Tuesday, June 5, 2012

Majalah "Si Kuncup" yang Kini Hilang Jejak

Sangat menyedihkan sekali saat aku mencoba browsing tentang salah satu majalah kesayanganku ini. Majalah yang benar-benar memberi jutaan kenangan. Mbah Google juga tak banyak tahu tentang majalah yang satu ini. Sungguh disayangkan. Isinya sangat menarik bagi saya--yang ketika itu masih anak-anak. Berisi banyak pengetahuan dan ilmu baru. Kami menjelajahi dunia dari majalah itu.

Bahasanya mudah dimengerti bagi kami yang masih anak-anak. Di Google saya hanya menemukan satu gambar saja. Tulisan tentang majalah itu pun cuma saya dapatkan dari blog saya ini "sukabuku". Tidak ada tulisan lain. Mungkin karena majalah itu terbitnya lokal di Jawa Timur, ya. Sehingga keberadaannya tidak begitu terdeteksi oleh "dunia". Nasib yang lebih baik dimiliki majalah Si Kuncung. Saudara Si Kuncup ini masih kutemukan tread tentangnya di kaskus. Situs komunitas terbesar di Indonesia.


Sampai saat ini, aku masih terus penasaran tentang orang-orang yang ada di balik majalah Si Kuncup--dan tentu pula Si Kuncung. Dimana mereka, bagaimana keadaan mereka, dan jadi apa mereka sekarang. Sungguh, akan sangat menyenangkan bila ada kesempatan bertemu dengan awak redaksinya. Berbagi cerita tentang majalah kesayangan kami itu.

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com