Showing posts with label Politik. Show all posts
Showing posts with label Politik. Show all posts

Friday, January 5, 2024

Kekayaan Negeri Ini yang Tidak Kita Ketahui


• Potensi Kekayaan Indonesia yang Beliau Ketahui • 

Saya menyimak lengkap dialog salah satu capres dengan PP Muhammadiyah. Ada statement beliau sang capres Pemilu 2024, di bagian akhir statementnya.

Setelah bicara tentang SDA Indonesia macam nikel, gas, dll. 

Beliau bicara:

"Saya mengerti potensi kekayaan negara Indonesia ke depan. Kalau nggak potensial, ngapain saya nyapres?"

Dugggg...!!!

Saya terhenyak dengan pernyataan tersebut.

Apa maksudnya?

Apa ada maksud tersembunyi dari balik pernyataan beliau?

Apa itu. Entahlah...

Saya mencoba mencari-cari lagi video tersebut. Saya coba cari barangkali ada video short atau reels potongannya. Tapi, belum ketemu. Biasanya "blunder" ungkapan dari lubuk hati paling dalam seperti ini banyak jadi bahan roasting di kanal² politik. 

Kok saya gak nemu, ya... 🤔


GOR Giri Krida Gresik,

5 Januari 2024

#1Day1Note 

#AnakMudaMelekPolitik

Mengapa Saya Memilih Prabowo?


• Mengapa Saya Memilih Prabowo? •

Zaman saya di Jakarta. Pernah setiap hari, saya dipaksa membaca 5 koran; IndoPos, Tempo, Media Indonesia, Kompas, dan Republika. Semua tulisan tentang politik harus saya baca dan cermati, ketika itu. Saya mulai doyan politik.

Sejak 2009, ketika Prabowo pertama kali masuk kertas Pemilu Capres-Cawapres. Pasangan Bu Mega. Saya tidak memilih Prabowo.

Tahun 2014.

Prabowo maju capres. Pasangan cawapres-nya Ketum PAN; Harta Radjasa. Juga besan presiden kala itu; Pak Beye. 

Lagi-lagi, saya bukan pendukung dan pemilih Prabowo. 


Tahun 2019

Beliau maju capres lagi.

Lawan capres yang sama di 2014. Jokowi.

Kali ini PJ berpasangan dengan tokoh NU senior; Kiai Ma'ruf Amin.

Saya lagi-lagi, tidak memilih Prabowo.

2024 Prabowo maju lagi keempat kalinya.

Kali ini gandeng anak presiden yang sedang menjabat; Gibran putra Jokowi.  

(Jadi, beliau Prabowo, sudah 2x pengalaman maju capres dengan "dukungan" presiden yang sedang menjabat). 

Pertama (2014); besannya presiden. 

Kedua (2024): anaknya presiden.

Kita lihat, apakah beliau berhasil--atau gagal lagi seperti 2014?

Hari ini, lewat peran aktif beliau sebagai Menteri Pertahanan (sesuai background yang militer), saya masih belum menemukan kesan yang membangkitkan untuk menjatuhkan pilihan pada sosok Jenderal Prabowo. 

GOR GIRI KRIDA Gresik, 

5 Januari 2024

#1Day1Note 

#MelekPolitik 

*Catatan ini menjawab pertanyaan sebagian orang; "Kok Ustadz bicara politik?"

Jangankan politik, bicara investasi dan saham saja saya bisa kok. 😘

Anda tidak harus ikut saya. 

Begitu pun guru-guru di lembaga saya, tidak harus sehaluan dengan politik saya.

Godaan Kiai di Tahun Politik



• Godaan Kiai di Tahun Politik • 

Godaan bagi kiai muncul lagi di tahun politik. Bukan soal disogok uang. Karena pasti akan ditolak. Tapi soal preferensi politiknya.

Ketika kiai mendukung calon A, beliau tentu berharap para santri dan alumninya juga ikut pilihan beliau. Namun, ternyata tidak semudah itu.

Santri (terlebih sudah alumni) ternyata punya preferensi politik sendiri. Bahkan, sudah gabung di partai-partai yang berbeda. Kiainya PKB, eh santrinya gabung PPP. Kiainya PPP, santrinya gabung PKB. Atau malah Golkar dan PDIP. 

Saat itulah kelapangan hati beliau sebagai pendidik diuji. Apakah akan merestui dan mendoakan untuk kebaikan santrinya yang berbeda-beda haluan, ataukah malah menggerutu.

Naudzubillah,

Jika sampai mengungkit-ungkit jasa-jasa yang pernah diberikan pada santrinya semasa mondok.

"Puluhan tahun tak ramut. Tak biayai mondok dan sekolahnya. Sekarang sudah jadi orang kok nggak mau nurut sama saya," ini contoh kalimat yang nauzubillah--dan berpotensi menghapus pahala-pahala yang sudah dikumpulkan bertahun-tahun karena ngeramut sang santri.

Terlebih, jika kiainya nyalon. Santrinya tidak ada pergerakan mendukung.

Bolehkah mengklaim kebaikan-kebaikan dan jasa yang pernah dilakukan atas seseorang atau lembaga? Boleh-boleh saja, kalau memang faktanya seperti itu. 

Tapi, itu bisa menyakiti perasaannya. Bisa masuk riya. 

فَمَثَلُهُ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَأَصَابَهُ وَابِلٌ فَتَرَكَهُ صَلْدًا ۖ

Maka perumpamaan orang itu seperti batu licin yang di atasnya ada tanah, kemudian batu itu ditimpa hujan lebat, lalu menjadilah dia bersih (tidak bertanah).

PP Cahaya Quran, 5 Januari 2024

#1Day1Note 

#MelekPolitik

Wednesday, January 3, 2024

Capres Pilihan



• Siapa Preferensi Capres Jenengan •

Disela obrolan bersama Prof Waego beberapa waktu lalu di Malang, kami bertanya soal capres pilihan beliau.

"Mohon maaf, sebelumnya. Saya tidak bermaksud memengaruhi pilihan Jenengan."

"Coba perhatikan saja. Misalnya, ada seorang anak yang sejak kecil dirawat, dibesarkan, diberikan privilege dalam kekuasaan. Setelah besar, berkuasa, dan mampu, lantas melawan orangtuanya."

"Bagaimana menurut Jenengan?"

"Saya tidak menyebut nama lhooo... Tapi, coba analogikan saja dengan akhlak seorang anak terhadap orangtuanya." 

Seorang anak, jika orangtuanya durhaka? 

Apa boleh si anak membalas durhaka pada orangtua?

Menurut ajaran Islam kan gak boleh. Malah harus tetap berbakti--asalkan tidak disuruh maksiat atau melawan ketentuan Allah.

"Simpel saja saya mikirnya." 

Malang, 27 Desember 2023

#1Day1Note 

Sunday, December 31, 2023

Kiai Kudu Punya Prinsip, Termausk Pilihan Politik


• Kiai Kudu Duwe Prinsip • 

"Kiai kok pokok e milu?" 

Begitu kata Mbah Maimoen Zubeir dalam sebuah ceramah.

Angin e ngalor. Milu ngalor. 

Angin e ngidol. Milu ngidol.

Gak boleh kiai Seperti itu. Harus punya prinsip dan pandangan.

Pendapat, pandangan, dukungan atau fatwa, bisa BERBEDA. Bisa juga SAMA dengan Kiai lainnya. Tapi, yang jelas; keputusannya didasarkan atas Prinsip, argumen, dan sudut pandang yang dia yakini. 

Begitu pun dengan pilihan politik.

Kiai harus punya prinsip. Tidak boleh ikut-ikutan; pokok e milu sana. Milu sini.

Dalam bahasa fikihnya; harus punya ijtihad politik sendiri.

Nah, jika pilihan dan hasil ijtihad berbeda, harus saling menghormati. Podo alim e; podo ahlinya. Tidak boleh mencela dan menghina hasil ijtihad (pilihan).

Apalagi sampai main PECAT. 😇

Friday, December 22, 2023

Obrolan Pilpres di Gang Kampung


• Obrolan Soal Pilpres di Gang Kampung • 

Pagi ini saya hendak keluar. Nyari-nyari kopi ketan. Pas belok prapatan, keliatan Pak RT melambai. Memanggil saya untuk berhenti dan gabung.

"Ada apa Pak RT?"

"Ayo, sarapan disek, Tadz." Ajak beliau.

"Waaaah... tepak'an ini. Baaaru saja mau nyari sarapan ketan. Kok ada yang nawari makan," ujar saya semangat.

Melihat lauk pauknya yang berlimpah, makin nambah lapar.

"Ayo tadz. Didongani," pinta Pak RT.

Bismillahirrahmanirrahim...

Al Fatihah...

Kebetulan, menu sarapan pagi ini luar biasa. Favorit saya semuanya. Dadar, pindang, ikan asin, dan sayur urap. Ditambah nasinya peroh. Wah,,,, bikin doanya dipersingkat saja. 😍

Sambil makan-makan, obrolan berlanjut soal Debat Cawapres nanti malam. 

"Ini kalau Gibran nanti malam tampil bagus, maka pendukungnya makin yakin. Tapi, kalau tampil melempem pasti banyak pemilih yang bimbang akan langsung kabur ke calon lain." Salah satu warga memulai obrolan tingkat elit. 🤣

"Saya itu kuatir. Prabowo itu sudah tua. 70 tahun lebih. Jalan kaki aja sambil nyeret-nyeret. Kalau jadi Presiden gimana nanti?" Yang lain menimpali. 

"Prabowo kalau jadi presiden, paling umurnya gak panjang. Habis itu diganti Gibran. Lha, ini. Masak kita dipresideni Gibran? Gak bahaya ta?" Timpal yang lain.

"Yang paling pengalaman di pemerintahan itu ya duet Ganjar-Mahfudz. Yang kedua AMIN. Kalau yang paling minim pengalaman ya Prabowo Gibran," 

"Saya pilih Ganjar itu, ya karena ada Mahfud itu. Wong pinter lan bener iku. Kelas e presiden."

"Saya itu PKB. Tapi, tidak akan pilih AMIN."

Hanya ada satu pendukung Prabowo. Tapi, nampak begitu yakin;

"Wes toh. Cekelen omonganku. Seng menang pasti Prabowo. Pokok é Prabowo pasti menang." Ujar beliau mantabbb.

Saya perhatikan mayoritas warga sekitar saya pilihannya Ganjar-Mahfud. Ada juga yang Prabowo. Tapi, kok nggak ada yang pilih AMIN. 

Tapi,

Saya HAQQUL YAQIN, semuanya kalau sholat tetap baca Aaaamiiin... 🤣

Yang Harus Diperhatikan dari Proyek Makan Siang dan Susu Gratis


• Proposal Proyek 1 Triliun/Hari • 

Hal-hal yang perlu dicermati kelak saat program makan gratis dan minum susu gratis dilaksanakan.

》Sasaran:

- Siswa PAUD, SD/MI, SMP/MTs, MA, SMA, SMK

- Santri Pesantren 

- Ibu Hamil 

- Anak jalanan? 

》Penyedia Catering Makan:

- Pihak sekolah/yayasan 

- Warung di Desa setempat 

- BUMDES 

- PKK Desa setempat 

- Catering di wilayah Kecamatan setempat 

- Siswa Bawa Sendiri (dapat uang) 

- Perusahaan rekanan Pemkab/Pemkot 

》Sistem Kontrak Suplier:

- Penunjukan langsung 

- Lelang 

- lainnya 


》Suplier Susu:

- Indomaret 

- Alfamart 

- Langsung Perusahaan Produsen Susu [Ultrajaya, Cimory, Indofood, Wings, Unilever, atau lainnya)

- Susu murni peternak setempat 

- Sales berbadan usaha 

Semua ini akan jadi tugas DPR--sebagai pembuat regulasi. Yang perlu diwaspadai ialah penetapan pemenang lelang proyek. Bisa jadi ada fee/komisi dibaliknya. 

Akibatnya, makan siang yang mestinya menu telur ayam, berubah jadi telur puyuh. 🤣

Peluang Bisnis Catering dan Suplier Susu


• Makan Siang dan Susu Gratis • 

Prospek Bisnis Pengusaha Catering dan Suplier Susu

Ini program yang luar biasa menarik. Bagi para pemilik suara--terutama grass root, janji makan siang dan susu gratis ini tentu menjadi magnet yang kuat.

Tak hanya bagi pemilik suara, tapi juga perusahaan pemasok susu dan jatah makan harian. Ini akan jadi peluang bisnis yang menggiurkan. 

Saya coba analisa sederhana.

Menurut website: dataindonesia.id, jumlah siswa se Indonesia: 53,14 juta. Mulai tingkat PAUD hingga SMA. 

Ditambah santri pesantren: 5 juta. 

Maka, total jumlah seluruh sasaran programnya: 58,14 juta. 

Anggaran yang Dibutuhkan:

- Makan siang : 58,14 juta x @10.000 = 581.4 miliar 

- Susu : 58,14 juta x @5.000 = 290.700.000.000

Total Anggaran per Hari : 872.1 MILIAR 

Anggaran per bulan : 872,1 M x 26 hari= 226,674 TRILIUN 

Anggaran 1 tahun = 272,1 Triliun

Anggaran sebesar itu tentu menarik para pengusaha juga. Mulai proyek pengadaan susu, hingga jaminan proyek catering harian yang menggiurkan.

Ambil contoh,

Jika sebuah perusahaan bisa pegang pengadaan catering makan siang dan susu di Kabupaten Lamongan.

Jumlahnya pelajar di Lamongan (data di Dapodik--belum EMIS) sebanyak: 183.868 siswa.

Maka : 183.868 siswa x @15.000 = 2.758.020.000 [2,758 MILIAR) per HARI.

Omset yang luar biasa. 

Perusahaan besar ini, wong omsetnya aja hampir 3 miliar per hari.

Dalam sebulan, omsetnya mencapai 71,7 miliar. 😘😘😘

Ini sudah setara perusahaan besar macam: Sidomuncul, Summarecon Agung, ACE Hardware, atau sedikit di bawa JAPFA Comfeed. 


Ini baru siswa di bawah naungan Kemendikbud. Belum Kemenag, lho. Jika jumlahnya tak jauh beda, maka omsetnya tinggal dikalikan dua. Daging bener. 🍖🍖🍖

Monday, December 4, 2023

Dinasti Politik


• Politik Dinasti atau Dinasti Politik • 

Ada banyak alasan dinasti politik dilarang. Para pembuat undang-undang dan kebijakan, tidak asal usul bikin aturan. Keberadaan keluarga di pimpinan pemerintahan punya pengaruh besar bagi posisi anggota keluarga lainnya. 

Jadi,

Tidak bisa terus dijawab:

"Biar rakyat yang menilai."

"Biar masyarakat yang menentukan pilihannya."

"Kalau nggak suka, gak usah pilih."

Tidak semudah itu pada praktiknya.

Sebab,

Politik adalah seni meraih kemenangan dan mengalahkan lawan. Daaaan, keberadaan anggota keluarga yang pejabat, bisa menjadi salah satu peluru meraih kemenangan.

Saya ambil contoh di Lamongan. 

Hasil Pileg 2019 lalu. Saat Pak Bupati Fadeli (alm) menjabat. Ada 7 anggota keluarga beliau yang BERHASIL tembus jadi anggota dewan. Menang lewat pemilihan legislatif.

M. Arif Anshori, Sanditia Devis Saputra, Nor Fathonah (keponakan), Yanuar Yudha Prasetya, Nahdliyah Kartika (keponakan) dan Retno Wardhani (menantu).

Ditambah 1 lagi, anak bupati yang lolos ke DPR RI; Debby Kurniawan. Total 7 orang. Di periode sebelumnya, ada 1 lagi anak Pak Bupati; Betty Nurfi--yang kemudian mengundurkan diri karena ikut suaminya tugas ke Amerika.

Itulah contoh kecil dinasti politik/politik dinasti. Contoh lain, bisa kita cermati di Banten, Tangsel, dll. Bahkan ada seorang bupati yang selesai purna 2 periode. Di Pilkada berikutnya, dua orang calon bupatinya adalah istri yang bupati. Karena istrinya dua orang. Sama-sama maju di pilkada. 😅

Nah, 

Apa yang terjadi hari ini ketika Pak Fadeli sudah tidak menjabat bupati? 

Saya mencoba menelusuri Pengurus Demokrat Lamongan dan daftar caleg di Pemilu 2024 mendatang.

1. Ganti Ketua DPC PD Lamongan 

Sebelumnya, ketua DPC Partai Demokrat Lamongan adalah Pak Debby Kurniawan, sang anak bupati. Juli tahun lalu, beliau kalah saing dengan Pak Sugeng. 

DK yang menjabat ketua Demokrat 2 periode dianggap cukup sukses. Terbukti, dengan keberhasilan partai Bersambung mercy ini meraih 9 kursi. Menempati posisi 2 di bawah PKB, dan mengungguli partai senior; PDIP. 

Pencapaian ini luar biasa. Namun, apakah bisa bertahan dengan pergantian nahkoda? Kita lihat saja di Pileg 2024.

2. DK Geser Nomor Urut 2 

Sebagai ketua DPC, DK selalu menempati nomor urut 1 di daftar caleg Demokrat untuk DPR RI. Ternyata, di Pileg mendatang hanya menempati urutan 2.

Posisi nomor urut 1 ditempati Jemmy Kurniawan, caleg kelahiran Bali yang domisili di Malang. Di Pileg edisi sebelumnya, ada di nomor urut 2. Saya melihat banner beliau cukup banyak dan besar di pinggiran jalan raya Lamongan-Gresik. 

3. Hilangnya Daftar Nama Beken

Dalam daftar DCT Pileg 2024 yang dirilis KPU, nama-nama beken Demokrat yang sebelumnya menjadi anggota DPRD Lamongan, kini tak ada lagi. 

Yang tersisa hanya dua nama: Sanditia Devis Saputra (Bendahara Demokrat Lamongan), nomor urut 1 dan Yanuar Yudha Prasetya yang tergeser jadi nomor urut 2. Yang lain hilang dari DCT. 

4. Dipindah ke Caleg Provinsi/Pusat

Nor Fatonah (keponakan), misalnya. Untuk pileg 2024 mendatang dipindah ke DPR RI Pusat nomor urut 4. Sementara Retno Wardhani, dipindah ke DPRD Jatim no. urut 3. 


Tentu saja, perpindahan ini menjadikan peluang terpilihnya amat berat. Apalagi pesaingnya sudah incumbent dan sudah pengalaman bertahun-tahun tarung di tingkat provinsi. Ibaratnya, sudah niat "disingkirkan" dari lingkaran legislatif.

Thursday, November 30, 2023

"Kolam" Pak Jokowi

 


• "Kolam" Pak Jokowi


Ada satu pengamat politik yang selalu bilang (arti selalu: di beberapa kesempatan undangan layar televisi) bahwa pertarungan pilpres adalah pertarungan memperebutkan "kolamnya Jokowi".


Menurut beliau;

80% rakyat PUAS dengan kinerja Jokowi.

20% rakyat tidak puas dengan kinerja Jokowi. 

Nah, yang 20% itulah suaranya Anies. Suara mereka solid, yang penting tidak Jokowi dan PDIP. Tapi, ya gitu; naik turun ya segitu-gitu aja. 


Delapan puluh persen tingkat kepuasan masyarakat itulah, yang diperebutkan pasangan Prabowo vs Ganjar. 


Nah, kalau dulu skor keduanya masih seimbang. Sekarang skornya sudah njomplang--karena Jokowi (hampir) "resmi" mendukung Prabowo-Gibran.


Itu menurut beliau.


Kalau menurut pengamatan saya. 

Pasca pelanggaran etik berat atas putusan MK nomor 90, ternyata banyak tokoh non partai yang dulu mendukung Jokowi--menjadi berbalik arah. Mereka merasa tidak mengenal Jokowi selama ini.


Padahal, belum tentu juga Pak Jokowi yang melakukan intervensi. Jadinya cuma suudhon. Bisa jadi kan; ada pihak tertentu yang sedang cari muka di hadapan Pak Jokowi.


 Terus, yang bener gimana?

- Biar masyarakat yang menilai 

- Saya tidak tahu 

- Waktu akan menjawab.


Catatan pribadi #PolitikDamai 

Part #3


===


Belakangan, saya baru tahu. 

Pengamat itulah yang mengusulkan pertama kali secara terbuka untuk Jokowi 3 periode. 😍

Memilih Pemimpin Terbaik, atau yang Paling Menarik?


Memilih Pemimpin Terbaik, atau yang Paling Menarik? 

[Catatan Pribadi bag. 2]

DCT Pemilu 2024, sebanyak 204.8 juta sekian pemilih. Mayoritas, pemilih muda yang kurang peduli literasi politik. Mayoritas, pemilih yang tingkat pendidikannya SMP ke bawah.

Artinya, dasar penentuan pilihan amat tergantung pada perasaan si pemilih. Menguntungkan apa tidak untuk dirinya.

Bukan lagi soal kapasitas calon presiden-cawapres, ataupun visi misinya.

Berapa sih jumlah penduduk yang mau berjam-jam menyimak debat kandidat?

Berapa puluh juta sih pemilih yang peduli dengan dialog program kandidat yang digelar PP Muhammadiyah, Mata Najwa, Forum Kiai Kampung, atau lembaga kredibel lainnya? 

Minimalis sekali; prosentasenya dibanding jumlah DCT. 


Dengan profil pemilih yang mayoritas seperti itu, maka pasangan capres-cawapres perlu menyesuaikan materi kampanye dengan target suara.


Bagi masyarakat akar rumput (pemilik suara mayoritas) pertimbangan terpenting soal capres-cawapres bukan soal penegakan hukum, Indonesia jadi negara super power, mandiri ekonomi, teknologi, kemandirian pangan, ekonomi liberal/kerakyatan, atau keberpihakan terhadap anak bangsa.


Tapi, pertimbangan utamanya:

1. Apakah presiden ini menjanjikan BLT jika jadi?

2. Apakah PKH masih dilanjutkan ke depan?

3. Apakah BBM GRATIS atau subsidi besar?

4. Apakah UMR naik?

5. Apakah sekolah bisa gratis? 

6. Apakah maish dapat beras dari Pak RT, jika presidennya ganti?

Dan seterusnya, seterusnya...


Maka, ketika saya melihat paslon lain berbusa-busa menjelaskan visi misi dan program²nya, saya tertawa saja.

Ketika membandingkan di sisi sebelah, paslon sudah mengkampanyekan yang enak-enak.


Program-program semacam ini, amat disukai:

1. Makan Siang gratis 

2. Susu gratis seminggu 3x 

3. Makan telur seminggu 2x 

4. Peningkatan Transfer Dana Desa 

5. Perpanjangan masa jabatan Kades (mungkin seumur hidup) 😅

6. BBM Gratis untuk angkot dan ojek online 

Dan sejenisnya.

Wong yang diskon GEDE aja langsung jatuh cinta kok! 😍 Apalagi yang gratis-gratis, hati jadi susah move on. 😜

Jika kualitas kampanyenya seperti itu, lantas pemilu kita ini sedang memilih calon terbaik, atau calon yang paling menarik voters?

Silakan jawab di komentar. 

Sebuah catatan pribadi.

Part #2

#PemiluDamai 

📷 Kapan maneh, iso ngaku dulur. Terus wonge seng diaku, yo seneng.

Nek gak tahun 2024 iki. 😅


*Proyek kaos capres-cawapres pesanan .

Mengapa Prabowo Pilih Gibran?


Mengapa Prabowo Pilih Gibran?

1. Faktor Jokowi 

Diakui atau tidak, tingkat kepuasan masyarakat terhadap Presiden Jokowi cukup besar. Saya menyimak hasil survei kepuasan publik terhadap jokowi. Rata-rata di atas 70%.

Artinya, 

Jika Prabowo mendapatkan dukungan Jokowi, kemungkinan akan dapat "limpahan" suara pendukung Jokowi. Adanya Gibran di posisi cawapres, menjadi garansi Pak Jokowi akan mendukungnya.

2. Menggerus Suara PDIP

Pak Jokowi "netral" saja, itu sudah merugikan PDIP. Apalagi jika memutuskan mendukung salah satu pasangan.

Saat salah satu cawapres yang maju adalah anaknya, hampir bisa dipastikan Pak Jokowi akan beralih mendukung anaknya.

Sekali dayung, dua pulau terlampaui.

Selain bisa mendongkrak suara Prabowo, di sisi lain bisa menggerus suara pesaingnya. 

3. Jalan Tengah

Dulu, sebelum cawapres Gibran ditetapkan, semua partai koalisi Indonesia Maju mengajukan calonnya masing-masing. PAN (Erick Tohir), Golkar (Airlangga), PD (AHY), dan PBB (Yusril). Semuanya ingin mengajukan jagonya sebagai cawapres.

Dengan dipilihnya Gibran, seakan menjadi jalan tengah bagi mereka semua. Tentu saja dengan berbagai dinamikanya di balik layar.

4. Gibran Sosok Muda 

Mayoritas pemilih di Pemilu 2024 adalah Gen Z. Sekitar 60% jumlahnya. Itu jumlah yang wowww. Tentu saja dibutuhkan pendekatan ala anak muda untuk menarik simpati mereka dan memutuskan memilih pasangan Prabowo-Gibran.

Apalagi,

Mayoritas Gen-Z literasi politiknya sangat minim. Tentu saja ini bikin mereka mudah terpesona dengan berbagai gimmick kampanye. Yang dicermati bukan visi-misi, program, dan kapasitas sang calon.

Sebuah catatan pribadi.

#PemiluDamai2024

Friday, April 19, 2019

Pemilu Curang, Bisakah?

Mencermati dan melaksanakan sendiri proses kerja sebagai KPPS di TPS juga aturan-aturan yang ditetapkan, rasanya suliiiiiiiit sekali orang berbuat curang.
Pihak KPU sekalipun, saya kira sulit berbuat curang dengan memanipulasi data.
Syaratnya, saksi dari kedua kubu harus selalu ada di TPS.
Dengan model pemilu seperti ini (blangko C1 yang ditandatangani semua anggota KPPS dan semua saksi), seseorang hanya bisa berbuat curang dengan cara:

Cara #1
Membuat TPS FIKTIF
Adanya TPS fiktif ini, pihak yg curang bisa dapat dobel anggaran dan suara.
Aturan KPU, tiap TPS, maksimal 300 pemilih.
Maka untuk mendapatkan suara sebanyak 50 juta, harus dibuatkan sekitar 160.000 (seratus enam puluh ribu) tps fiktif.

Penghitungan 320 ribu dan 810.193 TPS

320 ribu dan 810.193 TPS 

Salah satu pasangan mengklaim kemenangan lewat data "Real Count". Prosentase kemenangan yang didapat cukup besar. Di angka 62%. Data ini diambil dari penghitungan internal dari 320 ribu TPS yang masuk.

Sementara, penyelenggara pemilu, KPU, membuat total 810.193 TPS di dalam negeri.

Saya coba kalkulasi perolehan suara dari 320 ribu TPS itu.
Jika di setiap tps ada 300 DPT dengan tingkat partisipasi pemilih 80% (berdasarkan laporan survei), maka bisa diperkirakan ada 240 orang yang menggunakan hak pilihnya di TPS tersebut.

Jika dijumlah lagi.
320 ribu TPS x 240 orang (per tps), maka muncul total suara yang masuk dari "Real count" internal ialah: 76,800,000.

Asumsi kemenangan tim tersebut ialah sebesar 62%.
Maka muncul jumlah 76,8 juta x 62% = 47,616,000.

#Jadi pasangan yang unggul dari 320 ribu TPS mendapatkan suara: 47,616.000

#Sementara pasangan yang tidak unggul (dari rekap 320 ribu TPS itu) mendapatkan suara 38% atau sejumlah 29,184,000.

Monday, January 7, 2019

Dua Calon Petahana DPD RI Jatim di Pemilu 2019

Maju jadi anggota DPD terbilang berat. Seorang calon, harus bersaing dengan 27 calon lainnya di Provinsi Jawa Timur. Jatah yang diperebutkan hanyalah 4 kursi. Saking tidak banyak dikenalnya, kerapkali warga nyoblos ya asal nyoblos. Atau nyoblos nama yang dirasanya tidak asing lagi.

Dari data Pemilu 2014 lalu, berikut ini empat nama yang terpilih mewakili Jawa Timur sebagai anggota Dewan Perwakilan Daerah:.

1. Hj. EMILIA CONTESSA 》1.660.542
2. ABDUL QADIR AMIR HARTONO, S.E., S.H., M.H. 》917.275
3. H. AHMAD NAWARDI, S.Ag. 》898.647
4. Drs. H. A. BUDIONO, M.Ed. 》 871.422

80 Juta Dapat Apa?

• 80 Juta Dapat Apa? •

Maju sebagai caleg zaman now, tidak cukup bermodal popularitas. Tak pula hanya bermodal ganteng atau cantik. Harus ada modal dana pendukung. Bukan money politics, tapi biaya pendukung alat peraga kampanye.

Bagi caleg, dana 80 juta kira-kira dapat apa?

1. Banner Caleg

Banner standard lumayan besar itu 1,5 m x 2 meter : 3 meter
Harga cetak banner 3 m x 20.000 : 60.000
Harga kayu plus ongkos pasang : 40.000
Total biaya per banner+pasang : 100.000

Tuesday, January 1, 2019

Sang Fenomenal yang Baru Muncul Bannernya

• Sang Fenomenal yang Baru Muncul Bannernya •

Saya sebut fenomenal, karena di usianya yang masih terbilang muda, karir politiknya melesat cepat.

Maju caleg di dapil 5 Lamongan (sekarang dapil 4), sebagai orang "baru". Artinya, bukan kelahiran wilayah sini, bukan aktivis organisasi daerah pantura sini, namun berhasil melenggang ke kursi legislatif Lamongan.

Suara yang diperolehnya juga terbanyak di antara calon legislatif lainnya di dapil 5--bahkan mungkin seluruh caleg se Kabupaten Lamongan. Suaranya mencapai 9.883. Ia menyumbang sekira 60% suara partainya, dari dapil 5 saat pemilu 2014.

Saya sebut fenomenal karena beberapa tahun kemudian, dia memenangkan pertarungan menjadi ketua umum partainya di Lamongan. Menggeser ketua umum sebelumnya, yang juga ketua DPRD Lamongan.

Tak cukup itu.
Karirnya makin menanjak saat mendapatkan rekomendasi DPP Pusat untuk menjadi Ketua DPRD Lamongan--menggeser ketua sebelumnya yang juga pernah digeser dari jabatan ketua umum partai.

(Sang mantan ketum dan mantan ketua DPRD, lantas undur diri saking partai. Pindah ke partai tetangga, dan langsung didaulat menjadi ketua umum pula).

Fenomenal.

Lalu,
Untuk pileg 2019 mendatang, dia naik kelas. Mencalonkan diri menjadi anggota DPR tingkat pusat. Lewat dapil Lamongan-Gresik.

Menarik ditungggu; apakah dia bisa lolos ke Senayan dengan peta persaingan yang lebih besar.

Yang jadi amatan saya hanyalah soal banner. Saat caleg-caleg DPR Pusat lain sudah giat memasang banner, sang fenomenal belum memajang fotonya.

Baru-baru ini saya melihat foto beliau mulai terpajang di banner-banner. Bersama Pak mantan presiden dan seorang caleg daerah.

Banner yang khas, lewat jargon tulisan:
"RAKYAT TIDAK BOLEH SUSAH".

Batin saya;
Lha wong DPR yang katanya sugih (sehingga jadi rebutan orang banyak) wae banyak yang hidupnya susah terus kok. Apalagi rakyat.

PP Tabah Kranji, 1 Januari 2019
@mskholid
@ruanginstalasi 

Tuesday, December 11, 2018

Siapa Calon DPD RI yang Paling Banyak Bannernya?



Mencalonkan diri jadi anggota DPD RI itu berat.
Saingannya 34 orang--dan daerah pemilihannya se-Jawa Timur. Tidak seperti caleg DPR Pusat yang hanya dua kabupaten.

Ini se-Jawa Timur.
Saking luasnya jangkauan, tak banyak masyarakat tingkat akar yang mengenal calon DPD-nya.
Pun tak tahu harus memilih siapa.

Nah, menyambut pesta demokrasi tahun depan, saya akan berusaha menulis secara rutin (sak sempat-e) hal-hal kecil di sekitar kita terkait agenda 5 tahunan ini.

Pertama soal banner--alat peraga kampanye yang paling diandalkan calon.

Sepanjang 'jalan-jalan' saya di wilayah jalan besar Lamongan-Gresik, ada dua nama yang bannernya paling banyak menghiasi pinggir jalan.

Yang pertama (dan yang paling banyak) ialah:

Bapak La Nyalla Mattaliti
(ada facebooknya gak? Di-tag deh, siapa tahu pesen kaos. :-D)

Mantan Ketum PSSI yang sempat nyalon jadi bakal calon Gubernur Jawa Timur tahun ini.
Waktu itu, sempat bikin geger politik nasional saat gagal maju jadi calon gubernur dan berasalan kurangnya uang mahar.
Sempat jadi kawan akrab Prabowo, kini mendekat-dekat ke kubu Jokowi.

Banner Bapak ini paling banyak menghiasi jalan-jalan raya Lamongan - Gresik.
Sepertinya, beliau memang sudah nekat jadi anggota DPD saja. Daripada nyalon gubernur gak keturutan.

Saya coba cek data beliau di portal infopemilu.
Ternyata, beliau adalah nama yang paling banyak mendapatkan surat dukungan sebagai syarat maju menjadi anggota DPD RI Jawa Timur.

Jumlah dukungannya: 19.720
Fantastis.
Jauh mengungguli calon-calon lain yang rata-rata berkisar 5.000 - 6000 dukungan.

Hebatnya lagi,
Dukungan itu tersebar di 38 Kabupaten/Kota di Jawa Timur.
Artinya, tersebar di seluruh Kabupaten/Kota Jawa Timur.
(lihat screenshoot)

Calon DPD RI kedua terbanyak Bannernya ialah:

Bapak Shonhaji Zainuddin, SE, MM.

Saat ini menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Lamongan 2014-2019
Sudah 2 periode ini beiau jadi anggota legislatif dari PAN.

Entah apa yang mendasari pria asal Pringgoboyo Maduran ini memutuskan maju sebagai calon DPD RI.
Kalaupun legislatif tingkat kabupaten terlalu rendah, biasanya orang itu kalau mau naik kelas, ya standarnya di DPRD tingkat Provinsi.

Babat, 11 Desember 2018
@mskholid

Saturday, June 26, 2010

Lawan Rezim SBY


MENGAPA KITA (HARUS) MELAWAN REZIM NEOLIB INI?
Oleh: M. Hatta Taliwang (Koordinaator Grup Diskusi 77-78)

Beberapa data dan fakta yang mendorong kita untuk melawan rezim neolib, antara lain:

Di masa Raffles (1811) pemilik modal swasta hanya boleh menguasai lahan maksimal 45 tahun; di masa Hindia Belanda (1870) hanya boleh menguasai lahan maksimal selama 75 tahun; dan di masa Susilo Bambang Yudhoyono (UU 25/2007) pemilik modal diperbolehkan menguasai lahan selama 95 tahun. Teritorial Indonesia (tanah dan laut) telah dibagi dalam bentuk KK Migas, KK Pertambangan, HGU Perkebunan, dan HPH Hutan. Total 175 juta hektar (93% luas daratan Indonesia) milik pemodal swasta/asing

Hutang Luar Negeri Indonesia (Pemerintah dan Swasta) sebesar dua ribu lima ratus trilyun rupiah (2.500.000.000. 000.000) diantaranya dibuat selama 5 th pemerintahan SBY sebesar 300an triliun.. Bunga dan cicilan pokok 450 trilyun. Pertumbuhan ekonomi 4 - 6 % per tahun hanya untuk biaya bunga dan cicilan pokok hutang luar negeri.Sebuah sumber menyebut negara telah bangkrut secara akuntansi karena hutang lebih besar dari assets. Kekuatan ekonomi bangsa Indonesia telah terjebak dalam hutang berkepanjangan (debt trap) hingga tak ada jalan keluar! Kita akan terus hidup bergantung pada hutang. Sementara itu diduga ada mafia dlm "permainan hutang" ini yg mengambil keuntuangan dari "selisih bunga pinjaman hutang".makin banyak pinjaman makin menguntungkan mafia ini. Lintah darat terus menghisap darah rakyat.

Sebanyak 85% kekayaan migas, 75% kekayaan batubara, 50% lebih kekayaan perkebunan dan hutan dikuasai modal asing. Hasilnya 90% dikirim dan dinikmati oleh negara-negara maju. Sementara China tidak mengekspor batubara, Jepang terus menumpuk cadanganbatubaranya . Sekarang kita harus bertarung di pasar bebas dagang dengan China - Asean. Ibarat petinju kelas bulu diadu dengan petinju kelas berat dunia. Pasti Knock-Out ! Siapa yang melindungi rakyat dan tanah tumpah-darah kita ini?

40 tahun lalu pendapatan rakyat Asia Timur rata-rata sebesar US$ 100, bahkan China cuma US$ 50. Kini Malaysia tumbuh 5 kali lipat lebih besar dari pendapatan Indonesia, Taiwan (16 kalilipat), Korea (20 kalilipat), China (1,5 kalilipat) dan telah jadi raksasa ekonomi, politik, dan militer di ASIA. Ke mana hasil sumber daya alam kita yang sudah dikuras selama hampir 40 tahun ini? Ya memperkaya negara Barat, Singapura,ASIA Timur dan tentu saja oknum2 KAPITALIS di INDONESIA.

Ekonomi Indonesia hanya dikendalikan oleh 400-an keluarga yang menguasai ribuan perusahaan. Sejak Orde Baru mereka dapat monopoli kredit murah, perlindungan tarif, kuota, dan sebagainya. Semua itu karena mereka memberi upeti kepada penguasa. Sementara usaha kecil yang puluhan juta dianiya, digusur, dan dipinggirkan.

Akibat dari BLBI 1997, di mana Boediono terlibat dan dipecat oleh Soeharto, maka banyak bank berantakan. Kemudian direkapitalisasi ratusan trilyun. Bunga rekapitalisasi setiap tahunnya ditanggung oleh rakyat Indonesia melalui APBN sebesar puluhan trilyun untuk jangka 30 tahun ke depan. Yang menikmati BLBI di antaranya Syamsul Nursalim dkk, ongkang-ongkang kaki di Singapura(bahkan melalui Ayin tetap menjalin "persahabatan" dg PENGUASA Ind). Parahnya lagi, sekarang keadaan perbankan 66-70% sudah dikuasai oleh modal asing. Sebagian bank yang dikuasai asing itu menikmati bunga rekapitalisasi yang ditanggung oleh APBN tersebut. Kesimpulannya, negara Indonesia ini sudah berantakan dalam aspek-aspek mendasarnya (teritori, keuangan, hutang).

Dengan iming-iming pinjaman US$ 400 juta dari (the World Bank), Undang-Undang Migas harus memuat ayat: (Indonesia hanya boleh menggunakan maksimal 25% hasil produksi gas-nya). Bayangkan, kita eksportir gas terbesar di Asia, tapi penggunaan gas-nya diatur dari luar. Akibatnya PT Pupuk Iskandar Muda dan PT Asean Aceh Fertilizer, tutup karena kekurangan pasokan gas. Ini tikus mati di lumbung padi! Bahkan sekarang harga gas untuk rakyat mau dinaikkan lagi.

Dengan total anggaran belanja 3.660 trilyun (tahun 2005 s/d 2009), selama 1825 hari kerja, rezim ini hanya mampu menurunkan jumlah orang miskin dari 36,1 juta (16,6%) menjadi 32,5 juta (14,15%). Sumber lain malah menyebut terjadi penambahan jumlah orang miskin. Sementara pengangguran terbuka makin meningkat dari 7% menjadi lebih-kurang 8,5%. Padahal sebagian rakyatnya sudah rela jadi "kuli" di ARAB SAUDI, HONGKONG, SINGAPURA, MALAYSIA, KORSEL, dll. Mau ke mana rakyat dan negeri ini dibawa...?

Setiap tahun kita impor 1,6 juta ton gula, 1,8 juta ton kedelai, 1,2 juta ton jagung, 1 juta ton bungkil makanan ternak, 1,5 juta ton garam, 100 ribu ton kacang tanah, bahkan pernah mengimpor sebanyak 2 juta ton beras. Pastinya ada yang salah dengan kebijakan yang diambil oleh Pemerintah Indonesia menyangkut sektor pertanian. Pasti juga ada agen kapitalis yang bermain di balik penindasan yang terjadi terhadap para petani Indonesia ini.

Untuk pemenangan PEMILU dan PILPRES(selain "PROYEK CENTURY"), demi bertahannya rezim 'anak manis' ini, maka majikan dari luar memberi bantuan pinjaman sekitar 50 trilyun untuk mengambil hati orang desa, masyarakat miskin,dan pegawai negeri (PNPM, BLT, GAJI ke-13, JAMKEMAS, KUR, RASKIN, dll). Utang makin bertambah demi citra rezim di mata rakyat 'bodoh'. Ditambah lagi dengan UTANG, untuk kesejahteraan pegawai DEPKEU atas nama REFORMASI BIROKRASI, sebesar hampir 15 trilyun, yang menghasilkan GAYUS MARKUS. Alamak..., makin sempurna kejahatan rezim ini!

Penerimaan negara dari mineral dan batubara (minerba) hanya 3 persen (21 trilyun pada tahun 2006). Padahal kerusakan lingkungan dan hutan yang terjadi sangat dahsyat dan mengerikan!. Devisa remittance dari para tenaga kerja Indonesia (TKI) saja bisa mencapai 30 trilyun pada tahun sama. Jadi kemanakah larinya hasil emas, tembaga, nikel, perak, batubara,timah, aluminium dan seterusnya, yang ribuan trilyun itu?...

Dari permainan ekspor-impor minyak mentah, pelaku perburuan rente migas 'terpelihara' , dan setiap tahun negara dirugikan sampai 4 trilyun. Namun menguntungkan 'oknum' tertentu yg dikenal sebagai MR TWO DOLLARS dan memiliki hubungan dg penguasa.Inikah penyebab pansus BBM DPR RI tdk berkutik ?Malah mantan ketua pansus yang gagal itu jadi MENTERI.

Disepakati kontrak penjualan gas (LNG) ke luar negeri dengan harga antara tiga hingga 4 dollar Amerika/mmbtu. Padahal saat kontrak disepakati harga pasar internasional US$ 9/mmbtu. Gas dipersembahkan buat siapa? Siapa yang bermain?

Dugaan kekayaan negara yang hilang sia-sia: 1). Dengan memakai asumsi Prof. Soemitro 30% bocor, maka kalau APBN 2007 sebesar 750 trilyun, maka bocornya lebih kurang 250 trilyun. 2). Penyelundupan kayu/pencurian hasil laut, pasir, dan lain-lain 100 trilyun. 3). Potensi pajak yang tidak masuk kas negara tahun 2002 (menurut Kwik Kian Gie) sekitar 240 trilyun kalau sekarang misalnya dua kali lipat, maka angkanya berkisar 500 trilyun. 4). Subsidi ke bank yang sakit menurut Kwik 40 trilyun tahun 2002. Maka secara kasar potensi pendapatan negara yang hilang sia-sia totalnya 890 trilyun. Itulah salah satu sebab rakyat tetap miskin, segelintir orang mahakaya, dan negara tertentu kecipratan menjadi kaya.

Dengan standar buatan Indonesia orang miskin di negeri ini tahun 2006 berjumlah 39 juta (pendapatan perhari 5.095,-) Tapi kalau memakai standar Bank Dunia/standar internasional US$ 2 per hari, maka orang miskin di Indonesia lebih kurang 144 juta orang (65%). Lalu apa yang kita banggakan dari pemimpin bangsa ini?

Tahun 2005 BPK menemukan 900 rekening gelap senilai 22,4 trilyun milik 18 instansi pemerintah. Pada waktu itu ada 43 instansi yang belum diaudit. Jadi masih banyak uang negara yang gelap yang belum dimanfaatkan. Kenapa mesti menghutang untuk memberi rakyat raskin dan BLT? Kenapa jalan-jalan raya di tengah kota banyak yang bolong-bolong? Kenapa begitu banyak orang yang mengemis di pinggir-pinggir jalan?

Dengan 63 hypermarket, 16 supermarkets di 22 kota (termasuk 29 hypermartket Alfa dan jaringannya di seluruh Indonesia), maka Carefour Indonesia (komisarisnya jenderal-jenderal) total menguasai bisnis ritel. Bagaimana nasib jutaan warung-warung kelontong milik rakyat kecil? Atas nama liberalisme pasar semua digusur?

Sampai sekarang jumlah mall dengan konsep one stop shopping di JKT sekitar 80an dan akan bertambah tahun ini menjadi 90an .Smentara pasar tradisional yang dikelola PD Pasar Jaya tinggal 150an dlm keadaan"babak belur".SIAPAKAH PEMILIK MALL ?? Smentara penghuni pasar tradisional mayoritas pribumi yg dengan memelas dan menjerit pendapatannya terus melorot.Siapa peduli mereka?Persaingan atas nama ideologi apa ini ?Atau penindasan rakyat macam apa ini?

Sepuluh tahun kedepan Indonesia akan impor biji gandum lk 10 juta ton(butuh devisa lk 42,5 triliun rupiah).Sekarang masih 5 juta ton/tahun. Itu artinya akan jadi importir terbesar didunia. Kebijakan pertanian dan pangan yg tidak pro petani/rakyat, membuat kita tergantung pada impor gandum dari AS, Kanada dan Australia. Budaya makan mie,roti dll ikut andil(sukses marketing kapitalis juga).Padahal di Meksiko mampu memproduksi mie dari tepung jagung atau di China Selatan dari tepung beras. Indonesia sebenarnya mampu membuat yang seperti itu bahkan tepung sagu melimpahruah, kalau mau. Tapi bisnis impor gandum dan jual beli terigu sudah jadi “kerajaan tersendiri” yang dinikmati kapitalis. Tak peduli kesengsaraan petani Indonesia.

Tahun 2003 BUMN Indosat dijual ke TEMASEK SINGAPURA dengan harga 5 triliun. Selama lk 5 tahun TEMASEK telah meraup keuntungan lk 5 triliun laba dari bisnis telekomunikasi tsb. Artinya secara kasar modal sudah kembali. Tahun 2008 TEMASEK menjual Indosat ke QATAR TELECOM senilai 16 triliun. Itu keuntungan mutlak hanya dalam 5 tahun dari perusahaan Singapura. Siapa yang pintar dan siapa yang “pura-pura bodoh”? Ini salah satu dosa rezim neolib yang tak akan dilupakan rakyat.

Sampai saaat ini kebutuhan daging sapi nasional sekitar 400 ribu ton(1,8 juta ekor sapi). Dari jumlah tsb baru bisa dipenuhi lk 65%. kekurangannya diimpor dari AS, AUSTRALIA, SELANDIA BARU, KANADA, IRLANDIA, BRAZIL. Pemerintah mencanangkan swasembada daging sapi thn 2014. tapi yang terjadi sejak tahun lalu adalah serbuan daging sapi impor, sapi siap potong impor, daging sapi beku impor yang menghantam usaha peternakan rakyat. Tak tergambar bagaimana program utk merealisasikan swasembada daging tsb secara gamblang. Tak beda dengan impor kedele, jagung, kacang tanah, gula dll berujung pada tdk diberdayakannya secara optimal kemampuan petani/peternak utk mengisi pasar dalam negeri guna menghadapi kebiasaan impor yang hanya menguntungkan segelintir pengusaha /kapitalis. Rezim ini berpihak ke siapa?

Tahun 2008 adalah tahun monumental bagi industri otomotif di Indonesia. Tercatat penjualan 607.151 unit mobil dan lk 6.000.000 unit sepeda motor.Tentu saja AGEN TUNGGAL PEMEGANG MERK(ATPM) berpesta, apalagi PRINCIPALnya. Apakah Pemerintah dan Rakyat Indonesia mendapat manfaat dari pesta tsb ? Ya tentu. Tapi tidak sebanyak yang diraih bila Indonesia punya merk mobil nasional sendiri lewat pembelian lisensi seperti yang ditempuh Malaysia, India, China, Iran dan Korsel. Sudah puluhan tahun gagasan punya merk mobil nasional tapi kandas. Tommy, Bakri dan Texmaco sdh mencoba tapi kandas. Apakah karena kekuatan kapitalisme pada industri otomotif Indonesia sedemikian mencengkeram sehingga kita tak berdaya atau political will yang lemah ? Kenapa Malaysia bisa dengan PROTON nya?

Itulah beberapa butir yang membuat kita termotivasi untuk mengadakan perlawanan terhadap rezim penghisap, penindas, dan penjajah gaya baru dan antek-anteknya di Indonesia kita yang tercinta ini.

Mungkin Anda memiliki data untuk menambah kelengkapan data tersebut, dipersilahkan menambahkannya pada tulisan ini.

Keterangan: Sumber data tulisan ini adalah hasil olahan kami dari berbagai sumber dan dari tulisan-tulisan: Rizal Ramli, Salamuddin Daeng, Tjatur Sapto Edi, Fuad Bawazier, Kwik Kian Gie.

Thursday, June 3, 2010

*Strategi Informasi Israel*

Oleh

Yons Achmad*

Aksi terorisme kembali dilakukan Israel. Kali ini penyerangan membabi-buta
atas armada kebebasan : Kafilah Freedom Flotilla yang membawa bantuan
kemanusiaan ke Gaza. Beragam pandangan muncul dalam kasus ini. Sebagian besar
mengutuk Israel, tapi satu negara semacam Amerika Serikat (AS) hanya
“menyesal” atas jatuhnya korban. Saya tak akan lebih jauh menyoroti sisi
politik. Saya akan fokus untuk menyoroti soal arus strategi informasi dan
media terkait kasus ini.

Saya percaya, selain melakukan aksi terorisme, Israel sudah pasti melakukan
serangkaian strategi informasi yang akan membenarkan aksi tersebut. Tepatnya
akan melakukan penyesatan publik. Penduduk Indonesia, tentu tak lepas dari
target penyesatan opini publik dalam kasus ini. Disinilah nantinya wacana
akan bertarung. Antara kemuliaan dan solidaritas misi kemanusiaan itu dan
argumentasi pembenaran atas aksi terorisme Israel. Bagaimana permainan
strategi informasi berjalan? Mari kita sama-sama cermati.

*Pertama*, yang saya amati adalah situs sahabatalaqsha. com dan situs
hidayatullah. com. Kedua institusi ini mengirimkan wakilnya dalam rombongan
armada kebebasan ke Gaza. Kedua situs tersebut sempat mati. Tak dapat
diakses. Ada dua dugaan. Karena di sabotase oleh pasukan maya Israel, atau
karena kendala teknis kebanyakan pengunjung yang akhirnya overload dan tak
bisa diakses. Tentang hal ini, saya belum mempunyai jawaban pastinya.

* *

*Kedua,* tentang arus informasi di situs jejaring sosial Twitter. Data
terbaru, pengguna Twitter di Indonesia adalah 5,5 juta. Wajar kalau saluran
informasi melalui media sosial ini diperhitungkan. Ada indikasi Twitter
bermain dalam politik informasi alias mendukung (pro) kepentingan
Israel. Fakta
bahwa hashtag #flotilla* * tidak menjadi trending topic. Justru yang muncul
malah #Israil. Atas bukti ini, kemudian publik menjadi bertanya-tanya,
benarkah Twitter pro Israel? Sayang sampai saat ini, sependek yang saya
ketahui belum ada pernyataan resmi dari Twitter merespon kejadian tersebut.

* *

*Ketiga*, tentang video penyerangan di kapal Freedom Flotilla. Di situs
Youtube kita bisa menyaksikan sebuah video yang saya kira sebuah propaganda
yang telah dirancang matang, bukan amatiran. Diproduksi dan disebarkan oleh
Israeli Defense Forces (IDF). Saya tertarik membaca video ini. Digambarkan,
tentara Israel turun dari helikopter satu persatu. Saat sampai di kapal
mereka dipukuli beramai-ramai. Video tersebut kemudian menjadi pembenar,
menjadi argumentasi Israel bahwa mereka melakukan serangan balik kepada
aktivis kemanusiaan dalam armada kebebasan itu dengan dalih membela diri.

Pejabat Israel kemudian gencar melakukan propaganda media. Avital Leibovich,
juru Bicara militer Israel mengatakan bahwa pasukan mereka yang naik ke atas
kapal Mavi Marmara mendapatkan senjata-senjata tajam di antara para
penumpang, seperti pisau dan lainnya. Dikatakan juga para aktivis telah
mempersiapkan diri untuk melakukan serangan terhadap tentara Israel (*
Hidayatullah* , 31 Mei 2010)

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan penghadangan oleh
pasukan Israel itu. Bertujuan untuk mencegah masuknya ribuan roket, misil
dan senjata-senjata lain yang dapat menghantam kota-kota kami, masyarakat
atau orang." Para prajurit Israel, katanya, hanya membela diri dari
pembunuhan (*Eramuslim* , 1 Juni 2010).

Satu point yang menarik saya catat adalah dalam soal argumentasi. Israel
piawai dalam strategi informasi. Mereka menggunakan argumentasi lewat bukti.
Dalam kasus ini video tersebut menjadi salah satu pembenar. Bukti ada.
Publik mungkin tak sepakat. Seperti komentar beberapa pengguna Twitter yang
sempat saya ikuti. “Salah sendiri Israel, wajar mereka dipukuli ngapain juga
cegat dan halangi misi kemanusiaan”.

Propaganda tersebut mungkin tidak mempan. Publik akan kritis mensikapinya.
Namun toh masih ada kemungkinan orang percaya lantas setuju dengan
argumentasi Israel. Sekali lagi, pada titik ini, dalam politik wacana kita
memerlukan bukti (landasan) kuat yang bisa meyakinkan. Visualiasi lewat
video mungkin memang pas. Berbeda misalnya argumentasi yang mengatakan
Israel diserang duluan tanpa video itu.

Tentu argumentasi menjadi lemah, bahkan sangat lemah. Apalagi reputasi
Israel dimata dunia yang terkenal paling suka berbohong. Dengan demikian,
video tersebut saya kira salah satu bagian atau setidaknya rancangan
propaganda yang memang sudah dirancang secara matang dalam memenangkan
perang informasi.

Masih tentang video tersebut, saya lalu mengamati media nasional. Saya tidak
terlalu mengamati media misalnya Sabili, Republika, Eramuslim atau
Hidayatullah. Saya percaya media tersebut pasti memihak dan pro Palestina.
Kemudian, saya mengamati dua media : Kompas dan Tempo. Beberapa tema berita
yang diangkat seputar kemanusiaan universal. Pada wilayah ini, kedua media
tersebut cukup memihak dan pro Palestina, walau aura “militansinya” biasa
saja. Berbeda dengan “semangat membara” pemberitaan pada empat media yang
saya sebut diatas.

Tapi, ada satu pemberitaan yang menggoda saya. Judulnya “Kisah Keoknya
Pasukan Komando Israel (*Tempo*, 2 Juni 2010) ditulis oleh Daru Priyambodo.
Berita tersebut bersumber dari Harian Ynetnews Israel. Berita ini diawali
dengan heroisme tentara Israel. Daru menulis : *Pasukan komando Israel sudah
lama dikenal sebagai pembunuh andal. Mereka mampu bergerak cepat dan
mematikan. Tapi, dalam operasi di geladak kapal misi kemanusiaan Mavi
Marmara, Minggu subuh lalu, sesungguhnya pasukan ini gagal total.*

Lanjut Daru : *Bagaimana kegagalan ini terjadi? Ynetnews, harian Israel,
menyebutkan kegagalan sudah terjadi ketika pasukan diterjunkan dari
helikopter. Teori dasar yang diajarkan pada pasukan khusus itu adalah,
jangan pernah bergerak sendirian, usahakan selalu bersama anggota pasukan
lain. Teori itu tak berlaku di geladak Marmara. Mengira tak akan mendapat
perlawanan sengit, pasukan komando turun satu demi satu dari helikopter,
menggunakan tali. Di bawah, tentu saja mereka tidak disambut kalungan bunga.
Yang mereka terima adalah serbuan puluhan aktivis yang menggebuk dengan
berbagai senjata seadanya, dari kayu, besi, hingga kunci Inggris. Dengan
susah payah semua anggota pasukan komando ini akhirnya berhasil mendarat.
Tapi kondisi mereka sudah babak-belur. Dua di antaranya bahkan pingsan, dan
senjatanya dirampas.*

* *

Ada dua tangkapan saat saya membaca kutipan berita diatas. (1) Berita ini
diawali paparan heroisme tentara Israel. Pertanyaannya adalah, benarkah
tentara Israel sehebat itu? (2) Darimana wartawan mendapatkan informasi
tentang pasukan komando Israel dan kenapa dia begitu yakin?. Saya kira perlu
diselidiki. Tapi karena sudah diterbitkan Tempo, kita membacanya itulah
pandangan pemberitaan Tempo.

Agak sulit memang membaca kemana arah pemberitaan itu akan dituju. Disatu
sisi, ingin menunjukkan kehebatan tentang Israel, pada lain sisi mengungkap
ketidakhebatan tentara Israel yang mengatakan kegagalan pasukan komando.
Tapi, selanjutnya menampilkan juga kisah pasukan komando yang babak belur
digebuki aktivis kemanusiaan. Bahkan dikabarkan ada yang pingsan dan
senjatanya dirampas.

Agak lama saya merenungkan teka-teki ini. Tapi saya agak kurang sepandangan
dengan Tempo. Satu alasannya, sumberi berita itu dari harian Israel. Pada
akhirnya dari menghubungkan satu persatu pemberitaan, ada sebuah benang
merah yang saya dapatkan.

Saya menduga, pasukan Israel bukan “keok” seperti yang diberitakan Tempo.
Saya malah menduga kejadian itu disengaja. Satu-persatu personil pasukan
turun dari helikopter, lalu mereka berhasil memancing kemarahan aktivis
kemanusiaan yang kemudian “menyerang” pasukan dengan tongkat (kayu). Tim
“humas” Israel mengabadikan peristiwa itu dalam sebuah video. Menyebarkannya
ke penjuru dunia.

Lantas menjadi argumen pembenaran bahwa Israel tidak melakukan penyerangan,
tapi membela diri seperti yang persis disampaikan Perdana Menteri Benjamin
Netanyahu. Ini pandangan sementara bagaimana strategi informasi Israel
dimainkan. Video tersebut benar-benar menguntungkan Israel dalam perang
Informasi. Tentu masih banyak strategi informasi lain yang perlu kita baca.
Untuk analisis yang lebih akademis, kita tunggu saja para sarjana Ilmu
Komunikasi di “menara gading” sana untuk bisa mengupasnya dengan lebih
jernih. []

*Pengamat media. Tinggal di pinggir Jakarta.

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)