Wednesday, July 23, 2008

Kesempatan Penelitian di Flores

KESEMPATAN PENELITIAN BAGI MAHASISWA

Burung Indonesia adalah organisasi nirlaba yang telah bergiat sejak 15 Juli 2002, bertujuan melestarikan seluruh jenis burung dan habitatnya di Indonesia , serta bekerjasama dengan masyarakat untuk mencapai pembangunan yang lestari.

Latar Belakang
Kawasan hutan Mbeliling terletak di bagian barat pulau Flores merupakan salah satu ekosistem hutan penting yang masih tersisa di pulau ini. Dua tipe habitat utama yang terdapat di dalam kawasan ini yaitu hutan tropika basah semi-awet hijau dan hutan tropika basah luruh-daun, telah mendapatkan status tertinggi bagi konservasi keanekaragaman hayati di wilayah tropika (WCMC 1997). Kawasan ini merupakan habitat bagi tiga dari empat burung endemik Flores yaitu Kehicap Flores (Monarcha sacerdotum), Serindit Flores (Loriculus flosculus), dan Gagak Flores (Corvus florensis). Sebanyak 17 jenis burung sebaran terbatas juga menghuni kawasan hutan (Trainor dan Lesmana 2000).

Kawasan hutan ini juga berfungsi sebagai daerah resapan air bagi daerah Manggarai Barat. Masyarakat di sekitar hutan Mbeliling juga menggantungkan hidupnya pada kawasan ini untuk mengairi lahan pertanian serta menjamin tersedianya air bersih. Selain itu masyarakat juga memanfaatkan tumbuhan di kawasan ini sebagai bahan makanan, bahan bangunan, serta obat-obatan tradisional. Mengumpulkan hasil hutan bukan kayu adalah kegiatan ekonomi yang penting bagi masyarakat sekitar kawasan Mbeliling.

Burung Indonesia bekerjasama dengan Dansk Ornitologisk Forening (DOF) dan didukung oleh DANIDA, tengah melaksanakan sebuah program di kawasan Mbeliling yang bertujuan untuk membangun pengelolaan hutan secara partisipatif yang dapat meningkatkan sumber kehidupan yang berkelanjutan bagi masyarakat.

Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah membangun sebuah sistem Pemantauan Lingkungan secara Sederhana (PLS; Low Key Monitoring), dengan tujuan untuk merancang sebuah sistem pemantauan yang dapat dilaksanakan oleh masyarakat setempat dan pemerintah terkait, yang akan dapat memantau perubahan yang terjadi di kawasan hutan sekitar. Hasil pemantauan keanekaragaman hayati ini juga menjadi masukan bagi praktek pengelolaan kawasan Mbeliling.

Sehubungan dengan dimulainya pengembangan sistem PLS ini, Burung Indonesia memberi kesempatan bagi mahasiswa Indonesia baik untuk jenjang strata sarjana maupun pasca sarjana untuk melakukan penelitian mengenai aspek-aspek tertentu dalam sistem PLS. Apabila dimungkinkan akan dilakukan kolaborasi antara mahasiswa Indonesia dan Denmark, oleh karena itu diperlukan kemauan kerjasama antara kedua pihak mahasiswa.

Tujuan utama
Melakukan studi lapangan yang mendukung dan meningkatkan kegunaan sistem PLS bagi kawasan Mbeliling, yang nantinya akan menghasilkan pengaruh positif terhadap kualitas hutan dan juga kualitas hidup masyarakat sekitar hutan Mbeliling.
Penelitian ini dapat menelaah bagaimanakah desain teknis terbaik sistem pemantauan dalam hal aspek yang dapat memberikan hasil maksimal dan efektif dari sisi pendanaan: apa yg harus dipantau, kapan dan bagaimana?. Penelitian ini juga dapat mencoba untuk menjawab pertanyaan seperti: Bagaimanakah kita dapat memastikan komitmen total untuk melaksanakan pemantauan dari kedua pihak yaitu masyarakat lokal serta pemerintah terkait (Dinas Kehutanan)?, ataupun pertanyaan: Apakah manfaat yang diterima masyarakat lokal dari sistem pemantauan ini?. Seluruh proposal yang masuk diharapkan memiliki keterkaitan dengan tujuan utama.

Tugas peneliti

Melakukan studi, termasuk kajian lapangan, di dalam dan sekitar kawasan hutan Mbeliling dengan pengawasan terbatas, tetapi tetap berkorespondensi dengan staff Burung Indonesia dan DOF.
Merancang aspek logistik dan keuangan dengan staf Burung Indonesia di Bogor.
Menyusun sebuah catatan detil pengeluaran biaya yang didukung oleh bukti-bukti, dan menyampaikan dokumen pengeluaran biaya akhir kepada staf Burung Indonesia.
Menyusun laporan akhir studi termasuk presentasi metodologi, data empiris yang didapatkan di lokasi kajian, analisis data, kesimpulan dan/atau rekomendasi yang keduanya terkait dengan sistem PLS dan tujuan utama diatas.

Waktu penelitian
Akan ditentukan setelah diskusi antara mahasiswa terpilih dengan tim Burung Indonesia proyek Mbeliling.

Persyarakat

Mahasiswa/i jenjang sarjana/pasca sarjana dari fakultas/jurusan/program studi Biologi, Lingkungan, Kehutanan, Pertanian, Sosiologi, Antropologi
Bersedia melakukan studi lapangan di kawasan Mbeliling, Kabupaten Manggarai Barat, Provinsi Nusa Tenggara Timur
Mampu berbahasa Inggris dengan baik secara lisan dan tulisan
Mampu bekerja mandiri

Fasilitas
Bagi mahasiswa yang terpilih, Burung Indonesia akan menyediakan:

Transportasi Bogor – Labuan Bajo pp
Biaya hidup lokal di Mbeliling untuk melaksanakan studi: transportasi, akomodasi, konsumsi
Ruang dan fasilitas kerja selama melakukan studi di Mbeliling

Bagi mahasiswa yang tertarik dapat mengajukan diri ke Burung Indonesia. Lamaran harus diterima paling lambat 31 Juli 2008.

Lamaran terdiri dari:

Surat pengajuan
Surat referensi dari pembimbing
Salinan kartu mahasiswa
Salinan kartu tanda penduduk
Narasi konsep penelitian yang akan dilakukan

Lamaran dapat dikirimkan melalui:
Email: m.prasetyaningrum@burung.org (Maya D. Prasetyaningrum)
Atau PO Box.310/BOO, Bogor 16001


Maya D. Prasetyaningrum
Conservation Programme Administration
Burung Indonesia
Jl. Dadali No. 32, Bogor 16161
PO Box 310/Boo, Bogor 16003
P : 62 - 251 357 222
F : 62 - 251 357 961
E : m.prasetyaningrum@burung.org

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com