Wednesday, July 16, 2008

Terima Kasih Pertama dari dr. Tauhid

Mas Kholid, Alhamdulillah bukunya baguuus sekali! layoutannya cantik bgt. Terimakasih untuk kerjakerasnya ya Mas. Mhn maaf kemarin terburu2 krn hrs isi pengajian di Pejaten, jd tdk sempat ngobrol2.

SMS itu dikirim hari ini, Rabu (15/7/08) setelah sehari sebelumnya beliau berkunjung ke kantor redaksi kami untuk mengambil "jatah" buku tulisan beliau yang diterbitkan Cicero Publishing; Allah, Pulsa, dan Komik Jepang; Menelusuri Jejak Tauhid.

Ini adalah ucapan terima kasih pertama yang saya terima semenjak bekerja sebagai editor dan layouter di Cicero Publishing akhir tahun 2007 lalu. Terus terang saja, saya bahagia. Tapi, yang justru membuat saya kagum adalah ke-tawadhu'-an beliau terhadap saya yang (bisa dibilang) sebagai orang "kecil dan baru" di penerbitan. Apalagi dibanding beliau sebagai seorang penulis, dosen, ilmuwan, dan penceramah di berbagai tempat. Akan tetapi, dengan kerendahan hati, beliau mengucapkan terima kasih meskipun peran saya tidak terlalu besar dalam penerbitan buku tersebut.

Tak cukup itu, kemarin ketika pamit hendak kembali saya sempat berjabat tangan dengan beliau. Jabatannya begitu erat. Penuh Penghargaan. Saya merasakan ucapan terima kasih mendalam yang terucap dari jabat tangan tersebut. Tak sekadar basa-basi. Saya yakin itu. Saya jadi rikuh sendiri karena saking lamanya beliau menjabat tangan saya. Seakan tak akan dilepas. Akhirnya, saya sendiri yang melepasnya.

"Mas Kholid kapan2 harus maen ke Bandung, ya...! Gantian. Saya kan sudah maen ke sini!" Kata beliau saat hendak berangkat. Tawaran beliau sangat bersahabat.

"Iya, Pak! Insya Allah...!" Jawab saya (wah, ada tempat numpang gratis kalau ke Bandung, gumam saya dalam hati). hehehe...

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com