Wednesday, April 30, 2008

Mengintip Surga

An Inspiring from “Hâdil Arwâh ilâ Bilâdil Afrâh”

Prakata:
Mengapa Mengintip Surga?
Awalnya adalah tugas menerjemahkan buku Hâdil Arwâh ilâ Bilâdil Afrâh karya Ibnu Qayyim. Saya tergiur. Berkali-kali saya harus menelan air liur saat mengetikkan kata-kata di tuts komputer. Benar-benar gambaran yang mencengangkan! Mengagumkan.

Padahal, kata Nabi Saw, sebenarnya apa yang beliau sampaikan dalam beberapa kesempatan mengenai surga itu belum seberapa. Kata beliau, “Surga itu tidak pernah dilihat oleh mata, tidak didengar oleh telinga, dan tidak terbersit dalam pikiran!” Wow!! Terus seperti apa sebenarnya? Padahal, apa yang beliau gambarkan itu sudah begitu luar biasanya. Tapi, masih belum seberapa juga.

Hanya saja, salah satu buku fenomenal karya Ibnu Qayyim itu terasa terlalu panjang, bahasa berbelit-belit, dan bahasa terjemahannya agak kaku. Meskipun begitu, buku tersebut laris dan naik cetak beberapa kali (kalau tidak salah sudah 5 kali—setahu saya).

Terus, kemudian muncul pertanyaan mengenai judul buku ini, mengapa mengintip? Tidak melihat atau menengok? Kalau mau jujur, sebenarnya kata ‘mengintip’ pun tidak sesuai untuk surga. Sebab, apa yang kita intip di buku ini mengenai surga masih jauh dari yang sebenarnya.

Saya berharap, lewat “intipan” ini, timbul semangat, gairah, keinginan yang menggebu-gebu untuk meraih surga. Wahai jiwa yang tenang, masuklah ke dalam surgaku.

Selamat membaca, sampai bertemu di surga

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com