Showing posts with label Khutbah. Show all posts
Showing posts with label Khutbah. Show all posts

Friday, February 13, 2026

Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Ramdhan dan Kenapa Kita Berpuasa

 Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Wonten ing kesempatan ingkang penuh barokah meniko, khatib ngajak diri pribadi dan mugi2 sumerambah dateng manah jamaah sedoyo. Anggen kitho senantiasa berusaha meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan cara ngelampahi sekuat tenaga perintah-perintah ipun Allah lan nilar (utawi nebihi) sedoyo larangan-larangan-Nya. Amergi, Takwa itulah yang akan menjadi parameter kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT.

Ingkang nomor kaleh,

Monggo sareng-sareng kita panjatkan puji lan syukur dumateng Allah Swt ingkang sampun paring karunia lan rahmat-Nya sehingga kita saget sami-sami kempal menghadiri salah satu kewajiban sebagai umat Islam—yaitu sholat Jumat.

Kita bersyukur dumateng Allah SWT, amergi kita yang jauh dari tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Kita ingkang jauh dari pusat Islam; Mekah lan Madinah, ternyata dikehendaki dan ditakdir Allah menjadi mu'min dan muslim hingga saat ini.  Mugi-mugi iman lan islam meniko, saget kitho bawa hingga akhr hayat, menjadikan kita selamat di dunia ngantos akhirat. Amin... ya Rabbal alamin...

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Kurang dari satu pekan mendatang, kita akan memasuki bulan yang sangat agung, bulan yang dirindukan orang-orang beriman, inggih meniko bulan suci Ramadhan.Allah berfirman dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

Puasa meniko mboten sekadar tradisi tahunan. Mboten sekadar menahan rasa lapar dan haus dahaga. Tetapu, puasa ibarat sebuah sistem ilahi yang Allah siapkan kangge membersihkan manusia.

Wonten ing kesempatan ingkang sae meniko, kita akan mencoba memahami dua alasan besar: Mengapa kita Umat Islam harus berpuasa dan bersungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan?

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

Alasan Pertama: inggih meniko Puasa merupakan salah satu sistem dalam syariat Islam kangge Menghapus dosa-dosa kita

 

Bisa dikatakan; tidak ada satu pun di antara kita yang bersih dari salah dan dosa. Setiap hari mata kita melihat hal-hal yang tidak perlu, lisan kita kadang menyakiti, hati kita menyimpan iri, tangan dan jempol kita mungkin menulis dan meng-share postingan maksiat atau yang menyakitkan di media sosial. Sedoyo perbuatan sehari-hari meniko, tanpa terasa telah menjadi sarana pengumpulan dosa.

Keranten meniko, Allah SWT Dzat ingkang Maha Pengasih menciptakan “sistem tahunan pencucian dosa.” Puasa Ramadhan yang diwajibkan kangge kita umat Islam mulai minggu depan; ibarat mesin pencuci yang datang menghampiri kita.

 

Nabi Muhammad bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

Dalam hadits lainnya, Nabi juga bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa menghidupkan malam Ramadhan (tarawih dan qiyam) karena iman dan berharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

Saking 2 hadits di atas, terdapat 2 akitivitas ibadah yang sangat penting. Yang satu bersifat wajib dan satunya sangat-sangat dianjurkan:

👉 yaitu pertama; Puasa Ramadhan, bisa menghapus dosa kita yang telah lalu. Dan
👉 kedua; Qiyam Ramadhan: juga bisa menghapus dosa-dosa kita sebelumnya.

Keranten meniko, Ramadhan sering disebut pula dengan Bulan Maghfiroh (bulan penuh pengampunan massal).

 

Lewat dua hadits Nabi di atas, seakan-akan Allah berkata:

“Wahai hamba-hamba-Ku, setahun lalu kamu telah banyak salah dan dosa. Datanglah di bulan ini. Aku siapkan penghapusnya.”

 

Maasyiral Muslimin, jamaah sholat jumah rahimakumullah

 

Kangge menyukseskan program bersih-bersih dosa, Allah SWT menyiapkan sistem yang hebat. Yakni pelaksanaan puasa Ramadhan dilakukan secara serentak. Bersama-sama bagi seluruh umat muslim di dunia. Orang Asia, Cina, India, Arab, Eropa, Amerika, dan Afrika. Sedoyo sami-sami ngelampahi kewajiban ibadah puasa di waktu bersamaan.

 

Nah, apa rahasia Puasa Ramadhan ditentukan satu bulan penuh lan dilakukan bersama-sama? Amergi, Allah SWT Maha Mengetahui kondisi manusia. Allah tahu andaikan puasa diwajibkan sendiri-sendiri seperti Senin-Kamis, mungkin akan terasa sangat berat.

Tapi, puasa bulan Ramadhan dilakukan serentak: Semua orang bareng-bareng sahur, Semua orang menahan lapar, Semua orang bahagia bersama saat berbuka. Itu artinya; lingkungan sekitar mendukung. Suasana mendukung. Masjid-masjid juga hidup siang dan malam sepanjang bulan Ramadhan.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

ALASAN KEDUA PUASA: MANFAAT KESEHATAN YANG LUAR BIASA

 

Wonten sebuah riwayat yang begitu populer di kalangan kita: yaitu  صوموا تصحوا

Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat. Terlepas dari kesahihan riwayat tersebut ingkang masih diperdebatkan, sesungguhnya puasa yang dilakukan seseorang memang akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh yang bersangkutan.

 

Para ahli kesehatan, menyatakan bahwa saat seseorang berpuasa, tidak makan, maka selama 6–8 jam pertama, sistem dalam tubuh akan menggunakan gula (utawi glukosa) yang tersimpan di tubuh sebagai bahan energi. Ini artinya, stok gula tubuh yang biasanya mengakibatkan penyakit diabetes, akan terbakar dan mulai berkurang. Kemudian, pada tahap ke-2 (yakni 8–12 Jam berikutnya); ketika cadangan gula mulai habis, maka sistem dalam tubuh mulai mengambil lemak-lemak yang menumpuk dalam tubuh, sebagai sumber energi kita dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Nah, di sinilah keajaiban terjadi. Lemak jahat (ingkang berlebih di dalam tubuh) mulai dibakar. Gula dan lemak inilah yang jika jumlahnya terlalu berlebihan, akan menimbulkan penyakit diabetes dan banyak penyakit lainnya.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

Masuk pada fase ke-3: (yakni setelah 12–16 Jam berpuasa). Para ahli kesehatan, menyebutnya sebagai tahapan perbaikan. Sel-sel dalam tubuh yang sudah tua dan rusak, mulai didaur ulang. Zat-zat sisa metabolisme dibersihkan. Sistem pencernaan ingkang selama ini bekerja berbulan-bulan, berhari-hari, berjam-jam—tanpa henti, akhirnya bisa beristirahat. Organ hati pun ugi saget melakukan detoksifikasi (utawi pembersihan racun-racun dalam tubuh) secara lebih optimal.

 

Apa Dampaknya?

Banyak penelitian medis menunjukkan puasa ingkang teratur saget membantu tubuh: Menurunkan risiko diabetes, Menurunkan kolesterol jahat,

Mengontrol tekanan darah, Mengurangi obesitas, Memperbaiki metabolisme, Mengurangi peradangan dalam tubuh, dan bahkan saget membantu memperlambat proses penuaan sel.

 

Subhanallah…

Syariat Islam yang diturunkan 14 abad lalu, ternyata selaras dengan ilmu kesehatan modern. Tanpa kita sadari, sesungguhnya Allah memberikan kewajiban puasa kangge kita, bukan untuk menyiksa, tetapi untuk Membersihkan dosa, Membersihkan jiwa, dan membersihkan tubuh dari penyakit.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Sebagai penutup khutbah siang meniko, monggo sareng-sareng kita menyiapkan diri menyambut bulan Suci Ramadhan dengan cara; memperbanyak istighfar dan taubat, membuat target tadarus dan membaca Alquran, membuat target sedekah, target qiyamul-lail, tarawih, dan lain sebagainya.

 

Mugi-mugi Allah takdirkan kita bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiyat. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

 

  بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم     

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ            

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ . رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌࣖ . ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ 

 

Friday, July 4, 2025

Khutbah Jumat: Berbakti pada Orangtua

 

الْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي أَوْضَحَ لَنَا شَرَائِعَ دِيْنِهِ ، وَمَنَّ عَلَيْنَا بِتَنْزِيلِ كِتَابِهِ، وَأَمَدَّنَا بِسُنَّةِ رَسُولِهِ، فَلِلّٰهِ الْحَمْدُ عَلَى مَا أَنْعَمَ بِهِ مِنْ هِدَايَتِهِ، وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى خَيْرِ الْإِنْسَانِ ، مُبَيِّنًا عَلَى رِسَالَةِ الرَّحْمَنِ ، نَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَصَحْبِهِ الْمَحْبُوْبِيْنَ جَمِيْعًا. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، شَهَادَةَ مُوْقِنٍ بِتَوْحِيْدِهِ، مُسْتَجِيْرٍ بِحَسَنِ تَأْيِيْدِهِ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّداً عَبْدُهُ الْمُصْطَفَى، وَأَمِيْنُهُ الْمُجْتَبَى وَرَسُوْلُهُ الْمَبْعُوْثُ إِلَى كَافَةِ الْوَرَى. 

أَمَّا بَعْدُ: فَيَاعِبَادَ اللّٰهِ أوْصُيْكُمْ وَ نَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنْ، وقال تعالى: يَا اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا اتَّقُوْا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ.

وقَالَ أيضا:   وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Wonten ing kesempatan ingkang minulyo meniko, bolak-balik khotib mboten bosenuntuk terus berwasiat terhadap diri pribadi khatib lan mugi-mugi sumerambah dumateng manah dan pribadi jamaah sedoyo. Anggen kitho netepi takwa dumateng Allah SWT; kaleyan sebenar-benarnya takwa. Amergi, ukuran manusia terbaik di sisi Allah mboten dinilai kaleyan harta lan kekayaan, mboten dinilai kaleyan tingginya pangkat lan jabatan, ananging hanya dipun nilai kaleyan seberapa besar dan kuat tingkat ketakwaan kita kepada Allah SWT. Yakni, dengan cara melaksanakan sedoyo perintahipun Gusti Allah lan nebihi sedoyo larangan-laranganipun Allah SWT.

 

Allah Ta'ala berfirman:

 يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهٖ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَاَنْتُمْ مُّسْلِمُوْنَ

Artinya: "Wahai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa kepada-Nya dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan Muslim". (Qs. Al-Imran: 102)

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Wonten kisah menarik ingkang saget kita ambil pelajaran akan ampuhnya do’a jelek seorang ibu pada anaknya, yaitu kisah Juraij sang ahli ibadah. Beliau adalah seorang pemuda yang sangat tekun dalam beribadah, sampai-sampai beliau membangun tempat ibadah khusus untuk menyendiri dan mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Suatu hari, ibunya datang memanggilnya saat Juraij sedang melaksanakan salat sunnah. Karena begitu khusyuk, Juraij lebih memilih melanjutkan ibadahnya daripada segera menyahut panggilan ibunya. Hal itu terjadi berulang kali, hingga akhirnya ibunya merasa sedih dan berdoa agar anaknya diberikan ujian.

Tak lama kemudian, muncullah fitnah besar di tengah masyarakat. Juraij dituduh telah berzina dengan seorang wanita, bahkan wanita tersebut mengaku bahwa anak yang lahir darinya adalah anak Juraij. Masyarakat marah besar, mendatangi tempat ibadah Juraij, dan merobohkannya. Juraij pun difitnah dan dihina sebagai tukang zina.

Tetapi, atas izin Allah, bayi ingkang baru lahir tersebut bisa berbicara. Bayi tersebut mengatakan bahwa ayahnya yang berzina dengan ibunya adalah seorang tukang gembala kambing. Mendengar itu, masyarakat pun sadar dan menyesal, lalu berusaha memperbaiki kesalahan mereka lan membangun ulang tempat ibadah Juraij.

Ma'asyiral muslimin yang dirahmati Allah,

Kisah meniko mengajarkan dateng kita; betapa pun tinggi lan banyaknya ibadah ingkang samun kita lampahi, ampun ngantos dadosaken kitho kita lalai dalam berbakti kepada orangtua. Bahkan, seorang ahli ibadah seperti Juraij pun mengalam ujian dan fitnah besar gara-gara mboten segera memenuhi panggilan ibunya.

Ampun ngantos kesibukan dunia, bekerja, mencari materi, atau bahkan kesibukan ibadah sunnah dadosaken kita lupa dateng kewajiban berbakti kepada kedua orangtua. Ridha Allah tergantung pada ridha mereka. Jika orang tua ridha, mongko Allah pun bakal meridhai kita.

Hal meniko sesuai dengan sabda Baginda Rasulullah saw:

 رِضَى اللّٰهِ فِي رِضَى الْوَالِدَيْنِ وَسَخَطُ اللّٰهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ (أَخْرَجَهُ التِّرْمِذِيُّ وَصَحَّحَهُ إِبْنُ حِبَّانِ والحَاكِمُ)

Artinya: Rasulullah saw bersabda, “Ridha Allah terletak pada ridha kedua orang tua, dan murka Allah terletak pada murka kedua orang tua.” (Hadits ini diriwayatkan oleh Tirmidzi, dan dinilai sahih oleh Ibnu Hibban dan Al-Hakim).

Melalui hadits di atas, saget kita pahami bahwa jika kita mengharap ridho Allah SWT, salah satu cara ingkang mesti kita perhatikan sungguh-sungguh ialah membuat orangtua kita ridho dateng kita. Di sisi lain, hadits ini juga menekankan kita untuk tidak meremehkan hak-hak orangtua kita. Sebab, hal tersebut bisa menjadi petaka dan bencana bagi seorang anak. Amergi durhaka lan mengecewakan kepada orangtua bisa memicu murka Allah SWT. Naudzubillah min dzalik.

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah Allah Ta'ala berfirman:

  وَقَضَىٰ رَبُّكَ أَلَّا تَعْبُدُوا إِلَّا إِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا ۚ إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِندَكَ الْكِبَرَ أَحَدُهُمَا أَوْ كِلَاهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَا أُفٍّ وَلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيمًا

Artinya: "Dan Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan "ah" dan janganlah engkau membentak keduanya, dan ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik." (QS al-Isra': 23)

Terkait ayat meniko, wonten kesamaan dengan sebuah riwayat ingkang ditampilkan oleh Imam Abu Laits As-Samarkandi wonten ing kitab Tanbihul Ghafilin:

  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ: لَوْ عَلِمَ اللَّهُ شَيْئًا مِنَ الْعُقُوقِ أَدْنَى مِنْ أُفٍّ لَنَهَى عَنْ ذَلِكَ، فَلْيَعْمَلِ الْعَاقُّ مَا شَاءَ أَنْ يَعْمَلَ، فَلَنْ يَدْخُلَ الْجَنَّةَ، وَلْيَعْمَلِ الْبَارُّ مَا شَاءَ أَنْ يَعْمَلَ فَلَنْ يَدْخُلَ النَّارَ

Artinya: "Baginda Nabi Muhammad SAW bersabda, 'Jika Allah mengetahui sesuatu dari durhaka yang lebih rendah daripada 'uff' (kata-kata kasar), niscaya Allah akan melarangnya. Maka hendaklah orang yang durhaka melakukan apa saja yang dia inginkan, karena dia tidak akan masuk surga. Dan hendaklah orang yang berbakti melakukan apa saja yang dia inginkan, karena dia tidak akan masuk neraka."

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah 

Rasulullah saw dalam sabdanya menegaskan betapa besarnya dosa durhaka kepada orang tua. Beliau menyatakan bahwa seandainya Allah mengetahui bentuk durhaka yang lebih ringan daripada sekadar mengucapkan kata “ah” atau berkata kasar kepada orang tua, niscaya Allah akan melarangnya. Hal ini menunjukkan beleh durhaka kepada orang tua merupakan perbuatan yang sangat tercela, yang dapat mendatangkan murka Allah dan menghalangi seseorang untuk masuk surga.

Sebaliknya, orang yang berbakti kepada kedua orang tua digambarkan sebagai mereka yang akan memperoleh kebaikan dan pahala yang besar, serta terhindar dari siksa neraka, meskipun mereka pernah melakukan kesalahan atau dosa lainnya. Ini menunjukkan bahwa bakti kepada orang tua memiliki pengaruh positif yang luar biasa dalam kehidupan seseorang, bahkan dapat menjadi jalan untuk memperoleh ampunan dan rahmat Allah Ta’ala.  

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah

Diriwayatkan dari beberapa sahabat Rasulullah saw, bahwa beliau bersabda, “Kurangnya doa untuk kedua orang tua dapat menyempitkan kehidupan seorang anak.”

Kemudian, seseorang bertanya kepada sahabat tersebut, “Apakah seorang anak masih dapat membuat orang tuanya ridha setelah mereka meninggal dunia?” Sahabat itu menjawab, “Tentu, seorang anak dapat membuat orang tuanya ridha melalui tiga cara. 

Cara Pertama, menjadi anak yang saleh, karena tidak ada yang lebih dicintai oleh orang tua selain kesalehan anaknya. Cara Kedua, menjaga silaturahmi dengan kerabat dan sahabat orang tua. Ketiga, mendoakan serta memohonkan ampunan bagi kedua orang tua lan bersedekah atas nama kedua orangtua.”

Ma'asyiral muslimin rahimakumullah ...

Demikian khutbah siang hari ini, semoga bermanfaat bagi kita semua, dan menjadi pengingat kita untuk selalu bisa menjaga bakti kita kepada kedua orangtua kita. Aamiin ya rabbal alamin.

بَارَكَ اللهُ لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ اْلآيَاتِ وَالذِّكْرِالْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِيْ هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِيْ وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

 

Khutbah II

 

 اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ عَلَى إِحْسَانِهِ وَالشُّكْرُ لَهُ عَلَى تَوْفِيْقِهِ وَامْتِنَانِهِ. وَأَشْهَدُ أَنْ لاَ اِلَهَ إِلاَّ اللّٰهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ الدَّاعِى إلَى رِضْوَانِهِ. اَللّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى اَلِهِ وَأَصْحَابِهِ وَسَلِّمْ تَسْلِيْمًا كَثِيْرًا،

 أَمَّا بَعْدُ. فَياَ اَيُّهَا النَّاسُ، إِتَّقُوااللّٰهَ فِيْمَا أَمَرَ وَانْتَهُوْا عَمَّا نَهَى، وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللّٰهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فقَالَ تَعَالَى: إِنَّ اللّٰهَ وَمَلَآئِكَتَهُ يُصَلُّوْنَ عَلَى النَّبِى، يَآ اَيُّهَا الَّذِيْنَ آمَنُوْا صَلُّوْا عَلٰيْهِ وَسَلِّمُوْا تَسْلِيْمًا.

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُؤْمِنِيْنَ وَاْلمُؤْمِنَاتِ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَاْلمُسْلِمَاتِ اَلاَحْيآءِ مِنْهُمْ وَاْلاَمْوَاتِ. اَللّٰهُمَّ أَعِزَّ اْلإِسْلاَمَ وَاْلمُسْلِمِيْنَ وَأَذِلَّ الشِّرْكَ وَاْلمُشْرِكِيْنَ وَانْصُرْ مَنْ نَصَرَ الدِّيْنَ وَاخْذُلْ مَنْ خَذَلَ اْلمُسْلِمِيْنَ وَ دَمِّرْ أَعْدَاءَ الدِّيْنِ وَأَعْلِ كَلِمَاتِكَ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ. اَللَّهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا اْلبَلاَءَ وَاْلوَبَاءَ وَالزَّلاَزِلَ وَاْلمِحَنَ وَسُوْءَ اْلفِتَنِ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ عَنْ بَلَدِنَا اِنْدُونِيْسِيَّا خآصَّةً وَسَائِرِ بُلْدَانِ اْلمُسْلِمِيْنَ عآمَّةً يَا رَبَّ اْلعَالَمِيْنَ. اللَّهُمَّ أَصْلِحْ لَنَا دِيْنَنَا الَّذِيْ هُوَ عِصْمَةُ أَمْرِنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا دُنْيَانَا الَّتِيْ فِيْهَا مَعَاشُنَا، وَأَصْلِحْ لَنَا آخِرَتَنَا الَّتِيْ إِلَيْهَا مَعَادُنَا، وَاجْعَلِ الحَيَاةَ زِيَادَةً لَنَا فِيْ كُلِّ خَيْرٍ، وَاجْعَلِ المَوْتَ رَاحَةً لَنَا مِنْ كُلِّ شَرٍّ بِرَحْمَتِكَ يَاأَرْحَمَ الرّٰحِمِيْنَ. رَبَّنَا آتِناَ فِى الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِى اْلآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ.

 عِبَادَاللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتآءِ ذِي اْلقُرْبَى وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشَآءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ. يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَاشْكُرُوْهُ عَلَى نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرُ.

 

Friday, June 13, 2025

7 Amal Jariyah

 Khutbah I

   اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ، اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا، اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ،  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ، أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ 

Muslimin rahimakumullah

Mengawali khutbah Jumat ini, marilah kita senantiasa mengingat akan segala anugerah yang telah dikaruniakan Allah swt kepada kita. Untuk kemudian kita syukuri dan gunakan di jalan kebaikan serta meningkatkan ketakwaan kita kepada Allah swt.  

Hadirin jamaah Jumah rahimakumullah…

 

Wonten ing kesempatan ingkang sae meniko, khatib mengajak dateng diri pribadi lan sedoyo jamaah untuk senantiasa berusaha meningkatkan ketakwaan kepada Allah swt dengan cara berusaha sekuat tenaga ngelampahi perintah-perintah Allah lan menjauhi sedoyo larangan- larangan-Nya. Beribadah kepada Allah merupakan bentuk ketakwaan kita sebagai seorang hamba. firman-Nya wonten Al-Qur’an:

   يٰٓاَيُّهَا النَّاسُ اعْبُدُوْا رَبَّكُمُ الَّذِيْ خَلَقَكُمْ وَالَّذِيْنَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُوْنَۙ

Artinya, "Wahai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dan orang-orang yang sebelum kamu agar kamu bertakwa." (QS Al Baqarah ayat 21)  

Maasyiral Muslimin, jamaah shalat Jumat yang dirahmati oleh Allah

Salah satu cara mewujudkan ketakwaan dalam kehidupan sehari-hari inggih meniko dengan cara beramal baik. Sekecil apapun kesaenan ingkang kitho lampahi, bakal diperhatikan lan dibalas oleh Allah SWT. Bahkan, Allah akan mengganjar dengan balasan yang lebih baik dari yang kita kerjakan.

Allah berfirman dalam Al-Qur'an:

   مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِّنْ ذَكَرٍ اَوْ اُنْثٰى وَهُوَ مُؤْمِنٌ فَلَنُحْيِيَنَّهٗ حَيٰوةً طَيِّبَةًۚ وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ اَجْرَهُمْ بِاَحْسَنِ مَا كَانُوْا يَعْمَلُوْنَ  

Artinya, "Siapa yang mengerjakan kebajikan, baik laki-laki maupun perempuan, sedangkan dia seorang mukmin, sungguh, Kami pasti akan berikan kepadanya kehidupan yang baik dan akan Kami beri balasan dengan pahala yang lebih baik daripada apa yang selalu mereka kerjakan." (QS An-Nahl ayat 97)  

Ayat tersebut, memberi janji kepada kita; bahwa amal kebaikan yang kita lakukan dalam keseharian, akan dibalas oleh Allah dalam bentuk kehidupan yang baik dan menentramkan. Selain tentu saja, balasan-balasan lain yang lebih baik.

Sebaliknya, sekecil apapun perbuatan buruk yang kita lakukan di dunia ini, akan mendapatan balasan yang sesuai—bisa langsung di dunia maupun dobel di akhirat kelak.

Sebagaimana firman Allah:

   فَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَّرَهٗۚ ۝٧ وَمَنْ يَّعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ شَرًّا يَّرَهٗࣖ ۝٨  

Artinya, "Siapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya. Siapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarah, dia akan melihat (balasan)-nya." (QS Az-Zalzalah ayat 7-8)  

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Kita sedoyo, tentu saja pengen terus menerus nyelengi amal kebaikan. Ananging, keterbatasan umur, menghalangi kita setelah meninggal dunia, mboten saget maleh berbuat amal kebaikan di dunia. Keranten meniko, kita perlu mempersiapkan diri, mumpung masih diberikan kesempatan dan peluang hidup wonten ing dunia meniko.  

Caranya ialah dengan merujuuk sebuah hadits yang diriwayatkan oleh sahabat Abu Hurairah ra, bahwa Nabi Muhammad saw bersabda:

   إِذَا مَاتَ الإِنْسَانُ اِنْقَطَعَ عَنْهُ عَمَلُهُ إِلَّا مِنْ ثَلَاثَةٍ: صَدَقَةٍ جَارِيَةٍ، أَوْ عِلْمٍ يُنْتَفَعُ بِهِ، أَوْ وَلَدٍ صَالِحٍ يَدْعُوْ لَهُ  

Artinya, "Jika manusia mati, maka terputuslah amalnya kecuali tiga perkara, sedekah jariyah, ilmu yang diambil manfaatnya, dan anak saleh yang selalu mendoakan orang tuanya" (HR Muslim).  

Tiga pilihan amal di atas, bisa menjadi pilihan bagi kita supados nggadahi celengan utawi investasi kebaikan ingkang saget terus menerus mengalirkan pahala—sekalipun tubuh kita sudah terbujur kaku di alam kubur.

Kemudian, wonteng ing hadits lainnya, ingkang dipun riwayatkan oleh sahabat Anas bin Malik ra. Bahwa Nabi Muhammad saw juga menerangkan wonten 7 jenis amalan ingkang pahalanya terus mengalir, meski sang pemilik amal sampun meninggalkan dunia:

   سَبْعٌ يَجْرِى لِلْعَبْدِ أَجْرُهُنَّ وَهُوَ فِي قَبْرِهِ بَعْدَ مَوْتِهِ: مَنْ عَلَّمَ عِلْماً، أَوْ كَرَى نَهْراً، أَوْ حَفَرَ بِئْراً، أَوْ غَرَسَ نَخْلاً، أَوْ بَنَى مَسْجِداً، أَوْ وَرَّثَ مُصْحَفاً، أَوْ تَرَكَ وَلَداً يَسْتَغْفِرُ لَهُ بَعْدَ مَوْتِهِ  

Artinya, "Ada tujuh jenis amal yang pahalanya terus mengalir kepada seseorang di alam kuburnya: (1) orang yang mengajarkan ilmu, (2) orang yang mengalirkan (mengeruk atau meluaskan) sungai, (3) orang yang menggali sumur, (4) orang yang  menanam pohon kurma, (5) orang yang membangun masjid, (6) orang yang mewariskan mushaf, (7) orang yang meninggalkan anak keturunan yang memintakan ampunan baginya setelah dia matia,” (HR Al-Bazzar, Abu Nu’aim, dan Al-Baihaqi). (Al-Mundziri, At-Targhib wat Tarhib, [Beirut, Darul Fikr: 1998 M/1418 H], juz III, halaman 305-306).  

Menawi kitho perhatikan, dari amalan-amalan ingkang disebutkan wonten ing hadist di atas, ada satu poin persamaan; yaitu amalan tersebut nggadahi azas kebermanfaatan. Tidak hanya kangge pemilik amal, tetapi bermanfaat kangge banyak orang. Semisal, dengan mengajarkan ilmu, kebaikan dari ilmu tersebut akan terus berlangsung secara turun-temurun, bahkan hingga puluhan atau ratusan generasi berikutnya.

Hal ini sesuai dengan sabda Nabi saw:

   مَنْ سَنَّ فِي الْإِسْلَامِ سُنَّةً حَسَنَةً، فَلَهُ أَجْرُهَا، وَأَجْرُ مَنْ عَمِلَ بِهَا بَعْدَهُ، مِنْ غَيْرِ أَنْ يَنْقُصَ مِنْ أُجُورِهِمْ شَيْءٌ  

Artinya, "Barangsiapa yang membuat sunnah hasanah (contoh yang baik) dalam Islam, maka dia akan memperoleh pahala dan pahala orang yang mengikutinya, dengan tanpa mengurangi pahala mereka sedikit pun.." (HR Muslim)  

Begitu pula dengan membangun masjid utawi musholla, menanam pohon, dan amalan-amalan yang telah disebutkan, selama masjid utawi musholla tersebut masih dimanfaatkan kangge beribadah lan pohon yang ditanam, dapat diambil manfaatnya, maka pahalanya akan mengalir kepada sang pemilik amal, meski ia tak lagi di dunia.  

Keranten meniko, selagi kita masih hidup. Selagi tasik wonten kesempatan, monggo sekuat tenaga ngelampahi amalan-amalan tersebut sesuai kemampuan masing-masing. Menawi mboten saget mengamalkan semuanya, setidaknya kita saget mengamalkan salah satu dari tujuh amalan tersebut. Sehingga, kita berharap, meski kelak kita sampun meninggal dunia, pahalanya akan terus mengalir kepada kita. Amin ya Rabbal Alamin

Ma’asyiral Muslimin rahimakumullah

Kangge mengakhiri khutbah ini, monggo kita berdoa dumateng Allah SWT; mugi-mugi dipun paringi rahmat, keberkahan, lan kemampuan untuk bisa mengamalkan kebaikan-kebaikan, yang pahalanya senantiasa mengalir kepada kita, meski kita tak lagi hidup di dunia. Amin ya Rabbal Alamin...

أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ، بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ: وَالْعَصْرِ. إِنَّ الْإِنْسَانَ لَفِي خُسْرٍ. إِلَّا الَّذِينَ آمَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ وَتَوَاصَوْا بِالْحَقِّ وَتَوَاصَوْا بِالصَّبْر،

   بَارَكَ اللّٰهُ لِيْ وَلَكُمْ فِيْ الْقُرْآنِ الْكَرِيْمِ وَنَفَعَنِيْ وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبَّلَ مِنِّيْ وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ، فَاعْتَبِرُوْا يَآ أُوْلِى اْلأَلْبَابِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِي هَدَانَا لِهَذَا وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنْ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لَا نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ المُجَاهِدِيْنَ الطَّاهِرِيْنَ،

 أَمَّا بَعْدُ، فَيَا آيُّهَا الحَاضِرُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ وَطَاعَتِهِ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُوْنَ. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ، وَتَزَوَّدُوا فَإِنَّ خَيْرَ الزَّادِ التَّقْوَى.

فَقَدْ قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي كِتَابِهِ الْكَرِيْمِ : إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا.

اللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيمَ، فِى الْعَالَمِينَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ،

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ. اَللّٰهُمَّ ادْفَعْ عَنَّا الْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالطَّاعُوْنَ وَالْاَمْرَاضَ وَالْفِتَنَ عَنْ بَلَدِنَا هٰذَا اِنْدُوْنِيْسِيَّا خَاصَّةً وَعَنْ سَائِرِ بِلَادِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً يَا رَبَّ الْعَالَمِيْنَ. رَبَّنَا اٰتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَ فِي الْاٰخِرَةِ حَسَنَةً وَ قِنَا عَذَابَ النَّارِ،

عِبَادَ اللّٰهِ، إِنَّ اللّٰهَ يَأْمُرُ بِاْلعَدْلِ وَاْلإِحْسَانِ وَإِيْتاءِ ذِي اْلقُرْبىَ وَيَنْهَى عَنِ اْلفَحْشاءِ وَاْلمُنْكَرِ وَاْلبَغْيِ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ، وَاذْكُرُوا اللّٰهَ اْلعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ، وَاشْكُرُوْهُ عَلىَ نِعَمِهِ يَزِدْكُمْ، وَلَذِكْرُ اللّٰهِ أَكْبَرْ

 

Ustadz Ajie Najmuddin, Pengurus MWCNU Banyudono Boyolali.


Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)