Saturday, September 3, 2011

Belajar "Unik" di Eropa, Mau?

KOMPAS.com - Belajar di luar negeri secara gratis alias melalui beasiswa, pasti menjadi impian setiap orang. Anda juga? Beasiswa Erasmus Mundus, setiap tahun memberikan kesempatan kepada kandidat asal Indonesia untuk merasakan suasana belajar yang unik di Eropa. Unik? Ya, karena kandidat yang berhasil lolos akan menjalani perkuliahan tidak hanya di satu negara.

Project Officer Delegasi Uni Eropa, Destriani Nugroho mengatakan, Erasmus Mundus menawarkan beasiswa bagi Anda yang ingin merasakan kuliah di banyak tempat di Eropa.

"Perkuliahan tidak hanya di satu negara," kata Destriani, dalam diskusi tentang Pendidikan di Eropa dan Teknologi di Fashion Pasta, City Walk Sudirman, Jakarta, Jumat (19/8/2011).

Apa yang dimaksud dengan kuliah di banyak tempat? Destriani mencontohkan, di tahun pertama mahasiswa akan di Madrid dan Nantes, kemudian di tahun berikutnya akan menjalani perkuliahan di Stockholm, atau pun negara-negara Eropa lain yang masuk dalam konsorsium. Konsorsium adalah suatu kelompok yang terdiri atas sekurang-kurangnya tiga lembaga pendidikan tinggi dari tiga negara Eropa berbeda yang telah dipilih Komisi Eropa untuk melaksanakan program ini.

Erasmus Mundus

Iqbal Akbar, Presiden EMA SEA Chapter, organisasi perkumpulan Alumni Erasmus Mundus untuk kawasan Asia Tenggara menjelaskan, Erasmus Mundus berasal dari kata Erasmus dan Mundus yang artinya dunia. Nama ini terinspirasi dari filsuf Desiderius Erasmus Rotterdamus yang belajar dari satu negara ke negara lainnya. Program Erasmus Mundus ini bekerjasama dengan Uni Eropa dalam bidang pendidikan tinggi dan bertujuan untuk mempromosikan Uni Eropa sebagai pusat keunggulan ilmu di dunia.

Erasmus Mundus memberikan beasiswa bagi program Master, Doktoral, dan Anda yang sedang melakukan penelitian atau Akademisi. Untuk program Master/ S2, jangka waktu belajar adalah satu hingga dua tahun, tergantung jurusan yang Anda pilih. Lalu, untuk para Akademisi yang sedang melakukan penelitian, diberi kesempatan 3 bulan. Untuk program Doktoral/S3, jangka waktu belajarnya adalah 3 tahun.

Siapa saja yang dapat mendaftar untuk Beasiswa Erasmus Mundus ini?

“Yang pasti adalah Anda bukan warga negara Uni Eropa, sudah memiliki pendidikan S1 (untuk program Master), dan S2 (untuk program Doktoral) sederajat, bukan terdaftar sebagai penduduk di Uni Eropa, dan belum pernah kuliah, bekerja, atau tinggal di negara anggota Uni Eropa lebih dari 12 bulan secara akumulatif, serta memiliki nilai TOEFL yang baik. Bagi Akademisi, Anda harus memiliki pengalaman akademik dan/atau professional yang sangat baik, serta merupakan tenaga professional yang sedang mengajar dan melakukan penelitian” papar Iqbal.

Erasmus Mundus memberikan 8.000 Euro untuk tuition fee, 12.000 Euro untuk living cost selama 12 bulan, serta 4.000 Euro untuk mobility cost termasuk pesawat dari negara asal ke Eropa, dan perpindahan antar kota/negara dalam 1 tahun masa studi.

Iqbal menambahkan, seleksi akan dilaksanakan pada Desember 2011 atau Januari 2012, serta diberikan ke Komisi Eropa di Brussels, Belgia pada Februari 2012. Kemudian, keputusan dari persetujuan Komisi Eropa pada bulan April atau Mei 2012, serta hasil final apakah Anda diterima atau tidak, akan diberitahu pada bulan Mei atau Juni 2012. Untuk informasi lebih lanjut, Anda dapat melihat di http://indoem.info.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com