Tuesday, November 1, 2011

5 Perempuan Peneliti Raih Beasiswa "Women in Science 2011"

JAKARTA,KOMPAS.com — Lima perempuan peneliti Indonesia mendapatkan penghargaan L’Oreal Indonesia National Fellowship for Women in Science (FWIS) 2011 untuk kategori life sciences dan material sciences. Pemenang penghargaan tersebut diumumkan pada malam penganugerahan perempuan peneliti 2011 di Hotel Gran Melia, Jakarta, Rabu (19/10/2011) malam.

Pada kategori life sciences, perempuan peneliti yang mendapatkan penghargaan adalah Caecalia Hapsari Ceriapuri Sukowati (31), peneliti Lembaga Eijkman Jakarta dan Fondazione Italiana Fegato, Trieste, dengan karya penelitian “Sel Progenitor dan Keragaman Sel Kanker Dalam Hepatokarsinogenesis”.

Kedua adalah Upik Andriani Miskad (37) dari Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin, Makassar, dengan judul penelitian “Deteksi Gen dan Protein PRL-3 (Protein Regenerating Liver) pada Karnisoma Kolorektal sebagai Marker Metastasis dan Faktor Prognosis”.

Dan, peraih penghargaan ketiga pada kategori life science adalah Yosmina Helena Tapilatu, peneliti dari UPT BKBL Ambon-P2 Oseanografi LIPI, dengan karya penelitian “Berburu Bakteri Penghasil Eksopolisakarida di Perairan Laut dalam Maluku”.

Sementara dua perempuan peneliti peraih penghargaan pada kategori material sciences adalah Is Fatimah, seorang dosen dan peneliti dari Fakultas MIPA Universitas Islam Indonesia, DI Yogyakarta, dengan karya penelitian “Komposit TiO2 Montmorillonit-Pigment Kulit Manggis untuk Aplikasi Sel Surya”, dan Bidhari Pidhatika, dosen peneliti dari Kementerian Perindustrian, dengan karya penelitian “Permukaan Antimikroba”.

Penghargaan ini mulai diberikan kepada para perempuan peneliti sejak 1998 dan diperbarui pada 2004 oleh L’Oreal dan UNESCO di tingkat internasional. Sejak dibentuk, program ini telah memberikan penghargaan kepada lebih dari 1.000 ilmuwan perempuan berbakat dari 93 negara di seluruh dunia.

“Kami menyambut para perempuan peneliti untuk bergabung dalam komunitas FWIS yang akan turut berkontribusi bagi kemajuan sains di Indonesia,” kata Presiden Direktur PT L’Oreal Indonesia Jean Christophe Letellier.

Sementara itu, Ketua Harian Komisi Nasional Indonesia untuk UNESCO Arief Rachman mengungkapkan, perlunya dorongan kepada para perempuan peneliti di Indonesia untuk mengeksplorasi potensi sumber daya alam yang ditekankan pada penelitian di bidang life sciences dan material sciences.

“Saat ini penelitian pada dua bidang tersebut semakin memperlihatkan peningkatan karena mendapat dukungan dari pemerintah dan swasta,” ujar Arief.

Masing-masing peraih penghargaan dalam dua kategori tersebut diberikan bantuan dana untuk penelitian sebesar Rp 70 juta. Hingga 2011, FWIS telah menganugerahkan 25 perempuan peneliti yang terdiri dari 19 peneliti di bidang life sciences dan enam peneliti di bidang material sciences

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com