Monday, April 18, 2011

Bel Canto Coffe; Nikmatnya Ngopi di Rumah


Secangkir Kopi di pagi hari, terasa sangat nikmat sebelum Anda memulai aktifitas yang padat. Kebiasaan “ngopi pagi” ini juga ditemukan di hampir semua negara di belahan bumi ini, dengan berbagai cara yang khas dan berbeda. Ada juga beberapa di antaranya yang terbiasa “ngopi” di Coffee Shop sebelum mereka bekerja, karena “ngopi” di Coffee Shop tentunya lebih nikmat. Sayang kebiasaan ini belum lazim di Indonesia, karena berbagai faktor yang belum menunjang. Sarang Kopi ingin mencoba menghadirkan nikmatnya suasana “ngopi” di rumah dengan kualitas yang tinggi, melalui produk Premium Class Coffee dan berbagai Home Coffee Maker.

Sarang Kopi sendiri memiliki konsep yang sangat praktis. Anda tinggal pesan (by SMS, email, atau YM), transfer, lalu produk akan sampai ke rumah Anda dalam waktu beberapa hari saja (tergantung jarak). Anda tidak perlu lagi bermacet2an dan Anda juga tidak perlu khawatir bila Anda berada di luar kota atau luar pulau sekalipun, karena armada pengiriman tetap bisa menjangkaunya.

Anda juga tidak perlu khawatir pesanan Anda rusak di jalan, karena kami akan mengemasnya dengan baik. Sarang Kopi sendiri kini telah memiliki ribuan Customer yang berada di berbagai wilayah di Indonesia, dan telah mendapat Reputasi yang sangat baik di Kaskus, The Largest Indonesian Community. Kini kami membuka Web Resminya agar Customer lebih mudah dalam mengaksesnya, dengan tag kami “The Most Trusted Online Coffee Outlet in Indonesia”.

Hendri
Phone : 0813-9414-8272
Website : http://www.sarangkopi.com
Email : sarangkopi@hotmail.com

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com