Tuesday, December 3, 2013

Guru yang Tak Disuka



Beberapa hari lalu, dalam momen Hari Guru saya meminta murid-murid di kelas untuk menulis. Selain bercerita tentang sosok guru favorit, juga gambaran guru yang tak disuka. Menurut tulisan mereka, di antara ciri guru yang tidak suka adalah yang suka pilih kasih.

Saya tanyakan; yang dimaksud dengan pilih kasih itu yang seperti apa. Serempak sekali jawaban mereka. Yakni guru yang membeda-bedakan muridnya; antara yang “pintar” dan yang tidak. Murid yang sering bisa jawab (“pintar”) kerap dipuji-puji dan disebut-sebut dalam kelas. Sementara yang dianggap tidak bisa tidak pernah dipuji-puj—bahkan sesekali bisa jawab juga diacuhkan.


Adalah sebuah hal yang wajar—sebagai manusia—guru bangga atas prestasi muridnya. Guru akan merasa bahagia saat muridnya mampu memahami pelajaran yang disampaikannya. Saya telah berhasil, begitu kira-kira pikiran sang guru. Menjadi wajar pula bila murid itu sering disebut-nya. Sebaliknya, bisa jadi guru kecewa ketika ia merasa sudah berusaha maksimal, namun muridnya tak juga nyantol.

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com