Friday, March 31, 2017

Rumah Paling Kokoh, Bukanlah dari Bahan Beton Paling Kuat

Rumah Paling Kokoh,
Bukanlah dari Bahan Beton Paling Kuat

Kevlar,
Ini adalah serat yang amat kuat.
Ia bahan yang digunakan sebagai pelindung rompi antipeluru pasukan tentara
Kabel optik yang dipasang di pinggir jalanan, juga dilapisi serat kevlar ini.
Sehingga, andai kabel itu tertindih pohon besar sekalipun, kabel tidak akan putus.
Atau minimal, ia hanya mengalami sedikit kerusakan 

Tapi, tahukah kita bahwa kevlar yang amat kuat itu masih kalah kuat dibandingkan bahan halus sarang laba-laba?
Sarang laba-laba yang nampak ringan dan mudah kita rusak, itu sebenarnya punya kekuatan luar biasa. Daya tahannya 10 kali lipat dari bahan kevlar yang dipakai pelindung rompi antipeluru.

Bila bahan sarang laba-laba itu ditumpuk dengan ketebalan yang sama dengan beton cor, ia punya kekuatan minimal 10 kali lipat dibanding beton cor. Namun, di sisi lain, punya kelenturan yang mengalahkan serat sintesis.

Sarang laba-laba yang ringannya 1 mg itu, ternyata bisa "menampung" hewan-hewan yang beratnya 10 x lipat berat sarang. Mulai nyamuk, serangga, cicak, hingga burung emprit, bisa mati tak berdaya--dan menjadi santapan lezat sang spider.

Namun,
Apa kata Al-Quran tentang sarang laba-laba yang demikian kuat bahannya?
Coba kita baca surat Laba-laba berikut:

(مَثَلُ الَّذِينَ اتَّخَذُوا مِنْ دُونِ اللَّهِ أَوْلِيَاءَ كَمَثَلِ الْعَنْكَبُوتِ اتَّخَذَتْ بَيْتًا ۖ وَإِنَّ أَوْهَنَ الْبُيُوتِ لَبَيْتُ الْعَنْكَبُوتِ ۖ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ)
[Surat Al-Ankabut 41]
lewat @QuranAndroid

"Perumpamaan orang-orang yang mengambil pelindung-pelindung selain Allah adalah seperti laba-laba yang membuat rumah. Dan sesungguhnya rumah yang paling lemah adalah rumah laba-laba kalau mereka mengetahui."

Lho????
Kok bisa?
Bagaimana bisa Allah menyatakan bahwa rumah yang paling lemah adalah rumahnya laba-laba. Padahal, hasil penelitian ilmuwan menyatakan bahwa bahannya dari bahan paling top dan berkualitas. Kokoh tak tertandingi.
Tapi, malah disebut paling lemah oleh Allah.

Dalam surat tersebut, dikatakan bahwa orang yang menyadarkan kehidupannya pada selain Allah (setan, tuyul, mak lampir, dedemit, kunthul mabur, butho ijo, jin, nyai loro ngelu, dan sebagainya), laksana berlindung pada sarang laba-laba yang amat lemah.

Sarang laba-laba, meski terbuat dari bahan berkualitas dan kokoh, ia tak mampu menjadi pelindung bagi kita dari panas dan hujan. Bahkan, sekadar berlindung dari tiupan angin pun, ia tak sanggup melindungi.

Seperti itu pulalah kira-kira rumah sebagai tempat tinggal kita
Ia tak boleh hanya sekadar kuat karena dibuat dari cor semen kokoh tak tertandingi
Tak boleh sekadar tinggi, bertingkat, dan pagar tinggi
Tapi, juga harus berfungsi memberikan rasa aman, nyaman, dan membuka kesempatan bagi penghuninya untuk terus berkembang.

Saya ingat nasihat orang tua,
"Pager mangkok iku luwih kuat timbang pager wesi."

Pagar pakai mangkok (makanan), itu lebih kuat melindungi daripada pagar besi yang dipasang paku-paku tajam.

Apa artinya?
Kebaikan dan kemurahan kita pada tetangga, lewat suka memberi makanan, itu akan lebih melindungi kita (dari gangguan tetangga dan oranglain), daripada memagari rumah dengan tembok besar nan tinggi, dan dipasang kawat berduri.

Wallahu a'lam...

Drajat, 31 Maret 2017
@mskholid
@ruanginstalasi

#MonggoNgopi
#MengikatMakna


Fokus pada Kekuatan, Bukan pada Kelemahan

Fokus pada Kekuatan yang Terus Dikuatkan

Ini cerita Pak Tung dalam bukunya.

Ada seorang cacat bawaan sejak lahir di Hawai.
Ia tidak punya tangan kanan.
Sejak kecil, ia selalu menjadi sasaran hinaan dan olok-olok temannya.
Ia merasa amat rendah diri. Tak berani melawan.

Suatu hari, ia bertemu seorang guru beladiri (di Hawai ada banyak ahli beladiri keturunan Jepang).
Guru itu bertanya,
"Apa kau mau kuajarkan ilmu beladiri yang membuatmu percaya diri?"
"Tentu saja mau, guru!" Ujarnya penuh semangat.

Si orang cacat lalu diajarkan satu jurus kuncian. Selama berminggu-minggu ia disuruh mempraktikkan jurus kuncian tersebut.
Pada minggu ke 16, si murid cacat merasa sudah pintar.
Ia memohon pada gurunya agar diajarkan jurus lainnya.

Apa kata sang guru,
"Praktikkan dan latihlah dulu jurus itu dengan lebih cepat kuat. Coba itu lakukan setiap hari!" Perintah sang guru.

Hingga beberapa minggu, si cacat makin kuat dan cepat dengan hanya satu jurus saja.
"Guru, saya sudah amat ahli dan cepat dengan jurus ini. Ajarkan yang lain."

Sang guru bergeming.
"Kamu harus lebih kuat dan cepat lagi. Setelah itu, kamu harus banyak latihan tanding."

Begitulah,
Latihan dilakukan berminggu-minggu lagi hingga si murid makin kuat dan cepat dengan jurus kuncian ini. Hanya satu jurus.

"Sekarang tiba saatnya kamu latihan tanding," kata sang guru.

Si murid cacat pun latihan tanding dengan beberapa ahli beladiri dengan jenis berbeda.
Semua lawan dapat dikalahkan dengan cepat dan mudah.

"Baik sekarang, saatnya kudaftarkan kamu ke kejuaraan beladiri berkelas."
"Owh, jangan guru. Saya kan baru menguasai satu jurus!" Sergahnya kuatir.
"Tidak masalah," jawab guru enteng.

Si murid berpikir, bahwa sang guru akan mengajarkan jurus-jurus baru, sebab waktu pertandingan baru dimulai 8 minggu lagi.

Namun ternyata tidak.
Sang guru hanya melatihnya semakin kuat dan cepat, untuk satu jurus yang sama.
Jurus KUNCIAN.

"Apakah saya tidak diajarkan jurus lain, guru?" Tanya si murid jelang pertandingan.
"Tidak perlu."
"Guru, saya bisa sangat malu nanti."
"Tidak masalah. Kamu ikut saja."

Akhirnya,
Hari pertandingan beladiri dimulai.
Ini pertandingan bebas, dari berbagai macam perguruan dan aliran beladiri.
Jurus apapun boleh dipakai.
Aturannya hanya dilarang memukul bagian anu dan kepala belakang.

Saat pertandingan, dengan berdebar si murid maju
Dan, hasilnya, ia menang dengan mudah dan cepat.
Lawannya langsung keok lewat jurus kunciannya yang amat kuat dan cepat.
Begitu seterusnya, semua Lawannya dengan mudah ia kalahkan.

Singkat cerita,
Si cacat masuk final.
Lawannya adalah juara bertahan yang beberapa tahun tak terkalahkan.
Si cacat amat kuatir melihat kenyataan itu.

"Guru, Ajarkan aku jurus baru supaya bisa mengalahkan lawanku di final." Pintanya.
"Tidak perlu. Kau hanya perlu melakukan jurusmu itu dengan lebih cepat dan kuat.

Ternyata,
Di final, si cacat menang.
Ia berhasil bikin sang juara bertahan keok hanya lewat satu jurus andalan.
Jurus KUNCIAN.

Usai pertandingan, si murid bertanya,
"Guru, saya tak habis pikir. Kenapa bisa juara hanya dengan satu jurus?"
"Ada dua alasan yang menjadikan kamu pemenang.
Satu, teknik kuncianmu sangat kuat dan cepat.
Dua, teknik kuncianmu itu sebenarnya ada penawarnya. Atau ada cara untuk mengatasinya dengan mudah. Tetapi, untuk melakukannya, lawanmu harus memegang tangan kananmu.
Dan, kamu tidak punya tangan kanan!!!"

Powerfull...

Babat, 31 Maret 2017

*saya rela ketik-ketik jempol kisah ini agar bisa diambil hikmahnya.


Wednesday, March 15, 2017

Nembus Banjir, Xxxxxx Roda Depan Rusak

Sore itu hujan deras. Saya berangkat dari pondok kranji, sekitar jam 14.30.
Waktu yang cukup kalau jalanan normal.
Ternyata hujan amat deras mengguyur sejak masuk perbatasan Gresik.
Padahal, saya diburu waktu agar bisa tiba di bandara Juanda jam 17.30. Sesuai jadwal kedatangan Ustadz Dhou' dari Sudan yang akan mengisi dauroh di PP Tabah Kranji.

Tiba di jalan Sekapuk. Depan pasar Sekapuk. Hujan masih amat deras.
Celakanya, jalanan tergenang air. Sebelum ini, saya belum pernah melintasi jalan Sekapuk dalam kondisi hujan.
Di tengah-tengah banjir, banyak anak kecil yang (seakan) minta sumbangan.

Saya menerjang banjir yang tingginya melebihi separuh ban.
Suara mesin terkadang menggerung.
Sambil terus baca shalawat, saya yang sore itu ditemani Gus Aldi terus melaju.
Alhamdulillah, meski beberapa kali cemas, mobil bisa menembus banjir dengan aman.

Di wilayah Sembayat, muncul halangan baru.
Jalan bergelombang dan berlubang. Diuruk tanah pedel.
Mobil dan motor terpaksa berjalan merayap. Pelan-pelan.
Macet lagi.

Kami tiba di bandara dengan selamat.
Bertepatan dengan mendaratnya Ustadz Dhou'.

Pulangnya, saya ambil jalur selatan.
Lewat Lamongan kota. Makan sebentar di Asih Jaya.
Dalam perjalanan pulang,  saya merasa aman-aman saja dengan mobil. Tak ada yang aneh.

Siang hari sekitar jam 10.30 saya mengantar orangtua, pak e, mbok e, dan keluarga ke Paciran. Menjenguk Man Umar yang sakit dirawat di RS Arsyih. Saat itu, mobil sudah agak terasa aneh. Suara menggerung saat roda melaju agak kencang.

Usai shalat dan makan siang, saya langsung melaju ke surabaya.
Niat belanja kain untuk pesanan pabrik.

Namun, mobil kian terasa kencang bunyinya.
Semakin menggerung.  Saat masuk tol Manyar, saya minggir sebentar. Sekilas, tak bisa saya deteksi dimana letak kerusakan mobil. Saya niat melanjutkan perjalanan ke surabaya.

Namun, dalam kondisi mobil melaju kencang di dalam jalan tol, suara makin kencang. Akhirnya, tanpa pikir panjang, saya harus masuk bengkel. Saya lihat di kaca mobil tertempel stiker UMC Gresik.

Saya browsing di internet, letak UMC Gresik.
Setelah ketemu,  langsung melaju keluar tol.

Ternyata, yang rusak itu xxxx (entah apa namanya) yang ada nempel di roda ban. Nah, barang ini sudah rusak, hancur, hampir lepas semua. Andai perjalanan makin panjang, bisa jadi roda lepas dan mobil oleng.
Alhamdulillah, Gusti Allah tolong saya.

Diganti baru, kata tukang servisnya.
Harganya 700 ribu.
Plus ongkos lain-lain dan oli, kena 580 ribuan.

Jadi, sore ini untuk servis, sudah langsung kena duit 1,280 an.

15 Maret 2017


Tuesday, March 7, 2017

Kaya atau Melarat Bukan Tanda Dicintai Allah

Kaya atau Melarat Bukanlah Tanda Dicintai Allah

إنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ، وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ،

"Gusti Allah itu memberikan dunia kepada siapa saja; baik yang dicintai-Nya atau yang tidak dicintai-Nya.
Tapi, Allah memberikan agama hanya kepada orang yang dicintai-Nya.
Barangsiapa yang diberikan agama oleh Allah, berarti orang itu dicintai Allah."

~ HR Ahmad ~

Jadi, jangan pernah mengukur kedekatan seseorang dengan Allah SWT, dari berapa banyak harta yang dimilikinya.
Dari seberapa kaya ia dalam hidupnya.
Atau sebaliknya,
Mengukur kedekatan dengan Allah lewat miskin atau melaratnya.

Jangan pernah menyimpulkan bahwa seseorang yang kaya itu, berarti ia dicintai Allah
Atau
Jangan pernah meyakini bahwa seseorang yang hidupnya melarat, berarti ia dibenci Allah

Tidak sama sekali.

Jangan pernah mengira bahwa seorang kiai yang hidupnya melarat, ia hanya separuh Kiai
Jangan pernah menyangka bahwa kiai yang kaya, itulah sebenar-benarnya kiai
Atau,
Jangan bilang nabi yang miskin, itu hanya sodok-sodok nabi
Sementara nabi yang kaya, itulah nabi sungguhan

"Nabi kok miskin?"
"Nabi kok sakit-sakitan?"
"Nabi kok melarat?"
Mana buktinya dia dicintai Allah?!!

Duh,
Naudzubillah...

Coba cek,
Siapa kelompok manusia yang paling mulia? Nabi.

Coba cek para Nabi Allah.
Ada nabi yang kaya raya, jadi raja pula. Istrinya seribu. Nabi Sulaiman
Ada nabi yang melarat. Rumah saja tak punya. Nabi Isa
Ada nabi yang tangannya kuat, ngalahaké mesin bego. Nabi Musa
Ada nabi yang hidupnya sakit-sakitan. Nabi Ayyub
Ada nabi yang lain-lain....

Semuanya tetap nabi.
Semuanya adalah kekasih Allah.
Semuanya dicintai dan dekat dengan Allah.

Sungguh,
Tanda bahwa kita dicintai Allah itu bukan soal kaya dan melaratnya diri dalam urusan dunia dan harta.

Wallahu a'lam

Babat, 7 Maret 2017
IG @mskholid 
Teacher
《Konveksi Kaos & Sablon》


Kaya atau Melarat Bukan Tanda Dicintai Allah

Kaya atau Melarat Bukanlah Tanda Dicintai Allah

إنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ، وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ،

"Gusti Allah itu memberikan dunia kepada siapa saja; baik yang dicintai-Nya atau yang tidak dicintai-Nya.
Tapi, Allah memberikan agama hanya kepada orang yang dicintai-Nya.
Barangsiapa yang diberikan agama oleh Allah, berarti orang itu dicintai Allah."

~ HR Ahmad ~

Jadi, jangan pernah mengukur kedekatan seseorang dengan Allah SWT, dari berapa banyak harta yang dimilikinya.
Dari seberapa kaya ia dalam hidupnya.
Atau sebaliknya,
Mengukur kedekatan dengan Allah lewat miskin atau melaratnya.

Jangan pernah menyimpulkan bahwa seseorang yang kaya itu, berarti ia dicintai Allah
Atau
Jangan pernah meyakini bahwa seseorang yang hidupnya melarat, berarti ia dibenci Allah

Tidak sama sekali.

Jangan pernah mengira bahwa seorang kiai yang hidupnya melarat, ia hanya separuh Kiai
Jangan pernah menyangka bahwa kiai yang kaya, itulah sebenar-benarnya kiai
Atau,
Jangan bilang nabi yang miskin, itu hanya sodok-sodok nabi
Sementara nabi yang kaya, itulah nabi sungguhan

"Nabi kok miskin?"
"Nabi kok sakit-sakitan?"
"Nabi kok melarat?"
Mana buktinya dia dicintai Allah?!!

Duh,
Naudzubillah...

Coba cek,
Siapa kelompok manusia yang paling mulia? Nabi.

Coba cek para Nabi Allah.
Ada nabi yang kaya raya, jadi raja pula. Istrinya seribu. Nabi Sulaiman
Ada nabi yang melarat. Rumah saja tak punya. Nabi Isa
Ada nabi yang tangannya kuat, ngalahaké mesin bego. Nabi Musa
Ada nabi yang hidupnya sakit-sakitan. Nabi Ayyub
Ada nabi yang lain-lain....

Semuanya tetap nabi.
Semuanya adalah kekasih Allah.
Semuanya dicintai dan dekat dengan Allah.

Sungguh,
Tanda bahwa kita dicintai Allah itu bukan soal kaya dan melaratnya diri dalam urusan dunia dan harta.

Wallahu a'lam

Babat, 7 Maret 2017
IG @mskholid 
Teacher
《Konveksi Kaos & Sablon》


Kaya atau Melarat Bukan Tanda Dicintai Allah

Kaya atau Melarat Bukanlah Tanda Dicintai Allah

إنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ يُعْطِي الدُّنْيَا مَنْ يُحِبُّ، وَمَنْ لَا يُحِبُّ، وَلَا يُعْطِي الدِّينَ إِلَّا لِمَنْ أَحَبَّ، فَمَنْ أَعْطَاهُ اللَّهُ الدِّينَ فَقَدْ أَحَبَّهُ،

"Gusti Allah itu memberikan dunia kepada siapa saja; baik yang dicintai-Nya atau yang tidak dicintai-Nya.
Tapi, Allah memberikan agama hanya kepada orang yang dicintai-Nya.
Barangsiapa yang diberikan agama oleh Allah, berarti orang itu dicintai Allah."

~ HR Ahmad ~

Jadi, jangan pernah mengukur kedekatan seseorang dengan Allah SWT, dari berapa banyak harta yang dimilikinya.
Dari seberapa kaya ia dalam hidupnya.
Atau sebaliknya,
Mengukur kedekatan dengan Allah lewat miskin atau melaratnya.

Jangan pernah menyimpulkan bahwa seseorang yang kaya itu, berarti ia dicintai Allah
Atau
Jangan pernah meyakini bahwa seseorang yang hidupnya melarat, berarti ia dibenci Allah

Tidak sama sekali.

Jangan pernah mengira bahwa seorang kiai yang hidupnya melarat, ia hanya separuh Kiai
Jangan pernah menyangka bahwa kiai yang kaya, itulah sebenar-benarnya kiai
Atau,
Jangan bilang nabi yang miskin, itu hanya sodok-sodok nabi
Sementara nabi yang kaya, itulah nabi sungguhan

"Nabi kok miskin?"
"Nabi kok sakit-sakitan?"
"Nabi kok melarat?"
Mana buktinya dia dicintai Allah?!!

Duh,
Naudzubillah...

Coba cek,
Siapa kelompok manusia yang paling mulia? Nabi.

Coba cek para Nabi Allah.
Ada nabi yang kaya raya, jadi raja pula. Istrinya seribu. Nabi Sulaiman
Ada nabi yang melarat. Rumah saja tak punya. Nabi Isa
Ada nabi yang tangannya kuat, ngalahaké mesin bego. Nabi Musa
Ada nabi yang hidupnya sakit-sakitan. Nabi Ayyub
Ada nabi yang lain-lain....

Semuanya tetap nabi.
Semuanya adalah kekasih Allah.
Semuanya dicintai dan dekat dengan Allah.

Sungguh,
Tanda bahwa kita dicintai Allah itu bukan soal kaya dan melaratnya diri dalam urusan dunia dan harta.

Wallahu a'lam

Babat, 7 Maret 2017
IG @mskholid 
Teacher
《Konveksi Kaos & Sablon》


Sunday, March 5, 2017

Pak Dzakir, Sahabat yang Bisa Diandalkan

Pak Mudzakir:
Sahabat yang Bisa Diandalkan

[Serial Guru Tabah]

Saat saya masih kelas MI di Kranji (lulus 1996), Pak Mudzakir belum aktif mengajar di kelas. Kesibukan beliau waktu itu sebagai Kepala TU. Dengan jabatan dan tugas itu, beliau mempunyai peranan vital dalam administrasi madrasah. Apalagi sebagai sosok muda pekerja keras, beliau bisa dibilang lebih banyak menghabiskan waktu di sekolahan (ngurusi sekolahan) daripada di rumah.

Ketika itu, yang menjabat sebagai kepala sekolah MI adalah Kiai Sjafi' Ali, sosok kepala sekolah yang (sepertinya) tak tergantikan. Nah, urusan dapur administrasi dan per-kertasan, semuanya dihandle oleh Pak Dzakir, panggilan akrabnya.

Ketika (almarhum) Bapak (Fadlol) menjabat sementara sebagai kepala sekolah MI, Pak Mudzakir ini adalah mitra utama dalam mengurusi tetek bengek sekolahan. Apalagi, beliau ini bisa dibilang mengerti semua jeroan madrasah ibtidaiyah Kranji. Ditambah bekal pengalaman dan ilmu yang ditularkan oleh Kiai Sjafi' dulu.

"Urusan sekolah, serahkan Pak Dzakir saja. Pasti beres!" Ucapan Bapak dulu.

Dan, memang kenyataannya seperti itu.
Semua beres di tangan Pak Dzakir.

Berbekal pengalaman bertahun-tahun mendampingi beberapa kepala sekolah, beliau kemudian ditunjuk sebagai pengganti kepala sekolah sebelumnya (Almarhum Pak Atmono). Pilihan itu jelas salah satu keputusan terbaik, menilik pengalaman beliau yang kenyang berkecimpung di MI Tabah.

Tak hanya soal urusan sekolah, Pak Dzakir bisa diandalkan.
Ketika saya dan Mbak saya Aizzah Farihah kuliah di Jakarta, Bapak sering kesulitan uang.
Nah, Pak Dzakir lah beberapa kali menjadi solusi yang bisa diandalkan.
Beliau hampir selalu ada dana, saat Bapak butuh pinjaman.

Bahkan, ketika Bapak meninggal, masih ada hutang pada Pak Dzakir.
Alhamdulillah, langsung bisa kami lunasi begitu bapak meninggal.
Begitulah, beliau adalah rekan dan sahabat yang bisa diandalkan; urusan sekolah dan urusan luar sekolah.

Selamat jalan, Pak Dzakir.
Selamat menjemput surga Allah di alam berikutnya.
Saya bersaksi engkau orang baik.
Inna lillahi wa inna ilaihi rajiun

Kranji, 05 Maret 2017
@MSKholid
Teacher
《Konveksi Kaos & Sablon》


Friday, March 3, 2017

Pelayan Kok Kaya Raya?

Khadim (Pelayan) Kok Kaya?

Beliau disebut Khadimul Haramain  (pelayan Dua Tanah Suci).
Ada yang bertanya; pelayan kok kaya raya. Bahkan sanggup nginep di hotel yang harganya puluhan juta semalam. Sanggup bawa rombongan seribu lebih untuk jalan-jalan.
Apa gak kebalik itu?

Ya begitulah...
Sebuah pepatah Arab menyatakan:
من خدم ، خدم
Sopo seng gelem melayani, maka akan dilayani

Maka, nasib pelayan akan berbanding lurus dengan siapa yang dilayani.
Seperti pepatah Arab di atas.
Jika yang dilayani orang mulia, si pelayan ikut jadi mulia
Jika jadi pelayan tukang begal, ikut hancur pula nasib pelayan
Pun, andai jadi pelayan koruptor. Nasibnya tak akan jauh dari tuannya.

Jika jadi pelayan Kiai sepuh, biasanya akan jadi Kiai kelak masa mendatang
Jika jadi pelayan Bupati, orang-orang akan banyak yang nitip surat lewat Anda
Andai jadi ajudan presiden, orang-orang banyak berbisik lewat Anda
Apalagi, jika anda jadi pelayan Tuhan. Pasti akan dilayani pula oleh Tuhan.

Wong Anda berbisnis dengan Tuhan saja, jaminannya selalu untung dan laba
Dijamin tak akan bangkrut.
Apalagi jadi pelayan-Nya.

Nah, yang dilayani oleh King Salman itu adalah Haramain
Dua tanah suci yang sudah dijanjikan Allah kemakmurannya
Dua tanah suci umat Islam sedunia
Sehingga, manfaat kebaikan pun akan kembali pada Si pelayan

Di pondok pun, selalu ada santri (kang-kang) yang menyatakan dirinya sebagai khadim  (pelayan. Di pondok, sering diistilahkan dengan khadam). Mereka kesehariannya adalah membantu keluarga ndalem dalam urusan keseharian. Termasuk menyapu dan membersihkan ndalem dan pondok.

Kang-kang khadam ini, biasanya lebih sering menghabiskan waktu untuk menjadi pelayan ndalem daripada ikut ngaji atau maknani kitab kuning.
Namun, anehnya, ketika lulus pondok dan balik ke daerah masing-masing, bisa jadi kiai atau tokoh agama yang didengar masyarakat.

Yang gak jadi kiai, biasanya hidupnya makmur
Kaya dengan rejeki dunia
Saya mengenal beberapa orang santri yang dulu jadi khadam kiai, sekarang makmur.
Kaya, punya rumah, mobil, dan sudah berhaji.
Hal-hal yang terbayangkan saja tidak mungkin; andai mengingat masa lalunya di pondok yang serba kekurangan. Pun saat kita menilik latar belakang keluarganya di desa, sepertinya untuk kuliah saja, dia gak mungkin.

Anas bin Malik ra, pembantu Rasulullah saw.
Juga dari keluarga tak punya.
Sejak kecil sudah mengabdikan diri untuk Baginda Nabi saw.
Saat Nabi hajat buang air, sahabat Anas inilah yang menyiapkan airnya

Rasulullah saw mendoakan sahabat Anas jadi orang kaya
Pasca wafatnya Baginda Nabi, doa beliau terkabul
Anas kaya anak
Juga kaya harta

Begitulah,
Kalau mau jadi orang kaya, berkhidmahlah
Jadilah khadim
Bila perlu, jadilah khadim Raja Salman
Siapa tau kelak diambil jadi menantu oleh sang Raja (~ngayal).

Babat, 2 Maret 2017
IG @mskholid
《 Konveksi Kaos dan Sablon 》


Thursday, March 2, 2017

Obral Pahala saat Ada Orang Mati

Kesempatan besar yang sering diabaikan oleh masyarakat itu adalah saat ada orang mati. Ini peluang dimana Allah mengobral pahala besar-besaran.

Apa itu?
Ya, ikut menshalati dan mengantarkan jenazah hingga kuburnya.

Gak main-main,
Ganjaran yang disediakan Allah amat besar.
Dua qirath, begitu kata Nabi saw.

Berapakah 2 qirath itu?
Satu qirath itu setara dua gunung Uhud yang berupa emas.
Bisa dibayangkan, berapa ton kira-kira beratnya 1 gunung Uhud.
Lha, ini kita dapat dua gunung emas kali 2. Ya, dapat 4 gunung Uhud berbentuk emas.

Padahal,
Bisa dibilang, emas termasuk barang hiasan yang amat mahal.
Saat ini saja, 1 gram emas murni yang berbentuk kotak buatan PT Antam, itu harganya sekitar 500.000,-

Kalau emas 1 ton = 1.000 kg = 1.000.000 gram
Itu berarti 1.000.000 x 500.000 = 500 miliar
Baru 1 ton lho ya???
Padahal, yang kita dapat itu sebanyak 4 gunung Uhud.
Beratnya berapa ribu ton itu?

Terus,
Berapa triliun yang kita peroleh?
Silakan Sampeyan hitung sendiri.
Saya gak sanggup hitungnya.

Nah, amat eman sekali andai kita lewatkan begitu saja peluang mendapat kebaikan yang amat buanyak itu.
Obral pahala besar-besaran.

Wallahu a'lam...


Malam Jumat itu Surat Kahfi? Bukan Yasin?

Banyak mengkritik NU. Mereka bilang NU itu aneh-aneh saja.
Bikin acara kok gak sesuai tuntunan e Kanjeng Nabi.
Yang sunnah itu, kan malam Jumat baca surat Al-Kahfi atau surah Al-Mulk.
Lha, orang NU bikin-bikin acara yang gak ada tuntunannya.
Malah baca Yasin yang gak ada tuntunannya.

Kita jawab memang benar bahwa malam Jumat itu sunnah baca surah Al-Kahfi dan atau surah Al-Mulk.
Akan tetapi, itu tidak berarti ada larangan kita baca Yasin di malam Jumat.

Kenapa?

Pertama,
Surah Yasin termasuk bagian dari Al-Quran.
Ada perintah untuk membaca kitab suci ini kapan pun.
Hari apapun. Termasuk malam Jumat.

Kedua,
Momen yasinan di malam Jumat tujuannya ialah kirim doa dan mendoakan orangtua dan para sesepuh yang sudah mendahului kita.
Bahkan, termasuk seluruh umat Islam.

Dalam sebuah hadits, disebutkan bahwa kita disuruh baginda Rasulullah saw untuk membacakan Yasin bagi orang yang sudah mati atau orang yang nampak mau mati (baca: sekarat).

اقرءوا موتاكم يس
Kata موتى di hadits tersebut, menurut Imam an-Nawawi maksudnya ialah orang yang menjelang mati atau orang yang sudah mati. Jadi, membacakan Yasin bagi orang mati adalah sah-sah saja. Tidak melanggar. Tidak mengada-ada. Juga tidak bisa disebut tak ada tuntunannya.

Ketiga,
Karena momennya adalah kirim doa untuk orang mati, maka yang dibaca ialah surah Yasin. Sesuai petunjuk dalam hadits Nabi saw.
Kalau momennya berdoa untuk calon bayi, maka surat yang dibaca juga berbeda. Bisa surah Yusuf atau surah Maryam.

Keempat,
Kita baca surah Yasin, bukan berarti meniadakan sunnahnya baca surah Al-Kahfi atau Al-Mulk. Sebab, malam hari usai shalat Isya', atau kadang ada pula yang usai shalat Ashar, para Kiai dan santri NU juga baca surah Al-Mulk atau surah Al-Kahfi.

Kalaupun ada yang satu dua yang gak baca, ya wajar.
Namanya juga orang banyak.
Ada yang bisa istiqomah, ada yang butuh dibimbing terus menerus supaya bisa istiqomah dan rutin melakukan kebaikan.

Walahu a'lam


There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com