Sunday, May 3, 2015

Niat Ziarah, Dapat Wisata


Satu hal yang saya salutkan pada Yayasan PP Nurus Siroj Tritunggal Babat, sejak awal pertama ikut berkecimpung di sini.

Yaitu dalam berbagai kesempatan refreshing bagi siswa lulusan (atau mengisi masa libur sekolah), sekolah di sini tak pernah mengadakan perjalanan wisata.

Yang diadakan ialah perjalanan ziarah ke makam auliya dan masyayikh. Baru, di sela2 itu diisi dengan kunjungan ke tempat wisata.

Secara tidak langsung, pesantren hendak mengajarkan calon lulusannya untuk menata niat. Sebuah nilai kebaikan dari perjalanan. Bukan sekadar wisata dan rekreasi yang berhukum mubah.

Di sisi lain, tetap tidak kehilangan momentum untuk rekreasi dan berlibur.
Sekali dayung, dua pulau terlampaui.

Saya teringat beberapa tahun lalu. Saudara2 mengajak orangtua (mertua) berwisata ke Malang.
Dengan segera, ortu langsung bilang,
"Kalau ke Malang ya diniatkan silaturahmi ke keluarga di sana. Nanti habis silaturahmi, mampir tempat wisata."

Jadi, gak boleh dibalik2. Berwisata sambil silaturahmi. Akibatnya, yang dimenangkan atau diutamakan ialah rekreasinya, bukan silaturahmi nya.

3 Mei 2015

Ziarah Wali Jateng siswa siswi MA NU Infarul Ghoy Tritunggal.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com