Wednesday, July 9, 2008

Temu Sastrawan Se-Indonesia Dibuka

Kompas - Selasa, 8 Juli 2008

Jambi, Kompas - Lebih dari 150 sastrawan menghadiri Temu Sastrawan
Indonesia Pertama yang dibuka di Kota Jambi, Senin (7/7) malam.
Kegiatan ini diharapkan akan semakin menumbuhkan keharmonisan ekologi
sastra dalam negeri.

Ketua Panitia Temu Sastrawan Indonesia Sudaryono mengatakan, sastrawan
yang datang hampir dari seluruh Indonesia. Tampak hadir antara lain
Putu Wijaya, Harris Effendi Tahar, Jose Rizal Manua, Diah Hadaning,
Yvonne de Fretes, Afrizal Malna, Hamsad Rangkuti, Dinullah Rayes,
Irmansyah, Asrizal Nur, dan Ahmadun Yosi Herfanda.

Dalam temu sastrawan yang berlangsung hingga 11 Juli ini digelar enam
kegiatan, yaitu Dialog Sastra dan Musyawarah Sastrawan Indonesia,
Workshop Penulisan Esai dan Kritik Sastra, Panggung Apresiasi,
peluncuran buku kumpulan cerpen dan puisi, pameran dan bazar, serta
wisata budaya ke situs Candi Muaro.

"Dari pertemuan ini, kami berharap akan semakin berkembang para
pemikir sastrawan," tutur Mualimmah, Ketua Umum Panitia Temu Sastrawan
Se-Indonesia.

Temu sastrawan ini bertema "Keberagaman, Kedinamisan, dan
Keharmonisasian Ekologi Sastra Indonesia". Kegiatan tersebut
diselenggarakan atas kerja sama kalangan sastrawan dan Dinas Budaya
dan Pariwisata Pemerintah Provinsi Jambi.

Salah satu penggagas Temu Sastrawan, Ja'far Rassuh, mengatakan, Jambi
dipilih sebagai tempat penyelenggaraan Temu Sastrawan Indonesia
Pertama karena Jambi merupakan salah satu pusat kebudayaan Melayu
kuno. Potensi besar ini, kata Ja'far, layak dilihat oleh semua
sastrawan. "Selanjutnya, alam dan sejarah Jambi dapat diolah rasa
sehingga tercipta gagasan bagi para sastrawan untuk menelurkan
karya-karya baru," ujarnya. (NAL/ITA)

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com