Saturday, March 21, 2015

Obat Tidur Paling Ampuh

Biasanya, obat tidur yang paling ampuh bagi saya adalah membaca buku.

Tentu saja membacanya dengan posisi merebah, siap tidur. Kalau sudah posisi seperti itu, maka belum dapat baca satu halaman saja, bisa dipastikan mata sudah terpejam.

Paginya baru sadar kalau semalaman tidur sambil menggenggam buku.

Saya sering berpikir; kenapa ya kok tidak sebaliknya. Begitu pegang buku, langsung kuat melek berjam-jam.
Saya bisa bayangkan betapa banyak ilmu dan pengetahun yang bisa saya serap. Yang kemudian bisa saya sharing lewat status fb atau di kelas2 saya.

Justru, mata kuat melek itu kalau lihat film. Bioskop TransTV, GlobalTVSeru, atau Fox Movies.
Semoga anda tidak mengalami hal yang sama.

Good Night

Friday, March 20, 2015

Obat Tidur Paling Ampuh

Biasanya, obat tidur yang paling ampuh bagi saya adalah membaca buku.

Tentu saja membacanya dengan posisi merebah, siap tidur. Kalau sudah posisi seperti itu, maka belum dapat baca satu halaman saja, bisa dipastikan mata sudah terpejam.

Paginya baru sadar kalau semalaman tidur sambil menggenggam buku.

Saya sering berpikir; kenapa ya kok tidak sebaliknya. Begitu pegang buku, langsung kuat melek berjam-jam.
Saya bisa bayangkan betapa banyak ilmu dan pengetahun yang bisa saya serap. Yang kemudian bisa saya sharing lewat status fb atau di kelas2 saya.

Justru, mata kuat melek itu kalau lihat film. Bioskop TransTV, GlobalTVSeru, atau Fox Movies.
Semoga anda tidak mengalami hal yang sama.

Good Night

Wednesday, March 18, 2015

Satu Guru = 15 Siswa

Salah satu syarat lolosnya guru sertifikasi adalah perhitungan jumlah siswa di sekolah. Artinya, meskipun. Sertifikat guru sudah diterima dan lulus, tidak serta merta si guru bisa mendapatkan pencairan dana tunjangan profesi itu.

Untuk wilayah Kemenag, 1 guru berbanding dengan 15 siswa. Maksudnya, kalau di sebuah sekolah ada 2 orang guru yang sudah bersertifikasi, maka jumlah siswa di sekolah tersebut minimal berjumlah 30 anak.

Kalau kurang dari perhitungan, jangan harap dana akan dicairkan. Walaupun, bulan2 sebelumnya selalu lancar cairnya. Begitu kata pengawas dari Kabupaten.

Maka, ke depan, tugas guru sertifikasi akan bertambah. Selain jumlah jam mengajar dan jumlah hari mengajar (minimal 5 hari), dia juga harus menjaring siswa-siswa baru untuk dimasukkan ke sekolahnya tempat mengajar.

Guru era baru, selain harus pandai mengajar, juga harus pintar menjadi marketing bagi sekolahnya.

Semoga Allah memberkahi dengan limpahan barokah, tanpa keluhan....

Catatan Usai Ngopi

Drajat, 18 Maret 2015

Gabung ISIS Atas Motif Ekonomi (Obrolan Warung Kopi)

Tema ISIS ini ternyata masuk juga menjadi obrolan di warung kopi.
Pagi ini, saya mendengar ada 3 orang warna Pantura sini yang meninggalkan desa. Berangkat ke Irak / ISIS.

Menurut narasumber di warung kopi (belum tentu valid, lhoo... namanya juga obrolan warung kopi), motif ketiganya bukan ideologi agama. Tapi motif ekonomi.

Ketiga orang yang berniat berangkat itu berlatar ekonomi susah, dengan tanggungan anak banyak.
Sementara, masih menurut narasumber warung kopi, ada banyak janji "wah" yang diberikan kepada mereka yang mau bergabung ISIS.

Di antaranya:
- gaji per bulan 150 juta
- diberikan tanah dan biaya mendirikan rumah (jika ISIS berkuasa)
- menjadi warganegara ISIS

Bagi orang tertentu, yang sudah bosan dengan hidup di negara ini (yang serba sulit), tawaran seperti itu pastilah amat menarik. Wong ke Malaysia, Arab Saudi, Hongkong, dll, yang gajinya tak lebih 20 juta per bulan saja jadi rebutan. Apalagi yang 150 juta.

Orang Lamongan sini, sejak dulu memang terkenal sebagai pengekspor tenaga kerja. Baik ke luar negeri ataupun ke kota-kota besar di seluruh Indonesia.

Catatan Warung Kopi

Monas, 18 Maret 2015

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com