Saturday, October 12, 2013

Anak yang Rutin Jamaah Subuh Sejak TK

Beberapa tahun silam, muncul buku fenomenal. Mencetak best seller di berbagai toko buku. Kemunculannya pun diikuti tren buku-buku sejenis. Uniknya, semuanya laris diburu pembeli. Tema buku itu ialah Misteri Shalat Subuh, Mukjizat Shalat Subuh, Rahasia Shalat Subuh, dan kawan-kawannya.

Bukan soal buku itu yang hendak saya bahas kali ini. Isi buku, bisa anda cari di toko atau perpustakaan untuk membacanya. Shalat Subuh (berjamaah) amat istimewa. Tidak semua orang mendapatkan anugerah; bangun pagi-pagi dan berangkat ke masjid.
Karena istimewa, tentu saja pesertanya adalah orang-orang istimewa pula. Orang-orang pilihan, bukan orang sembarangan. Kalau shalat Berjamaah Maghrib, Asar, Dzuhur itu biasa, Subuh amat luar biasa.

Tiap kali (memperoleh hidayah) jamaah Shalat Subuh di masjid, saya selalu perhatikan siapa saja orang yang berjamaah. Dalam hati, saya yakin mereka itulah orang-orang yang istimewa. Baik saat jamaah Subuh di Desa Drajat ataupun di Beton Tritunggal.

Uniknya, di seumuran saya yang sudah lulus kuliah, sudah beristri (Intinya sudah tua), di beberapa masjid saya seringkali masih terbilang jamaah termuda di masjid. Lainnya, rata-rata orang sepuh lanjut usia, atau para ta’mir masjid.

Di Masjid Beton, Tritunggal Babat, saya menemukan seorang anak muda. Jaaauh di bawah saya, usianya. Mungkin kelas 5 atau 6 MI/SD. Anak yang amat rajin berjamaah Subuh. Hampir tiap hari selalu ada sosoknya dalam barisan jamaah. “Anak siapa ini,” bisik saya dalam hati. “Ini pasti bukan anak sembarangan.”

Beberapa hari kemudian, Bapak mertua bercerita tentang anak itu. Rupanya, dia adalah anak muadzin (baru) tetap masjid ini. Yang luar biasa, anak ini tak hanya rutin jamaah Subuh di umurnya yang menginjak kelas 6 MI. Kebiasaan datang ke masjid untuk jamaah Subuh rupanya sudah tertanam sejak ia masih di TK. Begitu, jelas Bapak Mertua. Luar biasa, gumam saya. Saya merasa kecil sekali dibandingkannya.

Saat si anak masih TK, Bapak mertua sempat heran. Kok subuh-subuh gini ada anak kecil yang datang ke masjid. Ikut shalat berjamaah. Apalagi setelah diselidiki, rumah anak itu berada di ujung gang yang gelap. Dekat dengan rimbunan bambu. Bagi sebagian orang—apalagi anak-anak sepertinya—ini tentu saja menakutkan.

“Beberapa kali, ia juga mengajak dua tiga temannya ikut shalat berjamaah Subuh. Tapi kadang-kadang saja. Anak satu ini yang tidak pernah luput jamaahnya,” lanjut Bapak mertua.

*Catatan dari Kampung (12/10/13) 

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com