Sunday, April 23, 2017

Salah Ambil Buku

~ Salah Ambil Buku ~

Apa hal yang paling lama dilakukan dalam ritual 'eek'?
Bagi saya ialah saat memilih buku apa yang hendak dibawa ke kamar toilet.

"Lho, jarene kudu ngising?
Kok jek nek ngarep rak buku?" Kata si Emak.

~ Katanya kebelet buang air
Kok malah masih di depan rak buku ~

Ya, sebab, tak ada ngising yang nikmat tanpa baca buku
Seperti halnya perokok yang selalu bilang;
Gak akan bisa keluar dengan lega tanpa mengisap asap beracun itu

Nah, di antara kejadian yang mengesalkan itu, ialah saat kita sudah menetapkan pilihan pada sebuah buku di rak untuk dibawa ke WC. Ternyata, ketika sudah "ndoprok" bersiap menikmati momen, ternyata buku tersebut sudah khatam kita baca.

Ngelirik bungkus pepsodent, sudah pernah dibaca pula
Ngelirik botol sampo, sudah khatam pula
Ngeliat bungkus Rinso, baru aja kemarin beres terbaca
Terus, mau ngapain???

Jadilah,
Ruang ini benar-benar bilik termenung.
Ngaplo di kamar WC. Ingin segera selesai.

Saya termasuk tipe orang yang mau baca buku dua kali khatam--apalagi lebih. Kecuali buku pelajaran dan referensi. Kalau Novel mah ogah baca buku kali.
Terlalu sayang waktu kita untuk mengulang baca sebuah buku berkali-kali
Sementara, masih ada sekian banyak buku lain menunggu untuk dibaca
Ini berlaku pula untuk menonton film

Saya biasanya bawa buku ke toilet semacam komik
Mulai Conan, Slam Dunk, Donal Bebek, hingga Paman Gober

Kenapa?
Sebab, buku-buku jenis tersebut dijamin tak ada tulisan basmalah atau kalimat zikir
Jadi, aman kalau dibawa ke kamar mandi
Berbeda dengan buku agama, yang hampir pasti ada kalimat Allah nya

Selamat Hari Buku

Babat, 23 April 2017
@mskholid
@ruanginstalasi


Friday, March 31, 2017

Rumah Paling Kokoh, Bukanlah dari Bahan Beton Paling Kuat

Rumah Paling Kokoh,
Bukanlah dari Bahan Beton Paling Kuat

Kevlar,
Ini adalah serat yang amat kuat.
Ia bahan yang digunakan sebagai pelindung rompi antipeluru pasukan tentara
Kabel optik yang dipasang di pinggir jalanan, juga dilapisi serat kevlar ini.
Sehingga, andai kabel itu tertindih pohon besar sekalipun, kabel tidak akan putus.
Atau minimal, ia hanya mengalami sedikit kerusakan 

Tapi, tahukah kita bahwa kevlar yang amat kuat itu masih kalah kuat dibandingkan bahan halus sarang laba-laba?
Sarang laba-laba yang nampak ringan dan mudah kita rusak, itu sebenarnya punya kekuatan luar biasa. Daya tahannya 10 kali lipat dari bahan kevlar yang dipakai pelindung rompi antipeluru.

Bila bahan sarang laba-laba itu ditumpuk dengan ketebalan yang sama dengan beton cor, ia punya kekuatan minimal 10 kali lipat dibanding beton cor. Namun, di sisi lain, punya kelenturan yang mengalahkan serat sintesis.

Sarang laba-laba yang ringannya 1 mg itu, ternyata bisa "menampung" hewan-hewan yang beratnya 10 x lipat berat sarang. Mulai nyamuk, serangga, cicak, hingga burung emprit, bisa mati tak berdaya--dan menjadi santapan lezat sang spider.

Namun,
Apa kata Al-Quran tentang sarang laba-laba yang demikian kuat bahannya?
Coba kita baca surat Laba-laba berikut:

(مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ)
[Surat Al-Ankabut 41]
lewat @QuranAndroid

"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."

Lho????
Kok bisa?
Bagaimana bisa Allah menyatakan bahwa rumah yang paling lemah adalah rumahnya laba-laba. Padahal, hasil penelitian ilmuwan menyatakan bahwa bahannya dari bahan paling top dan berkualitas. Kokoh tak tertandingi.
Tapi, malah disebut paling lemah oleh Allah.

Dalam surat tersebut, dikatakan bahwa orang yang menyadarkan kehidupannya pada selain Allah (setan, tuyul, mak lampir, dedemit, kunthul mabur, butho ijo, jin, nyai loro ngelu, dan sebagainya), laksana berlindung pada sarang laba-laba yang amat lemah.

Sarang laba-laba, meski terbuat dari bahan berkualitas dan kokoh, ia tak mampu menjadi pelindung bagi kita dari panas dan hujan. Bahkan, sekadar berlindung dari tiupan angin pun, ia tak sanggup melindungi.

Seperti itu pulalah kira-kira rumah sebagai tempat tinggal kita
Ia tak boleh hanya sekadar kuat karena dibuat dari cor semen kokoh tak tertandingi
Tak boleh sekadar tinggi, bertingkat, dan pagar tinggi
Tapi, juga harus berfungsi memberikan rasa aman, nyaman, dan membuka kesempatan bagi penghuninya untuk terus berkembang.

Saya ingat nasihat orang tua,
"Pager mangkok iku luwih kuat timbang pager wesi."

Pagar pakai mangkok (makanan), itu lebih kuat melindungi daripada pagar besi yang dipasang paku-paku tajam.

Apa artinya?
Kebaikan dan kemurahan kita pada tetangga, lewat suka memberi makanan, itu akan lebih melindungi kita (dari gangguan tetangga dan oranglain), daripada memagari rumah dengan tembok besar nan tinggi, dan dipasang kawat berduri.

Wallahu a'lam...

Drajat, 31 Maret 2017
@mskholid
@ruanginstalasi

#MonggoNgopi
#MengikatMakna


Fokus pada Kekuatan, Bukan pada Kelemahan

Fokus pada Kekuatan yang Terus Dikuatkan

Ini cerita Pak Tung dalam bukunya.

Ada seorang cacat bawaan sejak lahir di Hawai.
Ia tidak punya tangan kanan.
Sejak kecil, ia selalu menjadi sasaran hinaan dan olok-olok temannya.
Ia merasa amat rendah diri. Tak berani melawan.

Suatu hari, ia bertemu seorang guru beladiri (di Hawai ada banyak ahli beladiri keturunan Jepang).
Guru itu bertanya,
"Apa kau mau kuajarkan ilmu beladiri yang membuatmu percaya diri?"
"Tentu saja mau, guru!" Ujarnya penuh semangat.

Si orang cacat lalu diajarkan satu jurus kuncian. Selama berminggu-minggu ia disuruh mempraktikkan jurus kuncian tersebut.
Pada minggu ke 16, si murid cacat merasa sudah pintar.
Ia memohon pada gurunya agar diajarkan jurus lainnya.

Apa kata sang guru,
"Praktikkan dan latihlah dulu jurus itu dengan lebih cepat kuat. Coba itu lakukan setiap hari!" Perintah sang guru.

Hingga beberapa minggu, si cacat makin kuat dan cepat dengan hanya satu jurus saja.
"Guru, saya sudah amat ahli dan cepat dengan jurus ini. Ajarkan yang lain."

Sang guru bergeming.
"Kamu harus lebih kuat dan cepat lagi. Setelah itu, kamu harus banyak latihan tanding."

Begitulah,
Latihan dilakukan berminggu-minggu lagi hingga si murid makin kuat dan cepat dengan jurus kuncian ini. Hanya satu jurus.

"Sekarang tiba saatnya kamu latihan tanding," kata sang guru.

Si murid cacat pun latihan tanding dengan beberapa ahli beladiri dengan jenis berbeda.
Semua lawan dapat dikalahkan dengan cepat dan mudah.

"Baik sekarang, saatnya kudaftarkan kamu ke kejuaraan beladiri berkelas."
"Owh, jangan guru. Saya kan baru menguasai satu jurus!" Sergahnya kuatir.
"Tidak masalah," jawab guru enteng.

Si murid berpikir, bahwa sang guru akan mengajarkan jurus-jurus baru, sebab waktu pertandingan baru dimulai 8 minggu lagi.

Namun ternyata tidak.
Sang guru hanya melatihnya semakin kuat dan cepat, untuk satu jurus yang sama.
Jurus KUNCIAN.

"Apakah saya tidak diajarkan jurus lain, guru?" Tanya si murid jelang pertandingan.
"Tidak perlu."
"Guru, saya bisa sangat malu nanti."
"Tidak masalah. Kamu ikut saja."

Akhirnya,
Hari pertandingan beladiri dimulai.
Ini pertandingan bebas, dari berbagai macam perguruan dan aliran beladiri.
Jurus apapun boleh dipakai.
Aturannya hanya dilarang memukul bagian anu dan kepala belakang.

Saat pertandingan, dengan berdebar si murid maju
Dan, hasilnya, ia menang dengan mudah dan cepat.
Lawannya langsung keok lewat jurus kunciannya yang amat kuat dan cepat.
Begitu seterusnya, semua Lawannya dengan mudah ia kalahkan.

Singkat cerita,
Si cacat masuk final.
Lawannya adalah juara bertahan yang beberapa tahun tak terkalahkan.
Si cacat amat kuatir melihat kenyataan itu.

"Guru, Ajarkan aku jurus baru supaya bisa mengalahkan lawanku di final." Pintanya.
"Tidak perlu. Kau hanya perlu melakukan jurusmu itu dengan lebih cepat dan kuat.

Ternyata,
Di final, si cacat menang.
Ia berhasil bikin sang juara bertahan keok hanya lewat satu jurus andalan.
Jurus KUNCIAN.

Usai pertandingan, si murid bertanya,
"Guru, saya tak habis pikir. Kenapa bisa juara hanya dengan satu jurus?"
"Ada dua alasan yang menjadikan kamu pemenang.
Satu, teknik kuncianmu sangat kuat dan cepat.
Dua, teknik kuncianmu itu sebenarnya ada penawarnya. Atau ada cara untuk mengatasinya dengan mudah. Tetapi, untuk melakukannya, lawanmu harus memegang tangan kananmu.
Dan, kamu tidak punya tangan kanan!!!"

Powerfull...

Babat, 31 Maret 2017

*saya rela ketik-ketik jempol kisah ini agar bisa diambil hikmahnya.


Wednesday, March 15, 2017

Nembus Banjir, Xxxxxx Roda Depan Rusak

Sore itu hujan deras. Saya berangkat dari pondok kranji, sekitar jam 14.30.
Waktu yang cukup kalau jalanan normal.
Ternyata hujan amat deras mengguyur sejak masuk perbatasan Gresik.
Padahal, saya diburu waktu agar bisa tiba di bandara Juanda jam 17.30. Sesuai jadwal kedatangan Ustadz Dhou' dari Sudan yang akan mengisi dauroh di PP Tabah Kranji.

Tiba di jalan Sekapuk. Depan pasar Sekapuk. Hujan masih amat deras.
Celakanya, jalanan tergenang air. Sebelum ini, saya belum pernah melintasi jalan Sekapuk dalam kondisi hujan.
Di tengah-tengah banjir, banyak anak kecil yang (seakan) minta sumbangan.

Saya menerjang banjir yang tingginya melebihi separuh ban.
Suara mesin terkadang menggerung.
Sambil terus baca shalawat, saya yang sore itu ditemani Gus Aldi terus melaju.
Alhamdulillah, meski beberapa kali cemas, mobil bisa menembus banjir dengan aman.

Di wilayah Sembayat, muncul halangan baru.
Jalan bergelombang dan berlubang. Diuruk tanah pedel.
Mobil dan motor terpaksa berjalan merayap. Pelan-pelan.
Macet lagi.

Kami tiba di bandara dengan selamat.
Bertepatan dengan mendaratnya Ustadz Dhou'.

Pulangnya, saya ambil jalur selatan.
Lewat Lamongan kota. Makan sebentar di Asih Jaya.
Dalam perjalanan pulang,  saya merasa aman-aman saja dengan mobil. Tak ada yang aneh.

Siang hari sekitar jam 10.30 saya mengantar orangtua, pak e, mbok e, dan keluarga ke Paciran. Menjenguk Man Umar yang sakit dirawat di RS Arsyih. Saat itu, mobil sudah agak terasa aneh. Suara menggerung saat roda melaju agak kencang.

Usai shalat dan makan siang, saya langsung melaju ke surabaya.
Niat belanja kain untuk pesanan pabrik.

Namun, mobil kian terasa kencang bunyinya.
Semakin menggerung.  Saat masuk tol Manyar, saya minggir sebentar. Sekilas, tak bisa saya deteksi dimana letak kerusakan mobil. Saya niat melanjutkan perjalanan ke surabaya.

Namun, dalam kondisi mobil melaju kencang di dalam jalan tol, suara makin kencang. Akhirnya, tanpa pikir panjang, saya harus masuk bengkel. Saya lihat di kaca mobil tertempel stiker UMC Gresik.

Saya browsing di internet, letak UMC Gresik.
Setelah ketemu,  langsung melaju keluar tol.

Ternyata, yang rusak itu xxxx (entah apa namanya) yang ada nempel di roda ban. Nah, barang ini sudah rusak, hancur, hampir lepas semua. Andai perjalanan makin panjang, bisa jadi roda lepas dan mobil oleng.
Alhamdulillah, Gusti Allah tolong saya.

Diganti baru, kata tukang servisnya.
Harganya 700 ribu.
Plus ongkos lain-lain dan oli, kena 580 ribuan.

Jadi, sore ini untuk servis, sudah langsung kena duit 1,280 an.

15 Maret 2017


Tuesday, March 7, 2017

Kaya atau Melarat Bukan Tanda Dicintai Allah

Kaya atau Melarat Bukanlah Tanda Dicintai Allah

إنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ، وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ،

"Gusti Allah itu memberikan dunia kepada siapa saja; baik yang dicintai-Nya atau yang tidak dicintai-Nya.
Tapi, Allah memberikan agama hanya kepada orang yang dicintai-Nya.
Barangsiapa yang diberikan agama oleh Allah, berarti orang itu dicintai Allah."

~ HR Ahmad ~

Jadi, jangan pernah mengukur kedekatan seseorang dengan Allah SWT, dari berapa banyak harta yang dimilikinya.
Dari seberapa kaya ia dalam hidupnya.
Atau sebaliknya,
Mengukur kedekatan dengan Allah lewat miskin atau melaratnya.

Jangan pernah menyimpulkan bahwa seseorang yang kaya itu, berarti ia dicintai Allah
Atau
Jangan pernah meyakini bahwa seseorang yang hidupnya melarat, berarti ia dibenci Allah

Tidak sama sekali.

Jangan pernah mengira bahwa seorang kiai yang hidupnya melarat, ia hanya separuh Kiai
Jangan pernah menyangka bahwa kiai yang kaya, itulah sebenar-benarnya kiai
Atau,
Jangan bilang nabi yang miskin, itu hanya sodok-sodok nabi
Sementara nabi yang kaya, itulah nabi sungguhan

"Nabi kok miskin?"
"Nabi kok sakit-sakitan?"
"Nabi kok melarat?"
Mana buktinya dia dicintai Allah?!!

Duh,
Naudzubillah...

Coba cek,
Siapa kelompok manusia yang paling mulia? Nabi.

Coba cek para Nabi Allah.
Ada nabi yang kaya raya, jadi raja pula. Istrinya seribu. Nabi Sulaiman
Ada nabi yang melarat. Rumah saja tak punya. Nabi Isa
Ada nabi yang tangannya kuat, ngalahaké mesin bego. Nabi Musa
Ada nabi yang hidupnya sakit-sakitan. Nabi Ayyub
Ada nabi yang lain-lain....

Semuanya tetap nabi.
Semuanya adalah kekasih Allah.
Semuanya dicintai dan dekat dengan Allah.

Sungguh,
Tanda bahwa kita dicintai Allah itu bukan soal kaya dan melaratnya diri dalam urusan dunia dan harta.

Wallahu a'lam

Babat, 7 Maret 2017
IG @mskholid 
Teacher
《Konveksi Kaos & Sablon》


There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com