Thursday, January 12, 2017

Sawang Sinawang

Sawang Sinawang

Bagi sebagian lelaki, melihat lelaki lainnya yang berpoligami akan nampak bayangan enak dan indahnya.
Padahal, andai diminta menjawab secara jujur, bisa jadi punya istri empat lebih repot (dan ruwet) daripada yang mencukupkan dengan satu istri.

Bisa dikira-kira.
Andai 1 istri membutuhkan uang belanja harian 50.000
Maka, 4 istri x 50.000,- = 200.000,- / hari
Dalam sebulan, pria beristri empat, setidaknya butuh 200.000 x 30 hari = 6.000.000
Hanya untuk uang belanja harian.

Belum pula hitungan untuk listrik bulanan dan air PDAM.
Atau mungkin pajak bumi dan bangunan yang harus dibayar pertahun x 4 PBB, jika tiap istri dijatah satu rumah.
Dan perhitungan-perhitungan lain yang diketahui pemilik 4 istri

Bagi sebagian orang, melihat orang lain punya 5 mobil terlihat enak dan asyik
Tiap hari bisa ganti ganti mobil. Atau kalau mobil satu mogok, masih ada cadangan mobil lainnya.
Mau ke tujuan dengan jalanan mulus, pakai BMW
Mau ke tujuan jalan berliku dan menantang, ada Pajero jadi pilihan
Mau ke acara reuni teman2 kuliah, ada mobil VW antik sebagai penggaya
Padahal, andai ditanyakan pada yang bersangkutan, bisa jadi yang baru punya 1 mobil akan berpikir seribu kali untuk beli mobil baru.

Bisa dikira-kira
Andai biaya perawatan mobil per bulan 300.000,-
Maka, 5 mobil x 300.000 = 1.500.000,- / bulan
Berarti dalam satu tahun, 1,5 juta x 12 bln = 18.000.000,-
Belum termasuk pajak tahunan tiap mobil yang di atas 3 juta.
Dan perhitungan-perhitungan lain yang hanya diketahui si pemilik

Bagi sebagian orang, melihat orang lain punya banyak perusahaan dengan puluhan ribu karyawan, akan nampak menyenangkan dan ringan hidupnya
Padahal, andai dihitungkan jika karyawan 10.000 dengan gaji 2 jutaan, maka si owner butuh paling tidak 10.000 x 2.000.000 = 20 miliar setiap BULAN.

Bagi sebagian orang,  melihat orang lain punya job ngajar penuh dan di banyak tempat, itu terlihat hebat dan mencukupkan.
Padahal, andai kita mengerti apa yang dirasakan yang bersangkutan, bisa jadi kita akan menggumam, "Enak uripku yo, ternyata."

Seterusnya, dan seterusnya...
Sawang Sinawang

Bisa jadi, Gusti Allah belum memberikan sesuatu yang (nampak) baik menurut kita, sebab andai kita diberi seperti itu, kita tak sanggup menanggung kebaikan itu.
Bahasa kasarnya, belum layak mendapatkan anugerah tersebut.
Wallahu a'lam....

Babat, 12 Januari 2017
@mskholid
@ruanginstalasi

#NulisPenawarGalau



@mskholid @ruanginstalasi Blogger | Wirausaha

Saturday, December 31, 2016

Berkendara, Tak Sekadar Hafal Urusan Gas dan Rem

Berkendara, Tak Sekadar Hafal Urusan Gas dan Rem

Pagi ini, di pinggir jalan Pucuk, sebuah mobil parkir agak menjorok ke jalanan aspal. Sekira 1 meter. Padahal, masih ada space sekira 1 meter pula di pinggir trotoar yang beralas tanah. Hanya, tanahnya agak tergenang air, imbas hujan semalam.

Kemarin malam, saya beli tahu tek di Moropelang.
Sengaja saya parkir motor menyamping, supaya kalau datang pembeli lain, bisa parkir di samping kanan atau kiri saya.

Benar saja.
Datang pemuda tanggung, kira2 baru lulus SMA.
nDilalah, dia parkir tepat di belakang motor saya.
Jelas saja, saya kesulitan kalau mah mundur.
Untung masih ada space di depan, sehingga saya pikir, motor tetap bisa keluar tanpa halangan.

Tak disangka, datang pembeli baru
Pemuda tanggung yang lain
Motornya sih, Satria.
Tapi, parkirnya dia tepat di depan motor saya.

Waaaaahhh...
Kalau seperti ini, motor gak bisa keluar nich. Saya membatin.
Akhirnya, pas keluar, saya terpaksa meluruskan dulu parkir posisi motor di belakang saya, supaya ada space untuk keluar.

Beberapa waktu sebelumnya, saya hendak beli bakso
Masih di Moropelang
Seorang anak lelaki mengendarai motor, usianya sekitar kelas SD
Hampir saja tertabrak motor dari belakangnya
Gara-gara saat ia mau menyeberang ke kanan, tidak pasang lampu sein

Penjual bakso marah-marah pada anak kecil yang tetangganya itu
"Jaluk mati tho, kuwi?"
"Aku wes pasang riteng kok," si kecil membantah.

"Iyo, pasang riteng. Tapi pas wes belok lagi dinyalakan!" Sergah penjual bakso keras.

Dan, tak terhitung berapa kali saya menemui bapak-bapak yang muncul dari gang di kampung, langsung belok kiri, nyelonong di jalan raya.
Tanpa berhenti untuk menyimak lalu lintas jalanan.

Pun, entah berapa puluh kali, kita mendapati ibu-ibu yang pasang lampu sein ke kanan, tapi posisinya justru minggir ke kiri.

Berkendara, tak sekadar soal hapal dan paham gas dan rem saja.

Begitu pula menjadi ahli agama.
Tak sekadar hafal Alquran atau hafal ribuan hadis, lantas berhak disebut ahli agama.

Ahli hadits, belum tentu ahli fiqih
Tapi, ahli fiqih kebanyakan ahli hadits

Pucangro, 31 Desember 2016

Salam,

@mskholid
@ruanginstalasi

Perjalanan ke Utara
Mengantar kaos pesanan
Ambil uang pembayaran
Untuk beli kopi tahun depan

Wednesday, November 23, 2016

Wali, Tak Akan Terpengaruh Dunia

Seorang waliyullah itu tidak akan terpengaruh oleh dunia. Seperti apapun megah dan jelitanya dunia, hatinya tidak akan bergeser dari kerinduan dan kecintaan kepada Allah SWT.

Dalam tema ini, Kiai Jamal Jombang bercerita:

Ibnu Rumi adalah seorang waliyullah.
Beliau kelahiran Romawi. Tinggal bersama keluarganya di Iraq.

Kehidupan Ibnu Rumi amat sederhana
Bisa dibilang melarat
Sudah begitu, anaknya buanyak

Suatu ketika, Iraq dilanda kesulitan
Makin sulitlah keluarga Ibnu Rumi memenuhi kebutuhan sehari-hari
Bahkan, hingga 3 hari keluarga ini tidak makan

Suatu pagi, sang istri (sholihah) curhat,
"Wahai suamiku, kita berdua mungkin kuat andai tidak makan seminggu. Tapi bagaimana dengan anak-anak kita?"

"Iya, istriku. Apa pendapatmu?" tanya Ibnu Rumi.
"Sebaiknya engkau pergi ke Suuq al-Bannain  (pasar para pekerja bangunan). Semoga disana engkau dapat pekerjaan.
Andaikan engkau sehari dapat 10 dirham saja, itu sudah cukup untuk kebutuhan keluarga kita."

Ibnu Rumi berangkat menuju pasar pekerja bangunan (anggap saja seperti pangkalan ojek, tp ini pangkalan khusus para pekerja bangunan). Beliau membawa beberapa alat untuk bertukang.

Di tengah perjalanan, beliau melintasi masjid.
Masjid yang sudah rusak dan sepi ditinggal jamaahnya.

Ibnu Rumi pun berbelok menuju masjid.
Ia shalat Sunnah di dalam masjid dan bertekad tidak jadi bekerja pada orang lain.
Ia hanya akan bekerja untuk Allah.

Maka, seharian itu beliau sibuk ibadah di masjid ini
Dzuhur, Ashar dan Maghrib.

Setelah maghrib, ia merasa saatnya untuk pulang.
Namun, beliau bingung dan malu; apa jawabannya andai istri dan keluarganya bertanya tentang hasil pekerjaan hari ini.

Ibnu Rumi lantas memutuskan untuk terus beribadah hingga selesai shalat isya di waktu akhir. Supaya anak dan istrinya sudah tertidur saat ia pulang.
Sehingga ia tidak bingung menjawab pertanyaan mereka.

Maka, usai shalat isyak di akhir  (sekitar jam 11 an malam), beliau pulang.

Tiba di halaman rumah, Ibnu Rumi mendengar suara tawa canda dan kegembiraan dari dalam  rumahnya.

Apa yang terjadi dengan keluargaku?
Dari mana sumber kebahagian mereka?
Bagaimana bisa mereka punya kekuatan untuk bergembira?
Jangan... jangan...

Pikiran Ibnu Rumi berkecamuk, penuh sak sangka.

Tiba di dalam rumah, istrinya menyambut kedatangannya dengan wajah gembira.
"Kang Mas, ayo silakan makan dulu!" suruh istrinya.
"Apa yang terjadi di rumah selama aku pergi?" tanya Ibnu Rumi menyelidik.

"Sore tadi, ada seorang lelaki berpakaian serba hijau. Dia mencari rumah Ibnu Rumi, mengaku sebagai pesuruh juragan Sampeyan.
Dia kesini menitipkan gaji kerja jenengan hari ini sebanyak 1000 dirham dan setumpuk kebutuhan makan sehari-hari. Sekarang makanlah."

"Oh, yaudah...
Aku makan nanti saja, aku masih punya tanggungan shalat sunnah dulu."

Begitulah, seorang wali tidak terpengaruh oleh kenikmatan dunia. Sedikit pun.
Walaupun Walaupun ia sudah kelaparan dan tak makan 3 harian, masih lebih mendahulukan urusan dengan Tuhan nya dibanding perutnya.

Malamnya, Ibnu Rumi  bermimpi bertemu Allah.
"Bagaimana Ibnu Rumi, apakah upah yang kuberikan padamu hari ini cukup?" tanya Allah.
"Cukup, Gusti. Sangat cukup."
"Mintalah yang lain, Ibnu Rumi."
"Tidak Gusti. Itu sudah sangat cukup."
"Mintalah saja, apapun yang kau kehendaki," Allah memaksa.

"Kalau memang harus meminta, aku minta agar bisa segera diambil nyawang saja, Gusti."
"Kenapa?"
"Supaya aku bisa segera berjumpa dengan-Mu."
"Urusan hidup dan mati itu sudah ada ketetapannya, Ibnu Rumi. Tapi, ketahuilah bahwa jatah hidupmu tinggal 9 hari lagi," kata Allah.

Babat, 23 Nopember 2016
Ngaji Hikam dari rekaman Kiai Jamal Jombang, sambil nyetir mobil saat kirim barang ke Gresik.

Khaled
Blogger

Lomba Quite Islam Nusantara

Dalam rangka semarak Cahaya maulid, Admin Instagram Santri Nusantara mengadakan Lomba desain quote ulama Nusantara
Dengan tema "Islam damai, islam rahmatan lil 'aalamin".
.
📜Syarat dan ketentuan lomba desain #QuoteUlamaNusantara:
✏Lomba terbuka untuk umum dan berlaku secara nasional bagi Warga Negara Indonesia. Lomba tidak berlaku bagi orang yang masuk Admin Instagram Santri Nusantara.
✏Desain quote merupakan karya orisinil, dan belum pernah menang dalam lomba sejenis
✏Desain quote harus ada watermark logo ais dan ibs. Logo bisa di download di
-s.id/maulidnabi
✏Peserta boleh mengirimkan desain terbaik maksimal 3 desain
✏"Format Yang Wajib di Kumpulan Dalam Bentuk Png lalu sertakan .Cdr/Psd/ Ai"
✏Karya desain peserta menjadi hak panitia lomba
✏karya desain peserta dikirim ke email AIS aisnusantara@gmail.com
.
💸Biaya pendaftaran FREE
.
👥Dewan Juri:
1. Dodik Aryanto, S.Kom (Indosat)
2. Munawwir Aziz, MA (Penulis Buku Pahlawan Santri)
3. Amidah Sholihat (Sekretaris PW IPPNU Jatim)
.
🏆Juara 1 : Rp 1.000.000,00
Juara 2 : Rp 750.000,00
Juara 3 : Rp 500.000,00
Juara favorit 1 : Rp 300.000,00
Juara favorit 2 : Rp 250.000,00
Juara favorit 3 : Rp 200.000,00
Doorprize Umroh Gratis.
.
📆Durasi lomba:
Deadline Pengumpulan tanggal 5 Desember 2016.
Penjurian dan like session 6-10 Desember 2016.
Pengumuman 12 Desember 2016
Pembagian hadiah dan pengundian kupon door prize umroh gratis 13 Desember 2016 di halaman PWNU Jawa Timur.
.
☎ Informasi lebih lanjut:
🔹 Kang Ahmad : 0895359379686
🔹email: aisnusantara@gmail.com
🔹website : dutaislam.com

#SemarakCahayaMaulid #lomba #lombadesain #lombaquote #QuoteUlamaNusantara #maulidnabi #islamramah #islamdamai #islamnusantara #aswaja #ibs #ahlussunnahwaljamaah #AISNusantara #NahdlatulUlama

Festival Seni Hadroh Se-Nusantara ke VIIIđź“€

🎈Wadah Silaturahim Alumni Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah *WASIAT JAKARTA*🎈
~ Proudly Present ~

📀Festival Seni Hadroh Se-Nusantara ke VIII📀

Alhamdulillah dg bangga kami mempersembahkan acara *Festival Seni Hadroh Se-Nusantara ke VIII*
Yang akan dilaksanakan pada :

📌Mark on your Calendar :
🗓Selasa, 06 Desember 2016
🏫Tempat : Gedung Auditorium Pondok Pesantren Tarbiyatut Tholabah, Kranji Paciran Lamongan
⏰Waktu : 09:00 WIB - Selesai

Memperebutkan 🏆piala Bergilir bapak KH. Hasyim Muzadi (Wantimpres RI)

Dengan kejuaraan:
🏅Juara 1 - Tropi, Sertifikat dan uang Pembinaan.
🏅Juara 2 - Tropi, Sertifikat dan uang Pembinaan.
🏅Juara 3 - Tropi, Sertifikat dan uang Pembinaan.
🎖Juara Harapan 1 - Tropi, Sertifikat.
🎖Juara Harapan 2 - Tropi, Sertifikat.
🎖Juara Jingle Terbaik - Tropi, Sertifikat.

Snack, Sertifikat.
💸FREE FOR ALL !!

🗣 Open Registration❗
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 22 November 2016 s/d 04 Desember 2016. Bisa melalui link Bit.ly/formulirhadrah8
Atau Kontak person kami
- Jamil 0858-5231-1075
- Syifa 0856-0635-0979

📋 Tecnical Meeting *TM*
Pada Tanggal 04 Desember 2016. Bertempat Di Gedung Asrama Al-Maghriby PP Tabah. Pukul 13:00 Wib.

🎊So, tunggu apa lagi. Datang dan ambil manfaatnya.🎊

Mari Meriahkan dan Menangkan Hadiah Jutaan Rupiah .
Atas Perhatiannya Kami Ucapkan Terimakasih.

#WasiatJakarta
#FestivalHadroh8
#PPTarbiyatutTholabah

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com