Friday, September 11, 2026

Khutbah Jumat: Teladan Sirah Nabawiyah yang Bisa Kita Aplikasikan dalam Kehidupan Sehari-hari

Khutbah I

اْلحَمْدُ للهِ اْلحَمْدُ للهِ الّذي هَدَانَا سُبُلَ السّلاَمِ، وَأَفْهَمَنَا بِشَرِيْعَةِ النَّبِيّ الكَريمِ، أَشْهَدُ أَنْ لَا اِلَهَ إِلَّا الله وَحْدَهُ لا شَرِيك لَه، ذُو اْلجَلالِ وَالإكْرام، وَأَشْهَدُ أَنّ سَيِّدَنَا وَنَبِيَّنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَ رَسولُه، اللّهُمَّ صَلِّ و سَلِّمْ وَبارِكْ عَلَى سَيِّدِنا مُحَمّدٍ وَعَلَى الِه وَأصْحابِهِ وَالتَّابِعينَ بِإحْسانِ إلَى يَوْمِ الدِّين،

 أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ الْبَرُّ الرَّحِيمُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ الْمَبْعُوثُ بِالدِّيْنِ الْقَوِيمِ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَسَلَّمَ أَفْضَلَ الصَّلَاةِ وَالتَّسْلِيمِ.

أَمَّا بَعْدُ: فَيَا عِبَادَ الْكَرِيْمِ، فَإِنِّي أُوْصِيكُمْ بِتَقْوَى اللَّهِ الْحَكِيْمِ، الْقَائِلِ فِي كِتَابِهِ الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ: لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

Ma’asyiral Muslimin jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Pertama, mari kita panjatkan rasa syukur kehadirat Allah SWT yang telah memberikan kita nikmat iman dan kesempatan, sehingga kita masih bisa melaksanakan salah satu kewajiban sebagai seorang muslim; yaitu melaksanakan sholat jumat. Mungkin ada banyak orang di luar sana yang punya keinginan tinggi bisa mengikuti jamaah ini, namun terkendala sakit atau uzur syar’i lainnya.

 

Melalui mimbar ingkang mulia meniko, khotib mboten bosen untuk terus berwasiat terhadap diri pribadi khatib lan mugi-mugi sumerambah dumateng manah dan pribadi jamaah sedoyo. Anggen kitho netepi takwa dumateng Allah SWT; kaleyan sebenar-benarnya takwa.

 

Amergi, ukuran manusia terbaik di sisi Allah mboten dinilai kaleyan harta lan kekayaan, mboten dinilai kaleyan tingginya pangkat lan jabatan, ananging hanya dipun nilai kaleyan seberapa besar dan kuat tingkat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Yakni, dengan cara melaksanakan sedoyo perintahipun Gusti Allah lan nebihi sedoyo larangan-laranganipun Allah SWT.

 

Hadirin yang dirahmati Allah,

 

Bulan Maulid seringkali kita isi dengan berbagai perayaan, pembacaan barzanji, sholawatan, hingga pembacaan sejarah kehidupan Baginda Rasulullah saw. Namun, esensi tertinggi saking perayaan meniko ialah membuka kembali lembaran Sirah Nabawiyah dari sosok teladan; panutan terbaik sepanjang zaman. Mboten sekadar sebagai cerita sejarah masa lalu, melainkan sebagai buku panduan kangge pembentukan karakter-akhlak yang paling sempurna kangge kehidupan kitho sebagai umatnya hari ini.

 

Al-Qur’an menegaskan:

لَقَدْ كَانَ لَكُمْ فِي رَسُولِ اللَّهِ أُسْوَةٌ حَسَنَةٌ لِمَنْ كَانَ يَرْجُو اللَّهَ وَالْيَوْمَ الْآَخِرَ وَذَكَرَ اللَّهَ كَثِيرًا

 

“Sungguh, pada (diri) Rasulullah benar-benar ada suri teladan yang baik bagimu, (yaitu) bagi orang yang mengharap (rahmat) Allah dan (kedatangan) hari Kiamat serta yang banyak mengingat Allah.” (QS. Al-Ahzab: 21).

 

Keteladanan ingkang dipun tunjukkan Rasulullah ini benar-benar nyata dalam setiap sisi kehidupan beliau. Wonten ing kesempatan meniko, monggo kitha tarik sedikir lembaran Sirah Nabawiyah yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari, yang mungkin sedang kita jalani saat ini.

 

Pertama, Teladan di Tengah Keluarga dan Kesibukan Kerja

Banyak dari kita yang menghabiskan waktu seharian untuk bekerja—baik sebagai pendidik, mengelola bisis usaha, merintis karya, atau bekerja sebagai karyawan. Terkadang, kelelahan bekerja seharian membuat kita menempatkan diri bak seorang raja saat tiba di rumah. Seringnya, kita menunggu dilayani oleh istri.

 

Namun, sejenak kita lihat teladan manusia paling sibuk, pemimpin umat, panglima perang, dan rasul utusan Allah. Suatu ketika, Sayyidah Aisyah ra. pernah ditanya tentang apa yang dilakukan Nabi saw di rumah. Beliau menjawab:

كَانَ يَكُونُ فِي مِهْنَةِ أَهْلِهِ تَعْنِي خِدْمَةَ أَهْلِهِ فَإِذَا حَضَرَتْ الصَّلَاةُ خَرَجَ إِلَى الصَّلَاةِ

“Nabi biasa membantu pekerjaan keluarganya. Ketika waktu shalat tiba, beliau keluar untuk melaksanakan shalat.” (HR. Bukhari).

 

Riwayat-riwayat menyebutkan bahwa Nabi Muhammad saw mboten gengsi menjahit pakaiannya sendiri, memperbaiki sandal beliau, atau membantu pekerjaan dapur. Di zaman modern sekarang, mempraktikkan Sirah Nabawiyah bisa dilakukan dengan cara sederhana lewat misalnya seorang suami yang bersedia mencuci piring, menyapu rumah, atau meluangkan waktu berbincang hangat dengan istri tentang perkembangan anak-anak. Meskipun bisa jadi kondisi badan sedang lelah setelah seharian bekerja. Menikolah contoh-contoh sederhana perbuatan sunnah dan akhlak kenabian ingkang saget kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Kedua, Teladan dalam Mendidik Anak dan Mengekspresikan Kasih Sayang

Sebagai orang tua, terkadang kitho terjebak pada pandangan bahwa wibawa seorang ayah diukur dari sikap tegas, kaku, lan jarak emosional—terutama kepada anak laki-laki. Sebagain dari kita terkadang gengsi untuk sekadar memeluk atau mencium anak kita yang mulai beranjak besar.

 

Suatu ketika, Rasulullah Saw mencium cucunya, Hasan bin Ali. Seorang sahabat bernama Al-Aqra’ bin Habis terheran-heran melihatnya. Dia mengaku memiliki sepuluh anak, namun mboten pernah sekalipun mencium satu pun di antara mereka. Rasulullah Saw menatapnya dan bersabda:

 

إِنَّ مَنْ لَا يَرْحَمُ لَا يُرْحَمُ

 

“Sungguh, siapa saja yang tidak menyayangi, maka ia tidak akan disayangi.” (HR. Ahmad).

 

Membaca Sirah Kanjeng Rasulullah saw meniko, kita menyadari bahwa pelukan seorang ayah kepada putranya, waktu luang yang diberikan untuk mendengarkan cerita mereka, serta ketulusan mendampingi mereka belajar atau bahkan bermain, adalah bagian dari syariat ingkang diajarkan lan dicontohkan oleh Baginda Rasulullah saw. Anak-anak kita sesungguhnya lebih membutuhkan kehangatan sosok ayah secara langsung daripada sekadar fasilitas materi yang kita sediakan.

 

Ketiga, Teladan Pendidik dan Pemimpin dalam Membina Bawahan

Bagi sebaian kita ingkang diberikan amanah sebagai guru, pimpinan organisasi, pimpinan di kantor, atau yang lainnya, kita sering kali dihadapkan pada kesalahan bawahan atau murid-murid kita. Respons pertama yang sering muncul adalah teguran keras, sindiran, atau bahkan kemarahan.

 

Sahabat Anas bin Malik ra. Ingkang dados menjadi pelayan sekaligus Rasulullah selama sepuluh tahun bercerita:

 

خَدَمْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَشْرَ سِنِينَ وَمَا كُلُّ أَمْرِي كَمَا يُحِبُّ صَاحِبِي أَنْ يَكُونَ مَا قَالَ لِي فِيهَا أُفٍّ وَلَا قَالَ لِي لِمَ فَعَلْتَ هَذَا وَأَلَّا فَعَلْتَ هَذَا

 

“Aku telah melayani Rasulullah selama sepuluh tahun. Tidak semua urusanku sesuai dengan apa yang beliau sukai. Namun, beliau tidak pernah mengatakan kepadaku, ‘ah’, tidak pula menginterogasi, ‘Mengapa engkau melakukan ini?’ atau, ‘Mengapa engkau tidak melakukan ini?’” (HR. Ahmad).

 

Hasil didikan Rasulullah saw ini membekas dalam diri Anas bin Malik, menjadikan keberkahan dalam kehidupan beliau. Anas bin Malik tercatat sebagai salah satu sahabat yang paling banyak meriwayatkan hadits, anak keturunanannya banyak dan sholeh solehah, kebunnya luas dan sangat subur hingga berbuah melimpah.

Lewat teladan ini, kita mengenal sosok Rasulullah saw ingkang fokus pada pembinaan dan perbaikan sistem, mboten sekadar melampiaskan emosi atas kesalahan individu. Jika kita sebagai pendidik, pimpinan organisasi atau pekerjaan mampu menahan amarah, mengarahkan dengan bahasa yang santun, dan membimbing anak didiknya dengan sabar, sesungguhnya kita sedang membumikan Sirah Nabawiyah di ruang-ruang kelas dan kantor tempat kita bekerja.

 

Ma’asyiral Muslimin, jamaah Jumat yang dirahmati Allah,

 

Sebagai penutup khatib mengutip perkataan Imam Ibnu Hazm, "Siapa saja yang menginginkan kebaikan akhirat, kebijaksanaan dunia, dan keutamaan akhlak, hendaklah ia meneladani Nabi Muhammad Saw semampunya."

 

Mugi-mugi momentum peringatan Maulid meniko mboten sekadar lewat sebagai agenda tahunan, tetapi benar-benar mengubah cara kita bersikap sebagai suami, sebagai ayah bagi anak-anak kita, dan sebagai pendidik serta pemimpin di masyarakat. Amin ya Rabbal alamin...

 

بَارَكَ اللهُ لِيْ وَلَكُمْ، وَنَفَعَنِيْ وَاِيَاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ جَمِيْعَ أَعْمَالِنَا إِنَّهُ هُوَ الْحَكِيْمُ الْعَلِيْمُ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللهَ لِيْ وَلَكُمْ وَلِلْمُسْلِمِيْنَ فَاسْتَغْفِرُوْهُ اِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah II

الْحَمْدُ لِلّٰهِ حَمْدًا كَثِيْرًا كَمَا اَمَرَ. اَشْهَدُ اَنْ لَا اِلَهَ اِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ اِرْغَامًا لِمَنْ جَحَدَ بِهِ وَكَفَرَ. وَاَشْهَدُ اَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ سَيِّدُ الْخَلاَئِقِ وَالْبَشَرِ.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَاَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا.

 

اَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللهِ اِتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ. وَاعْلَمُوْا اَنَّ اللهَ اَمَرَكُمْ بِاَمْرٍ بَدَأَ فِيْهِ بِنَفْسِهِ وَثَنَّى بِمَلَائِكَتِهِ الْمُسَبِّحَةِ بِقُدْسِهِ، فَقَالَ تَعَالىَ فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ:

 اِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ اَمَنُوْا صَلُّوْا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

 

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ اَلْاَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ اَدْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالزَّلَازِلَ وَالْمِحَنَ وَسُوْءَ الْفِتْنَةِ وَالْمِحَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خَآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَآمَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ.

رَبَّنَا اَتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْاَخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

عِبَادَ اللهِ، اِنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْاِحْسَانِ وَاِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذْكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ اَكْبَرُ.


No comments:
Write komentar

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)