LAMONGAN — Momentum bulan mulia Rabiul Awwal 1448 Hijriah yang identik dengan peringatan kelahiran Nabi Muhammad saw. terasa semakin istimewa dengan hadirnya literatur sejarah Islam terbaru. Ustadz Moh. Shorih Al-Kholid, MA., resmi merilis karya terbarunya yang berjudul "33 Kisah Populer Sirah Nabawiyah".
Buku ini hadir sebagai oase bagi umat Islam yang ingin mengenal lebih dekat sosok teladan utama, Rasulullah saw. Melalui 33 kisah yang dikurasi secara khusus, penulis menghadirkan narasi-narasi sejarah yang paling menginspirasi, sarat hikmah, dan disusun dengan gaya bahasa yang mudah dipahami oleh berbagai kalangan usia.
Karya ini tidak hanya menyajikan urutan kronologi sejarah semata, tetapi juga mengemas nilai-nilai tauhid, keteladanan akhlak, dan semangat perjuangan dalam bentuk penceritaan yang renyah. Kehadiran buku ini sangat sejalan dengan dedikasi panjang Ustadz Moh. Shorih Al-Kholid di dunia pendidikan, khususnya komitmen beliau dalam pembinaan karakter santri dan pelajar di lingkungan Pondok Pesantren Cahaya Quran serta SMP Cahaya Quran.
Setiap kisah di dalam buku "33 Kisah Populer Sirah Nabawiyah" dipetik dari referensi-referensi otoritatif (muktamad) sejarah Islam klasik. Pembaca diajak menyelami kepingan perjalanan hidup Nabi; mulai dari keajaiban masa kecil, ujian berat dalam berdakwah di Makkah, strategi dan ketangguhan di medan juang, hingga momen-momen penuh haru di Madinah.
“Bulan Rabiul Awwal adalah waktu yang paling tepat untuk merefleksikan kembali kecintaan kita kepada Baginda Nabi. Buku ini disusun dengan harapan agar kisah-kisah agung beliau tidak hanya dihafal sebagai sejarah masa lalu, melainkan benar-benar hidup dan menginspirasi langkah keseharian umat, terutama generasi muda kita saat ini,” ungkap penulis.
Pemilihan waktu penerbitan pada bulan Rabiul Awwal 1448 H ini diharapkan dapat menjadi penyemarak majelis-majelis ilmu dan peringatan Maulid Nabi di berbagai daerah. Buku ini diproyeksikan menjadi bahan bacaan pendamping yang sangat ideal bagi institusi pendidikan formal, pesantren, majelis taklim, maupun perpustakaan keluarga yang mendambakan bacaan bermutu seputar keteladanan manusia paling mulia.

No comments:
Write komentar