Thursday, April 17, 2008

Majalah Kuncup dan Si Kuncung

Ketika masih kecil ada dua majalah yang sangat berpengaruh membentuk saya seperti sekarang ini. Kuncup dan Si Kuncung, nama dua majalah itu. Gambaran tentang 2 majalah itu pun masih tertanam dalam benak saya sekarang. Namun, sayang sekali majalah tersebut tidak tidak terbit lagi hingga sekarang.

masa kecil saya sungguh beruntung mempunyai bapak yang seperti Bapak. Bapak dan Ibu adalah orangtua yang mengerti dan memahami buku. jadi, setiap bulan Bapak selalu membawakan 2 majalah itu sebagai bahan bacaan kami, anak-anak beliau. teringat jelas bagaimana saya saling berebutan dengan saudara-saudara saya ketika melihat Bapak datang dengan menenteng majalah tersebut. begitu dapat, biasanya kami langsung menyendiri dan membacanya. selesai baca, barulah kami berikan pada saudara yang lain untuk gantian baca. begitulah yang terjadi tiap bulan.

mengapa kami sangat beruntung? pada saat itu, akses membaca di desa kami sangat sulit. bahkan, bisa dikatakan banyak teman-teman sebaya kami di desa tidak merasakan asyik dan enaknya membaca. mereka mungkin sama sekali tidak mengenal kedua majalah tersebut. kecuali yang bersahabat denganku (hehehe). kebetulan sekali, Bapak saya adalah guru sebuah sekolah dasar negeri di desa terpencil. jadi, akses mendapatkan majalah tersebut cukup mudah, karena memang setiap sekolah dikirimi majalah itu.

Ketika sudah besar, saya mencoba membongkar gudang. mencari-cari kedua majalah kesayangan itu. bahkan, ketika di Jakarta, saya mencoba browsing di internet dengan judul Kuncup dan Si Kuncung, yang saya temukan cuma kenangan dan nostalgia para pembaca majalah itu.

entah di mana para redaktur Kedua Majalah itu sekarang. sudah jadi apa mereka? ingin sekali bersua dan bersama mereka bernostalgia. dan, tentu saja berterimakasih atas ilmu dan pengetahuan yang telah diberikan! :-)

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com