Thursday, September 29, 2016

(Hanya) Sebuah Cerpen Bisa Mengubah Nasib

(Hanya) Sebuah Cerpen Bisa Mengubah "Nasib"

Ketika mentas dan diakui sebagai salah satu sastrawan terkemuka Indonesia, lewat sebuah cerpen di Kompas, usia Pak Joni Ariadinata bisa dibilang telat. Sudah kepala tiga. Bahkan, sebelumnya tak banyak karya yang dihasilkannya.

Kehidupan beliau tidak senyaman rata2 kita. Hidup dengan kerja serabutan; antara kuli bangunan, tukang becak, hingga pengamen. Semua dijalani bersama bersama keluarga kecil di sebuah rumah kontrakan kecil di kawasan kumuh Jogjakarta.

Saat cerpennya terpilih sebagai yang terbaik Kompas tahun 1994, beliau diundang ke Jakarta. Dan, harus menginap di sebuah hotel yang amat mewah--menurut beliau.
Seumur-umur, baru itulah beliau tidur di sebuah kamar yang bersih, mewah, kasur empuk, dan dingin.

Maklum, ia terbiasa bertahun-tahun tinggal di rumah kontrakan kecil di kawasan kumuh.
Terbiasa tidur di atas lantai keras dengan alas tikar seadanya. Tanpa kasur.

Ia makin merasa berdosa saat melihat tarif menginap semalam. Walau tak ikut membayar, ia merasa sebagai orang paling zalim saat dapat bocoran tarif kamar semalam yang 370.000,-

Ia teringat dengan harga sewa rumahnya yang hanya 80.000 setahun.
Artinya, uang 370.000 itu bisa cukup untuk sewa kontrakannya di Jogja 4 tahun lebih.

Itulah,
Hanya sebuah karya cerpen (yang isinya hanya sekitar 3000 an kata) bisa mengubah nasib dan hidup seseorang di momen berikutnya.

Apa rahasianya?
Pak Joni adalah sosok perfeksionis.
Ia lebih memilih meremas-remas ratusan kertas yang sudah jadi sebuah cerpen lalu membuangnya ke bak sampah. Jika dirasanya kualitas cerpen itu belum ideal.
Daripada dikirim ke meja redaksi dengan kualitas asal-asalan.

Dan, cerpen berjudul LAMPOR inilah biangnya. Ia menjadi titik balik kehidupan Pak Joni.
Saya punya buku terbitan Kompas ini.
Ada di rak perpustakaan Sukabuku di rumah Drajat (itu pun kalau tidak sedang dipinjam orang).

Babat, 29 September 2016
@mskholid
@ruanginstalasi

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com