Thursday, June 12, 2008

Dibuka sekolah rakyat(SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan

Jika tidak berkeberatan, tolong sebarkan info
berikut..

JIka anda mengenal atau mengetahui ada anak miskin
atau dari golongan kurang mampu, lulus SD (berijasah)
tetapi tidak dapat meneruskan ke SMP, umur max 18
tahun, tinggal di Jakarta Selatan,

dapat menghubungi Ibu Ade, Pancoran Timur VIII no. 4B
Jakarta 12770 telp. 7990412 HP. 085691500258, Untuk
selanjutnya akan disurvei.

Jika tidak ada halangan tahun ini akan dibuka sekolah
rakyat(SMP terbuka) gratis di Jakarta Selatan khusus
untuk anak miskin dan darigolongan tidak mampu ..

Best Regards,

Ade Andria Outreach Sampoerna
Foundation Sampoerna Strategic Square Tower A, 27th
Floor Jl. Jendral Sudirman (bantu forward yah).

thanks.

sumber:
milis jurnalisme

Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup

http://www.jawapos. co.id/metropolis /index.php? act=detail&nid= 5373

[ Kamis, 12 Juni 2008 ]
Bos Pengemis Tinggal Nikmati Hidup

Cak To, begitu dia biasa dipanggil. Besar di keluarga pengemis, berkarir sebagai pengemis, dan sekarang jadi bos puluhan pengemis di Surabaya. Dari jalur minta-minta itu, dia sekarang punya dua sepeda motor, sebuah mobil gagah, dan empat rumah. Berikut kisah hidupnya.

---

Cak To tak mau nama aslinya dipublikasikan. Dia juga tak mau wajahnya terlihat ketika difoto untuk harian ini. Tapi, Cak To mau bercerita cukup banyak tentang hidup dan ''karir''-nya. Dari anak pasangan pengemis yang ikut mengemis, hingga sekarang menjadi bos bagi sekitar 54 pengemis di Surabaya.

Setelah puluhan tahun mengemis, Cak To sekarang memang bisa lebih menikmati hidup. Sejak 2000, dia tak perlu lagi meminta-minta di jalanan atau perumahan. Cukup mengelola 54 anak buahnya, uang mengalir teratur ke kantong.

Sekarang, setiap hari, dia mengaku mendapatkan pemasukan bersih Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu. Berarti, dalam sebulan, dia punya pendapatan Rp 6 juta hingga Rp 9 juta.

Cak To sekarang juga sudah punya rumah di kawasan Surabaya Barat, yang didirikan di atas tanah seluas 400 meter persegi. Di kampung halamannya di Madura, Cak To sudah membangun dua rumah lagi. Satu untuk dirinya, satu lagi untuk emak dan bapaknya yang sudah renta. Selain itu, ada satu lagi rumah yang dia bangun di Kota Semarang.

Untuk ke mana-mana, Cak To memiliki dua sepeda motor Honda Supra Fit dan sebuah mobil Honda CR-V kinclong keluaran 2004.

***

Tidak mudah menemui seorang bos pengemis. Ketika menemui wartawan harian ini di tempat yang sudah dijanjikan, Cak To datang menggunakan mobil Honda CR-V-nya yang berwarna biru metalik.

Meski punya mobil yang kinclong, penampilan Cak To memang tidak terlihat seperti ''orang mampu''. Badannya kurus, kulitnya hitam, dengan rambut berombak dan terkesan awut-awutan. Dari gaya bicara, orang juga akan menebak bahwa pria kelahiran 1960 itu tak mengenyam pendidikan cukup. Cak To memang tak pernah menamatkan sekolah dasar.

Dengan bahasa Madura yang sesekali dicampur bahasa Indonesia, pria beranak dua itu mengaku sadar bahwa profesinya akan selalu dicibir orang. Namun, pria asal Bangkalan tersebut tidak peduli. ''Yang penting halal,'' ujarnya mantap.

Cak To bercerita, hampir seluruh hidupnya dia jalani sebagai pengemis. Sulung di antara empat bersaudara itu menjalani dunia tersebut sejak sebelum usia sepuluh tahun. Menurtu dia, tidak lama setelah peristiwa pemberontakan G-30-S/PKI.

Maklum, emak dan bapaknya dulu pengemis di Bangkalan. ''Dulu awalnya saya diajak Emak untuk meminta-minta di perempatan,' ' ungkapnya.

Karena mengemis di Bangkalan kurang ''menjanjikan' ', awal 1970-an, Cak To diajak orang tua pindah ke Surabaya. Adik-adiknya tidak ikut, dititipkan di rumah nenek di sebuah desa di sekitar Bangkalan. Tempat tinggal mereka yang pertama adalah di emprean sebuah toko di kawasan Jembatan Merah.

Bertahun-tahun lamanya mereka menjadi pengemis di Surabaya. Ketika remaja, ''bakat'' Cak To untuk menjadi bos pengemis mulai terlihat.

Waktu itu, uang yang mereka dapatkan dari meminta-minta sering dirampas preman. Bapak Cak To mulai sakit-sakitan, tak kuasa membela keluarga. Sebagai anak tertua, Cak To-lah yang melawan. ''Saya sering berkelahi untuk mempertahankan uang,'' ungkapnya bangga.

Meski berperawakan kurus dan hanya bertinggi badan 155 cm, Cak To berani melawan siapa pun. Dia bahkan tak segan menyerang musuhnya menggunakan pisau jika uangnya dirampas. Karena keberaniannya itulah, pria berambut ikal tersebut lantas disegani di kalangan pengemis. ''Wis tak nampek. Mon la nyalla sebet (Kalau dia bikin gara-gara, langsung saya sabet, Red),'' tegasnya.

Selain harus menghadapi preman, pengalaman tidak menyenangkan terjadi ketika dia atau keluarga lain terkena razia petugas Satpol PP. ''Kami berpencar kalau mengemis,'' jelasnya.

Kalau ada keluarga yang terkena razia, mau tidak mau mereka harus mengeluarkan uang hingga ratusan ribu untuk membebaskan.

***

Cak To tergolong pengemis yang mau belajar. Bertahun-tahun mengemis, berbagai ''ilmu'' dia dapatkan untuk terus meningkatkan penghasilan. Mulai cara berdandan, cara berbicara, cara menghadapi aparat, dan sebagainya.

Makin lama, Cak To menjadi makin senior, hingga menjadi mentor bagi pengemis yang lain. Penghasilannya pun terus meningkat. Pada pertengahan 1990, penghasilan Cak To sudah mencapai Rp 30 ribu sampai Rp 50 ribu per hari. ''Pokoknya sudah enak,'' katanya.

Dengan penghasilan yang terus meningkat, Cak To mampu membeli sebuah rumah sederhana di kampungnya. Saat pulang kampung, dia sering membelikan oleh-oleh cukup mewah. ''Saya pernah beli oleh-oleh sebuah tape recorder dan TV 14 inci,'' kenangnya.

Saat itulah, Cak To mulai meniti langkah menjadi seorang bos pengemis. Dia mulai mengumpulkan anak buah.

Cerita tentang ''keberhasilan' ' Cak To menyebar cepat di kampungnya. Empat teman seumuran mengikutinya ke Surabaya. ''Kasihan, panen mereka gagal. Ya sudah, saya ajak saja,'' ujarnya enteng.

Sebelum ke Surabaya, Cak To mengajari mereka cara menjadi pengemis yang baik. Pelajaran itu terus dia lanjutkan ketika mereka tinggal di rumah kontrakan di kawasan Surabaya Barat. ''Kali pertama, teman-teman mengaku malu. Tapi, saya meyakinkan bahwa dengan pekerjaan ini, mereka bisa membantu saudara di kampung,'' tegasnya.

Karena sudah mengemis sebagai kelompok, mereka pun bagi-bagi wilayah kerja. Ada yang ke perumahan di kawasan Surabaya Selatan, ada yang ke Surabaya Timur.

Agar tidak mencolok, ketika berangkat, mereka berpakaian rapi. Ketika sampai di ''pos khusus'', Cak To dan empat rekannya itu lantas mengganti penampilan. Tampil compang-camping untuk menarik iba dan uang recehan.

Hanya setahun mengemis, kehidupan empat rekan tersebut menunjukkan perbaikan. Mereka tak lagi menumpang di rumah Cak To. Sudah punya kontrakan sendiri-sendiri.

Pada 1996 itu pula, pada usia ke-36, Cak To mengakhiri masa lajang. Dia menyunting seorang gadis di kampungnya. Sejak menikah, kehidupan Cak To terus menunjukkan peningkatan. ..

***

Setiap tahun, jumlah anak buah Cak To terus bertambah. Semakin banyak anak buah, semakin banyak pula setoran yang mereka berikan kepada Cak To. Makanya, sejak 2000, dia sudah tidak mengemis setiap hari.

Sebenarnya, Cak To tak mau mengungkapkan jumlah setoran yang dia dapatkan setiap hari. Setelah didesak, dia akhirnya mau buka mulut. Yaitu, Rp 200 ribu hingga Rp 300 ribu per hari, yang berarti Rp 6 juta hingga Rp 9 juta per bulan.

Menurut Cak To, dia tidak memasang target untuk anak buahnya. Dia hanya minta setoran sukarela. Ada yang setor setiap hari, seminggu sekali, atau sebulan sekali. ''Ya alhamdulillah, anak buah saya masih loyal kepada saya,'' ucapnya.

Dari penghasilannya itu, Cak To bahkan mampu memberikan sebagian nafkah kepada masjid dan musala di mana dia singgah. Dia juga tercatat sebagai donatur tetap di sebuah masjid di Gresik. ''Amal itu kan ibadah. Mumpung kita masih hidup, banyaklah beramal,'' katanya.

Sekarang, dengan hidup yang sudah tergolong enak itu, Cak To mengaku tinggal mengejar satu hal saja. ''Saya ingin naik haji,'' ungkapnya. Bila segalanya lancar, Cak To akan mewujudkan itu pada 2010 nanti... (ded/aza)

Wednesday, June 11, 2008

Lowongan di Penerbit Mediakita

Mediakita, penerbit buku komputer dan teknologi digital, membutuhkan
beberapa tenaga freelancer (by project) untuk posisi berikut:

Reporter Freelance

� Usia 20-25 tahun
� Berdomisili di Jakarta
� Minimum D3 untuk semua jurusan
� Mobile, semangat, gigih, dan mau belajar
� Lebih disukai yang menguasai bahasa inggris
� Mengirimkan contoh tulisan karya sendiri

Editor Freelance

� Berpengalaman mengedit buku non-fiksi (sebutkan apa saja!)
� Dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal
� Mengirimkan contoh tulisan yang sudah diedit

Setter Freelance

� Berpengalaman menyetting buku non-fiksi (sebutkan apa saja!)
� Dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal
� Mengirimkan contoh hasil layout/setting

Cover Desainer Freelance

� Berpengalaman mendesain cover buku non-fiksi (sebutkan apa saja!)
� Dapat menyelesaikan pekerjaan sesuai jadwal
� Mengirimkan contoh hasil desain

Kirimkan CV dan sisipkan karya yang telah dihasilkan ke e-mail:
agus@mediakita.com

Tuesday, June 10, 2008

Qalbu Leverage System: 7 Steps to The Holistic Wealth


“Ingatlah, dalam tubuh manusia itu ada segumpal daging. Bila segumpal daging itu baik, seluruh tubuh akan menjadi baik. Tetapi bila ia rusak, niscaya akan rusak pula seluruh tubuh. Segumpal daging itu adalah QALBU.”
http://www.blogger.com/img/gl.photo.gif
Add Image

QLS adalah metode pengembangan diri yang menjadikan qalbu sebagai fasilitator utama untuk meraih kesuksesan material dan spiritual.

Metode ini akan mengarahkan pikiran rasional kita untuk memilih program qalbu yang baik dan produktif untuk meningkatkan kinerja alamiah di dunia. QLS diharapkan membuat kita menyadari keberadaan qalbu dalam diri, membersihkan virus qalbu penghambat kesuksesan sehingga mendorong munculnya potensi terbaik dalam diri.

Melalui teknik-teknik yang tepat, QLS dapat digunakan untuk meningkatkan kekayaan materi, kesehatan, menyembuhkan penyakit batin serta kekhusyukan dalam beribadah sehingga hubungan kita dengan Yang Mahakuasa makin indah dan harmonis. Dengan demikian, program qalbu kita akan selaras dengan misi kita sebagai khalifah di bumi. Amin.

Hadits for Teenagers; Makin Gaul dengan Hadits


Bagi sobat remaja yang ingin mengenal dan mendalami 3 (tiga) pokok ajaran Islam, yakni aqidah (keimanan), syariah (peraturan ibadah), dan akhlak (budi pekerti) melalui sabda-sabda Nabi saw (Hadits), buku ini wajib dimiliki karena dapat menjawab keingintahuan kamu. Bahasanya ringan dan mudah dipahami dengan tampilan desain yang sangat menarik.

Selain mencantumkan teks asli berbahasa Arab, setiap Hadits juga dilengkapi terjemahan berbahasa Inggris. Wow, dijamin keren abis. Buku ini makin penting karena banyaknya hal-hal baru yang belum pernah kamu dengar sebelumnya. Jadi, tunggu apa lagi? Miliki bukunya dan insya Allah wawasan agamamu akan bertambah luas.

Jejak Rekam Ekonomi Islam


Benarkan konsep ekonomi islami itu ada? Tidakkah ia hanya turunan konsep ekonomi kapitalis atau sosialis berbaju Islam?

Sejarah peradaban Islam selama lebih dari 1400 tahun menyimpan jawabannya. Pada masa awal Islam, Rasulullah saw telah menetapkan sistem anggaran penerimaan dan belanja serta subjek dan objek pajak. Berikutnya, para khalifah sejak masa Khulafaur Rasyidin hingga Turki Utsmani telah pula menerapkan perekonomian berbasis Islam. Bahkan, pada masa Utsmaniyah telah ditemukan prototipe bank pertama (Gallata Sarraf) yang melayani pertukaran mata uang asing, pemberian pinjaman lunak, dan pembelian piutang.

Melalui buku ini, Anda akan menemukan pemikiran cemerlang dan visioner ekonomi islami sejak masa Rasulullah saw, Khulafaur rasyidin, masa Umayyah, masa Abbasiyah hingga masa Turki Utsmani dengan pendekatan sejarah yang khas dan akurat.

Magnet Muhammad saw: The True Law of Attraction


Benarkah penemuan Rhonda Byrne dalam The Secret yang dinyatakannya sebagai rahasia yang telah tertimbun berabad-abad lamanya adalah sesuatu yang benar-benar “rahasia”? Rahasia yang kemudian disebut sebagai Law of Attraction (dibukukan oleh Michael J. Lousier) ini dalam sekejap menimbulkan ketakjuban menembus batas-batas negara. Bersamanya, tiba-tiba lahir kegairahan baru untuk menggali dan menemukan berbagai “rahasia” lain yang sebenarnya bukanlah rahasia (unsecret) bagi kaum muslim.

Magnet Muhammad saw akan membimbing Anda menelusuri secara gamblang, praktis, dan inspratif sosok Muhammad saw yang telah mempraktikkan sunatullah Law of Attraction jauh sebelum Byrne dan jutaan manusia takjub dengan temuannya.

Mengantar Anda untuk menuju dan menemukan kesadaran bahwa Nabi Muhammad saw telah membuka begitu banyak rahasia sukses yang luar biasa, inilah buku yang tepat. Karena sesungguhnya hanya diperlukan satu langkah saja untuk menyadari bahwa itu sudah lama ada, di dekat kita, hidup bersama keseharian kita.

VOTE for INDONESIA

INTERMEZO...
dari seorang sahabat.

============ ========= ========= ====

Temans,

Pemilihan 7 keajaiban milik dunia kembali digelar, berbeda dengan
kriteria sebelumnya dengan keajaiban yang dibuat secara sengaja oleh
manusia
dalam bentuk bangunan, kali ini panitia mengajak dunia untuk memilih 7
keajaiban baru milik dunia yang bukan dari buatan manusia.
Sudah terpilih sebanyak 77 tempat di seluruh dunia dari berbagai
kategori, dan Indonesia
mengajukan atau setidaknya sudah terpilih sebanyak 3 tempat eksotik,
antara
lain:

1. Komodo National Park
2. Krakatau, Volcanic Island
3. Lake Toba
Voting dilakukan melalui internet, dengan batas waktu sampai akhir
2008!

VOTE for INDONESIA
: http://www.new7wond ers.com/atau:
http://www.new7wond ers.com/nature/ en/liveranking/

Catatan:

Indonesia mungkin akan kalah
dari negara lain, bahkan negara kecil yang mengajukan tempat yang tidak
terlalu
menarik, hanya karena negara tersebut lebih melek internet ( Singapore
contohnya, yang mengajukan Bukit Timah Nature Reserve). Dan yg lebih
menyedihkan lagi, pulau Sipadan juga termasuk dlm nominee yg diajukan
oleh Malaysia .

Brazil
misalnya, pemerintahnya menyediakan fasilitas
gratis untuk masyarakatnya yang tidak punya akses internet agar bisa ikut
memilih untuk negaranya.

Karena itu, ayo bantu sebarkan informasi dan ajakan ini!

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)