Thursday, February 18, 2016

Berbagi Senyum Saja

Berbagi Senyum Saja
Anda tidak akan bisa memuaskan semua orang dengan uang. Berbagi uang sama rata pun tak serta merta mendatangkan penerimaan yang lapang dari mereka.
Misalnya,
Saking kayanya, saya pun berbagi uang 50 ribuan kepada semua siswa-siswi Ma Tarbiyatut Tholabah Kranji. Semuanya dapat, tanpa kecuali.
Saya yakin, pasti terdengar nada protes.
"Lho, Pak. Anak pondok dan anak bajakan kok dapatnya sama?
Mestinya anak pondok dapat lebih banyak, sebab jauh dari orangtua."
Yang bajakan juga gak mau kalah.
"Pak, mestinya yang bajakan dapat jatah lebih banyak. Sebab, tiap hari harus pulang pergi naik angkot."
Yang merasa lebih miskin dari temannya pun tak mau kalah. Protes.
Yang anak yatim pun ikut-ikutan protes. Minta tambah.
Belum lagi yang aktif di OSIS atau yang langganan juara olimpiade atau bintang pelajar.
Begitu pun kira-kira kasusnya, andai saya melakukan hal yang sama pada penduduk sedesa. Semua saya kasih 100 ribu per orang. Tanpa kecuali. Baik kecil maupun dewasa, atau kakek nenek.
Kurang...
Kurang...
Kurang...
Tapi, semua orang akan puas dengan senyuman anda.
Misalnya, saya selalu tebar senyuman kepada setiap murid saya. Selalu tersenyum pada setiap tetangga saya.
Kira-kira apa yang terjadi?
Adakah yang protes (misalnya);
"Pak Kholid itu lho, kalau senyum di hadapan saya kok bibirnya kurang lebar 1 centimeter ya?"
"Pak Kholid itu kalau senyumnya ke saya kok gak keliatan giginya, ya... harusnya khan .... ?!"
Itulah dahsyatnya senyuman.
Sedekah paling mudah dan murah.
Sedekah paling adil dan merata.
Tak akan ada yang iri atau protes bila anda tebarkan senyuman pada setiap orang.
Tak ada orang yang menuntut lebih dari pada senyuman anda.
Salam ...
18 Pebruari 2016
@mskholid
@ruanginstalasi

No comments:
Write komentar

Adv.

IKLAN Hubungi: 0896-2077-5166 (WA) 0852-1871-5073 (Telegram)