Tuesday, April 21, 2015

Puasa Rajab sunnah

Jadi, jangan mentang2 Anda pernah baca di Google bahwa puasa bulan Rajab bid'ah dan munkar, lalu anda berani bilang kaum muslimin yang sedang puasa itu sesat. Naudzu billah...

Coba bayangkan, orang yang berpuasa lalu dikatakan sedang melakukan bid'ah. Saya bayangkan aja gak berani. Apalagi sampai mengatakannya.

Tapi, terkait BC yang banyak beredar di BBM dan status-status facebook, soal keutamaan (fadhilahnya) yang demikian luar biasa, saya tidak berani membenarkannya.

Adapun tentang keutamaan-keutamaan puasa Rajab secara khusus, saya banyak baca bahwa riwayatnya dhaif. Tapi, tentu saja tidak serta merta karena dhaif, lalu ditolak. Ada kaidah dalam ilmu musthalah hadis bahwa dalil dhaif di wilayah fadhailul a'mal, boleh diamalkan.

Cukuplah puasa Rajab dengan fadhilah besar yang terdapat dalam asyhurul haram (bulan-bulan haram) yang memang amat dianjurkan puasa. Dan, sunnahnya puasa Rajab pun mengikuti dalil umum sunnah puasa di bulan haram.

Yang mau puasa, ya puasa saja.
Bagi saja, ibadah puasa itu luar biasa. Walau tidak di bulan Rajab. Walau tak dikaitkan dengan momen-momen tertentu.
Maka, saya selalu respek dan angkat topi dengan siapa pun yang bisa istiqomah puasa.

Karena itu, silakan puasa saja.
Niatkan mendekatkan diri kepada Allah.
Bukankah ibadah puasa hanyalah satu-satunya ibadah yang pahalanya LANGSUNG dinilai Allah. Langsung dibalas sesuai kadar puasa Anda. Jadi, tak usah kuatir soal pahala.
Besar kecilnya, tergantung seberkualitas apa puasa Anda.

Babat, 21 April 2015

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com