Thursday, April 24, 2008

Pikirkan Saja; "Aku Sedang Bahagia"

Malam kemarin, sepulang kerja tubuh saya capek-capek. Ingin rasanya langsung pulang dan tidur. Tapi, saya tidak boleh segera tidur karena ada pekerjaan yang mesti dikejar sebelum deadline habis.

tubuh saya memang capek, tapi saya tahu saya tidak boleh memikirkan rasa capek itu. pengalaman hari-hari sebelumnya (yang juga ketika capek) dan saya memikirkan capek itu, maka tubuh akan terasa tambah capek dan tidak bisa bekerja maksimal. akibatnya, ya pengen tidur dan pekerjaan pun tidak selesai.

untuk 'melupakan' rasa capek itu, sehabis shalat Maghrib saya keluar kos. berjalan keluar ke pinggir jalan raya. saya berjalan setengah berlari sambil agak meloncat. seperti layaknya orang yang sedang bergembira. mulut saya terbuka menarik nafas memperlihatkan aura kebahagiaan. Ya, saya berlari-lari, tepatnya berjalan sambil berayun tangan, menunjukkan bahwa saya sedang bahagia. sedang bersemangat pada malam itu. saya terus berjalan di jalanan sekitar kosan saya sambil mengingat-ingat hal-hal baik yang saya miliki.

hasilnya luar biasa. pulang dari "lar-lari" itu, perasaan saya tambah bersemangat. tubuh tidak lagi mengeluh bahwa dia lagi capek. saya seperti baru mendapatkan sesuatu yang membahagiakan sehingga saya kembali antusias mengerjakan sesuatu malam itu.

3 comments:

zalzal said...

keren..GooD saran...thks

harieNu said...

thanks ya. guys

harieNu said...

kalo ada yang mau kenalan ma aku, silahkan kirim email ke : harie_Nu@yahoo.co.id...thanks

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com