Sunday, April 15, 2012

Ibu Penjual Nasi Borahan yang Sukabaca

Saya sungguh kagum dengan ibu yang satu ini.
Sabtu hari itu. Saya sedang menunggu bis malam berangkat ke Jakarta.
Lama sekali bis tak datang-datang. Hingga jam menunjuk angka 5, belum datang pula.
Saya masih sabar menunggu di warung kopi pojok Semlaran Lamongan.

Seorang ibu setengah baya datang menggendong borahan. Ia diantar seorang laki-laki umur sebaya pula, sepertinya suaminya.
Ia menurunkan bawang bawaannya. Lalu menggelar tikar di pertigaan itu. Menata barang dagangannya.

Ternyata, si ibu adalah penjual nasi borahan. Nasi khas asal Lamongan.

Satu hal yang begitu menarik bagiku. Kebiasaan si ibu yang sukabaca.
Ya, selesai menyiapkan dagangannya ia duduk manis menunggu konsumen. Mulailah ia membuka-buka potongan-potongan kertas koran bekas yang nantinya bakal jadi bungkus nasi.

Yang hebat, ia tak pernah melewatkan satu pun kertas itu tanpa ia selesai membaca beritaberita dan tulisan di dalamnya. Termasuk pula sebuah cerpen di koran Jawa Pos edisi minggu itu.
Begitulah, ketika pembeli datang ia akan sibuk menyendok nasi dan lauk pauk dan membungkusnya.
Saat pembeli berlalu, ia kembali membuka “koran-koran” hariannya untuk dibaca.

Kebiasaan hebat yang mungkin aneh bagiku jika menemuinya di Indonesia.
Di Jakarta saja, mungkin aku akan merasa aneh (kecuali beberapa kalangan yang suka baca Lampu Merah).
Lha, ini terjadi di kota kecil macam Lamongan.
Dan, dilakukan oleh seorang penjual nasi borahan?!

Saya sempat mengambil gambarnya menggunakan kamera HP yang tak begitu jelas hasilnya.
Semoga peristiwa ini menjadi pembelajaran berharga bagi saya untuk memanfaatkan setiap waktu dengan kegiatan berarti.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com