Thursday, January 24, 2008

Tak Sengeri yang Kita Bayangkan

pagi itu, saya pulang dari rumah kakak kelas saya. karena ada pekerjaan pembuatan fly over di pasar Ciputat, perjalanan jadi sangat lama dan macet. mobil berjalan tak kurang dari 1 meter, lalu berhenti lagi untuk waktu yang lama. padahal, itu pagi-pagi (sekitar jam 5). Perjalanan yang normalnya memerlukan 5 menit, kita harus menjalaninya dalam waktu lebih kurang setengah jam!!! berjalan kaki pun bisa lebih cepat sampai.

saya lalu teringat dengan adik kakak kelas saya itu, yang kebetulan seangkatan dengan saya. dia bekerja di Bekasi. Dan, tiap hari (5 hari seminggu) dia harus mengalaminya. pulang pergi lagi!! saya tidak bisa membayangkan, betapa penatnya pikiran dan fisik menjalani hal seperti itu.
iseng-iseng saya kirim SMS dia;
"Aku blm bs mmbayangkan, gmn km plg-prg krj dg kemacetan Ciputat seperti ini?!"

dia bales SMS saya begini; "Ga usa dibayangkan, hehehe... terkadang bayangan kita lebih mengerikan ketimbang yg kita jalani..."

ya, begitulah hidup ini. bayangan-bayangan kengerian yang kita ciptakan sendiri itulah yang membuat kita merasa ngeri.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com