Wednesday, December 23, 2009

WORKSHOP "Bagaimana Jurnalis Meliput di Wilayah Konflik"


TOR WORKSHOP RESOLUSI KONFLIK
"Bagaimana Jurnalis Meliput di Wilayah Konflik"
Divisi Pendidikan AJI Jakarta

Latar Belakang.

Konflik, pertikaian dan jauhnya rasa aman merupakan perkembangan dunia yang
tak pernah sepi dan tak dapat dihindari. Di berbagai belahan dunia, konflik
politik yang berdampak pada kekerasan bersenjata terus saja terjadi, seperti
di Irak, Afganistan, Sri Langka, Burma, Filipina, Darfur, Rwanda dan tempat
lainnya.
Sesungguhnya, media memiliki peranan yang sangat penting dalam memberitakan
konflik atau perang. Fungsi pentingnya adalah bagaimana media mampu sebagai
pengarah conflic resolution. Media sebaiknya menjadi mediator yang
menampilkan isu dari berbagai perspektif serta mengarahkan pihak-pihak yang
bertikai pada penyelesaian konflik.
Pola peliputan itu dikenal sebagai Jurnalisme Damai (Peace Journalism), yang
dikembangkan oleh Johan Galtung, seorang Profesor di bidang Ilmu Damai, di
European Peace University. Ilmu Galtung berawal dari niat baiknya untuk
mencari suatu solusi dari perang dan konflik di berbagai negara.
Oleh sebab itu, workshop resolusi konflik yang disertai pemutaran film
dokumenter ini digagas, diharapkan para jurnalis memiliki perspektif yang
lebih baik dalam melihat situasi konflik. Begitu juga, memetakan konflik,
mengindentifikasi pihak-pihak yang terlibat pertikaian dan menganalisis
tujuan-tujuan mereka.
Jurnalisme Damai bukan hanya sekedar opsi. Jurnalis(me) bisa mengadopsi atau
bahkan mengabaikannya. Namun harus diingat, keberadaan media bukanlah
sekedar sebagai "mirror of reality", tetapi juga sebagai "molder of reality"
(pembentuk rupa) masyarakat. Jika keberadaan jurnalis(me) dalam rangka
menjalankan fungsi "Pembentuk Rupa" masyarakat, maka Jurnalisme Damai harus
menjadi opsi yang terbaik dan tak terelakkan.

TUJUAN :
1. Meningkatkan pemahaman jurnalis terhadap pemetaan wilayah konflik
dan situasi konflik.
2. Memahami bagaimana jurnalis bisa memainkan peranan positif dalam
memberitakan konflik.
3. Memahami narasumber "Deep throat" (Siapa mereka dan alasan
pemilihannya) di wilayah konflik.
PESERTA :
Semua jurnalis/fotografer /video jurnalis media cetak/elektronik di Jakarta
dan sekitarnya, yang telah bekerja minimal dua tahun sebagai jurnalis dan
memiliki fokus liputan tentang isu konflik (diutamakan jurnalis dari media
televisi dan radio/audiovisual) . Para jurnalis yang berminat bisa mendaftar
program ini. Mentor program dan AJI Jakarta akan memilih 20 peserta anggota
AJI dan non anggota AJI (peserta non-AJI harus punya track record memahami
dan melaksanakan kode etik jurnalistik/ tidak menerima amplop).
Pendaftaran peserta dapat dikirimkan melalui Fax. 021-83702660 atau email :
ajijak@cbn.net. id. Untuk informasi pendaftaran lebih lanjut dapat
menghubungi Sdr. Farida Indriastuti no hp. 08811658408 atau Sdr. Yus
Ardhiansyah di sekretariat AJI Jakarta 021-83702660, Jl. Dr. Soepomo No. 1A
Kompleks BIER, Menteng Dalam, Jakarta Selatan.

PEMATERI :
1. Andi Riccardi (Video Jurnalis APTN), berpengalaman meliput di
wilayah konflik dan perang di berbagai negara, seperti Lebanon, Gaza,
Afganistan, Irak, Rwanda dll.
2. Nelden Djakababa (Psikolog, Yayasan Pulih), berpengalaman melakukan
pendampingan korban dan jurnalis pasca meliput konflik.
WAKTU & TEMPAT :
Minggu, 10 Januari 2010
Di Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA), Jl. Antara, Pasar Baru, Jakarta
Pusat.

AGENDA ACARA
Minggu, 10 Januari 2010
10.00 - 11.00 WIB
Registrasi Peserta.
Peserta berkumpul di Cafe Neo Journalism, Galeri Foto Jurnalistik Antara
(GFJA), Jl. Antara, Pasar Baru, Jakarta Pusat.

11.00 - 12.00 WIB
Pemutaran Film Dokumenter "Baghdad on The Brink"
Perjalanan Investigasi Jurnalis Perang CNN Peter Arnett di Irak.

12.00 - 13.00 WIB
Istirahat dan makan siang (ISHOMA).

13.00 - 13.15 WIB
Pemutaran Film Dokumenter "Konflik di Indonesia"
(durasi 10 menit) karya Andi Riccardi (Video Jurnalis APTN).

13.15 - 14.15 WIB
Materi "Bagaimana meliput di wilayah konflik"
oleh Andi Riccardi (Video Jurnalis APTN).

14.15 - 14.30 WIB
Coffee Break & Pemutaran Film Dokumenter "Trauma"
(durasi 10 menit), karya Yayasan Pulih.

14.30 - 15.30 WIB
Materi "Kiat Jurnalis menghadapi peristiwa traumatik
pasca konflik" oleh Nelden Djakababa.

15.30-16.30 WIB
Diskusi Kelompok

16.30 WIB
Acara penutupan oleh AJI Jakarta.

Project Officer

Farida Indriastuti
(HP 08811658408)

============ ========= ========= ========= =====
AJI Jakarta
Jl. Prof. Dr. Soepomo Komplek Bier No 1A
Menteng Dalam, Jakarta Selatan
Telp. 021 83702660, 71100685
Fax. 021 83702660
Email: ajijak@cbn.net. id, www.ajijakarta. org
============ ========= ========= ========= =====

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com