Monday, March 28, 2016

Mancing di Tambak Kalitengah

Mancing tidak mania kembali beraksi. Kali ini spotnya agak menantang.

Lokasinya sih di Kali tengah Lamongan, tapi perjalanan menuju TKP itu yang berat (terutama bagi saya yang baru pertama kali).

Untuk menuju desa pemilik tambak, harus melalui jalanan berlubang dan pecah-pecah. Bahkan, kalau musim hujan, halaman ini tak mungkin dilewati. Air menggenang hingga ke pusar. Perjalanan biasanya dilakukan mengunakan perahu.

Tiba di rumah tuan rumah, ternyata di depan rumahnya sudah sungai yang menjadi jalan transportasi sehari-hari penduduk sekitar sana.

Untuk menuju ke tambak lokasi mancing, kami harus naik perahu kecil. Sekitar 20 menit perjalanan di atas perahu, kami baru tiba di TKP.

Ternyata, di tambak pun tak terlihat pematang tambaknya. Terpaksa kami masuk ke lokasi tambak di atas perahu. Aktivitas mancing pun harus dilakukan dari atas perahu.

Sebenarnya agak was-was juga. Apalagi saya termasuk orang yang gak mahir berenang. Hehehe...

Tapi, karena sudah hobi, maka was2 pun hilang.

Kata pemiliknya, ikan di tambaknya sudah bercampur baur dengan tambak tetangga. Akibat banjir yang merendam semua tambak hingga tak nampak batas-batasnya. Mereka pun sudah sama-sama ikhlas ikannya bercampur satu sama lain.

Hasilnya, kami berhasil dapat belasan ekor ikan mujaer kecil-kecil. Juga ada ikan keting yang juga kecil. Hanya seekor ikan bader yang lumayan besar, berhasil dipancing Mas Aim.

Melihat perkembangan yang tidak menyenangkan, pemilik tambak segera bertindak. Beliau turun ke tambak dan memasang jaring.

Alhamdullilah, hasilnya jauh lebih banyak. Ikan bandeng yang lumayan besar pun bisa dijerat.

Wednesday, March 16, 2016

Amalan Kecil dan Mudah

Saat ujian, apa yang biasanya disarankan oleh Pak/Bu Guru kalian?

Ya.
Kerjakan dulu soal yang mudah.
Yang nampak sulit, tinggalkan dulu.

Maksudnya apa?
Biar kita segera dapat nilai.
Biar kita sudah punya tabungan soal yang benar.
Sebab, waktu yang tersedi mengerjakan soal amat terbatas.

3 hari ini adalah UAMBN untuk siswa-siswi tingkat MA.
Soal pilihan ganda sebanyak 50 item, harus dikerjakan dalam waktu 1,5 jam (90 menit).
Berarti, setiap siswa hanya punya waktu kurang dari 2 menit untuk mengerjakan setiap soal.

Padahal, soalnya rata-rata ber-kalimat panjang. Baik soal atau jawaban di pilihan gandanya. Untuk baca soalnya saja dibutuhkan waktu yang tak sebentar.

Workshop Public Speaking Magically

Workshop Public Speaking Magically kini hadir kembali memenuhi permintaan dari beberapa kawan. Setelah sukses dengan beberapa kali Workshop Public Speaking Magically sebelumnya.

PSM kali ini mengusung tema ELEVATE YOUR LIFE dimana dimulai dengan Fundamental Level yang akan mengupas dan mengasah 2 poin penting:

1) Bagaimana mengelola KETAKUTAN PRIBADI
2) Bagaimana menguasai PONDASI PERSENTASI EFEKTIF.

Dua hal ini sangat penting untuk menjadi titik fokus bagi para Mahasiswa, Guru, Karyawan, Eksekutif ataupun Anda yang sedang berupaya untuk menyelesaikan 2 poin tadi.

Tempat sangat terbatas karena kami berharap semua peserta mempunyai lebih banyak kesempatan untuk berlatih dan mendapatkan pendampingan yang cukup.

>> Waktu Pelaksanaan:
Minggu, 27 Maret 2016
08.00-16.30 WIB

>> Tempat:
Diklat Kualita Pendidikan Indonesia
Jl. Gayungsari IV No.33 Surabaya

>> Fasilitas:
- Modul & sertifikat
- Lunch & Coffe Break
- Pemateri: Master Trainer Public Speaking "Coach Rio Purboyo"

>>Investasi:
Rp.200.000

>>Cara Daftar:
NAMA#NO_TELP#EMAIL#ASAL_LEMBAGA(jika ada)#ALAMAT#KOTA

Kirim lewat SMS/WA ke: 085730008564

>>Info Lebih Lanjut:
Ridlo : 085730008564 / 081231820788

Kualita Pendidikan Indonesia
Jl. Gayungsari IV No. 33 Surabaya
031 8284963 / 031 8286696
marketing@kpi-indonesia.org
www.kpi-indonesia.org/site

MOHON MAAF TEMPAT TERBATAS DAN PENDAFTARAN BISA SEWAKTU-WAKTU DITUTUP KARENA TELAH MEMENUHI KUOTA.

Monday, March 14, 2016

Suami Polisi, Tak Selalu Membanggakan

Tak selamanya bersuami polisi itu membanggakan.

Lihatlah, berita Jawa Pos Minggu kemarin. Seorang brimob menembak istrinya di depan anak sendiri. Lalu, tewas bunuh diri dengan pistolnya sendiri.

Polisi itu bersenjata. Pakai api lagi. Amat berbahaya. Sekali tekan langsung meletus dan kemungkinan besar nyawa melayang.

Maka, yang terpenting, cari pasangan itu yang mentalnya baik.  Yang akhlaknya baik. Walau bawa bom sekalipun, ia tak akan gunakan sembarangan.

Kata Pak Guru, ukuran minimal, seorang suami itu:
Jika ia tak bisa membahagiakanmu, minimal ia tidak menyakitimu.

Maka, jangan nyari suami itu karena tumpak'ane.
Karena bawa CRV atau BMW
Karena naiknya Ninja atau Vespa.

Karena rumahnya tingkat sepuluh.
Jangan...!!!
Bisa-bisa kalau lagi marah, dilempar kau dari lantai sepuluh.

Maka, sekali lagi, cari yang mentalnya baik. Yang akhlaknya menawan. Yang menghormati wanita seperti ia menghormati ibundanya.

#MocoKoranWingi
#NgawasiUjian

14032016

Friday, March 11, 2016

Lowongan Editor di Sahifa Penerbit Depok

Assalamu'alaikum Warohmatullah

Sahifa Penerbit membuka kesempatan bagi kawan-kawan untuk bergabung sebagai Editor Buku.

Persyaratan:
Pria atau wanita, usia maksimal 35 tahun
Pendidikan Minimal S1 bidang keagamaan (Diutamakan lulusan pondok pesantren)
Memiliki kemampuan membaca Kitab Berbahasa Arab
Menguasai bahasa Indonesia yang baik dan benar
Mampu bekerja dengan deadline yang ketat
Bersedia ditempatkan di Depok

Segera kirim lamaran beserta CV dan contoh tulisan ke email sahifa.book@gmail.com sebelum 17 Maret 2016.

Thursday, March 10, 2016

20 Tahun Terkena Lungsuran Berak Tetangga

Kisah ini dimuat oleh Ibnu Hajar al-Haitami
dalam kitab: Az-Zawajir an Iqtirafil Kabair
الزواجر عن اقتراف الكبائر

Ada seorang ulama bernama Sahl bin Abdullah at-Tustari.
Rumah beliau berada di perbukitan.
Karena kondisi tanah yang berbukit, rumah-rumah di wilayah itu pun seperti bertumpuk satu sama lain.
Termasuk rumahnya Kiai Sahl bin Abdullah ini.

Tepat di atas rumah beliau, adalah tetangganya seorang Majusi.
Sepitenk (jawa: jumbleng) tetangganya bocor. Jadi, tiap kali Pak Majusi itu buang hajat, kotorannya mesti jatuh ke rumah Kiai Sahl.

Bila Pak Majusi buang hajat pagi hari, Kiai Sahl pun membersihkannya pagi itu.
Bila Pak Majusi buang hajat siang hari, Kiai Sahl pun bersihkan kotoran siang itu pula.
Pun, saat Pak Majusi buang hajat malam hari, Kiai Sahl harus membersihkan malam-malam.

Bayangkan...
Kalau kita yang jadi tetangganya Pak Majusi itu?!!!

Suatu ketika, Pak Majusi, tetangganya itu, berkunjung ke rumah Kiai Sahl. Pak Majusi melihat Kiai Sahl sedang membersihkan kotoran di rumahnya. Pak Majusi heran.

"Kiai, mohon maaf, ini sedang bersihkan apa?" tanya Pak Majusi.
"Kotoran, Pak..." jawab Kiai Sahl enteng.
"Lha, terus kotoran ini dari mana?" Pak Majusi penasaran.
"Ya, dari rumah Sampean lah, Pak," ujar Kiai Sahl tanpa ekspresi.

"Loh...??? sudah berapa lama kayak gini?"
"Gak lama kok, Pak. Baru 20 tahun," lagi-lagi Kiai Sahl menjawab tanpa beban--tanpa menyalahkan tetangganya itu.

Seketika itu, Pak Majusi meminta maaf dan langsung masuk Islam. Seluruh keluarganya pun masuk Islam.

--------

Lagi-lagi, kita dihadapkan dengan cerita yang sepertinya mustahil terjadi di zaman ini. Maksudnya, mustahil menemukan orang yang seperti Mbah Sahl ini zaman sekarang.

Zaman sekarang, halaman rumah kena tetesan air saja sudah langsung komplain ke kelurahan.
Daun pohon menjulur sedikit ke halaman rumah pun langusng dilaporkan polisi. dan lain sebagainya.

Lha, ini kotoran.
Bukan sembarang kotoran. Tapi, kotoran manusia.
Kalau kotoran kambing atau sapi seh lumayan.
Masih bisa dipakai pupuk tanaman.

Nah, kalau kotoran manusia?
Mau dibuat apa hayoooooo????


Babat, 10032016
MS Shorih Kholid
@mskholid
@ruanginstalasi

Syekh Ahmad bin Mahdi; Diisukan Jadi Suami Korban Perkosaan

Di kitab Tadzkiratul Khuffadz (kitab berisi ulama ahli hadits) disebutkan cerita tentang salah seorang ulama ahli hadits, bergelar hafidz, ahli zuhud, bernama Ahmad bin Mahdi bin Rustum.

Suatu hari, Syekh Ahmad bin Mahdi didatangi seorang perempuan. Syaikh Ahmad sama sekali tidak mengenal perempuan itu.

Perempuan itu mengadukan masalah besarnya pada Syekh Ahmad.

"Kiai, saya mohon maaf. Saya ini hamil. Tapi, hamilnya bukan sebab pernikahan atau perzinahan. Saya diperkosa di bawah ancaman," ujar si wanita.

"Terus?" Tanya Syaikh.

"Untuk menghindari tuduhan dan menutup rasa malu, keluarga kami bercerita pada tetangga bahwa Syaikh Ahmad adalah suami saya," jawab perempuan.

Syaikh Ahmad terdiam.
Beliau tidak marah. Bahkan melihat perempuan itu dizalimi, Syaikh Ahmad mau disebut-sebut sebagai suami perempuan itu.

Begitu si perempuan melahirkan, banyak tamu yang datang ke rumah Syaikh Ahmad. Mereka datang mengucapkan selamat sambil membawa aneka hadiah dan uang.

Syaikh Ahmad bahkan mengirimkan yang sebanyak 2 dinar emas setiap bulan bagi si perempuan.
(*sekitar 4 jutaan lebih).
Padahal, Syaikh Ahmad tidak punya hubungan apapun dengan si wanita.

Hingga 2 tahun, atas takdir Allah, anak perempuan itu meninggal.

Si perempuan itu pun kembali menemui Syaikh Ahmad. Dia hendak mengembalikan seluruh uang yang telah diberikan Syaikh Ahmad selama 2 tahun.

Syaikh Ahmad menolak menerima uang tersebut.

"Wahai wanita, saya ini menyedekahi anakmu. Kalau anakmu meninggal, itu berarti warisannya adalah hakmu," tegas Syaikh Ahmad.

Luar biasa...

Betapa hebatnya ulama zaman dulu. Beliau diisukan beristri seseorang yg hamil di luar nikah, menerima.
Belum cukup, masih pula memberi sedekah orang yang mengisukan hal itu.

Coba bayangkan.
Bagaimana jika anda yang didatangi perempuan itu?

Inilah yang membedakan kita dengan para ulama.

Babat, 10032016
@ruanginstalasi
@mskholid

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com