Thursday, April 26, 2012

[Buku] Alhamdulillah, Anakku Nakal; Menikmati Kenakalan Anak

Judul: Alhamdulillah, Anakku Nakal
Penulis: Miftahul Jinan (Trainer dan Penulis Buku Parenting) & Choirus Syafruddin
Penerbit: Filla Pers (Surabaya)

Anak "nakal" memang sangat menjengkelkan. Rumah menjadi berantakan, aturan tidak berjalan, keributan sering terjaadi, dan bahkan kita sering malu di hadapan orang-orang.

Tetapi, benarkah semua tingkah pola itu adalah bentuk asli dari kenakalan mereka. Jangan-jangan beberapa tingkah pola mereka justru sebuah tahapan perkembangan yang harus mereka lewati untuk mengembangkan potensinya. Atau tingkah pola tersebut sebagai hasil pembiasaan yang salah dari orang tuanya, atau bahkan jika memang mereka terlihat jelas nakalnya adalah bentuk reaksi mereka terhadap cara orang tua memperlakukan mereka.
Sebagai orang tua atau guru, tidak selayaknya begitu mudah melabelkan kata nakal pada anak-anak kita. Anak yang aktif, usil, kadang tidak mau menurut orang tua, suka menggoda adik kakaknya, dan beberapa kali berantem dianggap sebagai anak nakal. Karena bisa jadi ‘kenakalan’ tersebut adalah tahapan yang harus dilewati seorang anak, yang akan menjadikannya lebih banyak mengalami, mampu merasakan kesedihan dan kegembiraan orang lain serta menjadikannya mengetahui apa yang harus dilakukan. Sehingga orang tua harus lebih bijaksana dalam menghadapi anak dan tidak keliru dalam menyikapi ‘kenakalan’ anak.

Membaca buku ini kita akan diajak menyibak sebuah rahasia setiap kenakalan anak. Diawali dengan paradigma tentang anak nakal, memahami berbagai karakter anak dan cara menghadapinya.

Di beberapa bab, kita ‘disuguhi’ tentang jenis-jenis tingkah pola anak yang memungkinkan kita untuk mendeteksi atau bahkan mengevaluasi anak kita. Apakah anak kita termasuk anak yang memiliki kategori kenakalan eksploratif, kenakalan semu, kenakalan habitual, atau kenakalan sejati. Lalu, penulis memberikan solusi atas semua "kenakalan" anak itu.

Akhirnya, sedikit mengingatkan bahwa kenakalan anak seharusnya tidak menjadikan kita susah, selama tidak membahayakan bagi dirinya. Bisa jadi kita dulu lebih nakal dan lebih bandel daripada mereka.

PARADIGMA NAKAL
1. ‘Kenakalan Anak’ Sebuah Paradigma yang Salah dari Orang Tua
2. Anak Belajar Nakal dari Orang Tua
3. ‘Anak Nakal’ dari Imajinasi menuju Kenyataan
4. Kenakalan = Kecerdasan
5. ‘Anak Nakal’ antara Fitnah dan Barokah
6. Anak-anak Semakin Nakal atau Orang Tua Semakin tidak Sabar?

KENAKALAN EKSPLORATIF
1. Coret-coret Tembok
2. Menyobek buku dan KErtas
3. Merusak mainan
4. Naik turun Kursi
5. Meyiksa Binatang

KENAKALAN SEMU
1. Gendong anak dari Plus Menuju Minus
2. Anak suka Menggigit dan MEmukul
3. Anak Egois

KENAKALAN HABITUAL
1. Berkata Jorok
2. Anak Suka Membantah
3. Anak Kecanduan Televisi
4. Anak suka Merengek
5. Anak Suka Jajan

KENAKALAN SEJATI
1. Evolusi Bohong pada anak
2. Anakku Bangga dengan Mencontek
3. Anak Mencuri
4. Mengapa Anakku Merokok ?

Yang berminat bisa pesan via SMS/Telp.
Pembayaran via transfer (BCA, Mandiri, BNI)
Bisa juga langsung COD.
Seputar Harapan Indah, bisa diantar. Atau seputar MM Bekasi. Kontak aja.

Harga: 50k (belum ongkir)
FAST RESPONSE:
0838 9388 5441

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com