Friday, April 8, 2016

Mengolah Besi

Mengolah Besi

Beberapa waktu lalu, saya mengantar Adek ke toko pancing. Beli seperangkat alat pancing dan kailnya.

Harga sebuah kail pancing dari besi itu Rp.300 rupiah. Itu berarti, 1500 dapat 5 pcs kail. Saya timang-timang, beratnya paling sekitar 1 gram saja.

Saya jadi teringat dengan tetangga desa yang pengepul besi tua. Pernah saya tanyakan, harga jual besi tua per kg berkisar 3000 - 5000.

Kalau dihitung-hitung, 1 kg besi yang harganya 5.000 rupiah itu bisa dapat ratusan atau bahkan ribuan kail pancing.

Saya melirik arloji saya.
Lha, ini dalemannya juga dari besi nich, gumam saya.

Andaikan arloji saya ini merk terkenal dari Swiss yg harganya puluhan juta, bisa jadi besi yang 1 gram di dalamnya bernilai jutaan pula.

Bahkan, andaikan besi itu diolah jadi barang yang sama bentuknya, harganya pun bisa berbeda.

Contohnya,
Besi yang dibuat jadi keris oleh Empu Gandring, andaikan zaman sekarang masih ada, pasti harganya tak terkira.

Besi yang dibuat jadi pedang, pun harganya bisa berbeda. Pedang samurai akan jauh lebih mahal dibanding pedang aksesoris.

Begitu pula dengan besi yang sama2 dibuat jadi sabit. Atau, sama2 celuritnya.
Podo celurit e. Tapi hargane iso bedho.

Saya lalu menengok pada diri sendiri.

Oh iya, kita bisa meningkatkan nilai jual diri dengan mengolah diri kita. Yakni dengan cara bagaimana meningkatkan nilai manfaat bagi orang sekitar.

RSML, 08 April 2016

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com