Tuesday, August 19, 2008

Paspor Kematian; Jalan Menuju Surga-Mu

Perjalanan itu pasti akan kita tempuh.
Kita tak tahu; setahun lagi, sebulan lagi, seminggu lagi, besok, sejam lagi, atau bahkan beberapa menit lagi--setelah ini.

Yang jadi pertanyaan, siapkah kita menempuhnya?

Padahal, perjalanan itu begitu panjang. Bahkan untuk selama-lamanya.
Tak akan mungkin kita kembali lagi. Tak mungkin pula kita menangguhkannya. Tidak sedetik, tidak sejam, tidak sehari, apalagi setahun. Kita akan "DIJEMPUT PAKSA" untuk menempuhnya.

Dan, bekal apakah yang telah kita siapkan?

Padahal, bekal itulah yang menentukan ke mana dan seperti apa perjalanan itu akan kita lakoni.
Berat, terhuyung-huyung penuh beban di pundak, jalan yang berliku penuh batu cadas dan kerikil tajam, ditambah panas terik yang menyengat.

Ataukah;
Di atas tandu dengan kursi empuk beralas beludru, membawa aneka makanan lezat dan buah-buahan segar, melewati jalan lurus dengan pepohonan hijau nan rindang di kanan-kiri, angin semilir nan sepoi-sepoi, serta dikawal oleh banyak pelayan yang siap sedia menuruti keinginan kita?

Siapkan PASPOR Anda.
Rapikan dokumen-dokumen dan BEKAL Anda. SEGERA!!!
Sekarang juga!!!

Baca buku ini, dan temukan DOKUMEN-DOKUMEN dan BEKAL yang mesti Anda siapkan.
PASPOR KEMATIAN, mengantarkan Anda menuju surga-Nya.


Judul : Paspor Kematian; Jalan Menuju Surga-Mu
Penulis : Abdul Jabbar
Tebal : xxii + 200 hlm.
Harga : Rp. 28.500,-


-------------------------

M.S. Al-Kholid
Copyeditor Cicero Publishing

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com