Wednesday, March 26, 2008

LOWONGAN - Jurnalis Majalah Adil

VACANCY

ADIL Magazine is looking for a talented, motivated, and dedicated Journalist to be part of its growing reputable team.
Candidates who fulfill to apply :
1. Fresh university graduates from any fields of study.
2. Female is preferred though not exclusive.
3. Have good writing & research skills.
4. Have a good command of language.

Send your application & resume to red_adil@yahoo. com

Dicari 3 REPORTER INVESTIGASI untuk wilayah kerja JAKARTA

Bagi anda yang suka menerima tantangan, perusahaan media yang sedang
berkembang, membutuhkan 3 orang reporter untuk melakukan liputan
investigasi dengan wilayah kerja di Jakarta.

Dengan persyaratan;

1. Sarjana
2. Menguasai bahasa Inggris lisan maupun tulisan dengan baik.
3. Pengalaman sebagai reporter 2 tahun
4. Bisa bekerja secara Tim
5. Pernah melakukan satu liputan investigasi.
6. Pernah mengikuti satu pelatihan jurnalisme investigasi.
7. Bersedia mengikuti pendidikan
8. Pekerja keras
9. Mengirim CV dan Foto

Bagi yang berminat silahkan kirim lamaran ke alamat emal:
redaksi@news- investigator. com, paling lambat dua minggu setelah pengumuman
ini.

Terima kasih

Redaksi
News Investigator

ttd

GE SOEWARNO

Besarnya Penghasilan Pedagang Mie Ayam

Suatu ketika, tiba-tiba muncul rasa ingin tahu seberapa besar penghasilan tukang mie ayam yang biasa mangkal di taman dekat kantorku bekerja. Tukang mie ayam itu adalah langgananku.

Bertanya terang-terangan tentu saja tidak mungkin. Saya mencoba ‘menyelidiki’ dengan bertanya jumlah porsi mie ayam yang dijualnya setiap hari. Pak Tukang Mie Ayam mengaku bahwa setiap hari dia membawa 5 bungkus mie rebus. Setiap bungkusnya berisi 12 porsi mie ayam. Itu berarti dia membawa 60 porsi mie ayam setiap harinya. Dia mengaku mie-mie itu selalu habis.

Dalam benak, saya langsung berhitung. Setiap porsi mie ayam, dia menjual 5000 rupiah. Jika dijumlahkan, 60 x 5000 = 300.000. Wow!! Teriak saya dalam hati. Berarti penghasilannya 300 ribu/hari. Saya perkirakan, modal untuk membeli mie, ayam, bumbu-bumbu, minyak tanah, dan sebagainya tidak sampai 150 ribu. Berarti dia berpenghasilan minimal 150 ribu/hari!!

Kemudian, dia memberitahukan bahwa dia mulai buka jualannya pada pagi hari sekitar jam 10-an. Ia baru tutup ketika jualannya sudah habis. Dan itu biasanya terjadi sekitar jam 5-an (sebelum mabgrib).

Saya lalu membandingkan dengan keadaan saya. Saya berangkat kerja dari rumah sekitar jam 7 pagi. Baru pulang sesudah shalat maghrib di kantor. Terkadang saja pulang setengah 6. Lalu saya membandingkan penghasilan kami. Jauh berbeda!! Percaya tidak? Dia bisa mendapatkan penghasilan tiga kali lipat lebih besar daripada yang saya peroleh.

Sayangnya, yang banyak terjadi di antara kita adalah tidak mau melakuka bisnis semacam itu, karena anggapan kurang bergengsi. Padahal, jalan paling cepat mendapatkan kelimpahan harta adalah dengan berbisnis. Tidak dengan menjadi karyawan yang menunggu gajian di awal bulan.

Pondok Pinang, 14 Maret 2008

Sunday, March 23, 2008

DINAR PUBLISHING MENCARI NASKAH MENARIK

DINAR PUBLISHING –sebuah grup perusahaan penerbitan
yang sedang berkembang dan bertumbuh memiliki target
menerbitkan beberapa judul buku dengan genre fiksi,
nonfiksi, maupun faksi.

Tema buku:

spiritual Islam berupa kisah, tuntunan, maupun
pengetahuan praktis;

bacaan umum dengan konsep imajinatif, kreatif, dan
edukatif; hobi maupun keterampilan hidup untuk anak
kecil.
Format buku bisa dalam bentuk picture book, novel,
referensi, dan sebagainya.
Anda bisa berdiskusi dengan editor Dinar Publising
tentang gagasan maupun pengembangan naskah:
Naskah bisa dikirim dalam bentuk softcopy maupun
hardcopy ke alamat Dinar Publising di…

Jalan BKR No. 80 Bandung
Hub: (Ibu Elly, Ahmad,Diky) Telp: 022-5200806,
e-mail: dinarbooks@yahoo. com

Ada dua sistem kompensasi yang mereka tawarkan.
Advance Fee dengan sistem putus + Flat Fee (yang
ditentukan berdasarkan isi dan ketebalan naskah)
Advance Fee dengan sistem putus + Royalti

Kenangan Islamic Book Fair

“Boleh Mas, Majalah Gontor-nya. Sepuluh ribu tiga. Boleh Mas, masuk. Lihat-lihat dulu, baca-baca dulu…”

Inilah kalimat yang SELALU dan takpernah henti dikatakan sang pramuniaga stan Majalah Gontor pada waktu Islamic Book Fair 1—9 Maret 2008 yang lalu. Dari pagi hingga malam—ketika pameran ditutup—selalu terlontar. Kami (saya dan beberapa teman Cicero Publishing) tiada henti memperhatikannya. Kebetulan stan kami berhadapan.

Dan, yang mengherankan: dia mengatakan itu kepada setiap pengunjung yang melintas di depan stan Majalah Gontor dengan semangat yang tidak berbeda antara pada pagi, siang, hingga malam hari. Sama keras dan bersemangatnya. Dia tetap mengumbar senyum dengan nada suara lembut.

Saya sempat komentar padanya:
“Kalau di IBF ini ada penganugrahan pramuniaga terbaik, pasti Mas yang jadi juaranya.” Bahkan sebelum berpisah (karena pameran IBF telah selesai), Mbak Eka, penanggung jawab stan Cicero sempat komentar: “Pameran yang akan datang, akan kita sewa dia…”

Dtulis di Lab. MA Kranji, 23 Maret 2008

Lomba Penulisan Essay

SLEMAN ADAKAN LOMBA PENULISAN ESSAY

Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman untuk pertama kalinya menyelenggarakan lomba penulisan essay budaya dan pariwisata. Lomba yang dilaksanakan bulan Maret sampai dengan Mei 2008 ini mengambil tema “Meneropong Budaya dan Pariwisata Sleman Kini dan Esok”. Tema ini diambil dengan tujuan bisa mengenalkan potensi dan mencari masukan positif untuk mengembangkan kebudayaan dan pariwisata di Sleman. Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman Drs. Dwi Supriyatno, MS mengatakan kegiatan ini diharapkan bisa mewadahi aspirasi dan hasil pemikiran masyarakat tentang kepariwisataan Sleman sehingga tercipta komunikasi positif antara pemerintah dan masyarakat. Selain itu lomba ini juga dilaksanakan dalam rangka menciptakan keanekaragaman event pariwisata di Kabupaten Sleman.

Lomba yang terbuka untuk umum ini memperebutkan total hadiah sebesar Rp. 5.000.000,-. Ditambahkan Dwi Supriyatno masyarakat bisa mengirimkan tulisan dengan tema tersebut dalam bentuk feature atau opini.

Adapun ketentuan bagi perserta yang akan mengikuti lomba tersebut menurut Dwi Supriyatno meliputi:

- Naskah ditulis dalam bahasa Indonesia yang baik dengan ejaan yang disempurnakan.

- Naskah belum pernah dipublikasikan dan atau sedang diikutkan dalam lomba lainnya.

- Panjang naskah minimal 8 halaman kuarto, dengan jarak 2 spasi, fontasi Times New Roman, ukuran 12.

- Naskah dikirim rangkap 4 disertai identitas penulis dan nomor telepon yang mudah dihubungi.

- Peserta dapat mengirimkan sebanyak-banyaknya 2 naskah.

- Semua naskah menjadi hak panitia.

- Keputusan yuri tidak dapat diganggu gugat.

Lebih lanjut dijelaskan Dwi Supriyatno bagi peserta yang akan mengirimkan tulisannya harap dialamatkan ke Kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sleman, Jl. KRT Pringgodiningrat no.13 Beran Tridadi Sleman atau Kantor SKH Kedaulatan Rakyat Jl. P. Mangkubumi 40 – 42, Jogja. Naskah yang akan diikutsertakan dalam lomba paling lambat diterima panitia tanggal 30 Mei 2008.


untuk lebih jelasnya silahkan lihat
www.tourismsleman. com

Wednesday, March 19, 2008

Kekasih Takdianggap

Aku mentari tapi takmenghangatkanmu
Aku pelangi, takmemberi warna di hidupmu
Aku sang bulan, takmenerangi malammu
Akulah bintang, yang hilang ditelan kegelapan

Selalu….
Itu yang kau ucapkan padaku…
………


Coba Anda simak baik-baik bait sebuah lagu di atas.
Apa yang janggal?
Ya, tepat!
Bagaimana mentari kok takmenghangatkan?
Bagaimana bisa pelangi takmemberi warna?
Bagaimana bulan takmenerangi?

Apa yang terjadi?
Bisa jadi, itu adalah mentari yang tertutp gerhana
Bisa jadi, ia hanyalah gambar pelangi
Bisa jadi, ia adalah bulan-bulanan
Bisa jadi pula, ia adalah mainan bintang

Atau…
Jangan-jangan yang bersangkutan (penyanyi) Cuma mengaku-ngaku bahwa dirinya adalah sang mentari, palangi, bulan, atau bintang.
Jadi, sebenarnya takada seorang pun yang menyatakan dirinya seperti itu semua.
Karena itulah,
Tidaklah pantas dia bersedih atas perlakuan kekasihnya sebagai seorang kekasih yang takdianggap.
Terima saja, karena itulah kenyataan dirinya. Dia pun harus segera bangkit dari keterpurukan dan tidak terlena dengan pujian atau sanjungan—yang sumbernya dan dasarnya tidak jelas.
Jika tidak, ia akan terus lemah dan takberdaya karena merasa dirinya sudah baik da terlalu baik—sehingga taklagi perlu memperbaiki diri—padahal orang yang baik sesungguhnya adalah yang setiap hari semakin bertambah baik.

Ciputat, 16 Maret 2008

Getaran Saat Me-lay Out Buku Magnet Muhammad saw

Rindu kami padamu ya Rasul…
Rindu tiada terperi
Cinta ikhlasmu pada manusia
Bagai cahaya suarga
Dapatkah kami membalas cintamu secara bersahaja

Ada getaran-getaran hebat menyebar. Merasuk ke dalam dada bersamaan dengan lagu dari Bimbo yang mengalun. Dada ini sesak menahan rindu. Beberapa kali mata harus terkejap-kejap. Menahan air mata yang mendorong untuk tumpah.

Entah sudah berapa lama saya tidak mendengarkan lagu tersebut. Lagu yang membuka hati dan mengingatkan pada Sang Nabi. Hingga suatu ketika saya diminta untuk me-lay out naskah buku Magnet Muhammad saw. Sambil bekerja, saya mengikuti kata-kata yang tertulis di dalamnya. Terbayang kembali sosok Muhammad saw.

Dan, getaran-getaran hebat itu kembali menyeruak dalam dada. Berdebar-debar. Sakit menahan rindu. Oh, Rasulullah, kami rindu padamu. Sungguh mecintaimu. Kami ingin bertemu denganmu. Jatuh terduduk dalam pelukanmu.

Duhai Rasulullah,
Rindu kami tiada terperi
Kapan kita akan bertemu?

Identitas buku:

Judul : Magnet Muhammad saw: The True Law of Attraction
Penulis : Bambang Trim
Penerbit: Cicero Publishing
Jumlah hlm. : xii + 108
Ukuran : 13 x 18 cm
Cetakan : Pertama, Februari 2008
Harga : Rp. 27.000

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)