Tuesday, June 5, 2012

Lebih 20 Buku per Hari Terpinjam di Perpus Kecilku

Kabar itu sangat mengagetkanku. Tak pernah kubayangkan bahwa antusiasme anak-anak di desaku dan tetangga sekitar begitu besar pada buku bacaan. Baru-baru ini, adikku cerita kalau buku di perpustakaan mini di rumah (kampung) selalu ramai dikunjungi anak-anak. Mereka rajin membaca dan meminjam buku. Sehari bisa 20 an lebih buku terpinjam. Fantastis sekali menurutku. 

Sejak dulu, buku-buku itu kupajang di rak di rumah. Aku biarkan dan persilakan siapa pun untuk membacanya. Namun, tak ada kulihat ketertarikan dari orang-orang sekitarnya. Berita menggembirakan seperti itu sunggu membuatku bersemangat.
Membuatku tergerak untuk selalu berpikir bagaimana menambah koleksi buku di sana. Menyediakan bacaan yang bermutu bagi mereka. Yang menginspirasi mereka untuk masa depan yang lebih baik. Ya, selama ini aku hanya mengandalkan penghasilan pribadi untuk terus berbelanja buku. Bahkan, sengaja kupilih buku2 lama dan murah untuk tambahan koleksinya. Tau sendiri kan tujuannya? Ya, biar dapat jumlah yang banyak. :-)


Kalau orangtua berpendidikan rendah, sesungguhnya tak banyak "modal" pemikiran yang hendak diwariskan. Apalagi orangtua tak sanggup lagi menyekolahkan anak-anaknya karena keterbatasan biaya. Maka, satu-satunya cara untuk menumbuhkan semangat itu, dan menghidupkan mimpi-mimpi mereka adalah dengan menyediakan buku-buku yang penuh inspirasi dan harapan untuk masa depan mereka. Itulah salah satu cara yang hendak kutempuh bersama dengan adikku yang kini menjaga perpustakaan mini kami di kampung.


No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com