Monday, March 12, 2012

Ada Hadiah Voucher di Stand Mizan

Pameran buku selalu identik dengan diskon. Buku-buku baru selalu didiskon minimal 20%. Sedangkan buku-buku lama bisa didiskon sampai 70%. Ada juga yang 90% sesuai pantauan penulis di Islamic Book Fair, Senayan, Minggu (11/3). Bahkan, buku-buku yang masuk kategori sangat lama bisa anda dapatkan dengan harga 5000 atau 10000. Untuk kategori ini anda bisa temukan di stand Mizan Media Utama, Dzikrul Hakim, dan lain-lain.

Itulah mungkin yang membuat pemeran buku selalu mempunyai daya tarik besar bagi para pecinta buku, penikmat buku, dan sukabukuers. Termasuk saya tentu saja.


Selain diskon besar untuk buku-buku tertentu yang pastinya masih berkualitas, stand Mizan juga menyediakan tambahan "diskon" berupa voucher 5000 untuk setiap pembelian buku senilai 100 ribu dan berlaku kelipatannya. Voucher tersebut bisa digunakan untuk melakukan transaksi kembali pembelian buku di stand Mizan selama pelaksanaan Islamic Book Fair 2012 yang akan berlangsung hingga 18 Maret mendatang.

Itulah yang saya alami minggu kemarin. Berbelanja melebihi 200 ribu di stand Mizan (dalam sekali transaksi), saya pun mendapatkan dua buah voucher masing-masing senilai 5 ribu. Hal ini tentu saja "memaksa" saya untuk melakukan pembelian/transaksi lagi dengan penerbit Mizan. Padahal, sebelumnya sudah saya anggarkan pembelian di Mizan sudah cukup. Saya jadi berpikir, ternyata voucher tak selalu menjadi bonus bagi kita, tapi lebih kepada strategi penerbit untuk membelanjakan kembali uang kita ke penerbit tersebut. Tidak mengalihkan ke penerbit lainnya. 

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com