Showing posts with label Khutbah. Show all posts
Showing posts with label Khutbah. Show all posts

Friday, September 11, 2026

Khutbah Jumat: Teladan Sirah Nabawiyah yang Bisa Kita Aplikasikan dalam Kehidupan Sehari-hari

Khutbah I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،

 أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْبَرُّ الرَّحِيمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِالدِّيْنِ الْقَوِيمِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Pertama, mari kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan kesempatan, sehingga kita masih bisa melaksanakan salah satu kewajiban sebagai seorang muslim; yaitu melaksanakan sholat jumat. Mungkin ada banyak orang di luar sana yang punya keinginan tinggi bisa mengikuti jamaah ini, namun terkendala sakit atau uzur syar’i lainnya.

 

Melalui mimbar ingkang mulia meniko, khotib mboten bosen untuk terus berwasiat terhadap diri pribadi khatib lan mugi-mugi sumerambah dumateng manah dan pribadi jamaah sedoyo. Anggen kitho netepi takwa dumateng Allah SWT; kaleyan sebenar-benarnya takwa.

 

Amergi, ukuran manusia terbaik di sisi Allah mboten dinilai kaleyan harta lan kekayaan, mboten dinilai kaleyan tingginya pangkat lan jabatan, ananging hanya dipun nilai kaleyan seberapa besar dan kuat tingkat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Yakni, dengan cara melaksanakan sedoyo perintahipun Gusti Allah lan nebihi sedoyo larangan-laranganipun Allah SWT.

 

Hadirin yang dirahmati Allah,

 

Bulan Maulid seringkali kita isi dengan berbagai perayaan, pembacaan barzanji, sholawatan, hingga pembacaan sejarah kehidupan Baginda Rasulullah saw. Namun, esensi tertinggi saking perayaan meniko ialah membuka kembali lembaran Sirah Nabawiyah dari sosok teladan; panutan terbaik sepanjang zaman. Mboten sekadar sebagai cerita sejarah masa lalu, melainkan sebagai buku panduan kangge pembentukan karakter-akhlak yang paling sempurna kangge kehidupan kitho sebagai umatnya hari ini.

 

Al-Qur’an menegaskan:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).

 

Keteladanan ingkang dipun tunjukkan Rasulullah ini benar-benar nyata dalam setiap sisi kehidupan beliau. Wonten ing kesempatan meniko, monggo kitha tarik sedikir lembaran Sirah Nabawiyah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang mungkin sedang kita jalani saat ini.

 

Pertama, Teladan di Tengah Keluarga dan Kesibukan Kerja

Banyak dari kita yang menghabiskan waktu seharian untuk bekerja—baik sebagai pendidik, mengelola bisis usaha, merintis karya, atau bekerja sebagai karyawan. Terkadang, kelelahan bekerja seharian membuat kita menempatkan diri bak seorang raja saat tiba di rumah. Seringnya, kita menunggu dilayani oleh istri.

 

Namun, sejenak kita lihat teladan manusia paling sibuk, pemimpin umat, panglima perang, dan rasul utusan Allah. Suatu ketika, Sayyidah Aisyah ra. pernah ditanya tentang apa yang dilakukan Nabi saw di rumah. Beliau menjawab:

كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

“Nabi biasa membantu pekerjaan keluarganya. Ketika waktu shalat tiba, beliau keluar untuk melaksanakan shalat.” (HR. Bukhari).

 

Riwayat-riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw mboten gengsi menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandal beliau, atau membantu pekerjaan dapur. Di zaman modern sekarang, mempraktikkan Sirah Nabawiyah bisa dilakukan dengan cara sederhana lewat misalnya seorang suami yang bersedia mencuci piring, menyapu rumah, atau meluangkan waktu berbincang hangat dengan istri tentang perkembangan anak-anak. Meskipun bisa jadi kondisi badan sedang lelah setelah seharian bekerja. Menikolah contoh-contoh sederhana perbuatan sunnah dan akhlak kenabian ingkang saget kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kedua, Teladan dalam Mendidik Anak dan Mengekspresikan Kasih Sayang

Sebagai orang tua, terkadang kitho terjebak pada pandangan bahwa wibawa seorang ayah diukur dari sikap tegas, kaku, lan jarak emosional—terutama kepada anak laki-laki. Sebagain dari kita terkadang gengsi untuk sekadar memeluk atau mencium anak kita yang mulai beranjak besar.

 

Suatu ketika, Rasulullah Saw mencium cucunya, Hasan bin Ali. Seorang sahabat bernama Al-Aqra’ bin Habis terheran-heran melihatnya. Dia mengaku memiliki sepuluh anak, namun mboten pernah sekalipun mencium satu pun di antara mereka. Rasulullah Saw menatapnya dan bersabda:

 

إِنَّ مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

 

“Sungguh, siapa saja yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Ahmad).

 

Membaca Sirah Kanjeng Rasulullah saw meniko, kita menyadari bahwa pelukan seorang ayah kepada putranya, waktu luang yang diberikan untuk mendengarkan cerita mereka, serta ketulusan mendampingi mereka belajar atau bahkan bermain, adalah bagian dari syariat ingkang diajarkan lan dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Anak-anak kita sesungguhnya lebih membutuhkan kehangatan sosok ayah secara langsung daripada sekadar fasilitas materi yang kita sediakan.

 

Ketiga, Teladan Pendidik dan Pemimpin dalam Membina Bawahan

Bagi sebaian kita ingkang diberikan amanah sebagai guru, pimpinan organisasi, pimpinan di kantor, atau yang lainnya, kita sering kali dihadapkan pada kesalahan bawahan atau murid-murid kita. Respons pertama yang sering muncul adalah teguran keras, sindiran, atau bahkan kemarahan.

 

Sahabat Anas bin Malik ra. Ingkang dados menjadi pelayan sekaligus Rasulullah selama sepuluh tahun bercerita:

 

خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ وَمَا كُلُّ أَمْرِي كَمَا يُحِبُّ صَاحِبِي أَنْ يَكُونَ مَا قَالَ لِي فِيهَا أُفٍّ وَلَا قَالَ لِي لِمَ فَعَلْتَ هَذَا وَأَلَّا فَعَلْتَ هَذَا

 

“Aku telah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun. Tidak semua urusanku sesuai dengan apa yang beliau sukai. Namun, beliau tidak pernah mengatakan kepadaku, ‘ah’, tidak pula menginterogasi, ‘Mengapa engkau melakukan ini?’ atau, ‘Mengapa engkau tidak melakukan ini?’” (HR. Ahmad).

 

Hasil didikan Rasulullah saw ini membekas dalam diri Anas bin Malik, menjadikan keberkahan dalam kehidupan beliau. Anas bin Malik tercatat sebagai salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, anak keturunanannya banyak dan sholeh solehah, kebunnya luas dan sangat subur hingga berbuah melimpah.

Lewat teladan ini, kita mengenal sosok Rasulullah saw ingkang fokus pada pembinaan dan perbaikan sistem, mboten sekadar melampiaskan emosi atas kesalahan individu. Jika kita sebagai pendidik, pimpinan organisasi atau pekerjaan mampu menahan amarah, mengarahkan dengan bahasa yang santun, dan membimbing anak didiknya dengan sabar, sesungguhnya kita sedang membumikan Sirah Nabawiyah di ruang-ruang kelas dan kantor tempat kita bekerja.

 

Ma’asyiral Muslimin, jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Sebagai penutup khatib mengutip perkataan Imam Ibnu Hazm, "Siapa saja yang menginginkan kebaikan akhirat, kebijaksanaan dunia, dan keutamaan akhlak, hendaklah ia meneladani Nabi Muhammad Saw semampunya."

 

Mugi-mugi momentum peringatan Maulid meniko mboten sekadar lewat sebagai agenda tahunan, tetapi benar-benar mengubah cara kita bersikap sebagai suami, sebagai ayah bagi anak-anak kita, dan sebagai pendidik serta pemimpin di masyarakat. Amin ya Rabbal alamin...

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

 

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

 اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ اَدْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.


Friday, February 13, 2026

Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Ramdhan dan Kenapa Kita Berpuasa

 Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Wonten ing kesempatan ingkang penuh barokah meniko, khatib ngajak diri pribadi dan mugi2 sumerambah dateng manah jamaah sedoyo. Anggen kitho senantiasa berusaha meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan cara ngelampahi sekuat tenaga perintah-perintah ipun Allah lan nilar (utawi nebihi) sedoyo larangan-larangan-Nya. Amergi, Takwa itulah yang akan menjadi parameter kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT.

Ingkang nomor kaleh,

Monggo sareng-sareng kita panjatkan puji lan syukur dumateng Allah Swt ingkang sampun paring karunia lan rahmat-Nya sehingga kita saget sami-sami kempal menghadiri salah satu kewajiban sebagai umat Islam—yaitu sholat Jumat.

Kita bersyukur dumateng Allah SWT, amergi kita yang jauh dari tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Kita ingkang jauh dari pusat Islam; Mekah lan Madinah, ternyata dikehendaki dan ditakdir Allah menjadi mu'min dan muslim hingga saat ini.  Mugi-mugi iman lan islam meniko, saget kitho bawa hingga akhr hayat, menjadikan kita selamat di dunia ngantos akhirat. Amin... ya Rabbal alamin...

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Kurang dari satu pekan mendatang, kita akan memasuki bulan yang sangat agung, bulan yang dirindukan orang-orang beriman, inggih meniko bulan suci Ramadhan.Allah berfirman dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

Puasa meniko mboten sekadar tradisi tahunan. Mboten sekadar menahan rasa lapar dan haus dahaga. Tetapu, puasa ibarat sebuah sistem ilahi yang Allah siapkan kangge membersihkan manusia.

Wonten ing kesempatan ingkang sae meniko, kita akan mencoba memahami dua alasan besar: Mengapa kita Umat Islam harus berpuasa dan bersungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan?

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

Alasan Pertama: inggih meniko Puasa merupakan salah satu sistem dalam syariat Islam kangge Menghapus dosa-dosa kita

 

Bisa dikatakan; tidak ada satu pun di antara kita yang bersih dari salah dan dosa. Setiap hari mata kita melihat hal-hal yang tidak perlu, lisan kita kadang menyakiti, hati kita menyimpan iri, tangan dan jempol kita mungkin menulis dan meng-share postingan maksiat atau yang menyakitkan di media sosial. Sedoyo perbuatan sehari-hari meniko, tanpa terasa telah menjadi sarana pengumpulan dosa.

Keranten meniko, Allah SWT Dzat ingkang Maha Pengasih menciptakan “sistem tahunan pencucian dosa.” Puasa Ramadhan yang diwajibkan kangge kita umat Islam mulai minggu depan; ibarat mesin pencuci yang datang menghampiri kita.

 

Nabi Muhammad bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

Dalam hadits lainnya, Nabi juga bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa menghidupkan malam Ramadhan (tarawih dan qiyam) karena iman dan berharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

Saking 2 hadits di atas, terdapat 2 akitivitas ibadah yang sangat penting. Yang satu bersifat wajib dan satunya sangat-sangat dianjurkan:

👉 yaitu pertama; Puasa Ramadhan, bisa menghapus dosa kita yang telah lalu. Dan
👉 kedua; Qiyam Ramadhan: juga bisa menghapus dosa-dosa kita sebelumnya.

Keranten meniko, Ramadhan sering disebut pula dengan Bulan Maghfiroh (bulan penuh pengampunan massal).

 

Lewat dua hadits Nabi di atas, seakan-akan Allah berkata:

“Wahai hamba-hamba-Ku, setahun lalu kamu telah banyak salah dan dosa. Datanglah di bulan ini. Aku siapkan penghapusnya.”

 

Maasyiral Muslimin, jamaah sholat jumah rahimakumullah

 

Kangge menyukseskan program bersih-bersih dosa, Allah SWT menyiapkan sistem yang hebat. Yakni pelaksanaan puasa Ramadhan dilakukan secara serentak. Bersama-sama bagi seluruh umat muslim di dunia. Orang Asia, Cina, India, Arab, Eropa, Amerika, dan Afrika. Sedoyo sami-sami ngelampahi kewajiban ibadah puasa di waktu bersamaan.

 

Nah, apa rahasia Puasa Ramadhan ditentukan satu bulan penuh lan dilakukan bersama-sama? Amergi, Allah SWT Maha Mengetahui kondisi manusia. Allah tahu andaikan puasa diwajibkan sendiri-sendiri seperti Senin-Kamis, mungkin akan terasa sangat berat.

Tapi, puasa bulan Ramadhan dilakukan serentak: Semua orang bareng-bareng sahur, Semua orang menahan lapar, Semua orang bahagia bersama saat berbuka. Itu artinya; lingkungan sekitar mendukung. Suasana mendukung. Masjid-masjid juga hidup siang dan malam sepanjang bulan Ramadhan.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

ALASAN KEDUA PUASA: MANFAAT KESEHATAN YANG LUAR BIASA

 

Wonten sebuah riwayat yang begitu populer di kalangan kita: yaitu  صوموا تصحوا

Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat. Terlepas dari kesahihan riwayat tersebut ingkang masih diperdebatkan, sesungguhnya puasa yang dilakukan seseorang memang akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh yang bersangkutan.

 

Para ahli kesehatan, menyatakan bahwa saat seseorang berpuasa, tidak makan, maka selama 6–8 jam pertama, sistem dalam tubuh akan menggunakan gula (utawi glukosa) yang tersimpan di tubuh sebagai bahan energi. Ini artinya, stok gula tubuh yang biasanya mengakibatkan penyakit diabetes, akan terbakar dan mulai berkurang. Kemudian, pada tahap ke-2 (yakni 8–12 Jam berikutnya); ketika cadangan gula mulai habis, maka sistem dalam tubuh mulai mengambil lemak-lemak yang menumpuk dalam tubuh, sebagai sumber energi kita dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Nah, di sinilah keajaiban terjadi. Lemak jahat (ingkang berlebih di dalam tubuh) mulai dibakar. Gula dan lemak inilah yang jika jumlahnya terlalu berlebihan, akan menimbulkan penyakit diabetes dan banyak penyakit lainnya.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

Masuk pada fase ke-3: (yakni setelah 12–16 Jam berpuasa). Para ahli kesehatan, menyebutnya sebagai tahapan perbaikan. Sel-sel dalam tubuh yang sudah tua dan rusak, mulai didaur ulang. Zat-zat sisa metabolisme dibersihkan. Sistem pencernaan ingkang selama ini bekerja berbulan-bulan, berhari-hari, berjam-jam—tanpa henti, akhirnya bisa beristirahat. Organ hati pun ugi saget melakukan detoksifikasi (utawi pembersihan racun-racun dalam tubuh) secara lebih optimal.

 

Apa Dampaknya?

Banyak penelitian medis menunjukkan puasa ingkang teratur saget membantu tubuh: Menurunkan risiko diabetes, Menurunkan kolesterol jahat,

Mengontrol tekanan darah, Mengurangi obesitas, Memperbaiki metabolisme, Mengurangi peradangan dalam tubuh, dan bahkan saget membantu memperlambat proses penuaan sel.

 

Subhanallah…

Syariat Islam yang diturunkan 14 abad lalu, ternyata selaras dengan ilmu kesehatan modern. Tanpa kita sadari, sesungguhnya Allah memberikan kewajiban puasa kangge kita, bukan untuk menyiksa, tetapi untuk Membersihkan dosa, Membersihkan jiwa, dan membersihkan tubuh dari penyakit.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Sebagai penutup khutbah siang meniko, monggo sareng-sareng kita menyiapkan diri menyambut bulan Suci Ramadhan dengan cara; memperbanyak istighfar dan taubat, membuat target tadarus dan membaca Alquran, membuat target sedekah, target qiyamul-lail, tarawih, dan lain sebagainya.

 

Mugi-mugi Allah takdirkan kita bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiyat. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

 

  بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم     

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ            

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ . رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌࣖ . ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ 

 

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)