Friday, October 16, 2026

Khutbah Jumat: Menyiapkan Warisan Kebaikan yang Pahalanya Terus Mengalir

Khutbah Jumat: Menyiapkan Warisan Kebaikan yang Pahalanya Terus Mengalir

Khutbah I

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَنْزَلَ عَلىَ عَبْدِهِ الْكِتَابَ تَبْصِرَةً لِأُوْلِي الْأَلْبَابِ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ رَبُّ الْأَرْبَابِ، الَّذِي خَضَعَتْ لِعَظَمَتِهِ الرِّقَابُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلى خَيْرِ أُمَّةٍ بِأَفْضَلِ كِتَابٍ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ الْأَنْجَابِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا الْأَحْبَابُ، أُوْصِيكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ فقد فاز المتقون، فقال تعالى فِي كِتَابِهِ الكريم: إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Ma’asyiral Muslimin, jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah SWT ingkang tasik memberikan kita nikmat sehat, nikmat iman, lan kesempatan untuk melangkahkan kaki ke masjid ini guna menunaikan salah satu kewajiban kita sebagai muslim; yaitu shalat Jumat. Shalawat serta salam semoga senantiasa tercurah kepada junjungan kita, Nabi Agung Muhammad SAW, beserta keluarga, para sahabat, dan seluruh umatnya yang setia meneladani sunnahnya hingga akhir zaman.

Mengawali khutbah ini, khatib berwasiat kepada diri pribadi lan mugi-mugi sumerambah dateng sedoyo jamaah: monggo kita senantiasa berusaha meningkatkan takwaan kepada Allah SWT, dengan cara ngelampahi sekuat tenaga perintah-perintah ipun Allah lan nilar (utawi nebihi) sedoyo larangan-larangan-Nya. Amergi, Takwa itulah yang akan menjadi parameter kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT. إن أكرمكم عند الله أتقاكم

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah...

Kita sedoyo sadar bahwa hidup di dunia meniko ada batasnya. Cepat utawi lambat, setiap dari kita pasti bakal menemui kematian. Namun, ingkang perlu kita semua tahu; bahwa kematian jasad kita bukanlah akhir dari segalanya? Berakhirnya usia di dunia mboten berarti terputusnya pula seluruh catatan pahala kita.

Jasad kita boleh saja terkubur di dalam tanah, suara kita mungkin tidak lagi terdengar, bahkan nama kita perlahan dilupakan orang. Ananging, jejak-jejak kebaikan ingkang pernah kita lampahi, pernah kita tanam semasa hidup akan terus dicatat oleh Allah SWT—selama manfaatnya masih dipun raosaken oleh orang lain. Allah SWT berfirman wonten Al-Qur’an Surat Yasin ayat 12:

إِنَّا نَحْنُ نُحْيِي الْمَوْتَى وَنَكْتُبُ مَا قَدَّمُوا وَآثَارَهُمْ وَكُلَّ شَيْءٍ أحْصَيْنَاهُ فِي إِمَامٍ مُبِينٍ

Artinya: “Sesungguhnya Kamilah yang menghidupkan orang-orang yang mati, dan Kami (pulalah) yang mencatat apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka (tinggalkan). Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam kitab induk yang nyata (Lauh Mahfuz).”

Imam Ibnu Katsir dalam tafsirnya menjelaskan makna kata "Aatsarahum" (bekas-bekas atau jejak yang ditinggalkan). Beliau menerangkan bahwa jika seseorang memulai atau mencontohkan suatu kebaikan semasa hidupnya, lalu kebaikan itu ditiru dan dilanjutkan oleh orang lain setelah ia wafat, maka ia akan terus mendapatkan aliran pahalanya—tanpa mengurangi pahala orang yang mengerjakannya sedikit pun.

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah,

Pertanyaan penting berikutnya ialah: Investasi akhirat nopo ingkang saget kita siapkan mulai hari ini supaya pahalanya terus mengalir meski kita sudah tiada?

Rasulullah SAW sampun paring bocoran lan panduan ingkang sangat jelas lewat sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Ibnu Majah dari sahabat Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu. Rasulullah SAW bersabda:

إِنَّ مِمَّا يَلْحَقُ الْمُؤْمِنَ مِنْ عَمَلِهِ وَحَسَنَاتِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ وَوَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ أَوْ نَهْرًا أَجْرَاهُ أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ وَحَيَاتِهِ يَلْحَقُهُ مِنْ بَعْدِ مَوْتِهِ

Artinya: “Sungguh, di antara amal dan kebaikan seorang mukmin yang akan terus menyertainya setelah kematiannya adalah: ilmu yang ia ajarkan dan sebarkan, anak saleh yang ia tinggalkan, mushaf Al-Qur’an yang ia wariskan, masjid yang ia bangun, rumah singgah yang ia bangun untuk para musafir, air yang dia alirkan, dan sedekah yang ia keluarkan dari hartanya saat ia masih sehat dan hidup. Semua itu akan menyertainya setelah ia wafat.”

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah,

Monggo kitho renungkan pesan Nabi tersebut untuk konteks zaman sekarang:

  1. عِلْمًا عَلَّمَهُ وَنَشَرَهُ  Menyebarkan Ilmu yang Bermanfaat: Ini tidak hanya berlaku bagi ustadz atau guru. Di era digital saat meniko, ketika kita membagikan konten dakwah yang positif, mengajarkan keterampilan kerja kepada orang lain, utawa menulis hal-hal positif di media sosial yang menginspirasi orang lain berbuat baik, sedoyo meniko mboten sekadar kangge viral utawi monetisasi, tetapi saget dados tabungan pahala jariyah. Sak wangsulipun, hati-hati ampun ngantos kita mewariskan postingan-postingan yang buruk, fitnah, atau bahkan menginsipirasi orang lain berbuat jahat lan maksiat.
  2. وَلَدًا صَالِحًا تَرَكَهُ  Mendidik Anak yang Saleh dan Salehah: Harta ingkang kita tinggalkan, bisa habis dibagi sebagai warisan. Tetapi iman, akhlak lan perilaku baik yang kita tanamkan pada anak-anak kita akan menjelma menjadi kiriman pahala yang menerangi alam kubur kita.
  3. وَمُصْحَفًا وَرَّثَهُ  Mewakafkan Mushaf Al-Qur’an dan Buku Agama: Menyumbangkan Al-Qur’an ke masjid, pesantren, atau TPQ. Maka, setiap huruf yang dibaca oleh para santri dan jamaah akan mengalirkan pahala kangge kita.
  4. أَوْ مَسْجِدًا بَنَاهُ  Terlibat dalam Pembangunan Masjid dan Fasilitas Umum: Meski hanya menyumbang satu sak semen, beberapa lembar rupiah di kotak amal, atau tenaga untuk merawat rumah ibadah, shelter musafir, panti asuhan, maupun rumah sakit.
  5. أَوْ بَيْتًا لِابْنِ السَّبِيلِ بَنَاهُ  Mengalirkan Air dan Menjaga Lingkungan: Imam Jalaluddin as-Suyuthi dalam sebuah syairnya menambahkan bahwa termasuk amal jariyah inggih menggali sumur dan menanam pepohonan. Dalam konteks kehidupan sekarang, kitho saget aplikasikan dalam bentuk patungan membuat sumur bor kangge daerah yang kekeringan, menyediakan air minum gratis, utawi menanam pohon yang buahnya dimakan makhluk hidup serta rindangnya meneduhkan lingkungan.
  6. أَوْ صَدَقَةً أَخْرَجَهَا مِنْ مَالِهِ فِي صِحَّتِهِ  Bersedekah Selagi Sehat: Baginda Rasulullah saw mewasiatkan sedekah meniko jangan nunggu tua, jangan nungu sakit keras, utawi menjelang ajal baru bersedekah. Sedekah terbaik menturut Kanjeng Rasulullah saw ialah saat kita masih sehat, masih cinta pada harta, namun rela menyisihkannya demi kebaikan sesama.

Hadirin ingkang dipun dirahmati Allah,

Saking daftar kebaikan ingkang disebutkan baginda Rasulullah saw, dapat disimpulkan bahwa: setiap kebaikan yang manfaatnya berumur panjang, maka pahalanya pun berumur panjang. Senyum dan teladan baik yang kita ajarkan di tengah keluarga, pohon ingkang kita tanam, hingga fasilitas kecil yang kita perbaiki di lingkungan RT kita, sedoyo meniko saget dados saksi lan penolong kita kelak di pengadilan akhirat.

Keranten meniko, mumpung nyawa masih dikandung badan, mumpung Allah tasik memberi kita waktu lan rezeki, monggo diupayakan menanam benih kebaikan sekuat lan sesuai dengan kemampuan masing-masing. Jangan biarkan kita meninggalkan dunia ini tanpa meninggalkan jejak kebaikan lan manfaat bagi sesama.

Mugi-mugi Allah SWT senantiasa paring taufik dan kekuatan kangge kita untuk senantiasa berbuat baik, menjadikan kita hamba-hamba yang bermanfaat, dan mengumpulkan kita kelak di surga-Nya bersama orang-orang yang saleh. Amin ya Rabbal 'Alamin.

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ الْعَظِيْمَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِسَائِرِ الْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا أَمَرَ، وَأَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ إِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلَائِقِ وَالْبَشَرِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ مَا اتَّصَلَتْ عَيْنٌ بِنَظَرٍ وَأُذُنٌ بِخَبَرٍ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا أَيُّهَا النَّاسُ، اِتَّقُوا اللّٰهَ تَعَالَى، وَذَرُوا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، وَحَافِظُوْا عَلَى الطَّاعَةِ وَحُضُوْرِ الْجُمُعَةِ وَالْجَمَاعَةِ. وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ، وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالَى وَلَمْ يَزَلْ قَائِلًا عَلِيْمًا: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِي الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ، وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ، اَلْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، إِنَّكَ سَمِيْعٌ قَرِيْبٌ مُجِيْبُ الدَّعَوَاتِ. اَللّٰهُمَّ اجْعَلْ خَيْرَ أَعْمَارِنَا آخِرَهَا، وَخَيْرَ أَعْمَالِنَا خَوَاتِيْمَهَا، وَخَيْرَ أَيَّامِنَا يَوْمَ نَلْقَاكَ فِيْهِ. رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِيْنَ إِمَامًا. رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، إِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ.

 

No comments:
Write komentar

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)