Tuesday, March 10, 2009

Lebih Rinci tentang Menerbitkan Buku Sendiri (Self Publishing)

Bagian Satu: Dasar

Berikut ini beberapa hal mesti Anda punya untuk menerbitkan buku:
1. Nama Penerbit
2. Stempel
3. Alamat
4. Nama Pemilik
Empat hal di atas adalah dasar sebelum Anda mempunyai penerbitan.

Bagian Dua: Buku

Selanjutnya,
Yang Anda perlu anda persiapkan tentu saja adalah bukunya. Dan ini adalah faktor terpenting lancarnya sebuah penerbitan.
Bagaimana disebut penerbit jika tidak memunyai buku?
Bagaimana perusahaan akan mampu berkembang (atau minimal berjalan dengan lurus) jika buku yang dijual tidak laku?
Berikut adalah kriteria buku yang kemungkinan best seller
1. konten
2. manfaat buku
3. kemasan menarik

Bagian Tiga: Mendaftarkan Buku (ISBN dan Barcode)

Setelah buku ada, Anda bisa mendapatkan nomor ISBN dan Barcode di Perpustakaan Nasional di Jakarta.
Mengapa harus ada ISBN dan Barcode?
Karena toko buku Gramedia, yang menguasai distribusi pasar buku Indonesia tidak menerima buku tanpa ISBN dan Barcode.

Persyaratan untuk mendapatkannya cukup mudah. Tidak terlalu mahal. 25 ribu saja, jika Anda hanya butuh ISBN. Dan, 60 ribu jika Anda ingin mendapatkan ISBN plus Barcode.

Penjelasan lebih lanjut tentang membuat ISBN ini, Anda bisa buka di blog saya; http://sukabuku.co.cc

Bagian Empat: Cetak Berapa Eksemplar?

Buku yang sudah diberi tanda pengenal ISBN dan Barcode di sampul, lalu dibawa ke percetakan. Supaya aman, Anda bisa mencetak sebanyak 3000 eksemplar. Ini sebagai tes pasar; apakah buku Anda diterima pasar atau tidak. Dan umumnya, inilah jumlah cetakan yang paling sedikit. Selain itu, biaya mencetak sebanyak itu juga tidak 'nanggung'. Ada juga penerbit yang mencetak 5000 ribu eksemplar atau lebih—tergantung pengalaman dan feeling bisnis.

Dari 3000 buku itu, laku 1000 saja, modal Anda sudah balik. Berarti masih tersisa untung 2000 buku buat Anda.

Bagian Lima: Menentukan Harga Jual

Anda bisa menentukan sendiri. Karena Andalah pemilik penerbitan ini. Biasanya, harga jual buku adalah 5-6 x harga produksi. Kalo misalnya, ongkos cetak buku Anda adalah 5000, maka anda bisa menjualnya 25-30 ribu. Itulah harga jual buku Anda di toko Gramedia.

Bagian Enam: Menawarkan Buku Ke Distributor

Bawa satu eksemplar buku ke toko buku atau distributor yang Anda tuju. Tunjukkan dan presentasikan buku Anda (intinya, tawarkanlah). Tinggalkan buku itu di sana, dan pulang. Biarkan pihak distributor menilainya.

Tunggu telepon dari pihak distributor di rumah Anda. Anda akan mendapatkan pesanan untuk mengirim buku yang Anda tawarkan. Perhatikan pula kontrak perjanjian Anda dengan distributor. Baca dan teliti dengan baik sebelum Anda memutuskan bekerja sama dengannya. Jangan sampai ada pihak yang dirugikan.

Bagian Tujuh; Distribusi Buku

Agar buku Anda tersebar ke seluruh Indonesia, Anda tidak perlu repot-repot mendatangi setiap toko buku dan menawarkan buku Anda yang jumlahnya masih terbatas. Bisa habis modal Anda hanya untuk nganter-nganter. Mana duit penjualan belum masuk lagi!!!

Untuk mudahnya, Anda bisa menitipkannya pada distributor. Carilah distributor yang jaringannya luas dan bisa memastikan buku Anda menyebar di toko2 di Indonesia. Dan yang terpenting, distributor itu terpercaya. Karena jika tidak, buku Anda laris dia bilang tidak laku. Buku anda habis, tapi dia bilang masih menumpuk banyak. Jika demikian, uang pembayaran akan terlambat.

Distributor biasanya minta 35%-55% dari harga buku. Anda bisa menawarnya. Jadilah negosiator yang hebat. Semakin bagus dan menjual buku Anda, akan punya bargaining tinggi. Makanya, ingat, kualitas buku adalah faktor terpenting.

Berikut ini beberapa distributor yang bisa Anda pilih—tentu saja dengan berbagai pertimbangan dan tanya sana-sini dulu (maaf, saya belum tahu track record masing-masing):
1. Untuk Gramedia wilayah Jabodetabek (Bapak Supriyatna: 08561164259)
2. Luar Jabodetabek (Sumatera, Jabar, Jateng, Jatim, Sulawesi) pakai Agromedia. Bapak Mikel (08156127868). Agro minta diskon 55%, kasih aja. Syukur bisa Anda tawar sampai 52,5%. Laporan penjualannya setiap bulan. Uang ditransfer ke rekening setiap tanggal 15.
3. Niaga Qolbun Salim (NQS). Anak perusahaan MQ yangbergerak di distribusi buku. Anda bisa menghubungi Mbak Ani.
4. Mizan Media Utama. Jln. Cinambo (Cisaranten Wetan) No 146 Ujungberung, Bandung 40294. (022) 7815500. email: mizanmu@bdg.centrin.net.id
5. Luthfi Agency. Maaf, alamat dan nomor kontaknya hilang. Kapan2 kalo ketemu saya update lagi.
6. PT Kharisma (021 74445555. toko buku yang mempunya jaringan 42 toko buku di Indonesia.

Bagian Delapan: Menunggu Laporan Penjualan

Anda bisa enak-enakan di rumah. Membaca buku. Mengerjakan pekerjaan lain. Menulis buku. Atau aktivitas lainnya sambil menunggu transferan hasil penjualan Anda.



Semoga Sukses!

4 comments:

Anonymous said...

wahhhh... mantep postingannya...
terima kasih dah berbagi...
saya jadi tau soal self publishing dan cara distribusi nya.
sukses terus ya pa... ^^

gayatri said...

Salam kenal... saya ingin menanyakan perihal self publishing ini, asumsi saya kalo self publishing artinya kita sendiri yang mencari percetakan tanpa harus ada penerbit (kita yang menjadi penerbit), tapi dari artikel diatas kita masih perlu mencari penerbit. Tapi karena saya masih baru dalam hal ini, jadi saya mohon infonya bisa di share. Trims berat.

Irwan Bajang said...

di http://indiebook.co.cc atau di http://facebook.com/inibukuku bisa cetak buku terbatas lo. nggak harus 3000, bahkan bisa 10, 20, 100, 1000 dan selanjutnya...situs buku indie atau self publish ini keren lo, selain itu ini contaoh bentuk penulisan buku indie yang bagus. mudahan bisa membantu ya..hehehe

MAS GOT said...

mantep inponya... hehehe

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com