Friday, May 1, 2015

Klaim Kembali pada Al-Quran dan Hadits


Entah, slogan ini selalu menggelitik pikiran saya.
Sebab, slogan seperti ini bisa menjadi senjata seeorang untuk menggebuk orang lain. Menjadi dalil "qath'i" untuk mengkafirkan atau memusyrikkan orang lain.

Terkadang juga muncul pikiran, jangan-jangan kelompok yang mengaku salafi itu benar. Sebab, katanya mereka memahami Al-Quran dan Hadits dengan pemahaman ulama salaf.

Tapi, ternyata saat mencermati sepak terjang, perilaku, akhlak mereka terhadap sesama muslim, saya menjadi teramat ragu (atas klaim mereka).

Rasanya jauh sekali (Kalau tidak mengatakan berlawanan) dengan anjuran dan contoh2 yang diberikan para sahabat dan ulama generasi salaf.

Selama belajar agama ini, saya simpulkan bahwa, andai seseorang itu telah hafal Al-Quran dan Hadits kutubus tis'ah di luar kepala, tak serta merta ia adalah orang yang paling layak berfatwa. Tak otomatis ia bisa menyandang gelar mujtahid.

Tak serta merta pula, ia adalah sosok rujukan utama dalam propaganda "Kembali pada Al Quran dan Hadis".

Tak cukup, saat ditanya hukum sebuah amaliah, ia langsung bisa menjawab berdasarkan hafalannya yang luar biasa banyaknya itu.

Apalagi, dalam kajian ilmu Ushul Fiqh, ada mekanisme istinbath hukum. Ada amm, khash, mafhum, manthuq, mubham, mubayyan, tarjih, nasakh, dan lain-lain.

Jadi miris juga, kala membaca tulisan seseorang yang dengan pedenya bilang "gak ada tuh dalam hadisnya", gak ada tuh dalilnya, atau ketika menjawab suatu permasalahan langsung saja; ini lho hadisnya, ini ayat nya. Tanpa memberikan tahapan istinbath sehingga ia bisa menarik kesimpulan atas sebuah hadis.

Saya kuatir juga, jangan2 yang suka ngomong gak ada dalilnya itu, Bukhari Muslim saja belum pernah khatam bacanya (apalagi beserta syarahnya; Fathul Bari-nya Al-Asqalani dan Al-Minhaj karya Imam Nawawi).

Babat, 1 Mei 2015

Selamat Hari Buruh

"Tekadkan diri untuk tidak selamanya menjadi buruh.

Atau tekadkan diri untuk bekerja sebagai bos bagi diri sendiri."

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com