Wednesday, February 3, 2016

Imam Bukhari dari IRAN???

"Meluruskan Klaim, Menahan Diri dari Caci Maki"
Masih ingat nggak, beberapa waktu lalu, ada banyak orang yang mencaci-maki seorang kiai di media sosial.
Penyebabnya, Kiai itu menyebut bahwa para ahli Hadis itu kebanyakan berasal dari Iran (Persia. Termasuk Imam Bukhari).

Orang-orang yang begitu semangat mencaci Pak Kiai itu berargumen bahwa Imam Bukhari itu dari Bukhara--bukan termasuk bagian dari negara Iran (Persia).
Ketika baca itu, saya gak berani komentar.

Gak berani menyalahkan Pak Kiai. Pun gak berani membantah klaim sang pencaci di medsos itu.
Sebab, pengetahuan saya memang masih terbatas.
Dan, sependek yang saya tahu, Bukhara memang tidak bagian dari Persia (tolong koreksi kalau salah).

Di sisi lain, saya juga tak berani menyalahkan Pak Kiai.
Saya memilih husnudhon saja bahwa beliau pasti punya argumen dan dasar. Tentu saja berbekal bahan bacaan beliau yang pastinya jauh lebih banyak daripada saya.

------------------

Nah, ternyata, tanpa sengaja, siang ini saya baca kitab "Siratul Imam al-Bukhari":
Disebutkan data yang menyatakan kebenaran klaim Pak Kiai.
Mungkin benar, kata si pencaci dari sudut tempat kelahiran Sang Imam (Bukhara - Khurasan), tapi kalau diruntut dari sudut lainnya, ternyata Pak Kiai tidak salah lho... Alias: Pak Kiai juga benar.

--------------

Imam Bukhari itu keturunan Persia.
Cek nama lengkap beliau:
Muhammad bin Ismail bin Ibrahim bin al-Mughirah bin Bardizbah bin Badzidzbih.
Menurut al-Hafidz Ibnu Hajar (dalam Kitab Fathul Bari); nama Bardizbah adalah nama Persia. Pak Bardizbah ini memeluk agama seperti agama kaumnya (catatan: agama apa itu? entahlah).

Karena itu, sebagian orang mengkhalim bahwa "orang Persia" dalam sabda Nabi berikut:
"Andaikan agama ini ada di bintang Tsurayya, pastilah ia akan dibawa oleh seoarng lelaki dari Persia." [HR Muslim - Bab Fadhailu as-Shahabah]
Yang dimaksud "orang Persia" adalah Imam al-Bukhari.

Salam Baca,
Lamongan, 3 Pebruari 2016
@mskholid
@ruanginstalasi

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com