Sunday, April 5, 2026

Materi 1: Smart Musyrif Musyrifah CQ

 Tugas 1️⃣ Smart Musyrif: *Membaca Cerpen 1*


❤️ ‎Saya akan memberikan materi non konvensional.

‎Materi teknis dan pakem tentang kepengasuhan akan diberikan oleh Ustadzah Farah. ❤️


‎=== 


‎"Guru" Karya Putu Wijaya


‎Anak saya bercita-cita menjadi guru. Tentu saja saya dan istri saya jadi shok. Kami berdua tahu, macam apa masa depan seorang guru. Karena itu, sebelum terlalu jauh, kami cepat-cepat ngajak dia ngomong.

‎"Kami dengar selentingan, kamu mau jadi guru, Taksu? Betul?!" Taksu mengangguk.

‎"Betul Pak." Kami kaget.

‎"Gila, masak kamu mau jadi g-u-r-u?"

‎"Ya."

‎Saya dan istri saya pandang-pandangan. Itu malapetaka. Kami sama sekali tidak percaya apa yang kami dengar. Apalagi ketika kami tatap tajam-tajam, mata Taksu nampak tenang tak bersalah. Ia pasti sama sekali tidak menyadari apa yang barusan diucapkannya. Jelas ia tidak mengetahui permasalahannya.

‎Kami bertambah khawatir, karena Taksu tidak takut bahwa kami tidak setuju. Istri saya menarik nafas dalam-dalam karena kecewa, lalu begitu saja pergi. Saya mulai bicara blak-blakan.

‎"Taksu, dengar baik-baik. Bapak hanya bicara satu kali saja. Setelah itu terserah kamu! Menjadi guru itu bukan cita-cita. Itu spanduk di jalan kumuh di desa. Kita hidup di kota. Dan ini era milenium ketiga yang diwarnai oleh globalisasi, alias persaingan bebas. Di masa sekarang ini tidak ada orang yang mau jadi guru. Semua guru itu dilnya jadi guru karena terpaksa, karena mereka gagal meraih yang lain. Mereka jadi guru asal tidak nganggur saja. Ngerti? Setiap kali kalau ada kesempatan, mereka akan loncat ngambil yang lebih menguntungkan. Ngapain jadi guru, mau mati berdiri? Kamu kan bukan orang yang gagal, kenapa kamu jadi putus asa begitu?!"

‎"Tapi saya mau jadi guru."

‎"Kenapa? Apa nggak ada pekerjaan lain? Kamu tahu, hidup guru itu seperti apa? Guru itu hanya sepeda tua. Ditawar-tawarkan sebagai besi rongsokan pun tidak ada yang mau beli. Hidupnya kejepit. Tugas seabrek-abrek, tetapi duit nol besar. Lihat mana ada guru yang naik Jaguar. Rumahnya saja rata-rata kontrakan dalam gang kumuh. Di desa juga guru hidupnya bukan dari mengajar tapi dari tani. Karena profesi guru itu gersang, boro-boro sebagai cita-cita, buat ongkos jalan saja kurang. Cita-cita itu harus tinggi, Taksu. Masak jadi guru? Itu cita-cita sepele banget, itu namanya menghina orang tua. Masak kamu tidak tahu? Mana ada guru yang punya rumah bertingkat. Tidak ada guru yang punya deposito dollar. Guru itu tidak punya masa depan. Dunianya suram. Kita tidur, dia masih saja utak-atik menyiapkan bahan pelajaran atau memeriksa PR. Kenapa kamu bodoh sekali mau masuk neraka, padahal kamu masih muda, otak kamu encer, dan biaya untuk sekolah sudah kami siapkan. Coba pikir lagi dengan tenang dengan otak dingin!"

‎"Sudah saya pikir masak-masak." Saya terkejut.

‎"Pikirkan sekali lagi! Bapak kasi waktu satu bulan!" 

‎Taksu menggeleng. "Dikasih waktu satu tahun pun hasilnya sama, Pak. Saya ingin jadi guru."

‎"Tidak! Kamu pikir saja dulu satu bulan lagi!"

‎Kami tinggalkan Taksu dengan hati panas. Istri saya ngomel sepanjang perjalanan. Yang dijadikan bulan-bulanan, saya. Menurut dia, sayalah yang sudah salah didik, sehingga Taksu jadi cupet pikirannya.

‎"Kau yang terlalu memanjakan dia, makanya dia seenak perutnya saja sekarang. Masak mau jadi guru. Itu kan bunuh diri!"

‎Saya diam saja. Istri saya memang aneh. Apa saja yang tidak disukainya, semua dianggapnya hasil perbuatan saya. Nasib suami memang rata-rata begitu. Di luar bisa galak melebihi macan, berhadapan dengan istri, hancur.

‎Bukan hanya satu bulan, tetapi dua bulan kemudian, kami berdua datang lagi mengunjungi Taksu di tempat kosnya. Sekali ini kami tidak muncul dengan tangan kosong. Istri saya membawa krupuk kulit ikan kegemaran Taksu. Saya sendiri membawa sebuah lap top baru yang paling canggih, sebagai kejutan.

‎Taksu senang sekali. Tapi kami sendiri kembali sangat terpukul. Ketika kami tanyakan bagaimana hasil perenungannya selama dua bulan, Taksu memberi jawaban yang sama.

‎"Saya sudah bilang saya ingin jadi guru, kok ditanya lagi, Pak," katanya sama sekali tanpa rasa berdosa.

‎Sekarang saya naik darah. Istri saya jangan dikata lagi. Langsung kencang mukanya. Ia tak bisa lagi mengekang marahnya. Taksu disemprotnya habis.

‎"Taksu! Kamu mau jadi guru pasti karena kamu terpengaruh oleh puji-pujian orang-orang pada guru itu ya?!" damprat istri saya. "Mentang-mentang mereka bilang, guru pahlawan, guru itu berbakti kepada nusa dan bangsa. Ahh! Itu bohong semua! Itu bahasa pemerintah! Apa kamu pikir betul guru itu yang sudah menyebabkan orang jadi pinter? Apa kamu tidak baca di koran, banyak guru-guru yang brengsek dan bejat sekarang? Ah?"

‎Taksu tidak menjawab.

‎"Negara sengaja memuji-muji guru setinggi langit tetapi lihat sendiri, negara tidak pernah memberi gaji yang setimpal, karena mereka yakin, banyak orang seperti kamu, sudah puas karena dipuji. Mereka tahu kelemahan orang-orang seperti kamu, Taksu. Dipuji sedikit saja sudah mau banting tulang, kerja rodi tidak peduli tidak dibayar. Kamu tertipu Taksu! Puji-pujian itu dibuat supaya orang-orang yang lemah hati seperti kamu, masih tetap mau jadi guru. Padahal anak-anak pejabat itu sendiri berlomba-lomba dikirim keluar negeri biar sekolah setinggi langit, supaya nanti bisa mewarisi jabatan bapaknya! Masak begitu saja kamu tidak nyahok?"

‎Taksu tetap tidak menjawab.

‎"Kamu kan bukan jenis orang yang suka dipuji kan? Kamu sendiri bilang apa gunanya puji-pujian, yang penting adalah sesuatu yang konkret. Yang konkret itu adalah duit, Taksu. Jangan kamu takut dituduh materialistis. Siapa bilang meterialistik itu jelek. Itu kan kata mereka yang tidak punya duit. Karena tidak mampu cari duit mereka lalu memaki-maki duit. Mana mungkin kamu bisa hidup tanpa duit? Yang bener saja. Kita hidup perlu materi. Guru itu pekerjaan yang anti pada materi, buat apa kamu menghabiskan hidup kamu untuk sesuatu yang tidak berguna? Paham?"

‎Taksu mengangguk.

‎"Paham. Tapi apa salahnya jadi guru?"

‎Istri saya melotot tak percaya apa yang didengarnya. Akhirnya dia menyembur.

‎"Lap top-nya bawa pulang saja dulu, Pak. Biar Taksu mikir lagi! Kasih dia waktu tiga bulan, supaya bisa lebih mendalam dalam memutuskan sesuatu. Ingat, ini soal hidup matimu sendiri, Taksu!"

‎Sebenarnya saya mau ikut bicara, tapi istri saya menarik saya pergi. Saya tidak mungkin membantah. Di jalan istri saya berbisik.

‎"Sudah waktunya membuat shock therapy pada Taksu, sebelum ia kejeblos terlalu dalam. Ia memang memerlukan perhatian. Karena itu dia berusaha melakukan sesuatu yang menyebabkan kita terpaksa memperhatikannya. Dasar anak zaman sekarang, akal bulus! Yang dia kepingin bukan lap top tapi mobil! Bapak harus kerja keras beliin dia mobil, supaya mau mengikuti apa nasehat kita!"

‎Saya tidak setuju, saya punya pendapat lain. Tapi apa artinya bantahan seorang suami. Kalau adik istri saya atau kakaknya, atau bapak-ibunya yang membantah, mungkin akan diturutinya. Tapi kalau dari saya, jangan harap. Apa saja yang saya usulkan mesti dicurigainya ada pamrih kepentingan keluarga saya. Istri memang selalu mengukur suami, dari perasaannya sendiri.

‎Tiga bulan kami tidak mengunjungi Taksu. Tapi Taksu juga tidak menghubungi kami. Saya jadi cemas. Ternyata anak memang tidak merindukan orang tua, orang tua yang selalu minta diperhatikan anak.

‎Akhirnya, tanpa diketahui oleh istri saya, saya datang lagi. Sekali ini saya datang dengan kunci mobil. Saya tarik deposito saya di bank dan mengambil kredit sebuah mobil. Mungkin Taksu ingin punya mobil mewah, tapi saya hanya kuat beli murah. Tapi sejelek-jeleknya kan mobil, dengan bonus janji, kalau memang dia mau mengubah cita-citanya, jangankan mobil mewah, segalanya akan saya serahkan, nanti.

‎"Bagaimana Taksu," kata saya sambil menunjukkan kunci mobil itu. "Ini hadiah untuk kamu. Tetapi kamu juga harus memberi hadiah buat Bapak."

‎Taksu melihat kunci itu dengan dingin.

‎"Hadiah apa, Pak?"

‎Saya tersenyum.

‎"Tiga bulan Bapak rasa sudah cukup lama buat kamu untuk memutuskan. Jadi, singkat kata saja, mau jadi apa kamu sebenarnya?"

‎Taksu memandang saya.

‎"Jadi guru. Kan sudah saya bilang berkali-kali?"

‎Kunci mobil yang sudah ada di tangannya saya rebut kembali.

‎"Mobil ini tidak pantas dipakai seorang guru. Kunci ini boleh kamu ambil sekarang juga, kalau kamu berjanji bahwa kamu tidak akan mau jadi guru, sebab itu memalukan orang tua kamu. Kamu ini investasi untuk masa depan kami, Taksu, mengerti? Kamu kami sekolahkan supaya kamu meraih gelar, punya jabatan, dihormati orang, supaya kami juga ikut terhormat. Supaya kamu berguna kepada bangsa dan punya duit untuk merawat kami orang tuamu kalau kami sudah jompo nanti. Bercita-citalah yang bener. Mbok mau jadi presiden begitu! Masak guru! Gila! Kalau kamu jadi guru, paling banter setelah menikah kamu akan kembali menempel di rumah orang tuamu dan menyusu sehingga semua warisan habis ludes. Itu namanya kerdil pikiran. Tidak! Aku tidak mau anakku terpuruk seperti itu!"

‎Lalu saya letakkan kembali kunci itu di depan hidungnya. Taksu berpikir. Kemudian saya bersorak gegap gembira di dalam hati, karena ia memungut kunci itu lagi.

‎"Terima kasih, Pak. Bapak sudah memperhatikan saya. Dengan sesungguh-sungguhnya, saya hormat atas perhatian Bapak."

‎Sembari berkata itu, Taksu menarik tangan saya, lalu di atas telapak tangan saya ditaruhnya kembali kunci mobil itu.

‎"Saya ingin jadi guru. Maaf."

‎Kalau tidak menahan diri, pasti waktu itu juga Taksu saya tampar. Kebandelannya itu amat menjengkelkan. Pesawat penerimanya sudah rusak. Untunglah iman saya cukup baik. Saya tekan perasaan saya. Kunci kontak itu saya genggam dan masukkan ke kantung celana.

‎"Baik. Kalau memang begitu, uang sekolah dan uang makan kamu mulai bulan depan kami stop. Kamu hidup saja sendirian. Supaya kamu bisa merasakan sendiri langsung bagaimana penderitaan hidup ini. Tidak semudah yang kamu baca dalam teori dan slogan. Mudah-mudahan penderitaan itu akan membimbing kamu ke jalan yang benar. Tiga bulan lagi Bapak akan datang. Waktu itu pikiranmu sudah pasti akan berubah! Bangkit memang baru terjadi sesudah sempat hancur! Tapi tak apa."

‎Tanpa banyak basa-basi lagi, saya pergi. Saya benar-benar naik pitam. Saya kira Taksu pasti sudah dicocok hidungnya oleh seseorang. Tidak ada orang yang bisa melakukan itu, kecuali Mina, pacarnya. Anak guru itulah yang saya anggap sudah kurang ajar menjerumuskan anak saya supaya terkiblat pikirannya untuk menjadi guru. Sialan!

‎Tepat tiga bulan kemudian saya datang lagi. Sekali ini saya membawa kunci mobil mewah. Tapi terlebih dulu saya mengajukan pertanyaan yang sama.

‎"Coba jawab untuk yang terakhir kalinya, mau jadi apa kamu sebenarnya?"

‎"Mau jadi guru."

‎Saya tak mampu melanjutkan. Tinju saya melayang ke atas meja. Gelas di atas meja meloncat. Kopi yang ada di dalamnya muncrat ke muka saya.

‎"Tetapi kenapa? Kenapa? Apa informasi kami tidak cukup buat membuka mata dan pikiran kamu yang sudah dicekoki oleh perempuan anak guru kere itu? Kenapa kamu mau jadi guru, Taksu?!!!"

‎"Karena saya ingin jadi guru."

‎"Tidak! Kamu tidak boleh jadi guru!"

‎"Saya mau jadi guru."

‎"Aku bunuh kau, kalau kau masih saja tetap mau jadi guru."

‎Taksu menatap saya.

‎"Apa?"

‎"Kalau kamu tetap saja mau jadi guru, aku bunuh kau sekarang juga!!" teriak saya kalap. Taksu balas memandang saya tajam.

‎"Bapak tidak akan bisa membunuh saya."

‎"Tidak? Kenapa tidak?"

‎"Sebab guru tidak bisa dibunuh. Jasadnya mungkin saja bisa busuk lalu lenyap. Tapi apa yang diajarkannya tetap tertinggal abadi. Bahkan bertumbuh, berkembang dan memberi inspirasi kepada generasi di masa yanag akan datang. Guru tidak bisa mati, Pak."

‎Saya tercengang.

‎"O… jadi narkoba itu yang sudah menyebabkan kamu mau jadi guru?"

‎"Ya! Itu sebabnya saya ingin jadi guru, sebab saya tidak mau mati." 

‎Saya bengong. Saya belum pernah dijawab tegas oleh anak saya. Saya jadi gugup.

‎"Bangsat!" kata saya kelepasan. "Siapa yang sudah mengotori pikiran kamu dengan semboyan keblinger itu? Siapa yang sudah mengindoktrinasi kamu, Taksu?"

‎Taksu memandang kepada saya tajam.

‎"Siapa Taksu?!"

‎Taksu menunjuk.

‎"Bapak sendiri, kan?"

‎Saya terkejut.

‎"Itu kan 28 tahun yang lalu! Sekarang sudah lain Taksu! Kamu jangan ngacau! Kamu tidak bisa hidup dengan nasehat yang Bapak berikan 30 tahun yang lalu! Waktu itu kamu malas. Kamu tidak mau sekolah, kamu hanya mau main-main, kamu bahkan bandel dan kurang ajar pada guru-guru kamu yang datang ke sekolah naik ojek. Kamu tidak sadar meskipun sepatunya butut dan mukanya layu kurang gizi, tapi itulah orang-orang yang akan menyelamatkan hidup kamu. Itulah gudang ilmu yang harus kamu tempel sampai kamu siap. Sebelum kamu siap, kamu harus menghormati mereka, sebab dengan menghormati mereka, baru ilmu itu bisa melekat. Tanpa ada ilmu kamu tidak akan bisa bersaing di zaman global ini. Tahu?"

‎Satu jam saya memberi Taksu kuliah. Saya telanjangi semua persepsinya tentang hidup. Dengan tidak malu-malu lagi, saya seret nama pacarnya si Mina yang mentang-mentang cantik itu, mau menyeret anak saya ke masa depan yang gelap.

‎"Tidak betul cinta itu buta!" bentak saya kalap. "Kalau cinta bener buta apa gunanya ada bikini," lanjut saya mengutip iklan yang saya sering papas di jalan. "Kalau kamu menjadi buta, itu namanya bukan cinta tetapi racun. Kamu sudah terkecoh, Taksu. Meskipun keluarga pacarmu itu guru, tidak berarti kamu harus mengidolakan guru sebagai profesi kamu. Buat apa? Justru kamu harus menyelamatkan keluarga guru itu dengan tidak perlu menjadi guru, sebab mereka tidak perlu hidup hancur berantakan gara-gara bangga menjadi guru. Apa artinya kebanggaan kalau hidup di dalam kenyataan lebih menghargai dasi, mobil, duit, dan pangkat? Punya duit, pangkat dan harta benda itu bukan dosa, mengapa harus dilihat sebagai dosa. Sebab itu semuanya hanya alat untuk bisa hidup lebih beradab. Kita bukan menyembahnya, tidak pernah ada ajaran yang menyuruh kamu menyembah materi. Kita hanya memanfaatkan materi itu untuk menambah hidup kita lebih manusiawi. Apa manusia tidak boleh berbahagia? Apa kalau menderita sebagai guru, baru manusia itu menjadi beradab? Itu salah kaprah! Ganti kepala kamu Taksu, sekarang juga! Ini!"

‎Saya gebrakkan kunci mobil BMW itu di depan matanya dengan sangat marah.

‎"Ini satu milyar tahu?!"

‎Sebelum dia sempat menjawab atau mengambil, kunci itu saya ambil kembali sambil siap-siap hendak pergi.

‎"Pulang sekarang dan minta maaf kepada ibu kamu, sebab kamu baru saja menghina kami! Tinggalkan perempuan itu. Nanti kalau kamu sudah sukses kamu akan dapat 7 kali perempuan yang lebih cantik dari si Mina dengan sangat gampang! Tidak perlu sampai menukar nalar kamu!"

‎Tanpa menunggu jawaban, lalu saya pulang. Saya ceritakan pada istri saya apa yang sudah saya lakukan. Saya kira saya akan dapat pujian. Tetapi ternyata istri saya bengong. Ia tak percaya dengan apa yang saya ceritakan. Dan ketika kesadarannya turun kembali, matanya melotot dan saya dibentak habis-habisan.

‎"Bapak terlalu! Jangan perlakukan anakmu seperti itu!" teriak istri saya kalap.

‎Saya bingung.

‎"Ayo kembali! Serahkan kunci mobil itu pada Taksu! Kalau memang mau ngasih anak mobil, kasih saja jangan pakai syarat segala, itu namanya dagang! Masak sama anak dagang. Dasar mata duitan!"

‎Saya tambah bingung.

‎"Ayo cepet, nanti anak kamu kabur!"

‎Saya masih ingin membantah. Tapi mendengar kata kabur, hati saya rontok. Taksu itu anak satu-satunya. Sebelas tahun kami menunggunya dengan cemas. Kami berobat ke sana-kemari, sampai berkali-kali melakukan enseminasi buatan dan akhirnya sempat dua kali mengikuti program bayi tabung. Semuanya gagal. Waktu kami pasrah tetapi tidak menyerah, akhirnya istri saya mengandung dan lahirlah Taksu. Anak yang sangat mahal, bagaimana mungkin saya akan biarkan dia kabur?

‎"Ayo cepat!" teriak istri saya kalap.

‎Dengan panik saya kembali menjumpai Taksu. Tetapi sudah terlambat. Anak itu seperti sudah tahu saja, bahwa ibunya akan menyuruh saya kembali. Rumah kost itu sudah kosong. Dia pergi membawa semua barang-barangnya, yang tinggal hanya secarik kertas kecil dan pesan kecil:

‎"Maaf, tolong relakan saya menjadi seorang guru."

‎Tangan saya gemetar memegang kertas yang disobek dari buku hariannya itu. Kertas yang nilainya mungkin hanya seperak itu, jauh lebih berarti dari kunci BMW yang harganya semilyar dan sudah mengosongkan deposito saya. Saya duduk di dalam kamar itu, mencium bau Taksu yang masih ketinggalan. Pikiran saya kacau. Apakah sudah takdir dari anak dan orang tua itu bentrok? Mau tak mau saya kembali memaki-maki Mina yang sudah menyesatkan pikiran Taksu. Kembali saya memaki-maki guru yang sudah dikultusindividukan sebagai pekerjaan yang mulia, padahal dalam kenyataannya banyak sekali guru yang brengsek.

‎Pintu kamar tiba-tiba terbuka. Saya seperti dipagut aliran listrik. Tetapi ketika menoleh, itu bukan Taksu tetapi istri saya yang menyusul karena merasa cemas. Waktu ia mengetahui apa yang terjadi, dia langsung marah dan kemudian menangis. Akhirnya saya lagi yang menjadi sasaran. Untuk pertama kalinya saya berontak. Kalau tidak, istri saya akan seterusnya menjadikan saya bal-balan. Saya jawab semua tuduhan istri saya. Dia tercengang sebab untuk pertama kalinya saya membantah. Akhirnya di bekas kamar anak kami itu, kami bertengkar keras.

‎Tetapi itu 10 tahun yang lalu.

‎Sekarang saya sudah tua. Waktu telah memproses segalanya begitu rupa, sehingga semuanya di luar dugaan. Sekarang Taksu sudah menggantikan hidup saya memikul beban keluarga. Ia menjadi salah seorang pengusaha besar yang mengimpor barang-barang mewah dan mengekspor barang-barang kerajinan serta ikan segar ke berbagai wilayah mancanegara.

‎"Ia seorang guru bagi sekitar 10.000 orang pegawainya. Guru juga bagi anak-anak muda lain yang menjadi adik generasinya. Bahkan guru bagi bangsa dan negara, karena jasa-jasanya menularkan etos kerja," ucap promotor ketika Taksu mendapat gelar doktor honoris causa dari sebuah pergurauan tinggi bergengsi. 

‎***

‎Jawa Pos edisi 5 Agustus 2016

‎PUTU WIJAYA 

‎I Gusti Ngurah Putu Wijaya (lahir 11 April 1944) adalah seorang sastrawan yang dikenal serba bisa. Ia adalah seorang penulis drama, cerpen, esai, novel, skenario film dan sinetron, tokoh teater, dan pelukis

‎Apa yang dilakukan setelah selesai membaca cerpen di atas:

‎- Klik reaksi : 😍 jika sudah membaca 

‎- Tulis 3 poin penting yang bisa Anda petik dari cerpen di atas 

‎- Tulis refleksi (atau bikin video refleksi) tentang cerpen tersebut dalam kaitannya sebagai guru/Musyrif/pembina 

‎- Deadline : *Sabtu, April 2026*

Friday, February 13, 2026

Khutbah Jumat: Menyambut Bulan Ramdhan dan Kenapa Kita Berpuasa

 Persiapan Menyambut Bulan Ramadhan

 

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ. اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ حَمْدًا يُوَافِيْ نِعَمَهُ وَيُكَافِئُ مَزِيْدَهُ، يَا رَبَّنَا لَكَ الْحَمْدُ كَمَا يَنْبَغِيْ لِجَلَالِ وَجْهِكَ وَلِعَظِيْمِ سُلْطَانِكَ، أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ وَصَفِيُّهُ وَخَلِيْلُهُ، خَيْرُ نَبِيٍّ أَرْسَلَهُ اللّٰهُ إِلَى الْعَالَمِ كُلِّهِ بَشِيْرًا وَنَذِيْرًا. اللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى أَلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ صَلَاةً وَسَلَامًا مُتَلَازِمَيْنِ إِلَى يَوْمِ الدِّيْنِ أَمَّا بَعْدُ، فَيَاأَيُّهَا الْحَاضِرُوْنَ اِتَّقُوا اللّٰهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوْتُنَّ اِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُوْنَ  قَالَ اللّٰهُ تَعَالَى فِي الْقُرْاٰنِ الْعَظِيْمِ. أَعُوْذُ بِاللّٰهِ مِنَ الشَّيْطَانِ الرَّجِيْمِ بِسْمِ اللّٰهِ الرَّحْمٰنِ الرَّحِيْمِ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Wonten ing kesempatan ingkang penuh barokah meniko, khatib ngajak diri pribadi dan mugi2 sumerambah dateng manah jamaah sedoyo. Anggen kitho senantiasa berusaha meningkatkan takwa kepada Allah SWT dengan cara ngelampahi sekuat tenaga perintah-perintah ipun Allah lan nilar (utawi nebihi) sedoyo larangan-larangan-Nya. Amergi, Takwa itulah yang akan menjadi parameter kemuliaan seseorang di hadapan Allah SWT.

Ingkang nomor kaleh,

Monggo sareng-sareng kita panjatkan puji lan syukur dumateng Allah Swt ingkang sampun paring karunia lan rahmat-Nya sehingga kita saget sami-sami kempal menghadiri salah satu kewajiban sebagai umat Islam—yaitu sholat Jumat.

Kita bersyukur dumateng Allah SWT, amergi kita yang jauh dari tempat lahirnya Nabi Muhammad SAW. Kita ingkang jauh dari pusat Islam; Mekah lan Madinah, ternyata dikehendaki dan ditakdir Allah menjadi mu'min dan muslim hingga saat ini.  Mugi-mugi iman lan islam meniko, saget kitho bawa hingga akhr hayat, menjadikan kita selamat di dunia ngantos akhirat. Amin... ya Rabbal alamin...

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Kurang dari satu pekan mendatang, kita akan memasuki bulan yang sangat agung, bulan yang dirindukan orang-orang beriman, inggih meniko bulan suci Ramadhan.Allah berfirman dalam Qur'an surat Al-Baqarah ayat 183:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ (183)

Puasa meniko mboten sekadar tradisi tahunan. Mboten sekadar menahan rasa lapar dan haus dahaga. Tetapu, puasa ibarat sebuah sistem ilahi yang Allah siapkan kangge membersihkan manusia.

Wonten ing kesempatan ingkang sae meniko, kita akan mencoba memahami dua alasan besar: Mengapa kita Umat Islam harus berpuasa dan bersungguh-sungguh beribadah di bulan Ramadhan?

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

Alasan Pertama: inggih meniko Puasa merupakan salah satu sistem dalam syariat Islam kangge Menghapus dosa-dosa kita

 

Bisa dikatakan; tidak ada satu pun di antara kita yang bersih dari salah dan dosa. Setiap hari mata kita melihat hal-hal yang tidak perlu, lisan kita kadang menyakiti, hati kita menyimpan iri, tangan dan jempol kita mungkin menulis dan meng-share postingan maksiat atau yang menyakitkan di media sosial. Sedoyo perbuatan sehari-hari meniko, tanpa terasa telah menjadi sarana pengumpulan dosa.

Keranten meniko, Allah SWT Dzat ingkang Maha Pengasih menciptakan “sistem tahunan pencucian dosa.” Puasa Ramadhan yang diwajibkan kangge kita umat Islam mulai minggu depan; ibarat mesin pencuci yang datang menghampiri kita.

 

Nabi Muhammad bersabda:

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa berpuasa Ramadhan karena iman dan mengharap pahala, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

Dalam hadits lainnya, Nabi juga bersabda:

مَنْ قَامَ رَمَضَانَ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ

“Barang siapa menghidupkan malam Ramadhan (tarawih dan qiyam) karena iman dan berharap pahala, diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.”

 

Saking 2 hadits di atas, terdapat 2 akitivitas ibadah yang sangat penting. Yang satu bersifat wajib dan satunya sangat-sangat dianjurkan:

👉 yaitu pertama; Puasa Ramadhan, bisa menghapus dosa kita yang telah lalu. Dan
👉 kedua; Qiyam Ramadhan: juga bisa menghapus dosa-dosa kita sebelumnya.

Keranten meniko, Ramadhan sering disebut pula dengan Bulan Maghfiroh (bulan penuh pengampunan massal).

 

Lewat dua hadits Nabi di atas, seakan-akan Allah berkata:

“Wahai hamba-hamba-Ku, setahun lalu kamu telah banyak salah dan dosa. Datanglah di bulan ini. Aku siapkan penghapusnya.”

 

Maasyiral Muslimin, jamaah sholat jumah rahimakumullah

 

Kangge menyukseskan program bersih-bersih dosa, Allah SWT menyiapkan sistem yang hebat. Yakni pelaksanaan puasa Ramadhan dilakukan secara serentak. Bersama-sama bagi seluruh umat muslim di dunia. Orang Asia, Cina, India, Arab, Eropa, Amerika, dan Afrika. Sedoyo sami-sami ngelampahi kewajiban ibadah puasa di waktu bersamaan.

 

Nah, apa rahasia Puasa Ramadhan ditentukan satu bulan penuh lan dilakukan bersama-sama? Amergi, Allah SWT Maha Mengetahui kondisi manusia. Allah tahu andaikan puasa diwajibkan sendiri-sendiri seperti Senin-Kamis, mungkin akan terasa sangat berat.

Tapi, puasa bulan Ramadhan dilakukan serentak: Semua orang bareng-bareng sahur, Semua orang menahan lapar, Semua orang bahagia bersama saat berbuka. Itu artinya; lingkungan sekitar mendukung. Suasana mendukung. Masjid-masjid juga hidup siang dan malam sepanjang bulan Ramadhan.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

ALASAN KEDUA PUASA: MANFAAT KESEHATAN YANG LUAR BIASA

 

Wonten sebuah riwayat yang begitu populer di kalangan kita: yaitu  صوموا تصحوا

Berpuasalah kalian, maka kalian akan sehat. Terlepas dari kesahihan riwayat tersebut ingkang masih diperdebatkan, sesungguhnya puasa yang dilakukan seseorang memang akan sangat berpengaruh pada kesehatan tubuh yang bersangkutan.

 

Para ahli kesehatan, menyatakan bahwa saat seseorang berpuasa, tidak makan, maka selama 6–8 jam pertama, sistem dalam tubuh akan menggunakan gula (utawi glukosa) yang tersimpan di tubuh sebagai bahan energi. Ini artinya, stok gula tubuh yang biasanya mengakibatkan penyakit diabetes, akan terbakar dan mulai berkurang. Kemudian, pada tahap ke-2 (yakni 8–12 Jam berikutnya); ketika cadangan gula mulai habis, maka sistem dalam tubuh mulai mengambil lemak-lemak yang menumpuk dalam tubuh, sebagai sumber energi kita dalam mendukung aktivitas sehari-hari. Nah, di sinilah keajaiban terjadi. Lemak jahat (ingkang berlebih di dalam tubuh) mulai dibakar. Gula dan lemak inilah yang jika jumlahnya terlalu berlebihan, akan menimbulkan penyakit diabetes dan banyak penyakit lainnya.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

 

Masuk pada fase ke-3: (yakni setelah 12–16 Jam berpuasa). Para ahli kesehatan, menyebutnya sebagai tahapan perbaikan. Sel-sel dalam tubuh yang sudah tua dan rusak, mulai didaur ulang. Zat-zat sisa metabolisme dibersihkan. Sistem pencernaan ingkang selama ini bekerja berbulan-bulan, berhari-hari, berjam-jam—tanpa henti, akhirnya bisa beristirahat. Organ hati pun ugi saget melakukan detoksifikasi (utawi pembersihan racun-racun dalam tubuh) secara lebih optimal.

 

Apa Dampaknya?

Banyak penelitian medis menunjukkan puasa ingkang teratur saget membantu tubuh: Menurunkan risiko diabetes, Menurunkan kolesterol jahat,

Mengontrol tekanan darah, Mengurangi obesitas, Memperbaiki metabolisme, Mengurangi peradangan dalam tubuh, dan bahkan saget membantu memperlambat proses penuaan sel.

 

Subhanallah…

Syariat Islam yang diturunkan 14 abad lalu, ternyata selaras dengan ilmu kesehatan modern. Tanpa kita sadari, sesungguhnya Allah memberikan kewajiban puasa kangge kita, bukan untuk menyiksa, tetapi untuk Membersihkan dosa, Membersihkan jiwa, dan membersihkan tubuh dari penyakit.

 

Hadirin jamaah jumah rahimakumullah

Sebagai penutup khutbah siang meniko, monggo sareng-sareng kita menyiapkan diri menyambut bulan Suci Ramadhan dengan cara; memperbanyak istighfar dan taubat, membuat target tadarus dan membaca Alquran, membuat target sedekah, target qiyamul-lail, tarawih, dan lain sebagainya.

 

Mugi-mugi Allah takdirkan kita bertemu dengan bulan Ramadhan dalam keadaan sehat wal afiyat. اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِيْ رَجَبَ وَشَعْبَانَ وَبَلِّغْنَا رَمَضَانَ

 

  بَارَكَ الله لِي وَلَكُمْ فِي اْلقُرْآنِ اْلعَظِيْمِ وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنْ آيَةِ وَذِكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا فَأسْتَغْفِرُ اللهَ العَظِيْمَ إِنَّهُ هُوَ الغَفُوْرُ الرَّحِيْم     

 

Khutbah II

اَلْحَمْدُ للهِ وَكَفَى، وَأُصَلِّيْ وَأُسَلِّمُ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ الْمُصْطَفَى، وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَهْلِ الْوَفَا. أَشْهَدُ أَنْ لَّا إلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ            

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ، أُوْصِيْكُمْ وَنَفْسِيْ بِتَقْوَى اللهِ الْعَلِيِّ الْعَظِيْمِ وَاعْلَمُوْا أَنَّ اللهَ أَمَرَكُمْ بِأَمْرٍ عَظِيْمٍ، أَمَرَكُمْ بِالصَّلَاةِ وَالسَّلَامِ عَلَى نَبِيِّهِ الْكَرِيْمِ فَقَالَ: إِنَّ اللهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا،

اَللّٰهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ، فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدٌ مَجِيْدٌ.

اَللّٰهُمَّ اغْفِرْ لِلْمُسْلِمِيْنَ وَالْمُسْلِمَاتِ والْمُؤْمِنِيْنَ وَالْمُؤْمِنَاتِ الْأَحْيَاءِ مِنْهُمْ وَالْأَمْوَاتِ، اللهم ادْفَعْ عَنَّا الْبَلَاءَ وَالْغَلَاءَ وَالْوَبَاءَ وَالْفَحْشَاءَ وَالْمُنْكَرَ وَالْبَغْيَ وَالسُّيُوْفَ الْمُخْتَلِفَةَ وَالشَّدَائِدَ وَالْمِحَنَ، مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ، مِنْ بَلَدِنَا هَذَا خَاصَّةً وَمِنْ بُلْدَانِ الْمُسْلِمِيْنَ عَامَّةً، إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيْرٌ . رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِاِخْوَانِنَا الَّذِيْنَ سَبَقُوْنَا بِالْاِيْمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِيْ قُلُوْبِنَا غِلًّا لِّلَّذِيْنَ اٰمَنُوْا رَبَّنَآ اِنَّكَ رَءُوْفٌ رَّحِيْمٌࣖ . ربنا آتنا في الدنيا حسنة وفي الآخرة حسنة وقنا عذاب النار.

عِبَادَ اللهِ، إنَّ اللهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإحْسَانِ وَإِيْتَاءِ ذِي الْقُرْبَى ويَنْهَى عَنِ الفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالبَغْيِ، يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُوْنَ. فَاذكُرُوا اللهَ الْعَظِيْمَ يَذْكُرْكُمْ وَلَذِكْرُ اللهِ أَكْبَرُ 

 

Saturday, November 15, 2025

UFC322: Jack Della vs Islam Makachev

Harap-harap cemas menantikan perebutan gelar antara juara bertahan:

Jack Madalena (Aussie) vs Islam Makachev (Rusia).

Makachev memang pegulat terbaik di MMA saat ini, tapi melawan Jack yang jago boxing, punya defense gulat bagus (terbukti saat lawan Belal--sebelumnya), dan keunggulan berat badan (bertarung di kelas aslinya), bikin H2C.

Makachev harus naik berat badan supaya bisa bertarung melawan JDM dan memperebutkan doble champ.

Semoga Khabib bisa bantu adeknya merebut gelar yang belum pernah didapat Khabib ini. 🔥🔥🔥

Cara Nangkap Tuyul


• Cara Nangkap Tuyul •

"Sampean dewe gelem nyekel, ta?" tanya guru saya menawarkan ilmu cara menangkapnya.

"Mboten usah, Mbah... Jenengan mawon," jawab saya.

"Nek gelem, yo tak ulangi kene," ujar beliau. 

Saya paham risiko-risiko, kalau misalkan nanti kondang jadi tukang tangkap tuyul atau pembuat pagar ghaib. Pasti lebih banyak menyusahkan diri sendiri. Apalagi berperan di wilayah abu-abu begini. 

Apalagi beliau juga berpesan;

"Gak boleh narik biaya dari pasien. Dan gak boleh menerima uang jasa dari pasien!"

Tambah abot. 😵‍💫

Lha,

Kita disuruh wiridan. Melek-an tengah malam. Puasa dan tirakat. Itu semua abot-abot. Dan, seeeeemuanya hanya demi visi-misi orang lain.

Saya yakin, itu memang bermanfaat. Dan saya tidak lupa dengan hadits Nabi saw:

خير الناس أنفعهم للناس

Cuma, saya lebih cocok memilih jalur lain--yang berbeda. Bukan jalur seperti itu. 

Seperti jalur ngajar dan menjadi musyrif di asrama Pesantren begini. Terkadang, ada wali santri yang salam tempel amplop ke saya. Biasanya tetap saya terima. Namun, tidak saya makan untuk kebutuhan pribadi. Saya setorkan lagi untuk jariyah pembangunan asrama/pondok. Pahalanya balik lagi kan ke beliau yang nyalamin tempel.

PP Cahaya Quran, 15 November 2025

M. Shorih Kholid 

(Ketua Pembina Asrama PP Cahaya Quran Babat)

Doa untuk yang Mau Kawin

• Doa Mustajab • 

Sekitar 1 tahun lalu, saya membeli durian di pinggir jalan. Seorang pemuda usia 30an tahun yang melayani saya. Wajahnya terlihat kusam--mungkin karena sering terkena debu dan asap kendaraan di jalanan.

Entah gimana mulanya, usai memasukkan keranjang durian ke mobil, dia berbisik ke saya;

"Gus, kulo nyuwun tolong nggeh," ujarnya. Ini panggilan yang tidak lazim bagi saya dan telinga saya. Sodok keri wae. Wong bapakku lho, ora kiai. Beda sama yang gus-gus beneran. 😅

"Wonten nopo nggeh?"

"Kulo pengen rabi, Gus," ujarnya lebih lanjut. Saya tersenyum lebar.

"Lha, pun wonten calon tho?"

"Ngge dereng!"

Jedyaaaar...!!! 😅

"Terus?"

"Kulo seneng kale cewek. Tapi, dereng wonten respon-é."

"Terus...?" saya menyelidik. Maksud e njaluk opo iki. 

"Nyuwun tolong diwiridno Gus. Kersane purun kaleh kulo," dia memohon.

Sejurus dia masuk ke stand (toko buah). Membawa secarik kertas. Bertuliskan namanya beserta bin ayahnya. Juga nama si perempuan beserta bintinya.

Tak lupa, menunjukkan selembar poto.

"Tolong ngge, Gus..." dia memohon lagi.

Wong model ngene iki, ora tahu gelem wiridan dewe. Kok mau membebani orang lain disuruh wiridan--demi visi dan misinya. 🤭

"Yowes, gini aja. Sampean setiap habis sholat 5 waktu kudu istiqomah baca Surah Fatihah 7x. Setiap selesai ayat : إياك نعبد وإياك نستعين

Sampean berhenti sejak. Niatkan dalam hati keinginan sampean. Baru lanjutkan baca Fatihah. Siap nopo mboten?"

"Siap, Gus. Matur suwun," ujarnya tersenyum.

Mboh, ape dilakoni opo ora. 

Beberapa hari yang lalu, saya beli durian di tempat yang hampir sama (hanya berjarak beberapa meter dari stand 1 tahun lalu).

Saya kaget. Ternyata yang jualan dia orang yang sama. Tapi, penampilannya sudah jauh berbeda... 

Saya bertanya,

"Piye, wes oleh bojo po ra?" 

....

Bersambung... 

(Banyak yang ngelike, cerita akan disambungkan). 🤗

Saturday, October 25, 2025

Hook untuk Kultum Santri

 


• Hook Kultum • 

Saat kultum di santri, saya biasanya mengawali dengan hook yang memancing perhatian. Misalnya, ketika menasihati santri-santri untuk tertib menyiram bekas kencing atau beraknya; saya mengawali dengan kalimat: 

"Anak-anak bayangkan, kalau ada teman ngising. Terus habis ngising, dia minta dicebokin. Jijik nggak?" tanya saya.

"Jijik...! Huwek-huwek...!" pasti begitu jawaban mereka.

"Naaaaah, orang yang begitu, seperti orang yang habis kencing, habis berak, tapi gak disiram. Masih ada bau pesingnya, masih kelihatan pokemonnya..." lanjut saya memberikan nasihat. 

Dan seterusnya ...

=== 

Kasus lainnya.

Suatu maghrib, saya merasakan lantai musholla licin. Ini pasti kebanyakan superpell yang dipakai di lantai. Berarti yang piket nggak Tuntas. Batin saya.

Habis jamaah maghrib, saya kasih kultum. Untuk mengawali kultum, saya memancing dengan hook yang menarik perhatian mereka.

"Anak-anak, mau nggak digaji 250.000 sehari?" tanya saya.

"Mau...!" pasti anak-anak tertarik dan menjawab dengan semangat.

"Ini ada pekerjaan gajinya 250.000. Bukan per hari.  Tapi per jam! Ada yang mau nggak???"

"Mauuuu...!" pasti jawabnya lebih semangat.

"Gaji 250.000 per jam itu gaji orang kerja di Australia," lanjut saya. "Dan kalian tahu, apa pekerjaannya?"

Hening...

Tak ada yang menjawab.

"Itu gaji tukang pel. Tukang bersih-bersih lantai dan toilet!" lanjut saya. "Tapi, bersihkannya harus tuntas. Tidak boleh licin seperti lantai musholla begini."

"Kalian bisa dipecat kalau bersih lantainya gak tuntas begini!‼️ 

Selanjutnya, 

Baru masuk ke materi kultum...

Friday, October 17, 2025

Kiai Kok Nerima Amplop? ‼️

 • Kiai Kok Nerima Amplop? ‼️

Dalam sebuah rekaman ngaji Mbah Moen Zubeir (Sarang) beliau bercerita bahwa beliau menyiapkan beberapa laci untuk menyimpan uang. 

#1

Ada laci khusus untuk menyimpan uang hasil panen sawah. Uang dari laci inilah yang beliau gunakan untuk memenuhi kebutuhan harian keluarga. Mulai makan, sekolah, mondok, hingga kuliah, atau kebutuhan pribadi lainnya. 

Uang di laci ini tidak boleh tercampur dengan uang yang bersumber dari hal lainnya. 

#2

Laci khusus menyimpan uang hasil kantin keluarga yang ada di pondok. Biasanya digunakan untuk memberi beasiswa, nyangoni santri ndalem, atau sewaktu-waktu digunakan membantu kebutuhan pondok dan santri. 

#3

Ada pula laci khusus untuk menyimpan amplop pemberian tamu, wali santri, atau alumni.

Laci ini tidak sekalipun diambil untuk kebutuhan pribadi kiai maupun keluarganya. Bahkan, memberi beasiswa santri ndalem pun tidak diambilkan dari laci amplop ini.

Biasanya uang dari laci ini digunakan untuk membantu beli kebutuhan material pondok; semen, batu, pasir, besi, dan kebutuhan lainnya di pondok. 

Terkadang, digunakan pula untuk ngasih amplop ke wali santri yang datang dengan keluhan tertentu atau membantu alumni lainnya. 

Begitulah, cara kiai mengatur amplop pemberian orang lain.

Thursday, October 16, 2025

Kiai Kok Sarungnya BHS? ‼️

 • Kiai Kok Sarungnya BHS? ‼️

Sarung merk BHS adalah simbol kemewahan untuk kalangan bersarung. Harganya memang rata-rata jutaan. Tapi, itu dulu--zaman sebelum negara api menyerang. 

Hari ini sudah tidak lagi. 

Sejak negara api runtuh, BHS mengubah strategi bisnisnya. Dia mulai bikin produk sarung bermerk BHS dengan harga-harga terjangkau. Ada yang kisaran 300 ribu, 500 ribu, dan 700 ribu. Yang jutaan masih tetap ada. Diversifikasi pasar.

Tentu saja kualitasnya berbeda jauh dengan yang di atas 1 juta. Bahkan, bisa dibilang BHS yang harganya 500 ribuan itu kualitasnya di bawah Sarung merk lainnya dengan harga lebih rendah. Tapi, dia kan jual merk, jual gengsi. Apalagi desain sarungnya disesuaikan untuk mendukung gengsi itu.

Misalnya, dengan memasang merk tulisan BHS di bagian depan Sarung. Tujuannya, supaya merk sarung itu langsung kelihatan (terbaca jelas) dari depan tulisan BHS-nya. Saat bertemu orang, maupun saat berpoto bersama. 😅

Kiai Bisa Pakai BHS?

Sependek pengamatan saya, yang biasanya pakai sarung merk BHS mahal itu santri (alumni pesantren) yang sudah sukses jadi pengusaha. Dia kaya, punya duit banyak. Jadinya, beli sarung juga yang nyaman dan awet dipakai. 

Sebagai santri,

Biasanya merasa berhutang budi pada gurunya, pada kiainya. Karena sudah dididik, ditempa bertahun-tahun sehingga menjadi sosok tangguh seperti sekarang. Dia merasa harus sedikit membalas budi gurunya (kiainya). 

"Mosok aku sarungan BHS, kiai-ku cuma sarungan W*****r. Kan gak layak," begitu biasanya yang ada di pikiran santri sukses itu.

Maka, belilah dia sarung BHS sejenis yang dia pakai. Yang harganya mahal-mahal itu. Atau bahkan, dibelikannya yang lebih baik dan mahal. Sebab, dia merasa kesuksesannya hari ini tidak lepas dari jasa didikan dan doa dari gurunya/kiainya.

Dari situlah, timbul rasa bangga dan bahagia bagi santri--sekadar sedikit mampu memberikan kenangan untuk gurunya (kiainya). 

Kalau disuruh milih, pakai uang pribadi, antara;

• Beli BHS yang harganya jutaan, atau 

• Beli sarung ratusan ribu dengan kenyamanan yang sama, 

Saya kira semua kiai akan memilih yang kedua. Karena seorang kiai sudah selesai dengan dirinya; tidak butuh penghormatan, tidak gila gengsi dan pengakuan dari orang lain. Sarung apapun yang dipakai, sama sekali tidak mengurangi derajatnya.

Kranji, 16 Oktober 2025

@mskholid

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)