Tuesday, April 12, 2016

Hina Nabi, Bencana Paceklik 7 Tahun

Dulu, ada suku yang amaaat benci pada Baginda Rasulullah saw. Suku Muhdhor, namanya.

Saking bencinya, mereka mengolok-olok Baginda dengan kalimat yang menyakitkan.

Keceplosan,
Baginda Rasulullah saw berdoa untuk mereka:

"Ya Allah, jadikan tahun-tahun suku itu seperti tahun-tahun kaumnya Nabi Yusuf as."

Maka, Bani Muhdhor pun mengalami masa paceklik yang panjang. Tujuh tahun gagal panen. Tujuh tahun tanaman tidak berbuah. Hujan tak jua turun. Hewan2 ternak kurus dan kelaparan. Mereka hidup dalam keputusasaan.

Seperti yang terjadi pada kaumnya Nabi Yusuf as ketika itu.

Setelah sekian lama, sang ketua suku sadar akan kesalahannya. Ia tergerak untuk meminta maaf pada Baginda Rasulullah saw.

Dia bersama rombongan sesepuh Bani Muhdhor menghadap Baginda Nabi saw. Meminta maaf atas kesalahan dan memohon doa agar terbebas dari paceklik yang menimpa bertahun-tahun itu.

Rasulullah saw langsung menerima permintaan maaf mereka dan mendoakan untuk suku Muhdhor.
Seketika itu, hujan deras mengguyur wilayah mereka. Dan, bebaslah kaum itu dari cengkeraman musim paceklik berkepanjangan.

Mereka lalu berombongan masuk Islam semua.

Seorang penyair kenamaan bernama Labid bin Rabiah melukiskan kejadian ini lewat sebuah syair indah.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com