ghazali (tanpa tasydid pada huruf ز ). __assiyar__

Lalu, apa istimewanya si bapak sehingga melahirkan anak sekaliber Imam Al-Ghazali?

Pertama,
لا يأكل إلا من كسب يده
Sang bapak tidak makan (dan memberi makan keluarganya) selain hasil dari jerih payahnya sendiri.
Jadi, rejeki yang dikonsumsi, tidak seladar halalan thoyyiban
Tapi juga hadil keringat sendiri
Sehingga ia pun tahu hartanya benar-benar bersih dari syubhat

Dalam sebuah hadits disebutkan;
Mencari kayu bakar di hutan, lalu menjualnya di pasar (dengan hasil yang tak seberapa)
Itu jaaaauh lebih baik daripada
Menengadahkan tangan pada orang lain (yang biasanya menghasilkan nominal lumayan)

Kedua,
Senang menghadiri majelis ilmu
Walau fakir (melaratnya lebih parah daripada miskin),
Pak Muhammad ini tidak lantas gila kerja, atau beralasan capek-sibuk dan tidak hadir di pengajian
Beliau rajin hadir di pengajian para alim-ulama

Seringkali beliau menangis tersedu saat mendengar pengajian
Lantas berdoa lirih, supaya kelak punya anak yang alim nan pejuang dakwah

Yang ketiga,
Tak cukup cinta pada alim ulama,
Bapaknya Imam Ghazzli juga berusaha sekuat tenaga melayani kebutuhan mereka
Bahkan, di tengah keterbatasan (dan kemiskinan) selalu berusaha mengeluarkan "sesuatu" dari hartanya untuk mereka. Memberi nafkah materi bagi para gurunya--semampu dia.

*disadur dari mukaddimah kitab yang dicapture


Tritunggal, 30 September 2017
IG-Twitter 》@mskholid
Blog 》@ruanginstalasi

Sunday, September 17, 2017

Anak Peparing Gusti Allah, Hindari Membandingkan-bandingkan

● Peparing Gusti Allah ●
Hindari Membandingkan-bandingkan

Sebagaimana anak, dulur (saudara) adalah peparing Gusti Allah
Sebagaimana kita tak bisa memilih jadi anak siapa
Kita juga gak bisa memilih jadi saudaranya siapa
Pun (bagi orangtua), tak bisa memilih punya anak yang seperti apa

Orangtua hanya bisa berharap (dan berdoa)
Tapi, jelas tidak bisa menentukan
Karena itu, orangtua dituntut untuk bisa selalu  menerima

Apapun kondisi anak yang dilahirkannya
Tak elok baginya selalu memuji-muji anak yang satu
Sementara anak yang lain justru dijelek-jelekkan
Apalagi membanding-bandingkan
Apalagi membandingkannya di depan semua anaknya

Rukun dan tenteramnya keluarga (anak-anak atau dulur dengan dulur)
Amat tergantung pada bagaimana sikap orangtua memperlakukan mereka
Acapkali anak gak akur, bukan karena rebutan harta warisan,
Tapi, karena sikap orangtua yang tidak adil

Anak yang jelek (meski memang jelek kelakuan & akhlaknya), dijelek-jelekkan
Sebaliknya, anak yang baik (meski memang baik kelakuan & akhlaknya) selalu dipuji-puji
Kalaupun ingin memuji, cukup puji di hadapan yang bersangkutan
Kalaupun ingin menasehati, cukup nasehati di hadapan yang bersangkutan

Tidak usah ada kalimat banding membandingkan
Sebab, pada dasarnya tak ada orang yang rela dibandingkan
Apalagi dengan sesama saudara sendiri
Sikap membandingkan seperti itu kerap membuat hubungan antar saudara retak

Coba saja,
Andai seorang suami membanding-bandingkan istrinya dengan saudara perempuannya si istri
Walaupun pembandingan itu benar, bisa terjadi kiamat kecil di rumah tangga mereka

----

Memang tidak mudah jadi orangtua
Ibarat kuburan, ia bisa kelihatan tenang dan nyaman
Karena si kuburan mau dengan legowo menerima siapa pun yang datang
Orang baik diterima, orang kelakuan buruk juga diterima

Kuburan tidak pernah (dan tidak perlu berisik) tiap menerima "anak-anaknya"
Toh, tiap anak-anak itu akan menerima balasan amalnya sendiri-sendiri
Kuburan hanya perlu selalu mengingatkan dan menasihati
Cukup dengan kalimat lirih dan tanda-tanda, tanpa berisik-tanpa bikin heboh

Kranji, 17 September 2017
Disarikan daei ceramah #KH Ahmad #Syaerozi - Babat

Friday, September 15, 2017

Tiru Cara Pinternya Dokter Mengobati

● Tiru Cara Pinternya Dokter Mengobati ●

Tugasnya orang pinter itu menyembuhkan (dan mengobati)
Seperti halnya dokter yang mengobati penyakit fisik,
Orang pinter agama punya tugas mengobati penyakit spiritual
Penyakit hati dan akhlak

Namun, orang mengobati juga tidak asal benar obatnya
Caranya mengobati juga harus benar dan tepat
Tirulah cara pak dokter yang mengobati pasiennya

Saat mau menyuntik, dokter mesti "melorot" celana pasiennya
Nah, sebelum celana pasien "diplorot", dokter akan menyuruh pasien masuk ruangan
Lalu pintu atau korden jendela ditutup
Barulah si pasien "diplorot" dan disuntik

Usai disuntik, dokter tidak serta merta menyuruh pasien keluar ruangan
Ia disuruh merapikam diri dan pakaiannya
Diminta sedikit berdandan, supaya nampak rapi
Supaya tidak kelihatan bekas habis "diplorot"

Itulah contoh cara yang cerdas dan pinter dalam mengobati

Coba bayangkan,
Andai si doker itu mengobatinya rame-rame
Bayangkan dia langsung "melorot" pasien2nya di ruang tunggu
Semua pasien disuruh melorot celananya, lalu si dokter bergiliran menyuntik pasien satu persatu. Apa yang terjadi?
Ya, meskipun niatnya baik (mengobati), tak akan ada orang yang mau berobat padanya

》》》
Begitu pula dengan orang alim, seorang ulama
Dia tidak cukup sekadar pinter keilmuannya
Tapi juga harus pinter & cerdas soal cara mengobati pasien (orang yang sakit)
Seperti halnya cara dokter memperlakukan pasiennya

Kalau niat ngobati orang, jangan pakai rame-rame
Jangan diomong-omongkan di depan khalayak ramai
Jangan dengan suara keras yang bisa didengar orang lain
Meskipun si sakit mengakui kesalahannya, secara naluriah dia tidak akan terima "diobati" dengan cara seperti itu

Drajat, 15 September 2017
@mskholid
@ruanginstalasi

Wednesday, September 13, 2017

Sejarah Umat Islam, karya Buya Hamka, Buku Buruan

● Buku Buruan ●

Buku Sejarah Umat Islam, karya Buya Hamka ini sudah menjadi incaran saya sejak lama
Bahkan sejak saya masih tinggal di Jakarta
Namun, stok terbitan selalu kosong--pun di toko-toko besar
Sempat nemu cetakan lama di seputaran Kwitang, pas gak ada duit

Hari ini sebelum pulang via Stasiun Senen,
Saya mampir dulu ke toko buku langganan--toko "Saudara" Bang Buyung di Kwitang
Sebenarnya tak sengaja nyari buku ini
Saya hanya mau nyari pengganti dua buku saya yang hilang

Entah dipinjam orang (kemungkinan paling besar) atau keselip (kemungkinan kecil, soalnya dua buku ini tebal dan termasuk bacaan kesayangan saya);
Sejarah Hidup Muhammad saw (file pdf banyak tersedia di internet), dan
Abu Bakar, keduanya karya Muhammad Husein Haikal

Rupanya tak sengaja saya sedang berjodoh dengan karya Buya Hamka
Buku beliau saya temukan di toko ini
Kali ini sudah diterbitkan oleh Gema Insani Press
Cetakan 1 : Pebruari 2016
Dan edisi yang saya beli, sudah cetakan 3; Juni 2017

"Kita akan selamanya jadi orang alim, selama mau terus belajar."
(Sebuah kutipan--lupa dari siapa)

Stasiun Senen, 13 September 2017
@mskholid

Saturday, September 9, 2017

Angkot Pengantar Menuju Pelabuhan Kaliadem Muara Angke

"Angkot" Pengantar Menuju Pelabuhan

Turun dari taksi atau angkot yang mengantarkan ke terminal atau pelabuhan, kita mesti jalan kaki menuju pelabuhan Kaliadem
Gak jauh sih, tapi aksesnya itu yang melewati pasar ikan
Sehingga jalanan becek dan berbau amis
Kalau yang terbiasa oke-oke saja

Kebetulan teman seperjuangan saya ini gak betah bau amis-amis
Jadi, saya memilih naik odong-odong
Tossa yang dimodifikasi dengan tempat duduk yang panjang

Ongkosnya murah
Tapi, mahal kalau dibandingkan dengan standard di kampung
Dengan jarak tempuh yang sekitar 1 km saja, bayar 5.000 / orang
Anggap saja bagi-bagi rejeki untuk anak muda yang eksis bekerja ini 👇

------

Sambil menunggu rombongan Wasiat Jakarta yang berangkat dari Ciputat
Saya tinggal dulu ngopi kapal api hitam
Kenapa hitam?
Ya mungkin efek kena api, jadinya gosong dan hitam
Hehehehe...

Muara Angke, 9 September 2017

#ResepsiCakHuda
#PulauTidung 

Tuesday, July 25, 2017

Dunia Tempat Nandur


الدنيا مزرعة اﻵخرة
Dunia tempaté Nandur
Bukan tempaté Panen

Apa yang ditandur?
Yo, terserah kita
Sekemampuan dan sebisa kita

Untungnya,
Kanjeng Nabi saw adil
Beliau kasih banyak alternatif bagi umatnya;
- Lewat amal jariyah
- Lewat Ilmu yang bermanfaat
- Lewat anak yang shalih

Untungnya,
Peluang nandur itu tidak terbatas pada Amal Jariyah saja
Bisa-bisa yang gak punya duit gak ada peluang tandur
Yang memenuhi kebutuhan makan sehari-hari saja kesulitan,
Bagaimana mau tandur?

Untungnya,
Peluang nandur itu tidak terbatas pada ilmu bermanfaat saja
Bisa-bisa yang tidak berilmu, gak punya peluang tandur
Bisa-bisa yang gak pernah "sekolah", stress mikir caranya nandur

Untungnya,
Peluang nandur juga terdapat pada anak yang shalih
Ini nandur yang paling digemari banyak orang
Bahkan, yang belum nikah sudah berani coba-coba nandur
(Tentu saja nandurnya tidak sah, ya gak akan panen dia)

☝☝☝

Prosesnya enak dan melegakan (#sensor)
Tapi, peluang panennya juga amat besar
Jadi, kalau tidak kaya dan tidak pintar
Usahakan punya anak yang banyak, shalih dan shalihah semua

Ya, barang yang ditandur memang tidak harus sejenis
Disesuaikan dengan kemampuan dan kebisaan tiap orang
Di Turi, yang ditandur ya ikan di tambak
Di Sekaran, yang ditandur ya blewah dan semangka
Di Widang, yang ditandur ya padi
Di Banyubang, tandurnya jagung
Di Wide Nahrowi, tandurnya ya cabe dan melon

Poinnya adalah:
Semuanya bisa panen dan menghasilkan
Walaupun yang ditandur berbeda-beda
Begitu pun kelak di akhirat
Semuanya akan panen, walaupun di dunia ini nandur barang yang berbeda

Wallahu a'lam...

Selasa, 25 Juli 2017
Pringgoboyo - Makam Joko Tingkir

*Rencana materi khutbah Jumat Wage, besok lusa

Sunday, July 23, 2017

Klambi Jahit Dewe

Klambi Jahit Dewe 》

"Lid, klambimu jahit dewe yo?"
Tanyanya sambil tertawa lebar

Hahahaha...
Pertanyaan ini akan terkenang sampai saya tua nanti
Ya, mungkin akan terus terngiang tiap hari raya idul fitri tiba

"Kok iso nenger?" tanya saya.
"Sak-e kok uombo!"
Wkwkwkk...

Itulah,
Sakunya memang didesain untuk muat hape saya yang jenis tablet 7 inch.

Idul Fitri tahun ini saya memang tidak beli baju baru (juga tak beli sarung baru)
Istri saya pun tanggap, dia beli aja kain katun di salah satu toko Surabaya
Dekat toko kain tempat kulakan saya
Lalu dijahitkan ke tetangga dengan permintaan khusus itu (saku besar)

Alhamdulillah... Murah dan hemat
Cocok dan pantes saya pakai
Kainnya juga nyaman di kulit
Tak kiro gak ono seng nenger, lha kok cek telitine ngono arek kuwi
Hihihi...

Terharu, saya...

Bigguard @Tenggulun, 30 Juni 2017

● Perempuan yang Ember & Pintu Rusak ●

● Perempuan yang Ember & Pintu Rusak ●

Ketika Nabi Ismail as sudah dewasa, beliau menikah dengan seorang perempuan dari Jurhum.

Ayahandanya, Nabi Ibrahim as yang tidak sempat menghadiri pernikahan pun berniat mengunjungi anaknya. Sekian lama pasca pernikahan, Ibrahim as baru sempat berkunjung.

Tiba di rumah Ismail, nabi Ibrahim mengetuk pintu.
Keluar seorang perempuan membukakan pintu.
Dialah istri Nabi Ismail as.
Dia belum mengenal bapak mertuanya.

"Dimana Mas Ismail?" tanya Nabi Ibrahim.
"Beliau sedang keluar untuk bekerja, Pak Tua," jawab perempuan.
"Bagaimana kehidupan kalian berdua?" tanya Ibrahim lagi.
"Hidup kami melarat dan susah, Pak Tua." Lalu perempuan itu curhat nasibnya kepada Nabi Ibrahim.

"Owh... Begitu...
Ya sudah, saya pamit dulu. Sampaikan salamku pada Mas Ismail. Bilang padanya kalau pintu rumahnya sudah waktunya diganti."
"Iya, nanti saya sampaikan."

Sorenya,
Ketika Mas Ismail pulang, istrinya menceritakan kedatangan seorang lelaki tua yang menitipkan salam dan berpesan agar mengganti pintu rumahnya yang rusak."

Hmmmm....
Ismail bergumam.

"Itu adalah ayahku, Ibrahim.
Beliau berpesan agar menceraikan dirimu."
.
.
.
قصص العرب

*Kisah ini pernah saya dengar di pengajian Al-Hikam Kiai Jamal Jombang. Dan baru nemu di kitabnya langsung.
*Cerita dari Kiai Jamal, ada tambahan kisah.
Yakni ketika Ismail menikah lagi, lalu Ibrahim berkunjung ke rumah. Kembali tidak bersua Ismail, hanya bertemu istrinya yang baru.
Lalu Nabi Ibrahim berpesan bahwa pintunya sudah bagus, supaya dijaga dan dirawat dengan baik.

Sunday, June 25, 2017

Ketupat Daun Lontar

● Ketupat Daun Lontar ●
7 Tahun Sudah

Ini jenis ketupat yang rasanya sedaaaappp
Jaaaaaaauhhh dibanding ketupat berbahan daun kelapa
Sebab pertama, bungkusnya dari daun lontar
Sebab kedua, dimasak pakai kayu bakar langsung
Bukan pakai kompor gas
.
Alhamdulillah,
Dulu ketika Bapak masih ada
Beliau sempat mewariskan ilmu merajut ketupat beginian
Bapak mewariskan dua jenis ketupat; panjang dan gepeng (tidak ada di poto)
Sementara Mae, mewariskan pada saya ilmu merajut ketupat jenis kotak (paling banyak beredar di masyarakat)
.
Dua jenis ketupat, gepeng dan panjang,
Itu jarang kita temukan di pasaran
Karena biasanya isinya lebih sedikit dibanding ketupat kotak
.
Anehnya, walau bertahun-tahun punya tradisi bikin ketupat sendiri,
Bapak hanya bisa bikin dua jenis ketupat itu
Sementara Mae pun hanya bisa bikin satu ketupat kotak
Namun, ketiga jenis ketupat itu berhasil bisa saya kuasai
.
Ketika Bapak masih hidup,
Tiap menjelang riyoyo kupatan (tanggal 7 Syawal)
Sehari sebelumnya kami sudah disibukkan untuk merajut berbagai jenis ketupat tersebut
Mae dan Bapak dibantu saya, mbak, dan adek-adek
.
Yang sering saya "sombongkan",
Di keluarga ini, hanya saya yang menguasai pembuatan tiga jenis ketupat;
Lonjong, kotak dan gepeng
Sementara orang lainnya, rata-rata cuma bisa bikin dua macam
.
Semenjak Bapak tiada, 7 tahun lalu
Keluarga kami tak pernah lagi bikin ketupat sendiri
Bukan soal bikin rajutan ketupatnya yang sulit
Tapi, soal menunggu proses memasak ketupat berbungkus lontar begini
.
Mae tidak sanggup menunggui api kayu bakar
Kalau gak salah butuh sekitar 5-6 jam agar ketupat-ketupat laziz itu bisa matang
Cukup lama, bukan?!
Dan, sepanjang waktu itu, api kayu bakar harus nyala dan terus stabil
.
Cukup berat...!
.
Walau berkali-kali punya keinginan bikin ketupat lagi,
Saya pribadi tak sanggup jika harus menunggui api kayu bakar hingga 5 jam
.
Kadang,
Saya mengkhawatirkan keahlian bikin ketupat itu hilang dari pribadi saya
Apalagi sudah amat lama saya tak bikinnya
Apalagi lagi, saudara-saudara saya ternyata sekarang lebih suka merajut pakai benang (@rajutmenik) daripada merajut daun lontar untuk ketupat.
Hehehe...

Babat, 25 Juni 2017
@mskholid

Sekian cerita saya di sela istirahat siang
Setelah sepagian keliling tetangga dan keluarga

Saturday, June 24, 2017

Penyakit Hati itu Ibarat Hama Tanaman

● Penyakit Hati itu Ibarat Hama Tanaman ●

Dunia adalah ladang akhirat
Dunia adalah kesempatan kita beramal sebanyak-banyaknya
Beramal sebaik-baiknya,
Supaya kelak di akhirat bisa panen hasilnya
.
Namun,
Bisa jadi amalannya berkualitas
Nampak amat begitu nyunnah
Tapi bisa rusak gara-gara penyakit hati
.
Kita umpamakan petani yang hendak menanam padi
Dia sudah membeli bibit padi terbaik
Punya ladang yang subur dengan air segar yang mengalir
Padinya tumbuh dengan baik dan besar
.
Ndilalah,
Ada hama wereng menyerang, apa dia bisa panen padinya?
Ndilalah, ada rombongan ribuan burung peking datang
Menyerbu gabah yang siap panen
.
Apa sang petani bisa dapat panen?
Bisakah dia pulang bawa gabah berton-ton?
Tentu tidaaaaakkk...
.
Begitu kiranya amal ibadah shalih dan nyunnah
Tapi, terkena penyakit hati
Pahalanya bisa langsung habis tak bersisa
Amalannya tidak bernilai apapun selain capek dan susah
.
Sudah capek-capek beramal ibadah nyunnah
Tapi, tidak mendapat sekecil apapun pahala gara-gara penyakit hati yang menyerang

Babat, 24 Juni 2017
@mskholid

Thursday, June 22, 2017

Nabi Ayyub, Pendakwah Sempurna

● Pendakwah yang "Sempurna" ●

Gara-gara baca statusnya mbah #AhliKopi Muhammadabdoellaziez, saya jadi teringat kisah Nabi Ayyub alaihissalam.

Nabi Ayub adalah gambaran sosok pendakwah sempurna pada zamannya
Dan mungkin untuk zaman sekarang.
.
Beliau ganteng dan sehat wal afiyat
Keturunan orang-orang baik, shalih, dan terpandang di masyarakat
Secara nasab, Nabi Ayyub adalah cucunya Nabi Ishaq
Sementara istrinya, Ibunda Rohmah, adalah cucunya Nabi Yusuf as
Ibunda Rohmah disebut juga cantik memesona, mewarisi ketampanan Nabi Yusuf
.
Bapaknya Nabi Ayyub pun orang kaya raya
Punya buanyak hewan ternak yang bermacam-macam
Punya aneka tanaman buah dan tumbuhan
Baik dan dermawan kepada tetangga-tetangga
.
Ketika bapaknya wafat, semua kekayaan diwarisi oleh Nabi Ayyub
Beliau mempergunakan semua kekayaan itu untuk kemaslahatan umat
Nabi Ayyub membuat makanan prasmanan setiap hari
Pagi, siang, sore, yang disediakan bagi siapapun yang mau makan
Gerrrrratissss tiss tisss, untuk siapapun yang mau
.
Hewan ternak yang dimiliki, boleh disembelih oleh siapa pun yang membutuhkan
Tumbuhan dan buah-buahan pun boleh dipetik oleh siapapun tanpa dihalang-halangi
Begitu dermawan dan baiknya Nabi Ayyub as
Beliau amat dicintai dan disukai semua lapisan masyarakat
.
Selain itu, Nabi Ayyub as punya akhlak sangat mulia
Beliau baik, ramah, dan rendah hati pada siapa pun
Orangnya adil, bijaksana, dan penuh hikmah
Kata-katanya santun dan lemah lembut
.
Sehingga, ketika Allah mengutus beliau untuk berdakwah
Mengajak masyarakat menyembah Allah swt
Tak ada seorang pun yang tidak ikut
Semuanya manut dan menyambut dakwah Nabi Ayyub dengan gembira
.
Keistimewaan-keistimewaan itu tidak lantas menjadikan Nabi Ayyub jumawa
Beliau tetap sosok yang humble dan amat taat kepada Allah swt
Hidupnya terus menerus diisi dengan ibadah dan ingat pada Allah
Malaikat-malaikat di langit selalu membicarakan sang nabi
.
Hingga suatu hari, Iblis jalan-jalan ke langit
Ke tempat berkumpulnya para malaikat
Yang sedang membicaraman keistimewaan Nabi Ayyub
Iblis gemeretak dadanya, ubun-ubunnya mendidih
.
Iblis pun "menantang" Allah;
Dia siap menjadikan Ayyub durhaka
Asalkan Allah memberikan kuasa pada Iblis
Untuk memporak-porandakan harta dan kesehatan tubuhnya
"Ayyub mau taat itu kan karena dia kaya raya dan sehat. Coba jika dia miskin dan sakit-sakitan. Pasti akan durhaka pada Engkau, wahai Allah..."
.
Begitu seterusnya kisah,,,
Allah memberikan izin pada Iblis untuk menggoda Ayyub lewat kemelaratan dan sakit-sakitan
Hingga Nabi Ayyub dibuat sakit oleh Iblis
Dan seterusnya....
Bisa dibaca sendiri....

Babat, 22 Juni 2017
@mskholid

Monday, June 19, 2017

Bekas Usapan Tangan Rasulullah saw. Bisa Sembuhkan Tumor

Bekas Usapan Tangan Rasulullah saw.
Bisa Sembuhkan Tumor

Hadits berikut ini, yang dimuat oleh Imam Ahlis Sunnah, Ahmad bin Hanbal, dalam Kitab Musnad.
Saya ambil bagian akhirnya saja.
Tidak mengurangi esensi dari isi hadits.



....
قالَ حَنْظَلَةُ : فَدَنَا بِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : إِنَّ لِي بَنِينَ ذَوِي لِحًى وَدُونَ ذَلِكَ وَإِنَّ ذَا أَصْغَرُهُمْ، فَادْعُ اللَّهَ لَهُ. فَمَسَحَ رَأْسَهُ وَقَالَ : " بَارَكَ اللَّهُ فِيكَ "، أَوْ : " بُورِكَ فِيهِ ". قَالَ ذَيَّالٌ : فَلَقَدْ رَأَيْتُ حَنْظَلَةَ يُؤْتَى بِالْإِنْسَانِ الْوَارِمِ وَجْهُهُ أَوِ الْبَهِيمَةِ الْوَارِمَةِ الضَّرْعِ، فَيَتْفُلُ عَلَى يَدَيْهِ وَيَقُولُ : بِاسْمِ اللَّهِ. وَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ وَيَقُولُ عَلَى مَوْضِعِ كَفِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَمْسَحُهُ عَلَيْهِ. وَقَالَ ذَيَّالٌ : فَيَذْهَبُ الْوَرَمُ.

....
Suatu hari,
Handzalah  diajak bapaknya menghadap Baginda Rasulullah saw. Lalu, bapaknya mendekatkan Handzalah pada Nabi.
Rasulullah saw lalu mengusap kepala Handzalah,
"بارك الله فيك"
Atau
"بورك فيك"
"Semoga Allah memberkahi kamu."

Dzayyal bercerita:
Suatu hari datang seseorang menghadap Handzalah.
Orang tersebut mengantarkan temannya yang sakit tumor di wajahnya.

Dalam riwayat lain:
Mengantarkan seekor hewan yang terkena penyakit benjolan

Handzalah meludah pada telapak tangannya
Lalu berucap: Bismillah...

Kemudian meletakkan tangannya pada bagian kepala yang pernah diusap oleh Baginda Rasulullah saw.
Lantas, diusapkan tangannya pada bagian tubuh orang yang sakit.

Maka, sirnalah tumor itu.

~
Demikian sekilas info


● Rasulullah yang Cerdas ●

● Rasulullah yang Cerdas ●

Sahabat Ali ra bercerita bahwa ketika menuju Perang Badar, pasukan Muslimin berhasil menangkap budaknya Uqbah bin Abu Muith dari Quraisy.

Kaum muslimin berusaha mengorek informasi tentang jumlah musuh yang ada.
"Berapa jumlah mereka?"
"Demi Allah, mereka jumlahnya amat banyak. Kekuatan mereka besar!" Jawab budak itu.
"Berapa jumlah mereka?" Para sahabat bertanya lebih keras lagi. Namun, orang itu tetap menolak memberitahukan jumlah pastinya.
Bahkan dipukul juga gak mau mengaku.

Akhirnya,
Orang itu dihadapkan pada Rasulullah saw.

Beliau bertanya,
Berapa jumlah mereka?"
"Demi Allah, mereka jumlahnya amat banyak. Kekuatan mereka besar!" Jawab budak itu, masih tetap dengan jawaban pertama. Tidak mau menyebutkan jumlah pasukan.
Karena jika diberitahu, sama saja dia berkhianat pada majikannya.

Hmmm...

Rasulullah saw lalu bertanya lagi,
"Berapa ekor hewan yang disembelih setiap hari?"
"10 tuan," si budak menjawab.

"Owh,,, Kalau begitu, jumlah pasukan mereka ada 1000 orang. Karena setiap ekor untuk 100 orang," ujar Nabi kepada para sahabat, memberi kesimpulan.

قصص العرب

Friday, June 16, 2017

Doa Berbuka Puasa adalah Jawaban Hamba

اللهم لك صمت ...
Adalah jawaban seorang hamba kepada Rab-nya.
Di mana Allah SWT telah berfirman,

" يَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ : الصَّوْمُ لِي، وَأَنَا أَجْزِي بِهِ، يَدَعُ شَهْوَتَهُ وَأَكْلَهُ وَشُرْبَهُ مِنْ أَجْلِي،

Sebuah pernyataan tegas akan ketaatan seorang hamba pada Tuhannya
Itu ibarat pernyataan seorang budak kepada rajanya yang meminta ambilkan air minum
"Air minum itu untukku..."

Sang budak menghaturkan air minum dengan pernyatan tegas pula,
"Sendiko dhawuh. Semua ini persembahan hanya untuk Engkau."

Maka,
Akan sangat hebatlah seorang hamba yang saat berbuka, lalu membaca doa tersebut, sambil meresapi maknanya sedalam-dalamnya...


Amanah Ilmiah

Amanah Ilmiyah

Seorang mengaku alim seyogyanya berakhlak sebagaimana orang alim
Orang yang berilmu itu punya kewajiban amanah ilmiyah
Yang mesti ia pegang dan jalankan dalam menyampaikan informasi tentang agama ini
Jangan karena cenderung pada satu pendapat, lalu menafikan pendapat lainnya

Apalagi sampai muncul kalimat hitam putih
Haram - Wajib
Sunnah - Bid'ah
Syirik - Tauhid
Terutama dalam masalah-masalah yang masih khilafiyah

Jangan karena cenderung mengambil pendapat ulama yang tidak setuju tabarruk
Lantas anda bilang tabarruk itu haram dan syirik
Tidak ada dicontohkan salafus shalih

Jangan karena anda cenderung ambil tarawih 20 rakaat
Lantas anda bilang shalat 8 rakaat itu bukan tarawih
Shalatnya gak sah...!!!

Jangan karena anda cenderung mengambil pendapat witir itu 3 rakaat langsung tanpa salam
Lantas, anda bilang formasi witir 2-1 dengan 2 x salaman itu pendapat yang lemah

Jangan karena anda lebih suka riwayat Imam Bukhari dan Muslim
Lantas anda menafikan riwayat Imam Abu Dawud, Turmudzi, hingga Ad-Darimi
Sehingga semua riwayat yang gak sesuai dengan Bukhari - Muslim, Anda tolak

Ini kan jadi kacau balau agama ini ...
Lha wong orang alimnya tidak amanah ilmiyah begitu
Kecuali memang anda tidak tahu
Beda urusannya

Lamongan, 16 Juni 2017
IG : #@mskholid


Kopyah Gratis dan Syekh dari Jordania

Kopyah Gratis, dan Syekh dari Jordania

Keluar dari Disdukcatpil Lamongan
Hawa panas langsung menyengat
Rencana jumatan di Masjid Agung Lamongan batal
Saya pacu motor ke arah selatan, ke masjid dengan fasilitas AC besar untuk jamaah
Terbayang nikmatnya jumatan dengan suasana adem

Tiba di parkiran, saya bariskan motor sesuai tempatnya
Ternyata, sudah ada beberapa petugas dari masjid ini menunggu di parkiran
Mereka membagikan kopyah putih
Gratis bagi jamaah yang tidak membawa kopyah

Saya yang kebetulan gak bawa kopyah,
Langsung didekati dan disodori sebuah kopyah putih baru yang masih berplastik
Alhamdulillah, rejeki orang jumatan ini
Masuk area masjid, aroma bukhur khas arab langsung menyergap

Ternyata, yang menjadi khatib dan imam siang ini adalah seorang syaikh asal Yordania
Syekh Abu Jalil, namanya
Alhamdulillah... Walau gak banyak paham materi khutbah
Saya gagal tidur, siang ini... hihihi...
Beliaulah selama seminggu ini menjadi imam tarawih dan shalat lail di Masjid Namira

Usai shalat, materi khutbah diterjemahkan oleh Imam Masjid, Ustadz Abdul Haris
Mungkin itulah sebabnya, beliau menyingkat shalat jumatnya tadi
Rakaat pertama; baca Surah Al-Qadar
Rakaat kedua; baca surah Al-Ikhlas.

Jotosanur - Lamongan, 16 Juni 2017
@mskholid

*

Sahabat Nabi "Ketakutan" Karena Nambahi Doa yang Tidak Diajarkan Nabi saw.

Sahabat Nabi "Ketakutan" Karena Nambahi Doa yang Tidak Diajarkan Nabi saw.

Adalah sahabat Rifa'at bin Rofi' ra.
Suatu hari beliau shalat di belakang, makmum pada Rasulullah saw
Di tengah shalat, sahabat Rifa'at bersin
Kontan, beliau membaca doa

Bukannya membaca Alhamdulillah...
Sebagaimana yang diajarkan Kanjeng Rasulullah
Sahabat Rifa'at ini malah nambahin dari doa lain yang diajarkan Rasul
الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى

Dan...
Benar saja!!!
Usai shalat, Kanjeng Rasul bertanya menyelidik,
"Siapa tadi yang bicara waktu shalat?"
Semua jamaah terdiam, tak ada yang menjawab.

Rasulullah kembali mengulang pertanyaan,
"Siapa tadi yang bicara waktu shalat?"
Semua jamaah masih terdiam, tak ada yang menjawab.
Termasuk Sahabat Rifa'at, sang pelaku.

Ketiga kalinya,
Rasulullah saw kembali mengulang pertanyaan,
"Siapa tadi yang bicara waktu shalat?"

Barulah sahabat Rifa'at menjawab,
"Saya, wahai Rasulullah...
Saya membaca: الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ مُبَارَكًا عَلَيْهِ، كَمَا يُحِبُّ رَبُّنَا وَيَرْضَى"

Rasulullah lalu menyahut,
"Demi Dzat yang jiwaku ada dalam genggaman-Nya, sungguh ada tiga puluh sekian malaikat saling berebut untuk mengantarkan doa itu ke langit."

Legalah sahabat Rifa'at ra.

Hadits di atas riwayat Imam Turmudzi
Bagi yang suka tanya kualitasnya, dan hanya menerima dari Syekh Albani, hadits itu HASAN.

------

Riwayat semisal (mirip) di atas juga terdapat dalam Shahih Bukhari, Sunan Imam Abu Dawud, Imam Nasai, Imam Ahmad, dan Imam Malik.

Lamongan, 16 Juni 2017
@mskholid


Curhat Nabi Musa as dan Kenapa Pergi dari Mesir

Curhat Nabi Musa as dan Kenapa Pergi dari Mesir

Beliau pindah keluar negara Mesir karena nyawanya terancam.
Sebagaimana informasi yang beliau terima dari salah seorang warga:

(وَجَاءَ رَجُلٌ مِنْ أَقْصَى الْمَدِينَةِ يَسْعَىٰ قَالَ يَا مُوسَىٰ إِنَّ الْمَلَأَ يَأْتَمِرُونَ بِكَ لِيَقْتُلُوكَ فَاخْرُجْ إِنِّي لَكَ مِنَ النَّاصِحِينَ)
[Surat Al-Qashash 20]
"Dan datanglah seorang laki-laki dari ujung kota bergegas-gegas seraya berkata: "Hai Musa, sesungguhnya pembesar negeri sedang berunding tentang kamu untuk membunuhmu, sebab itu keluarlah (dari kota ini) sesungguhnya aku termasuk orang-orang yang memberi nasehat kepadamu".

Lalu,
Ketika masa hijrah beliau selesai,
Beliau kangen dengan negerinya
Hendak kembali ke negeri asal

Di tengah jalan, di Bukit Tursina, Musa mendengar suara Allah
Seraya mendapatkan perintah untuk berdakwah kepada Firaun dan kaumnya.

Namun,
Musa merasa kurang percaya diri
Selain karena lidahnya kurang fasih berbicara
Dosa masa lalunya, masih menghantui;
Membunuh seseorang (walau tanpa sengaja)

Musa kuatir, masyarakat akan mengingat peristiwa itu dan menuntut balas kematian
(قَالَ رَبِّ إِنِّي قَتَلْتُ مِنْهُمْ نَفْسًا فَأَخَافُ أَنْ يَقْتُلُونِ) [Surat Al-Qashash 33]
Musa berkata: "Ya Tuhanku sesungguhnya aku, telah membunuh seorang manusia dari golongan mereka, maka aku takut mereka akan membunuhku."

Musa as mengaku telah melakukan kesalahan pada masa lalunya
Walau begitu, beliau tetap berani kembali ke negerinya
Karena ada jaminan dari Allah swt.
Berdakwah mengajak Firaun dan kaumnya kembali pada Allah.

(قَالَ سَنَشُدُّ عَضُدَكَ بِأَخِيكَ وَنَجْعَلُ لَكُمَا سُلْطَانًا فَلَا يَصِلُونَ إِلَيْكُمَا ۚ بِآيَاتِنَا أَنْتُمَا وَمَنِ اتَّبَعَكُمَا الْغَالِبُونَ)
[Surat Al-Qashash 35]

Allah berfirman: "Kami akan membantumu dengan saudaramu, dan Kami berikan kepadamu berdua kekuasaan yang besar, maka mereka tidak dapat mencapaimu; (berangkatlah kamu berdua) dengan membawa mukjizat Kami, kamu berdua dan orang yang mengikuti kamulah yang akan menang."

Wallahu A'lam

Masjid Beton, 16 Juni 2017
@mskholid

Friday, June 9, 2017

Bekas Usapan Tangan Rasulullah saw. Bisa Sembuhkan Tumor

Bekas Usapan Tangan Rasulullah saw.
Bisa Sembuhkan Tumor

Hadits berikut ini, yang dimuat oleh Imam Ahlis Sunnah, Ahmad bin Hanbal, dalam Kitab Musnad.
Saya ambil bagian akhirnya saja.
Tidak mengurangi esensi dari isi hadits.



....
قالَ حَنْظَلَةُ : فَدَنَا بِي إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : إِنَّ لِي بَنِينَ ذَوِي لِحًى وَدُونَ ذَلِكَ وَإِنَّ ذَا أَصْغَرُهُمْ، فَادْعُ اللَّهَ لَهُ. فَمَسَحَ رَأْسَهُ وَقَالَ : " بَارَكَ اللَّهُ فِيكَ "، أَوْ : " بُورِكَ فِيهِ ". قَالَ ذَيَّالٌ : فَلَقَدْ رَأَيْتُ حَنْظَلَةَ يُؤْتَى بِالْإِنْسَانِ الْوَارِمِ وَجْهُهُ أَوِ الْبَهِيمَةِ الْوَارِمَةِ الضَّرْعِ، فَيَتْفُلُ عَلَى يَدَيْهِ وَيَقُولُ : بِاسْمِ اللَّهِ. وَيَضَعُ يَدَهُ عَلَى رَأْسِهِ وَيَقُولُ عَلَى مَوْضِعِ كَفِّ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَيَمْسَحُهُ عَلَيْهِ. وَقَالَ ذَيَّالٌ : فَيَذْهَبُ الْوَرَمُ.

....
Suatu hari,
Handzalah  diajak bapaknya menghadap Baginda Rasulullah saw. Lalu, bapaknya mendekatkan Handzalah pada Nabi.
Rasulullah saw lalu mengusap kepala Handzalah,
"بارك الله فيك"
Atau
"بورك فيك"
"Semoga Allah memberkahi kamu."

Dzayyal bercerita:
Suatu hari datang seseorang menghadap Handzalah.
Orang tersebut mengantarkan temannya yang sakit tumor di wajahnya.

Dalam riwayat lain:
Mengantarkan seekor hewan yang terkena penyakit benjolan

Handzalah meludah pada telapak tangannya
Lalu berucap: Bismillah...

Kemudian meletakkan tangannya pada bagian kepala yang pernah diusap oleh Baginda Rasulullah saw.
Lantas, diusapkan tangannya pada bagian tubuh orang yang sakit.

Maka, sirnalah tumor itu.

~
Demikian sekilas info


Barokah dari Rambut dan Wadah milik Nabi

Barokah dari Rambut dan Mangkok Tinggalan Baginda Nabi saw

Dalam Hilyatul Auliya' :

Ini ceritanya Abdullah, anaknya Imam Ahmad bin Hanbal
(Ulama Ahlussunnah, Salafus Sholih)

Saya melihat Bapak mengambil sehelai rambut Baginda Rasulullah saw.
Lalu, diletakkan di bibir beliau, dan dikecupnya
Aku juga (sepertinya pernah) melihat Bapak meletakkan rambut Nabi di mata beliau
Bahkan, pernah juga mencelupkan rambut itu ke dalam air

Air celupan rambut itu beliau minum
(Sebagai) sarana supaya memperoleh kesembuhan (dari sakit)

Bapak juga pernah menggunakan mangkuk tinggalan Nabi saw
Diisinya dengan air, lalu diminum...

Aku juga berulang kali melihat Bapak minum air Zamzam sebagai (sarana) pengobatan.
Air Zamzam itu diusap-usapkan pada kedua tangan dan wajah beliau.

~ Demikian sekilas info

~ 2,8 MILIAR RUPIAH ~

~ 2,8 MILIAR RUPIAH ~

Itu jumlah uang yang dikeluarkan Imam Bukhari demi menebus Wadah (Bekas) tinggalan Nabi saw
Begitulah riwayat yang ditulis Imam Qurtubi dalam "Mukhtashar al-Bukhari"

Nilai 2,8 miliar itu saya kurs kan dengan harga pembelian Imam Bukhari dari pewaris Nadhr bin Anas (khadamnya Nabi). Yakni sebesar 800.000.
Hanya saja, 800 ribu di riwayat ini tidak disebutkan dirham atau dinar

Saya anggap (sementara, sambil nunggu nemu riwayat lain) itu dirham
Dan ketika saya kurs kan dengan 1 dirham UEA : 3,621, nilainya mencapai 2,8 M
Lantas, berapa jumlahnya andai itu 800 ribu dinar???

Apa berani kau bilang Imam Bukhari gak waras?
Demi sebuah wadah saja, pakai nebus duit 2,8 M
Apa gak mending beli cangkir keramik dari China yang bagus-bagus itu
Bisa dapat jutaan pcs

Bisa dibagi-bagi pula sebagai souvenir oleh-oleh haji
Atau belikan saja gelas putih di Kebraon Surabaya
Terus disablon tulisan nama sponsor
Plus dikasih ucapan "Selamat Idul Fithri"

Hihihi...

Imam Bukhari Nulis Kitab di Dekat Makam Nabi

Imam Bukhari Ada-ada Saja

Ngapain pula nulis kitab pakai di dekat Kuburan Kanjeng Rasulullah saw segala?
Apa gak enak di kamar sendiri aja
Nyaman, ber-AC (hihihi)
Kopi dan singkong goreng juga siap sedia

Lha, ini malah jauh-jauh dari Bukhara ke Madinah
Usai haji kok gak segera pulang
Apa gak ditunggu tamu-tamunya di kampung
Hihihi... Dasar Imam Bukhari emang ayak-ayak wae

Tapi,
Ternyata, bisa kita lihat sendiri hasil karya beliau setelah sekira 1200 tahun kemudian
Ya, itulah karya yang ditulis dari pinggir kuburan
Kikikkikikkk...

Jubahnya Nabi saw Dicelupkan Air, Sebagai Tabarrukan untuk Kesembuhan Sakit

Jubahnya Nabi saw Dicelupkan Air,
Sebagai Tabarrukan untuk Kesembuhan Sakit

قالَتْ : هَذِهِ جُبَّةُ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ. فَأَخْرَجَتْ إِلَيَّ جُبَّةَ طَيَالِسَةٍ كِسْرَوَانِيَّةٍ، لَهَا لِبْنَةُ دِيبَاجٍ، وَفَرْجَيْهَا مَكْفُوفَيْنِ بِالدِّيبَاجِ، فَقَالَتْ : هَذِهِ كَانَتْ عِنْدَ عَائِشَةَ حَتَّى قُبِضَتْ، فَلَمَّا قُبِضَتْ قَبَضْتُهَا، وَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَلْبَسُهَا، فَنَحْنُ نَغْسِلُهَا لِلْمَرْضَى يُسْتَشْفَى بِهَا.

Hadits dalam Shahih Muslim di atas, redaksinya panjang
Saya ambil bagian bawahnya ketika Sayyidah Asma' binti Abu Bakr berkata,

"Jubah ini dulu dibawa Aisyah (saudara perempuannya), sampai dia wafat.
Setelah dia wafat, jubah itu saya bawa.
Inilah jubah yang dipakai Rasulullah saw.
Kami membasuh jubah itu sebagai (tabarrukan) agar si sakit sembuh."

Hadits Riwayat Imam Muslim

Antara Ada dan Tiada

Antara "ADA" dan "TIDAK ADA"

Hari itu liburan sekolah
Pak Salam mengajak dua orang anaknya liburan di kebun binatang
Keduanya sudah besar, mau lulus sekolah dasar
Di dalam lokasi kebun binatang, mereka berdua disuruh keliling sendiri

Pak Salam dan Bu Salam tidak ikut muterin Bonbin
Mereka berdua sudah hafal bonbin
Karena tiap liburannya hampir selalu ke bonbin

Siang-siang, kedua anaknya datang
Mereka ngumpul bareng orangtuanya
Duduk lesehan, menikmati bekal dari rumah

Sambil makan, Pak Salam bertanya pada anaknya,
"Apa kalian lihat gajah?"

"Iya, ayah... Saya lihat gajah!" jawab anak pertama mantab.
Tapi, si anak kedua malah menjawab,
"Gak ada gajah, Yah... Di Bonbin ini gak ada gajahnya."
(Tapi, anaknya ini gak pakai sumpah-sumpah atas nama Allah, lhooo...)

"Lho, apa kalian gak keliling bareng? Kok bisa beda jawaban?"
"Kami berpisah, Ayah. Aku nyewa sepeda onthel. Kalau adek pilih jalan kaki. Sehat katanya," ujar si tua memberi penjelasan.

"Owh... Begitu...!" Sang ayah manggut-manggut.
"Apa kalian lihat Burung Merak?"
"Iya, Ayah... Baguuus sekali," jawab anak pertama.
"Wah, gak ada itu burung merak. Bonbin ini gak lengkap kayak MAZOOLA, Yah...!" sanggah anak kedua.
(Tapi, anaknya ini gak pakai sumpah-sumpah atas nama Allah, lhooo...)

Ayahnya kembali manggut-manggut.
Ini dua orang, sama-sama masuk bonbin, sama-sama ngaku sudah keliling bonbin, tapi kok jawabannya bisa beda ya?
Kok satunya jawab ada,
Sementara satunya jawab tidak ada?

-----------------------

Begitulah kira-kira,
Ada orang yang bilang "ADA DALILNYA"
Ada pula yang bilang "TAK ADA DALILNYA"
Jadi, kaleeeeem ajaaa brother ...

Hihihi...

Meripat kethop2 dewean 
Gak bisa tidur habis potong kain 

Mau Bikin Musholla, Minta Dishalati Rasulullah saw Lebih Dulu

Mau Bikin Musholla,
Minta Dishalati Rasulullah saw Lebih Dulu

Itban bin Malik, salah seorang sahabat senior
Alumni Mak Tabah, eh bukan, Alumni Perang Badar
Bila hujan turun, danau yang memisahkan kampungnya dengan masjid Nabawi meluap airnya. Sehingga sulit dilewati.

Nah, sebagai imam shalat di kampungnya
Itban berniat membangun musholla di kampung
Sebagai alternatif kalau hujan turun
Di samping itu, beliau sendiri juga matanya buta

Menghadaplah Itban pada Baginda Nabi
Sowan mau bikin musholla
Tapi gak sambil bawa proposal pembangunan kayak Musholla Nurus Siroj
Hihihihi ... Colek Pak Achmad Zamrony

"Kanjeng Nabi, kulo badhe ndamel musholla ten griyo kulo. Menawi Panjenengan kerso shalat riyen di TKP?" pinta Itban.
"Oke. Insya Allah akan kulakukan." ujar Baginda Nabi saw.

Siangnya, Rasulullah berangkat ditemani Abu Bakar
Tiba di lokasi, Itban menyambut dengan semringah

"Wahai Itban, dimana letak (musholla) yang kau pinta aku shalat?"
"Sudut rumah saya sebelah sini, Kanjeng Nabi."
Rasulullah saw lalu shalat dua rakaat

Naaaaah....
Di tempat itulah didirikan musholla bagi warga kampungnya Itban bin Malik.

عنَّ عِتْبَانَ بْنَ مَالِكٍ - وَهُوَ مِنْ أَصْحَابِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مِمَّنْ شَهِدَ بَدْرًا مِنَ الْأَنْصَارِ - أَنَّهُ أَتَى رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ، قَدْ أَنْكَرْتُ بَصَرِي، وَأَنَا أُصَلِّي لِقَوْمِي، فَإِذَا كَانَتِ الْأَمْطَارُ سَالَ الْوَادِي الَّذِي بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ، لَمْ أَسْتَطِعْ أَنْ آتِيَ مَسْجِدَهُمْ فَأُصَلِّيَ بِهِمْ، وَوَدِدْتُ - يَا رَسُولَ اللَّهِ - أَنَّكَ تَأْتِينِي فَتُصَلِّيَ فِي بَيْتِي فَأَتَّخِذَهُ مُصَلًّى. قَالَ : فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : " سَأَفْعَلُ إِنْ شَاءَ اللَّهُ ". قَالَ عِتْبَانُ : فَغَدَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَبُو بَكْرٍ حِينَ ارْتَفَعَ النَّهَارُ، فَاسْتَأْذَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَأَذِنْتُ لَهُ، فَلَمْ يَجْلِسْ حَتَّى دَخَلَ الْبَيْتَ، ثُمَّ قَالَ : " أَيْنَ تُحِبُّ أَنْ أُصَلِّيَ مِنْ بَيْتِكَ ؟ " قَالَ : فَأَشَرْتُ لَهُ إِلَى نَاحِيَةٍ مِنَ الْبَيْتِ، فَقَامَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَكَبَّرَ، فَقُمْنَا فَصَفَّنَا، فَصَلَّى رَكْعَتَيْنِ، ثُمَّ سَلَّمَ.


صحيح البخاري | كِتَابٌ : الصَّلَاةُ  | بَابُ الْمَسَاجِدِ فِي الْبُيُوتِ.

Saturday, May 27, 2017

Syekh Dahlan dan Putranya; Syekh Ihsan Jampes

Syekh Dahlan dan Putranya; Syekh Ihsan Jampes
Sama-sama Melarat Mondok e

Anak yang baik rata-rata dilahirkan dari orangtua yang baik pula.
Seorang kiai besar, lahir atas "jasa" akumulasi kebaikan orangtua dan dirinya
Walau orangtuanya biasa-biasa, anaknya bisa menjadi kiai besar
Asalkan keduanya sama-sama mengumpulkan kebaikan-kebaikan

Syekh Ihsan Jampes, ulama besar asal Kediri
Karyanya masih menjadi kajian di perguruan tinggi luar negeri
Beliau mengarang kitab Sirajut Tholibin,  Syarah Ihya' Ulumuddin
Juga kitab-kitab lainnya (tidak semua diterbitkan)

Saat mondok, beliau termasuk melarat
Mendapat ujian berat dari kiainya

Pada suatu malam,
Kiai tempat Syekh Ihsan muda mondok keliling asrama
Beliau mendapati para santrinya sedang tidur
Ada salah seorang santri yang dadanya bersinar, menyembur ke langit-langit
Sang kiai pun mengikat sarung si santri
Sebagai penanda

Esok paginya,
Usai Subuh, sang kiai dawuh,
"Poro santri,  sopo seng sarunge cancangan?"

Sontak Syekh Ihsan Jampes muda pun angkat tangan
Setelah itu, Syekh Ihsan dipanggil

"Nak, gini ya...
Cincin Bu Nyai itu jatuh ke jumbleng. Kamu mau gak ambilkan?"
"Nggeh, Kiai..." jawab Syekh Ihsan, suka cita.

Beliau segera menuju ke jumbleng* tempat cincin Bu Nyai terjatuh
*Jumbleng: WC zaman dahulu. Berupa kubangan di tanah, lalu dipasang bambu sebagai tempat nangkring orang yang buang hajat. Bisa dibayangkan sendiri. (Insert: jumbleng, ilustrasi).

Syekh Ihsan Jampes bersiap membuka baju,  namun dilarang kiainya
"Langsung saja, gak perlu dicopot bajunya. Langsung tangan," kata kiai.

Syekh Ihsan lantas jongkok
Menjulurkan tangannya ke jumbleng
Tiap ada barang yang keliatan "mrengkel", ia plutut-plutut
Barangkali ada cincinnya

Semua sudut dan prengkelan, ia remas-remas
Masih tak ketemu jua itu cincin
Akhirnya, Syekh Ihsan nyebur ke jumbleng
Beliau mencari ke semua sudut, sampai ketemu

Dengan gembira beliau menghadap kiai
Melaporkan keberhasilannya menemukan cincin Bu Nyai

Sang Kiai lantas dhawuh,
"Nak, sekarang pulanglah. Ilmuku sudan habis kau serap. Dirikanlah pondok."

Syekh Ihsan pulang, menjadi kiai besar.

Ternyata, orangtua Syekh Ihsan;  yakni Syekh Dahlan juga melarat waktu mau mondok

Syekh Dahlan mau mondok di Mbah Kholil Bangkalan
Beliau menghadap Syaikhona Kholil
"Mau apa kamu?"
"Mau jadi santri Panjenengan, Kiai,"
"Emoh. Aku ora gelem nerimo kowe dadi santriku. Kecuali mau memenuhi syarat dariku."
"Nggeh, Kiai. Syarate nopo?"
"Syaratnya, kalau kamu berangkat mondok, saat menyeberang laut Madura, gak boleh naik kapal. Harus berenang. Begitu pula kalau mau pulang."
"Nggeh, 86 Kiai."

Syekh Dahlan pun berangkat mondok menyeberang laut Madura dengan berenang
(Dulu belum ada jembatan Suramadu lhooo...).

Begitulah,
Karena syarat mondok yang berat, mau gak mau Syekh Dahlan pun banyak menghabiskan waktu di pondok. Tidak sering pulang.

Beda dengan santri sekarang.
Jejak kakinya saja masih ada, ia sudah pulang kampung lagi
Saat liburan sekolah, pondok sepi. Pulang semua
Habiskan waktu di rumah; nonton TV atau main internet

Babat Lamongan
@ms.kholid
1 Ramadhan 1438 H
27 Mei 2017 M

Kenapa Santri Sekarang Sedikit yang Jadi?

Kenapa Santri Sekarang Sedikit yang Jadi?

Dulu,
Seorang yang hendak nyantri akan diuji berat oleh kiainya
Dan ujiannya macam-macam, sak karep sang kiai
Ada yang butuh bertahun-tahun melaratnya
Ada pula yang cuma setahun dua tahun

Rata-rata,
Santri dulu menjadi hebat, karena di pondoknya dia melarat

Lha, kalau santri sekarang yang melarat itu bukan santrinya
Tapi wali muridnya

Bayangkan,
Pas pendaftaran saja sang wali murid sudah disodori
- Biaya pendaftaran
- Uang makan bulanan
- Uang gedung
- Uang Asrama
- Uang Kitab dan buku
- Biaya kesehatan dan sewa almari
Yang melarat orangtuanya, si calon santri mah nunggu aja di luar kantor pondok sambil mainan handphone (yang sebentar lagi akan berpisah darinya).

Saat santri nakal,
Wali murid dipanggil
Santri nakal lagi,
Wali murid lagi yang dipanggil
Melarat lagi kan?

Yang nakal siapa,
Yang dipanggil dan dinasihati siapa?
Wali murid lagi yang melarat.

Anaknya?
Cengengesan wae...

Lha, gimana kelak jadi santri yang berkualitas kalau senengnya bikin melarat orangtua
Hati-hati, ini bisa jadi termasuk uququl walidain
Meskipun bentuknya tidak membentak atau memukul,
Tapi, kelakukan si santri jelas membuat orangtuanya bersedih
Membuat mereka susah dan nelangsa

Santri dulu lulusnya beda-beda
Ada yang butuh 10 tahun baru dinyatakan lulus
Ada yang butuh 3, 5, 7 tahun baru lulus
Ada pula yang baru hitungan bulan lulus
Saat lulus itu, kemampuan santri sudah standar

Kalau santri sekarang,
Mondok 3 tahun dapat ijazah ya lulus semua
Boyong pulang semua
Padahal kemampuannya belum standard
Belum minimal antara satu dengan lainnya

Habis itu, pergi ke kota
Lantas dengan bangga bilang kesana kemari sudah lulus nyantri
Sudah hebat setelah nyantri ke kiai

Padahal, ngajinya;
Fikih baru mabadi'
Aqidahnya baru aqidatul awwam
Haditsnya baru arbain
Tafsirnya baru Jalalain
Nahwunya baru imrithy
Itu pun enggak tau khatam semua apa tidak
Itu pun enggak tau selalu melek atau banyak tidurnya

Babat,
27 Mei 2017
1 Ramadhan 1438 H

Thursday, May 4, 2017

Mengapa Mendadak Ustadz?

Mengapa Mendadak Ustadz?

Mengapa dulur-dulur kita yang telat mempelajari Islam (seperti Pak Felix, Pak Syafi'i, Bu Irene, Caesar, dll.), mengalami peningkatan besar tentang tentang agama ini?
Mereka punya pengetahuan yang amat banyak dibanding sebagian (oknum) dulur yang bertahun-tahun berislam dan mempelajari ilmunya di pesantren-pesantren?

Jawabannya,
SEMANGAT

Beliau-beliau itu punya semangat yang luar biasa dalam belajar
Semangat tinggi mengejar sekian belas (atau puluh) tahun ketertinggalan belajar agama
Semangat tinggi itu pula yang menjadikan otak menyesuaikan diri
Otak menjadi lebih mudah menyerap informasi yang dibaca

Semangat ini pula yang menjadikan kepercayaan diri meningkat berlipat-lipat
Walau ilmu baru nyampe satu ayat, karena semangat, ya pede luar biasa untuk mengisi ceramah atau seminar

Di sisi lain, ilmu itu laksana pedang
Makin banyak dipakai dan diajarkan (baca: diasah) ia semakin tajam
Èfèknya, pengetahuan beliau-beliau pun meningkat bak kilat
Meng-aras dulur-dulur yang sudah bertahun-tahun belajar agama

Nah,
Semangat ini erat kaitannya dengan perasaan
Begitu perasaan anda libatkan dalam proses belajar, maka efeknya luar biasa
Anda merasa begitu enteng mempelajari sesuatu
Begitu mudah menyerap pengetahuan-pengetahuan

Berbeda ketika belajar tanpa perasaan
Belajar hanya karena tekanan agar dapat nilai bagus
Belajar dalam tekanan supaya cepat lulus
Belajar dalam tekanan supaya tidak kena marah orangtua
Pasti suuulit sekali masuknya

Coba deh lihat orang yang sedang dilanda perasaan (asmara)
Karena perasaan cinta, ia jadi punya semangat berlipat
Karena cinta pula, ia bisa melakukan hal-hal mustahil dalam keadaan normal
Cinta pulalah yang menyebabkan pembenci pelajaran sastra bisa menulis puluhan atau ratusan baris puisi yang nyastra

Perasaan cinta pula yang mengubah Dom Toretto sanggup melakukan sekian banyak aksi mustahil, seperti dalam film Fast Furious 8.

Karena itu, tumbuhkan cinta
Semaikan debar dalam dada saat belajar, saat membaca karya
Semaikan debar kerinduan saat membaca ayat-ayat-Nya
Niscaya anda akan terperanjat melihat diri yang berbeda

Bukankah Einstein yang disebut orang paling cerdas itu, hanya baru menggunakan sekira 15% kemampuan otaknya?
Nah, cara paling mudah meningkatkan potensi otak ialah lewat perasaan

Wallahu a'lam

Babat, 4 Mei 2017
@mskholid
@ruanginstalasi


Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)