Monday, December 1, 2008

Temu Sastrawan Dunia

Koran Tempo | 29 November 2008

JAKARTA - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Komunitas Cerpen Indonesia
(KCI), dan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) menggelar Jakarta
International Literary Festival (JILFEST) di Kota Tua Jakarta dan
Hotel Omni Batavia pada 11-14 Desember. Tema yang dipilih adalah
"Peran Jakarta dalam Kehidupan Sastra Dunia".

Sejumlah sastrawan dari berbagai negara diundang, termasuk peraih
Nobel Sastra asal Turki, Orhan Pamuk, yang belum tentu bisa datang.
Acara juga dimeriahkan dengan aneka lomba, penerbitan buku, bazar
buku, pementasan, dan wisata budaya.

Tujuan diadakannya festival ini, menurut Kepala Subdinas Pembinaan
pada Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta, Jusuf Sugito,
kepada Tempo, antara lain untuk mengangkat citra internasional Jakarta
sebagai kota wisata budaya, menjalin kerja sama di antara sastrawan
dunia, dan mempromosikan Jakarta sebagai tempat menarik untuk
dijadikan latar tempat penulisan produk sastra dan seni.

Para sastrawan asing yang direncanakan hadir, selain Orhan Pamuk,
antara lain Maria Emrl asal Portugis, Henry Chamberlouis (Prancis),
Katrin Bandel (Jerman), Ernst Ulrich Kratz (Inggris), dan Mikihiro
Moriyama (Jepang). Soal kedatangan Pamuk memang masih tentatif. "Agak
sulit, dia agak repot dengan pemerintahnya. Tapi kami masih
mengusahakan agar Pamuk bisa hadir," kata Jusuf. Sejumlah sastrawan
asing lain sudah memberi lampu hijau tentang kepastian datang.

Lomba cerpen mensyaratkan karya berlatar Jakarta. "Lomba cerpen saat
ini dalam tahap penilaian," kata Jusuf. Dari Indonesia, ada 362 karya
yang dikirim ke panitia. Ada pula karya dari warga negara Indonesia
yang tinggal di Singapura. Selain bazar buku sastra selama festival,
ada pula pentas pembacaan puisi dan cerpen, serta musikalisasi puisi
yang melibatkan sastrawan internasional. Digelar di ibu kota, festival
juga akan mempertunjukkan kesenian Betawi.

Acara ini ditargetkan setidaknya menghimpun 150 peserta. Mereka adalah
penyair, cerpenis, esais, novelis, dan aktivis sastra dari Indonesia
dan negara lainnya. Menurut seorang panitia, acara ini tadinya
dijadwalkan pada 2009. Tapi, Gubernur Jakarta meminta acara diajukan
pada Desember. Sehingga Pamuk yang sempat menyanggupi datang bila
acara dijadwalkan 2009, jadi tak pasti kehadirannya. IBNU RUSYDI

No comments:

There was an error in this gadget

Shorih's books

M. Quraish Shihab menjawab... : 1001 Soal Keislaman yang Patut Anda Ketahui
5 of 5 stars true
Tanpa Bermaksud memudah-mudahkan-yang bisa berujung pada kecendrungan serba boleh jika di pahami dan di hayati dengan cara yang benar, sesungguhnya Islam memang satu upaya untuk mendapatkan pemahaman yang benar dalam mengamalkan Islam ad...
Rembulan Tenggelam Di Wajahmu
3 of 5 stars true
Saya membaca buku ini saat Tere Liye belum seterkenal sekarang. Karyanya juga belum sebanyak dan digandrungi sekarang. Saat itu, buku "Rembulan Tenggelam di Wajahmu" masih diterbitkan penerbit lain (bukan Republika) dengan cover warna hi...

goodreads.com