Tuesday, December 30, 2008

Mengagumkan; 7 Hari Penuh Kerja

Sahabat karib saya, menikah Agustus lalu. Istrinya teman kuliahnya dulu dan menetap di Jogja karena memperoleh beasiswa S2 di UIN Jogja. Sementara teman saya itu sendiri menetap di Lamongan. Pekerjaannya di kota kelahirannya itu sendiri. Di sekolahan. Senin sampai Jumat, sebagai kepala TU di sebuah sekolah favorit di Lamongan kota (bagian selatan). Sementara sabtu dan Ahad, dia mengajar komputer di MTs yang juga unggulan di Lamongan bagian utara. Tepatnya di pesisir laut.

Setiap Jumat sore dia berangkat naik sepeda motor menempuh perjalanan sekitar 20 km ke arah utara. Dan ahad sore atau senin pagi-pagi dia berangkat ke sekolah yang berbeda. Kerja yang senin sampai jumat, dimulai dari jam 7 pagi jam 4 sore. Sementara yang di MTs, sampai jam 2 siang. Tidak ada hari libur baginya.

Itu saja tidak cukup. Dia kerapkali menerima permintaan orang untuk membelikan seperangkat komputer, monitor, printer, atau asesoris lainnya. Dan itu harus dibelinya di Surabaya (dengan bersepeda motor) yang tentu saja jaraknya lebih jauh. Terkadang, kalo ada masalah pada barang yang dibelikan, dia terpaksa berangkat kembali ke Surabaya. Termasuk juga komputer yang bermasalah bukan karena barangnya, tapi karena virus misalnya. Dialah yang merasa bertanggung jawab untuk memperbaikinya.

Saya membayangkannya saja, sudah tak sanggup. Tapi, dia bisa.
Lha kapan ketemu istrinya? Padahal, mereka kan suami istri.
Ah...! Semoga Allah menyiapkan rencana yang lebih baik.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com