Monday, August 18, 2008

Perokok; Orang Pertama Paling Berpotensi Tidak Bersih

MUI berencana mengeluarkan fatwa haram untuk rokok. Bahkan, sempat muncul wacana untuk memberi label HARAM pada bungkus rokok.
Kontroversi antara setuju dan tidak, selalu ada.
Sebagai orang yang tidak merokok dan amat tidak nyaman dengan asap rokok di hidung, saya menuliskan 7 hal yang merupakan indikasi Perokok sebagai Orang Paling Berpotensi Tidak Bersih.


Pertama, asapnya. Asap rokok mesti berkeliaran dan tidak mungkin dikantongin sendiri (seperti kata dennybaonk) untuk kemudian dihabiskan dan dinikmati sendiri. Asapnya HARUS mengenai orang-orang di sekitarnya. Meski sedikit, ini adalah polusi yang sangat berarti dan berefek langsung terhadap orang di pinggirnya (dengan terbatuk-batuk atau menutup hidung). Apalagi, jika "ngepul" ini dilakukan di ruangan.

Kedua, abunya. Jarang kita temukan perokok yang selalu disiplin meletakkan abu rokok di asbak yang dimiliki. Tak mungkin kan dia pergi ke mana-mana mesti bawa asbak. Apalagi waktu di tengah jalan, pastinya abu akan dibuang di sembarang tempat di dekatnya. Bisa di lantai jika berada di angkot/bis. Bisa di jendela bila lagi duduk di teras rumah. Bisa di mana saja..... Kerap pula saya jumpai perokok yang meletakkan abunya di dalam botol bekas minum teh botol, fanta, dll. Atau juga di dalam kotak korek api (kayu) atau melipat kertas sekenanya asal jadi semacam asbak. Yang menjengkelkan, kertas bekas abu tadi tidak dibuang di tempat sampah.

Ketiga, puntungnya. Hampir sama dengan abunya, perokok juga kerap melempar puntung sekenanya. Di sembarang tempat. Bahkan, terkadang tidak mematikan apinya terlebih dahulu. Sehingga, terkadang menimbulkan bahaya yang tidak dikira sebelumnya.

Keempat, giginya. Perokok harus mempunyai frekuensi lebih dalam hal menggosok gigi. Jika tidak, giginya akan berwarna lain. Dan bila keterusan, warna itu susah sekali dihilangkan.

Kelima, bibirnya. Bibir perokok akan terlihat kusam. Hitam. Ini berbeda dengan bibir antirokok, yang tampak lebih segar.

Keenam, bau mulutnya. Orang yang antirokok akan sangat sensitif dengan orang yang barusan merokok. Dia akan dengan mudah mengidentifikasi bahwa seseorang itu baru saja menyedot rokok, dari bau mulutnya saat dia berbicara.

Ketujuh, bajunya. Mau tidak mau, baju perokok juga akan berbau asap rokok juga. Kecuali kalau dia mau berganti pakaian tiap kali selesai merokok. :-)

3 comments:

notey said...

kalo mui mengharamkan...kiai-kiai sesepuh gimana ya..kan banyak kiai yang pada merokok..selain itu para pejabat juga gimana?????

nuniek nur sahaya said...

nice information. thanks.

Diva said...

bagus banged deh ni info, makasih ya mas..

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com