Monday, August 25, 2008

Harapan Itu Masih Ada

Saya menulis ini bersamaan dengan suara Shoutul Harokah “Harapan Itu Masih Ada”. Suara drumb terasa bergema meliputi sisi-sisi sempitnya kamarku. Bass dari sound Simbadda-ku sengaja kupenuhkan. Dung..! Dung..! Bersemangat!!!

Semangat itu tertular. Perlahan-lahan mengalir ke dalam rusuk jiwaku. Aku merinding—entah bersemangat entah tersadar aku belum berbuat apa-apa. Bulu kuduk berdiri. Oooo, aku merasakan itu. Rasa yang dulu pernah kurasakan saat pertama kalinya aku ikut demo. Demo peduli negeri Palestina di Monas. Kembali menjalar di sini—saat aku sendirian di kamar mungil ini.

Ya, harapan itu masih ada, wahai Bangsaku!
Di tengah gencarnya nada pesimisme dari berbagai kalangan bangsa, lagu ini menyadarkan betapa—sekali lagi—harapan itu masih ada. Bukankah banyak hal yang sebenarnya bisa membuat kita bangga dan kita kembangkan dari bangsa ini. Tak peduli, emas di Freeport tinggal sisa-sisa butiran; tak peduli hutan di Kalimantan makin gundul; tak peduli minyak di Blok Cepu telah terkuras; tak peduli pemimpin negeri ini bertambah banyak yang tertangkap korupsi; tak peduli... tak peduli....; sesungguhnya Harapan Itu Masih Ada. Selama kita terus berjuang. Selama kita satu berpadu. Jayalah negeriku, jayalah...

Mari kita tatap masa depan dengan optimisme.
Tersenyum dalam kehidupan.


HARAPAN ITU MASIH ADA
Shoutul Harokah

tatap tegaplah masa depan
bersenyumlah di kehidupan
dengan cita dan sejuta asa
bersama membangun Indonesia

pegang teguhlah kebenaran
buang jauh nafsu angkara
berkorban dengan jiwa dan raga
untuk tegaknya keadilan

reff:

bangkitlah negeriku
harapan itu masih ada
berjuanglah bangsaku
jalan itu masih terbentang 2x

selama matahari bersinar
selama kita terus berjuang
selama kita satu berpadu
jayalah negeriku, jayalah...

Friday, August 22, 2008

Freelance design grafis dan editor

Ini iklan dapet dari MILIS


Dear milis penulis lepas,

Saat ini penerbit Mic Publishing yang berdomisili di Surabaya
membutuhkan beberapa tenaga yang kreatif dan inovatif untuk menjadi
tenaga design grafis (untuk pembuatan cover dan lay out) dan editor
secara freelance. Bagi yang berminat, Anda dapat mengirimkan contoh
hasil karya Anda (portfolio) dan besarnya permintaan fee yang
diinginkan ke (via email): naskah77@yahoo. com atau (via pos):Mic
Publishing Jalan Ngagel Madya nomor 17-21 Surabaya.

Keterangan lebih lanjut, hubungi:
Hendra A
Editor Mic Publishing
081803188184 (mobile)
087851535000 (hotline)

Regards,

Dicari Reporter dan Penulis

Teman-teman yang baik

Sebuah koran yang (sudah) terbit di Jakarta, saat ini mencari 5
reporter (senior) dan 5 penulis.

Syarat umum:
Bisa berbahasa Inggris (lisan dan tulisan)
Usia maksimal 30 tahun (reporter) dan 32 tahun (penulis)

Jika ada yang berminat, silakan kirim CV, pas foto, dan gaji yang
diinginkan kepada email saya rusdi_man@yahoo. com atau hubungi saya di
08128480754. Untuk penulis tolong sertakan pula contoh tulisan.

Terima kasih untuk semua perhatiannya.

tabik
rusdi mathari


pengirim:
rusdi_man@yahoo.com

sumber:
milis jurnalisme

Wednesday, August 20, 2008

Lowongan Desainer di Balai Pustaka

ada lowongan di tempat kerja di butuhkan cepat, kalo bisa hari Selasa, 26 Agustus 2008.

KUALIFIKASI DESIGNER BALAI PUSTAKA

Kriteria Umum

1. Memiliki integritas dan etos kerja tinggi
2. Kreatif
3. Sanggup dan bisa bekerja sesuai dengan deadline
4. Dapat bekerja sama dalam tim
5. Teliti

Kualifikasi Desainer

Job Description:
• membuat cover dan layout buku
• produk-produk desain lain (packaging, banner, brosur) yang
dibutuhkan perusahaan.

1. Menguasai Adobe Photoshop
2. Menguasai Corel Draw, Freehand, dan Adobe Illustrator (salah satunya)
3. Menguasai Indesign CS2

Kami ajak Anda bersama Balai Pustaka sebagai staf design grafis
(dengan kualifikasi terlampir diatas). Mungkin Anda yang kami pilih.
Silakan kirim surat lamaran dan CV, dan portofolio hasil karya Anda ke:

GM Penerbitan
Gedung Balai Pustaka Lt.2
di Jalan Gunung Sahari Raya Nomor 4, Jakarta, 10710

atau kirim ke email:
sastra.balaipustaka@yahoo.com

paling lambat hari selasa, 26 Agustus 2008

salam,
Sidik Effendi

Lowongan Staf Managemen Naskah di Balai Pustaka

Departemen Desain Grafis dan Manajemen Naskah bidang Manajemen Naskah membutuhkan SDM sebagai berikut:

A. Administrasi Film
B. Administrasi Naskah
C. Quality Control

dengan kualifikasi sebagai berikut:

A. Administrasi / Penyimpanan Film
1. Pria, usia 19-22 tahun (pendidikan minimum SMK Grafika)
2. Mengerti administrasi dasar, rapi, dan disiplin
3. Mengerti pengetahuan dasar dunia grafika khususnya pra cetak
4. Dapat mengoperasikan komputer (minimal Ms. Word, Excell)
5. Mobilitas tinggi, pekerja keras, rajin, dan dapat bekerja sama dalam tim

B. Administrasi Naskah
1. Pria/Wanita, usia 20-24 tahun (pendidikan D3 / segala jurusan)
2. Dapat mengoperasikan komputer (minimal Ms. Word, Excell)
3. Dapat mengkonsep surat dan mau belajar
4. Mengerti administrasi dasar (khususnya di bidang royalti) dan teliti dalam melakukan tugasnya
5. Dapat berkomunikasi dengan baik, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
6. Mau bekerja keras, sabar, rajin, dan dapat bekerja sama dalam tim
7. Memiliki interpersonal skill yang baik

C. Quality Control
1. Pria, usia 20-24 tahun (pendidikan D3 jurusan Teknik Grafika)
2. Mengerti administrasi dasar, rapi, teliti, dan disiplin
3. Mengerti pengetahuan dunia grafika secara keseluruhan dengan baik
4. Dapat mengoperasikan komputer (minimal Ms. Word, Excell, dan pengetahuan dasar aplikasi
desain grafis)
5. Mobilitas tinggi, pekerja keras, dan dapat bekerja sama dalam tim
6. Dapat berkomunikasi dengan baik, menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar
7. Memiliki interpersonal skill yang baik
8. Memiliki relasi dengan mitra yang berhubungan dengan dunia grafika dan penerbitan atau
minimum memiliki pengetahuan tempat industri grafika dan penerbitan

kirim lamaran ke alamat:
Gedung Balai Pustaka Lt.2
Jl. Gunung Sahari Raya No.4 Jakarta Pusat, 10710

atau ke email:
sastra.balaipustaka@yahoo.com

paling lambat tanggal 26 Agustus 2008

salam,
M. Aries Ibrahim
AsMan Manajemen Naskah BP

Tuesday, August 19, 2008

Kesempatan Fellowship di VOA Washington, DC:2008-2009

Apakah Anda seorang wartawan atau lulusan baru di bidang jurnalisme? Ingin merasakan bekerja di Amerika?
VOA
Indonesia dan Perhimpunan Persahabatan Indonesia-Amerika (PPIA)
menawarkan kesempatan bekerja di VOA Indonesia selama enam bulan,
melalui program Broadcasting Fellowship. Program ini mencakup biaya
perjalanan PP, akomodasi, asuransi kesehatan, visa dan fiskal.
Penawaran
ini berlaku bagi lulusan baru di bidang jurnalisme dan penyiaran, dan
bagi mereka dengan pengalaman kurang dari tiga tahun di bidang
penyiaran atau media cetak. Seleksi berlangsung Oktober 2008 dan
program akan mulai berjalan awal 2009.Caranya:
- Kunjungi http://www.voanews. com/indonesian/ broadcasting_ fellowship_ 2008.cfm dan download Aplikasi PPIA 2008-2009
- Isi pertanyaan yang telah disediakan dan e-mail ke voaindonesia@ voanews.com

Terimakasih & Salam,

Frans Padak Demon
Direktur VOA Jakarta

Paspor Kematian; Jalan Menuju Surga-Mu

Perjalanan itu pasti akan kita tempuh.
Kita tak tahu; setahun lagi, sebulan lagi, seminggu lagi, besok, sejam lagi, atau bahkan beberapa menit lagi--setelah ini.

Yang jadi pertanyaan, siapkah kita menempuhnya?

Padahal, perjalanan itu begitu panjang. Bahkan untuk selama-lamanya.
Tak akan mungkin kita kembali lagi. Tak mungkin pula kita menangguhkannya. Tidak sedetik, tidak sejam, tidak sehari, apalagi setahun. Kita akan "DIJEMPUT PAKSA" untuk menempuhnya.

Dan, bekal apakah yang telah kita siapkan?

Padahal, bekal itulah yang menentukan ke mana dan seperti apa perjalanan itu akan kita lakoni.
Berat, terhuyung-huyung penuh beban di pundak, jalan yang berliku penuh batu cadas dan kerikil tajam, ditambah panas terik yang menyengat.

Ataukah;
Di atas tandu dengan kursi empuk beralas beludru, membawa aneka makanan lezat dan buah-buahan segar, melewati jalan lurus dengan pepohonan hijau nan rindang di kanan-kiri, angin semilir nan sepoi-sepoi, serta dikawal oleh banyak pelayan yang siap sedia menuruti keinginan kita?

Siapkan PASPOR Anda.
Rapikan dokumen-dokumen dan BEKAL Anda. SEGERA!!!
Sekarang juga!!!

Baca buku ini, dan temukan DOKUMEN-DOKUMEN dan BEKAL yang mesti Anda siapkan.
PASPOR KEMATIAN, mengantarkan Anda menuju surga-Nya.


Judul : Paspor Kematian; Jalan Menuju Surga-Mu
Penulis : Abdul Jabbar
Tebal : xxii + 200 hlm.
Harga : Rp. 28.500,-


-------------------------

M.S. Al-Kholid
Copyeditor Cicero Publishing

Monday, August 18, 2008

Perokok; Orang Pertama Paling Berpotensi Tidak Bersih

MUI berencana mengeluarkan fatwa haram untuk rokok. Bahkan, sempat muncul wacana untuk memberi label HARAM pada bungkus rokok.
Kontroversi antara setuju dan tidak, selalu ada.
Sebagai orang yang tidak merokok dan amat tidak nyaman dengan asap rokok di hidung, saya menuliskan 7 hal yang merupakan indikasi Perokok sebagai Orang Paling Berpotensi Tidak Bersih.


Pertama, asapnya. Asap rokok mesti berkeliaran dan tidak mungkin dikantongin sendiri (seperti kata dennybaonk) untuk kemudian dihabiskan dan dinikmati sendiri. Asapnya HARUS mengenai orang-orang di sekitarnya. Meski sedikit, ini adalah polusi yang sangat berarti dan berefek langsung terhadap orang di pinggirnya (dengan terbatuk-batuk atau menutup hidung). Apalagi, jika "ngepul" ini dilakukan di ruangan.

Kedua, abunya. Jarang kita temukan perokok yang selalu disiplin meletakkan abu rokok di asbak yang dimiliki. Tak mungkin kan dia pergi ke mana-mana mesti bawa asbak. Apalagi waktu di tengah jalan, pastinya abu akan dibuang di sembarang tempat di dekatnya. Bisa di lantai jika berada di angkot/bis. Bisa di jendela bila lagi duduk di teras rumah. Bisa di mana saja..... Kerap pula saya jumpai perokok yang meletakkan abunya di dalam botol bekas minum teh botol, fanta, dll. Atau juga di dalam kotak korek api (kayu) atau melipat kertas sekenanya asal jadi semacam asbak. Yang menjengkelkan, kertas bekas abu tadi tidak dibuang di tempat sampah.

Ketiga, puntungnya. Hampir sama dengan abunya, perokok juga kerap melempar puntung sekenanya. Di sembarang tempat. Bahkan, terkadang tidak mematikan apinya terlebih dahulu. Sehingga, terkadang menimbulkan bahaya yang tidak dikira sebelumnya.

Keempat, giginya. Perokok harus mempunyai frekuensi lebih dalam hal menggosok gigi. Jika tidak, giginya akan berwarna lain. Dan bila keterusan, warna itu susah sekali dihilangkan.

Kelima, bibirnya. Bibir perokok akan terlihat kusam. Hitam. Ini berbeda dengan bibir antirokok, yang tampak lebih segar.

Keenam, bau mulutnya. Orang yang antirokok akan sangat sensitif dengan orang yang barusan merokok. Dia akan dengan mudah mengidentifikasi bahwa seseorang itu baru saja menyedot rokok, dari bau mulutnya saat dia berbicara.

Ketujuh, bajunya. Mau tidak mau, baju perokok juga akan berbau asap rokok juga. Kecuali kalau dia mau berganti pakaian tiap kali selesai merokok. :-)

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)