Sunday, March 30, 2008

Peluang: Editor (freelance) dan Design Graphic (freelance)

Penerbit EnerJik Kharisma membutuhkan :

1. Editor (freelance). berlokasi di Surabaya, teliti, kreatif,
mengerti tentang tulis menulis, mengerti tata bahasa, menguasai
pagemaker atau indesign.
2. Design Graphic (freelance). berlokasi di Surabaya. Kreatif,
inovatif, biasa mendesign cover buku, mengikuti trend, sabar, bisa
menyampaikan ide ke dalam design. menguasai aplikasi design.

bila berminat kirimkan CV dan contoh hasil karya ke email
poedji798@yahoo. com

Friday, March 28, 2008

Reporter Lepas di Zahra Group

Kelompok Penerbit Zahra (Zahra, Dastan Books, Daras Books) membuka
lowongan untuk menjadi reporter lepas. Jika Anda berminat, silakan
kirimkan CV dan surat lamaran ke:

Mbak Rika (Senior Editor) di rika@dastanbooks. com
atau via pos ke:

Rika Sylfentri
Penerbit Zahra
Jl. Batu Ampar III No. 14 Condet
Jakarta Timur 13520
Tel.: 021 - 809 2269
Faks.: 021 - 808 71671

MARS MAK TABAH

Ya Allah tunjukkanlah kami
Dan bimbinglah kami selalu
Semoga kasih sayang-Mu
Tercurahkan pada diriku


Masih ingatkah sahabat-sahabati (istilah kami di organisasi—Pen.) dengan kalimat di atas. Teman-teman yang pernah aktif atau masuk MAK TABAH pasti kenal dan hafal dengan lirik tersebut. Itu adalah bagian dari Mars MAK Tabah Kranji.

Pagi itu, saya berangkat kerja. Turun dari angkot saya harus berjalan kaki beberapa puluh meter untuk sampai di kantor tempat saya bekerja. Beban pikiran dan masalah yang menyelimuti benak, membuat pikiran saya melayang saat berjalan kaki. Saat itulah tiba-tiba saja muncul kenangan waktu sekolah. Bersama teman-teman, kawan-kawan, sahabat, dan saudara seperjuangan di MAK. Indah nian waktu itu. Bibir saya menyunggingkan senyum. Ingin mengulang lagi masa-masa itu.

Lalu, ingatan berputar lagi dengan ‘kewajiban’ mingguan mengikuti jamiyyah. Di dalam jamiyyah itu, kami mesti melantunkan lagu Mars MAK. Saat bersama-sama melantunkan—tepatnya mungkin meneriakkan—Mars tersebut, kami begitu bersemangat. Saya bahkan kerap terbawa suasana, terutama dengan bagian yang saya sebut di atas. Mata berkaca-kaca. Badan merinding. Mungkin, waktu itu Tuhan sedang mengirimkan kasih sayang-Nya kepada saya. Saya; betapa tersanjungnya mendapat kasih sayang itu—diri ini merasa belum pantas.

Dia Tidak Gila (2)

Rabu malam minggu lalu (19/3/08), saya pulang ke desa. Waktu itu dia tidak ada di kosan. Entah kemana perginya. Sebelum pulang, kunci kosan saya titipkan ke salah seorang teman, setelah sebelumnya berpesan kalau dia datang berikan saja. Sengaja saya berikan keleluasaan baginya untuk tinggal dan memanfaatkan fasilitas di dalam kosan saya. Ini saya maksudkan agar dia tidak menimbulkan ketidaknyamanan bagi teman-teman di kosan lain. Kebetulan saya tinggal sendirian di kosan.

Lewat sms dan telepon kawan-kawan di Jakarta, saya mendengar beberapa kejadian yang sebelumnya tidak pernah saya sangka separah itu. Gelagat baik yang ditunjukkannya saat bersamaku dan tinggal di kosanku, menjadi dasar penilaian bahwa dia ‘normal’.

Pertama, dia kembali ‘kambuh’ dengan mencuri HP di MTs Al Nahdlah (Sekolahan yang dikelola oleh Cak Ud). Setelah itu, terdengar kabar dia membawa motor salah seorang senior. Dan, yang parah; dia nabrak orang. Korbannya, tangannya patah. Cak Ud sebagai senior harus ‘bertanggung jawab’ menanggung biaya hingga kesembuhan korban. Anehnya, dia sendiri tidak mengalami cedera berarti selain lecet-lecet. Selain itu, dia juga mengambil HP seorang teman yang tinggal di Paramuda (rumahnya Cak Ud).

Dail, teman seangkatan waktu sekolah, merasa ikut terbebani dengan hal tersebut. Dail ikut ‘menemani’ dia di rumah sakit dan harus menerima cercaan dan berondongan pertanyaan dari keluarga korban.

Rencana Dail, dia akan mengantar yang bersangkutan pulang hari Senin kemarin. Sayangnya, hari Ahad orangnya sudah menghilang dari Jakarta. Menurut kabar yang terdengar, dia sudah berada di Jogjakarta. Entah apa saja yang dia lakukan di sana, kita tunggu saja kabar dari Jogja. 

Kembali dari desa dan sampai di kosan, saya terkejut mendapati kamar saya rapi. Semua baju kotor saya yang menumpuk seminggu telah bersih tercuci. Dan—setelah saya perhatikan—telah rapi seperti habis diseterika.

Thursday, March 27, 2008

saya jamin

saya menjamin, info lowongan yang sama muat adalah info-info terbaru yang bermunculan hampir tiap hari di milis-milis.

Perusahaan Inggris Kembangkan Kamera Tembus Baju

LONDON, MINGGU - Satu perusahaan di Inggris telah mengembangkan kamera yang bisa tembus baju. Dengan kamera tersebut, kamera dapat dimanfaatkan untuk mendeteksi senjata, narkoba, obat-obatan, atau bahan peledak yang disembunyikan di balik pakaian dari jarak hingga 25 meter.

Kamera T5000 yang dibuat ThruVision menggunakan teknologi pencitraan pasif. Teknologi ini mengidentifikasi objek lewat sinar elektromagnetik alami--dikenal dengan nama Terahertz atau T-rays--yang dipancarkan benda tersebut. Kamera berkekuatan tinggi itu tetap efektif pada orang yang bergerak. Namun, kamera tersebut tidak akan menyingkap detail fisik tubuh dan proses pemindaiannya tidak berbahaya.

Teknologi yang bisa diterapkan untuk keperluan militer maupun sipil itu bisa digunakan di bandara yang ramai, mal belanja atau untuk kegiatan olahraga. Kamera tersebut akan diperkenalkan pada pameran kemajuan ilmu pengetahuan yang diselenggarakan Kementerian Dalam Negeri Inggris pada 12-13 Maret.

"Aksi terorisme telah menggoncang dunia pada tahun-tahun ini dan langkah pencegahan keamanan sudah diperketat secara global," kata Clive Beattie, direktur eksekutif ThruVision. "Kemampuan untuk melihat benda metalik maupun non-metalik pada orang-orang sampai jarak 25 meter tentu merupakan kemampuan kunci yang akan meningkatkan setiap sistem keamanan komprehensif."

ThruVision menghasilkan teknologi untuk T5000 dengan kerjasama dari Badan Angkasa Eropa dan dari penelitian para astronom yang mengamati bintang-bintang sekarat. Teknologi itu berfungsi dengan asumsi bahwa setiap orang dan benda memancarkan radiasi elektromagnetik berkadar rendah.

Sinar Terahertz berada di antara infra merah dan gelombang-mikro pada spektrum elektromagnetik. Setiap bahan memiliki gelombang yang berbeda sehingga bahan peledak bisa dibedakan dengan setumpuk tanah liat, begitu pula kokain bisa dibedakan dari tepung terigu.(ANT/WAH)

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)