Wednesday, March 19, 2008

Lowongan di Penerbit Zahra Group

Penerbit Zahra Group (Zahra, Dastan Books & Daras Books) membutuhkan:


1. Marketing Communication Officer
Kualifikasi:
- Pria
- Usia max 30 tahun
- Pendidikan minimal S1
- Menguasai MS Office
- Bisa berbahasa Inggris (minimal pasif)
- Supel dan komunikatif
- Berwawasan luas
- Pengalaman kerja minimal 1 tahun (tidak harus di bidang yang
sama)

2 . Staf Administrasi Umum
Kualifikasi:
- Wanita
- Usia max 25 tahun
- Pendidikan minimal D3
- Menguasai MS Office
- Bisa berbahasa Inggris (minimal pasif)
- Supel dan komunikatif
- Diutamakan yang berpengalaman.

3 . Staf Administrasi Promosi
Kualifikasi:
- Wanita
- Usia max 25 tahun
- Pendidikan minimal D3
- Menguasai MS Office
- Bisa berbahasa Inggris (minimal pasif)
- Supel dan komunikatif
- Diutamakan yang berpengalaman.

Kirim surat lamaran, CV, dan foto terbaru Anda (foto disatukan
dengan file MS Word CV) ke lowongan@zahra. co.id paling lambat 2
April 2008.

Best,
Yudi

Zahra Publishing House
Jl. Batu Ampar III No. 14 Condet
Jakarta Timur 13520 Indonesia
Phone: +62 21 8092269
Fax: +62 21 80871671
Email: yudi@dastanbooks. com
Websites:
www.zahra.co. id
www.dastanbooks. com

Besarnya Penghasilan Penjual Ketoprak (1)

Semasa masih tinggal di daerah Ampera Raya, ada penjual ketoprak (nama makanan—bukan nama sejenis seni budaya) yang mangkal di depan IIP (Institut Ilmu Pemerintahan). Ketoprak bikinannya enak. Karena itu, ia laris. Saya kerapkali menjadikan ketoprak itu sebagai menu makan malam.

Saya senang sekali memperhatikan aktifitas para pedagang kaki lima dan strategi marketing mereka. Suatu malam, iseng-iseng saya bertanya mengenai pendapatan si tukang ketoprak. Saya memulai pertanyaan dengan banyaknya lontong yang dibawanya tiap malam.

Si penjual mengaku bahwa ia membawa 200 lontong setiap malam. Dan itu selalu habis tiap malam. Setiap lontong bisa menjadi satu porsi. Tiap porsinya dia jual dengan harga 4 ribu rupiah. Itu berarti hasil penjualannya setiap malam adalah sebesar 4000 x 200 = 800.000. Delapan ratus ribu rupiah.

Si penjual biasa buka dagangannya selepas shalat maghrib. Jualannya biasanya habis antara jam 11—12 malam. Berarti dalam jangka waktu sekitar 5—6 jam, dia bisa mendapatkan penghasilan 800.000. Jika dipotong biaya modal dan lain-lain, mungkin ia mendapatkan penghasilan bersih 500 ribu/malam.

Jika dia jualan tiap malam, coba Anda kalikan 30 hari (sebulan). Hasil yang diperoleh adalah sebesar 15 juta!!! Lima belas juta rupiah. Sebulan!!

Anda tahu, gaji sebesar itu mengalahkan pendapatan manager di kantor tempatku bekerja. Selisihnya bisa 5 kali lipat!!!

Layanan Tambahan dari Anak-anak Tukang Ojek Payung

Ternyata tidak cuma para pebisnis besar saja yang selalu berinovasi dalam layanan ‘jualnya’. Anak-anak tukang ojek payung yang biasa muncul pada waktu hujan pun mempunyai inovasi dalam pelayanannya. Biasanya tukang ojek payung itu hanya sekadar menyewakan payungnya dan penyewa yang memegang sendiri hingga sampai ke tempat tujuan. Sedangkan si tukang ojek payung sambil berhujan-hujan mengikuti di belakang.

Saya menyaksikan hal berbeda. Anak tukang ojek payung itu memayungi sang penyewa dan berjalan di belakangnya. Si penyewa terlindung dari hujan karena payung, sedang si tukang ojek payung terkena air hujan. Kenyataan tersebut saya saksikan ketika saya sedang dalam perjalanan di daerah Rasuna Said.

Prinsip “konsumen adalah raja” ternyata benar-benar dibuktikan oleh anak-anak kecil itu. Padahal mungkin mereka tidak pernah mendengar prinsip tersebut. Akan tetapi, dari pengalaman ‘berbisnis’nya, mereka menemukan ide-ide dan kreatifitas baru.

Ciputat, 17 Maret 2008

Tuesday, March 18, 2008

Dia Tidak Gila

Dia tidak gila. Dia hanya membutuhkan lingkungan yang lebih baik. Lingkungan yang memanusiakan dirinya dan menganggapnya ada.
Selama ini, lingkungannya, di desa, di tempat ‘rehabilitasinya’, atau bahkan di pondok tempat dia dulu menuntut ilmu dan membesarkan dirinya ikut memperlakukan dia seperti orang gila.
Setelah mengembara ke beberapa kota—ngakunya dengan berjalan kaki, dia sampai di Jakarta. Mungkin kenangan manis di Jakarta sebelum berangkat ke Mesir, membuatnya rindu kembali ke sini. Dengan anak-anak base camp yang baik dan bersikap manis. Pertama kali datang, dia sempat membuat beberapa orang (warga wasiat khususnya) tidak nyaman dengan keberadaannya.
Suatu malam, dia memergoki aku. Dari belakang dia menepuk pundakku. Aku kaget! Ketemu dia di jalan. Selama beberapa hari aku mencari-carinya. Tidak pernah ketemu karena keberadaannya tidak jelas. Pindah dari Kak Millah ke Paramuda (Cak Ud), main ke Pondok Petir. Bahkan katanya sempat ikut ngajar di sana. Namun, itu malah membuat situasi di sana tidak nyaman.
Setelah makan malam, aku ajak dia ke kosanku. Kusuruh dia tinggal bersamaku (sebelumnya aku tinggal di kos sendiri). Di kosan yang berukuran 2.5 x 3 m ini saya sabar mendengarkan ‘petuah-petuahnya’.  saya beri dia ‘pekerjaan’ yang menurut saya itu sangat dibutuhkan. Kenyataan itu akan mengalirkan perasaan bahwa dia ada dan dianggap ada oleh orang lain.
Kebetulan (sesungguhnya bukan kebetulan—meminjam istilahnya Pak Bambang Trim dalam buku Magnet Muhammad) saya sedang dapat proyek terjemah. Aku minta dia bantu menerjemah. Lumayan, walaupun hasilnya masih memerlukan beberapa perbaikan. Dia sangat senang. Begitu percaya diri atas ‘pekerjaan’ barunya. Ternyata masih ada orang yang memercayai dirinya. “Ini dia jati diriku mulai tampak!” teriaknya semangat.
Pekerjaan dan kesibukan tersebut membuatnya tidak ‘terkurung’ di kamar. Dia keluar ketika tiba waktu berjamaah. Ini bagus. Sebelumnya dia banyak keluyuran ke tempat-tempat yang ga terdeteksi. Tentu saja itu mengkhawatirkan karena jiwanya masih labil.
Teman-teman di base camp, keluarga Kak Millah (ada beberapa di antara mereka yang ketakutan dengannya—entah atas dasar apa), keluarga di Cak Ud, atau yang lainnya mungkin akan merasa lebih nyaman dengan situasi seperti ini. Tidak ada lagi celotehan mengganggu darinya.
Percayalah! Dia masih normal. Sehat. Ingatannya pun masih kuat. Bahkan masih secerdas dulu.

Ditulis di el-Ghayo Building, Ciputat

Friday, March 14, 2008

Lowongan di Perusahaan Plastik

Sebuah perusahaan Plastic yang berkembang pesat di Jawa Barat yang sedang expand factory membutuhkan staff Marketing, Internal Sales, HRD dan Receptionist. Adapun persyaratan yang dibutuhkan.

Marketing
1. Wanita/Pria, S1/D3
2. Berpenampilan menarik.
3. Berpengalaman di bidangnya dan pernah bekerja di perusahaan plastic lebih diutamakan.
4. Berwawasan luas dan mampu untuk bernegosiasi.
5. Punya relasi yang luas.
6. Memiliki SIM A dan mengerti wilayah DKI dan pangsa pasar.
7. Integritas tinggi dan loyal kepada perusahaan.
8. Bisa komputer minimal MS-Office.
9. Berdomisili di Jabotabek.

Internal Sales / Administrasi
1. Wanita, S1/D3/D1
2. Berpenampilan rapi.
3. Berwawasan luas dan mampu untuk bernegosiasi.
4. Bisa komputer minimal MS-Office.
5. Teliti dan cekatan.
6. Integritas dan loyal terhadap perusahaan.
7. Berdomisili di Jabotabek.

HRD
1. Pria, S1/D3 Hukum/Psikologi
2. Berpenampilan rapi dan berwibawa.
3. Berpengalaman di bidangnya minimal 2 tahun.
4. Berdomisili di Jabotabek
5. Mengerti UU ketenagakerjaan dan PPH 21.
6. Bisa komputer minimal MS-Office.

Receptionist
1. Wanita, S1/D3/D1
2. Berpenampilan menarik dan rapi.
3. Bisa berkomunikasi via telepon dengan baik.
4. Bisa mengoperasikan komputer.
5. Bisa berbahasa Inggris.
6. Berdomisili di Jabotabek.

Kirim lamaran lengkap beserta scan foto terbaru ke : hrdtjp [at] gmail.com
Lamaran yang tidak lengkap dan tidak disertai foto tidak akan diproses.

http://www.iklanpro duk.com

Penghasilan dari Usaha Sendiri

Suatu ketika Rafi’ bin Khadij bertanya pada Rasulullah, “Wahai Rasulullah, penghasilan seperti apa yang paling baik?” jawab beliau, “Penghasilan seseorang dengan tangannya sendiri dan tiap jual beli yang bersih.”

Malik bin Dinar menceritakan apa yang dibacanya dalam kitab Taurat, “Sungguh, orang yang bekerja dengan tangannya sendiri lalu makan (dari hasil kerjanya), niscaya akan bahagia hidup dan matinya.”

Simak pula sabda Rasulullah SAW, “Tidak ada makanan yang paling Allah azza wajalla sukai daripada (hasil) dari pekerjaan tangannya sendiri.”

Dalam memaknai firman Allah SWT (Al-Mu’minun: 51) “Hai rasul-rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik, dan kerjakanlah amal saleh”, seorang sahabat Nabi, Sulaiman, berkata, “Maksud dari ‘amal saleh’ itu adalah bekerja dengan tangan sendiri.

Lebih jelas lagi disebutkan dalam sebuah hadit; “Seseorang yang datang menenteng tali, lalu berangkat ke gunung. Ia kemudian kembali dengan membawa setumpuk kayu, menjualnya, dan memenuhi kebutuhannya dari hasilnya (penjualan kayu tersebut), itu lebih baik daripada ia meminta-minta pada orang lain; terkadang diberi dan terkadang ditolak.”

Dengar pula kisah Abu Darda’ dalam memenuhi kebutuhan hariannya. Ummu Darda’ menceritakan, “Abu Darda’ menyalakan sendiri api tungkunya (untuk memasak) hingga air matanya meleleh keluar.” [14 Maret 2008]

Frederic Kanoute Selamatkan Masjid di Spanyol

Berkat Frederic Kanoute, sebuah masjid di Spanyol selamat dari ancaman ditutup. Frederic Kanoute adalah pemain sepakbola asal Mali yang bermain untuk tim Liga Spanyol, Sevilla.

Surat kabar Spanyol ABC melaporkan, Kanoute memberikan dana sebesar 510. 860 euro atau sekitar 749. 340 dollar AS sehingga saudara-saudaranya sesama Muslim di Seville masih bisa memiliki sebuah masjid.

Kanoute dikenal sebagai pemain sepak bola yang berjiwa sosial tinggi. Sejak ia pindah dari tim Lyon, Prancis pada tahun 2005, ia mendiri sebuah yayasan di Mali untuk membantu anak-anak, terutama yang yatim piatu. (ln/al-araby)

Thursday, March 13, 2008

Dicari Penulis Bidang Komputer dan Arsitek

Manfaatkan kesempatan mempunyai karya tulis dan buku yang diterbitkan sebagai
penambah daftar fortofolio Anda?


Trezmedia membutuhkan banyak penulis lepas khususnya dalam bidang IT dan arsitek.


Kirim CV Anda ke
trez.media@yahoo. com (Japri).

Mudah-mudahan bisa berguna dan membantu Anda.

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)