Wednesday, January 23, 2008

menikmati novel seperti menikmati kopi

saya menikmati novel seperti saya menikmati kopi.

ketika saya merasa spiritualitas dan semangat saya sedang turun (bahasa kerennya, futur), itu berarti saya harus segera membaca sebuah novel untuk mengembalikan lagi semangat saya. beragam novel--religius utamanya--yang saya baca membuat saya berkaca pada kehidupan. tokoh-tokoh yang ditampilkan menyadarkan saya bahwa ada orang-orang yang jauh lebih tidak beruntung daripada saya. atau, mengingatkan saya bahwa begitu banyak orang yang lebih baik dan lebih memberi peran di masyarakatnya dibanding saya.

ketika saya merasa tubuh lemas, males, tidak bergairah, ngantuk, atau ogah-ogahan, maka segelas kopi (asli lebih baik) dicampur susu adalah jawaban terbaik untuk mengatasinya. setiap sruput kopi yang terasa pahit-manisnya di lidah mengingatkan bahwa nikmat Allah begitu banyak.

ciputat, 23 Januari 2008

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com